free hit counter Teroris adalah Musuh Rakyat Indonesia — FBI

Teroris adalah Musuh Rakyat Indonesia

Setelah aksi penyanderaan di Markas Komando Brigade Mobil (MAKO) Brimob di Depok, Jawa Barat, Selasa (8/5) lalu, teror kembali terjadi dua hari berturut-turut. Kali ini teror dilakukan di Kota Surabaya, serangan bom bunuh diri di tiga gereja pada Minggu (13/5) pagi. Para teroris juga melancarkan aksinya di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo dan Polrestabes Surabaya pada, Senin (14/5) pagi.Bom pertama meledak di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel pada pukul 06.30 WIB. Lantas bom kedua meletup di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro pukul 07.15 WIB, disusul serangan bom ketiga di Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno, Surabaya pada pukul 07.53 WIB.Serangan ini dilakukan ketika jemaat sedang melakukan misa Minggu pagi. Menurut keterangan polisi sampai saat ini jumlah korban meninggal dunia sudah 13 orang enam di antara pelaku teror. Sementara ada 41 orang luka-luka dalam tragedi yang memilukan ini. Teror ini terkesan brutal dan sporadis tapi dapat diketahui bahwa targetnya satu tempat. Surabaya dan daerah sekitarnya menjadi sasaran para teroris kali ini. Belum diketahui alasan pastinya. Yang baru dipastikan Surabaya tidak akan tumbang dan takut dengan teror ini. Kota terbesar di Indonesia tersebut sudah hapal bagaimana rasanya diserang.
Seperti yang telah diketahui Belanda pernah menyerang Surabaya pada agresi militer I. Pada Oktober dan November 1945 Belanda habis-habisan menyerang Surabaya. Ketika itu Inggris juga mengirimkan banyak pasukan untuk melucuti senjata Jepang yang sudah menyerah. Polisi sudah mengetahui bagaimana jaringan teroris ini berkerja serta siapa saja otak di balik penyerangan ini. Tapi mereka kesulitan melakukan tindakan karena revisi Rancangan Undang-undang Terorisme belum selesai di DPR.
"Karena kami tahu sel-sel mereka, tapi kami tidak bisa menindak kalau mereka tidak melakukan aksi," kata Tito saat jumpa pers bom Surabaya di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur, Ahad, 13 Mei 2018.Tito pun berharap revisi RUU Terorisme dapat segera diselesaikan. Presiden Joko Widodo juga sudah mengatakan akan menerbitkan Peraturan Perundang-undangan (Perppu) Tindak Pidana Terorisme apabila DPR tak juga merampungkan pembahasan Revisi UU Terorisme hingga bulan depan."Kalau Juni pada akhir masa sidang belum selesai saya akan keluarkan Perppu," kata Jokowi di JIExpo, Senin (14/5) pagi.
Pemerintah bergerak cepat dengan melakukan berbagai langkah penangkap dan antisipasi. Karena itu yang diperlukan saat ini ketenangan masyarakat untuk mampu menjaga persatuan dan kerukunan antar umat beragama. Sebab tidak menutup kemungkinan aksi-aksi yang dilakukan para teroris dua hari terakhir ini untuk mengganggu dan meruskan harmonisasi kerukanan umat beragama di Indonesia. Kelompok teroris ini melakukan serangan ke rumah ibadah yang menjadi simbol agama. Jika harmonisasi kerukanan beragama memudar maka seluruh sektor dan lapisan Indonesia sebagai negara pun akan goyah. Oleh sebab itu serangan teror dua hari berturut-turut ini seharusnya menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk bisa kembali bersatu. Karena saat ini seluruh elemen bangsa Indonesia baik rakyat maupun pemerintah memiliki satu musuh bersama, yakni teroris. Dengan adanya satu musuh bersama tersebut maka tujuan berbangsa menjadi jelas yaitu menjaga hormanisasi kehidupan berbangsa dan bertanah air.


Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Tuan!

Tampaknya anda baru di sini. Bila anda ingin ikut terlibat, klik salah satu tombol berikut!

Kategori