free hit counter Karakter Jokowi Gambarkan Fundamental Harmonisasi — FBI

Karakter Jokowi Gambarkan Fundamental Harmonisasi

Ramah tama, bersahabat, lucu, ceplas-ceplos, terbuka, lapang dada, simpel, intens, bersahaja, fleksibel serta menerima dan memberikan pembaharuan. .Beberapa sebutan di atas adalah sebutan yang mencerminkan sebuah figur harmonisasi yang menjadi simbolis atas kenyamanan dan ketentraman. Siapa pemilik dari figure tersebut? Secara umum di Indonesia sendiri pada saat ini, seseorang yang paling mencerminkan figur tersebut adalah Bapak Pemimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ya, siapa lagi kalau bukan Jokowi.Bila dikaji lebih dalam lagi, figur tersebut sangat erat kaitannya dengan 'Pelayanan'. Dengan kata lain beliau adalah seorang pelayan rakyat yang berusaha memberikan harmoni pada setiap benak rakyatnya supaya tetap merasa nyaman dan tentram.Sedikit review yang menjadi alasan kuat mengapa kita harus mengulas hal ini dengan sedemikan rupa:

Era pemerintahan Jokowi adalah era dimana masyarakat Indonesia banyak mengalami perkembangan. Baik dari sisi intelektual maupun sisi moralnya. Ditambah gelar presiden dengan tingkat popularitas tertinggi nomor 2 di dunia.Era pemerintahan Jokowi adalah era dimana masyarakat Indonesia dengan segala keterbatasannya mulai mampu bersaing di kancah internasional dari berbagai bidang dan mendapatkan apresiasi yang lebih signifikan dibandingkan sebelumnya.Era pemerintahan Jokowi adalah era dimana masyarakat Indonesia mengalami fluktuasi serta dinamika yang tinggi dikarenakan seringnya terjadi perubahan peraturan baik secara sepihak/serentak.Era pemerintahan Jokowi adalah era dimana masyarakat Indonesia saling berkonfrontasi akibat isu SARA yang kian mencuat dan mendominasi jalannya politik Indonesia.Era pemerintahan Jokowi adalah era dimana masyarakat Indonesia melihat banyak kemajuan teknologi, sarana dan prasarana sekaligus mampu mendongkrak angka kemiskinan ditengah-tengah semaraknya retorika politik rujit dengan skala nasional maupun internasional.

Masih banyak sekali poin-poin penting yang tidak dijelaskan disini.Dari beberapa poin di atas secara umum jelas menunjukkan indikasi bahwa paradigma dari segelintir atau sebagian besar rakyat Indonesia yang mendefinisikan bahwa era pemerintahan Jokowi sebagai bentuk pemerintahan yang kurang lazim atau cenderung ke arah pemerintahan yang negatif merupakan paradigma yang salah total. Karena secara keseluruhannya, meski menghadapi berbagai situasi yang sangat pelik sekalipun. Rakyat Indonesia hingga saat ini masih tetap survive. Baik sekali jika kalian mampu berpikir seperti ini.Namun yang sangat disayangkan saat ini adalah, sudah banyak sekali orang yang mampu menyimpulkan hal seperti ini. Tapi kebanyakan dari kita bahkan rela membohongi diri sendiri untuk tidak menerima kenyataan tersebut. Hingga melahirkan berbagai usaha dan cara demi menutupi kenyataan tersebut.

Sementara dengan bergerak tidak searah dengan harmonis, banyak dari kita yang condong untuk memilih mengikuti golongan-golongan pemicu perseteruan, penebar kebencian, penggila jabatan, pecinta keangkuhan, penyokong keributan dan berbagai variabel lain yang berorientasi pada hal-hal yang negatif.Tidak perlu mengkaitkan ini dengan nilai-nilai Nasionalisme atau Pancasila jika hal tersebut masih membuat kita bimbang. Tapi setidaknya cobalah kaitkan ini dengan nuranimu sebagai manusia. Atau apakah kau sebagai manusia hanya mampu menggunakan teknik perpecahan ini sebagai senjata pamungkas untuk mewujudkan egomu? Cobalah dengan cara yang lebih softly. Tunjukkan bahwa kita memiliki kualitas itu.Tapi satu hal penting yang perlu kita semua sadari disini adalah: berdasarkan karakteristik ia miliki, dengan sendirinya pula telah membentuk suatu fundamental yang dapat kita jadikan sebagai pedoman.






Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Tuan!

Tampaknya anda baru di sini. Bila anda ingin ikut terlibat, klik salah satu tombol berikut!

Kategori