free hit counter "Banser dan Ansor Tak Akan Membiarkan Kami Sendirian dan Ketakutan." — FBI

"Banser dan Ansor Tak Akan Membiarkan Kami Sendirian dan Ketakutan."

slgfhjjwbmzz.jpg

Berita Terkini ~ Was-was dan takut melanda sebagian umat yang hadir pada misa pagi di Gereja Kristus Raja Ungaran, Jalan Raya Diponegoro Nomor 101 Ungaran, Minggu (13/5/2018). Ibadah Minggu pagi memang berjalan khusuk sebagaimana biasanya. Namun kabar tragedi bom Surabaya sudah menyebar ke sebagian jemaat. Mereka seolah tidak percaya, bahwa tragedi itu benar-benar terjadi.

"Kebetulan tadi belum mendengar beritanya, ya tenang-tenang saja. Tapi kemudian sesudah misa, ada yang melaporkan peristiwa itu, ya kami terkejut. Awalnya masih belum percaya, mudah-mudaha ini kabar bohong saja dalam hati saya.

" kata Romo Nata Wardaya, Pastor Kepala Paroki Kristus Raja dari setalah membaca berita, baru kami percaya dan kami prihatin," tandasnya.

Usai misa pagi, jemaat satu persatu pulang dengan membawa kegelisahanya masing-masing. Sebagian lagi masih bertahan di gereja, untuk sekadar saling menguatkan dan mengabarkan perasaan iman mereka.

Beberapa petugas polisi kemudian datang, baik yang berseragam maupun berpakaian preman. Suasana tak berubah hingga beberapa saat setelah azan zuhur berkumandang dari Masjid Istiqomah yang ada di seberang gereja. Pendar wajah Romo Nata Wardaya kemudian berubah cerah, tatkala anggota Banser tiba-tiba datang ke gereja. Ada di antara mereka adalah Ketua DPW GP Ansor Jawa Tengah Sholahudin Aly dan Pelaksana Tugas (Plt) GP Ansor Kabupaten Semarang Muhammad Fahmi.

mwegzepy5jx8.jpg

Seperti bertemu saudara jauh, Romo Nata dan Romo Aloys Budi Purnomo Pr, Ketua Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang (Kom HAK-KAS) dan beberapa jemaat menyambut mereka dengan hangat. Tak hanya bersalaman, kedua Romo itu juga memberikan pelukan hangat kepada mereka satu persatu. "Monggo, sugeng rawuh, selamat datang," kata Romo Nata.

Kemudian pertemuan lintas iman pun berlanjut dengan perbincangan-perbincangan serius seputar tragedi bom Surabaya. Berkali-kali Ketua DPW GP Ansor Jawa Tengah Sholahudin Aly atau Gus Sholah menyampaikan kata-kata yang menguatkan saudara dari umat Nasrani ini.

Mendapat kunjungan dan ucapan empati dari Ansor dan Banser ini, Romo Nata mengaku, gereja merasa dikuatkan untuk bersama-sama melawan teror ini. "Kawan-kawan Ansor dan Banser tidak membiarkan kami sendirian dan ketakutan dengan teror ini.

karena percaya ada teman-teman yang bisa bekerjasama dengan kami di dalam menghadapi situasi yang mencemaskan ini," ungkapnya.

Romo Nata mengatakan, sebagai sesama anak bangsa, umat nasrani dan elemen masyarakat lainnya telah sepakat untuk menjaga NKRI dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika-nya.

Dengan saling bahu-membahu, kata Romo Nata, kita akan diteguhkan, dikuatkan untuk bersama-sama melawan ketakutan ini. "Nanti dalam kesempatan-kesempatan bertemu dengan umat, akan kita sampaikan. Kita jangan takut, kalau kita takut berarti tujuan teroris berhasil.

" tuntasnya Ketua DPW GP Ansor Jawa Tengah Sholahudin Aly mengatakan, kedatangan anggota Banser dan pengurus Ansor ini memang aksi spontan, usai mereka mengikuti Apel Kebangsaan dan Setia NKRI di Bandungan.

Kehadiran kawan Ansor dan Banser ke Gereja Kristus Raja Ungaran ini sengaja untuk menyampaikan ucapan duka cita atas tragedi Bom Surabaya yang terjadi Minggu pagi.

BACA JUGA : Beredar Video Rekaman CCTV Detik-Detik Bom Meledak Di Gereja Surabaya

"Kami mengutuk keras kejadian itu, karena ini menurut saya tindakan yang sangat keji. Bagaimana mungkin umat yang sedang beribadah diteror dengan bom," kata Gus Sholah.

Selain menyampaikan ucapan duka cita, Gus Sholah juga memberikan semangat dan dukungan moral kepada umat Nasrani agar tidak takut dan was-was dalam menjalankan ibadah sebagaimana yang diyakini. "Kita semuanya bersaudara.

BACA JUGA : Keluarga Bomber Gereja Dikenal Berkecukupan, Akan Bangun Toko

Mari kita bahu membahu mengatasi kejahatan teror ini," ujarnya Sebagai wujud dukungan terhadap umat Nasrani, lanjutnya.

pihaknya juga siap membantu mengamankan gereja jika diperlukan. Namun demikian, Ansor maupun Banser mengembalikan kebijakan perbantuan keamanan tersebut kepada pihak kepolisian sebagai pihak yang paling berkompeten dalam menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat. Gus Shiolah menegaskan, jika diperlukan, Banser siap.

"Kemudian apabila memang dijumpai upaya-upaya teror dan ancaman-ancama dan kemudian dari kepolisian memang memerlukan tenaga cadangan atau bantuan, Banser siap.

Kami ada di mana-mana, dan siap membantu kapan pun," tuntasnya. Pertemuan singkat tersebut diakhiri dengan doa yang dipanjatkan oleh Gus Sholah yang juga diamini oleh Romo Nata, Romo Budi, dan beberapa pengurus gereja.
kcb86ot47ytr.gif

snrhzl5jruqh.gif
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Tuan!

Tampaknya anda baru di sini. Bila anda ingin ikut terlibat, klik salah satu tombol berikut!

Kategori