free hit counter Suatu Kata Terlarang — FBI

Suatu Kata Terlarang

“We need to re-organise and plan our civilisation to use the available natural resources on the planet for the next ten thousand years or so. I'd almost say that capitalism in its current form shouldn't be really allowed. I believe the modern world is a miserable result of the entire world focusing only about the economy.” - Yoshiyuki Tomino, creator of Gundam.

Pada hari itu, ialah hari Ayahku meninggal….

Tidak ada yang mengetahui betul apa yang terjadi oleh ayahku, tidak ada yang mengetahui betul tentang apa yang telah terjadi hingga ayahku meninggal dunia. Memang, sejak awal ia mendaftarkan diri sebagai seorang polisi, ibuku tidak memiliki harapan akan kehidupannya serta kebahagiaannya yang panjang. Hari itu juga, ibu mulai meninggalkan Ayah kepada kekasihnya yang lain. Saya hari ini tertinggal, di rumah yang hanya dihuni oleh seorang anak yang berumur empat belas tahun dan anjingnya.
Ibupun tidak tiba di saat ayahku sedang dikubur, tidak ada satu kata pun dari ibu kandungku. Entah dia ke mana, entah ayah juga ke mana-- saat ini saya hanya ingin satu dan hanya satu yaitu suatu kejelasan dan alasan mengapa Ayah telah meninggal.
Memang tidak banyak peninggalannya, saya hanya tersisihkan sisa-sisa pekerjaannya serta dokumen penting yang terorganisir dari A hingga Z. Ayahku memang orang yang sangat terorganisir, saking rapihnya ia suka cerita kalau teman-temannya suka marah karena cara kerjanya di kantor sangat tidak efisien. Tetapi di mataku, ayahku merupakan seseorang yang sangat hebat jika mampu melakukan ini secara konsisten.
Banyak kata-kata serta kalimat yang aku tidak mengerti. Mengambil referensi ke perpustakaan terdekat berarti mengambil busway dan berhenti pada stasiun 7, tepat 45 menit dari rumahku. Tanpa banyak berfikir, saya merapihkan semua dokumen ayah yang sudah saya buka dan bergegas ke perpustakaan kota.

*****

“Oh hai Mark, turut berduka cita atas ayahmu.. ada keperluan apa hari ini?” tanya Budi.

Om Budi ialah rekan ayah semenjak aku masih dalam kandung. Ia adalah penjaga perpustakaan kota yang sangat konsisten dengan pekerjaannya. Terkadang ayah suka datang tiba ke perpustakaan ini untuk risetnya, walaupun perpustakaan sudah tutup, terkadang Budi membolehkan ayah untuk menginap di perpustakaan sepanjang risetnya. Hari ini, bukan ayah yang mengunjungi perpustakaan bertujuan riset tetapi anaknya sendiri.

“Ah iya, tidak apa-apa. Aku hanya ingin mencari buku tertentu untuk riset.”

“Ingin mencari buku apa Mark? Mungkin saya bisa bantu mencarinya.”

“Lebih tepatnya mengenai sejarah dan politik. Tujuan saya di sini sebenarnya untuk mencari referensi mengenai kedua topik tersebut”

“Ah kalau begitu kamu tinggal jalan trus ke kiri pada bagian tiga. Di sana, kamu akan melihat banyak buku referensi sejarah dan politik.”

“Terima kasih Om Budi, saya mungkin akan menghabiskan waktu lama di sini.”

Banyak buku mengenai sejarah dan politik di sini, ada yang bersifat humoris seperti “Kehidupan Seorang Politikus di Luar Kerja” atau “Tips and Trick untuk Menjadi Presiden” hingga sesuatu yang serius seperti “Konspirasi di Era Industri” atau “Apa yang Terjadi dengan Abraham Lincoln?”.
Ada suatu kata yang sering tercantum dalam dokumen-dokumen ayah. Suatu kata yang bermula dengan huruf “k” atau sepenuhnya ialah “Komunisme”. Banyak dokumen-dokumen yang ayah miliki membicarakan tentang konsep ini dengan nada positif, namun, ada juga surat perintah dari direktur kantornya untuk melakukan “eksekusi” kepada orang-orang yang namanya tercantum dalam dokumen-dokumen argumentatif tersebut. Saya heran, eksekusi ini sebenarnya seberapa pentingkah konsep komunisme ini hingga orang-orang yang tercantum harus dieksekusi?

“Ada yang perlu dibantu?” Tanya Budi.

“Oh, tidak apa-apa, terima kasih Om Budi.”

Saya belum tahu apakah saya perlu memberitahukan Om Budi mengenai dokumen-dokumen ini. Saya rasa ini adalah dokumen-dokumen rahasia, walaupun ia adalah sahabat ayah saya ingin berhati-hati sepanjang risetku mengenai “komunisme”. Saat ini, hari sangat terik waktu menunjukkan pukul satu siang.

*****

“Dia berada di bagian tiga.” sebut seseorang yang tidak dikenal.

Hari sudah sore, tanpa sadar saya telah tergali dalam konsep komunisme ini. Suatu ideologi yang bermula dari observasi pada era Revolusi Perancis oleh Karl Marx. Suatu ide yang secara garis besar memfokuskan suatu masyarakat kepada ide kesetaraan dan hak yang sama bagi setiap individu. Namun, mengapa ide ini merupakan sesuatu yang dilihat dengan buruk sehingga orang-orang ini harus melalui eksekusi?

“Dia masih anak kecil, biarkanlah! Kejujuran saya hanya sebatas--.”

Apakah saya telah menyentuh suatu informasi yang sebenarnya tidak disukai oleh masyarakat? Jika dilihat secara objektif, ideologi ini memiliki nilai moral yang masuk akal untuk suatu masyarakat, tetapi, mengapa eksekusi ini terjadi ketika semua orang yang tercantum di dokumen menulis karya argumentatifnya secara objektif dan masuk akal mengenai konsep komunisme?

“Dek, sedang apa?” tanya Om Budi.

“Sedang menganalisa dokumen ayah, om. Saya menemukan sesuatu yang menarik”

“Apa itu dek?”

“Tentang komunisme om bu--” Saya terkecoh, dalam sekejap kepala saya ditutupi oleh suatu karung dan kaki saya ditendang hingga tidak bisa jalan lagi. Tadi bukanlah Om Budi yang telah berbincang kepadaku.

“Anak ini sudah tercemar seperti ayahnya, sayang masih muda tetapi peraturan akan terus menjadi prioritas.” Kata orang asing tersebut.

“Sahabat saya telah kalian rengut jiwanya hanya karena masalah ideologi sepele ini. Tega kalian! Tidak punya hati!.” Sahut Om Budi.

“Mau keluarga anda mati semua? Sudah saya bilang bakar semua buku mengenai komunisme masih saja ada di perpustakan ini. Ini merupakan suatu konsekuensi dari regulasi yang telah dilanggar oleh bapak. Bakar sekarang kalau bapak tidak mau melihat jiwa yang direngut karena ulah bapak sendiri lagi.”

“Baik, pak....”

Pada hari itu juga, hari itu diri saya pun juga meninggal...

Komentar

Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Tuan!

Tampaknya anda baru di sini. Bila anda ingin ikut terlibat, klik salah satu tombol berikut!

Kategori