free hit counter Agar Tetap Hidup, Pria Ini Harus Minum Air 20 Liter Karena Penyakit Langka — FBI

Agar Tetap Hidup, Pria Ini Harus Minum Air 20 Liter Karena Penyakit Langka

Marc-Wubbenhorst.jpg

Berita Unik - Hampir semua orang mengetahui bahwa air adalah sumber kehidupan bagi manusia. Setiap harinya manusia memerlukan air minum untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh dan menjaga kesehatan tubuh. Dalam kondisi normal, manusia harus minum air lebih kurang 2 liter dalam sehari.

Bila tubuh kita kekurangan air minum maka kita akan mengalami dehidrasi. Dehidrasi adalah kondisi dimana terjadinya kekurangan kandungan air pada tubuh secara menyeluruh yang dapat mengganggu proses metabolisme tubuh.

Sebaliknya juga, bila kita terlalu banyak minum air putih juga berbahaya dan menimbulkan dampak negatif bagi tubuh, bahkan berujung pada kematian. Darah yang terlalu encer akibat banyak mengonsumsi air, akan menurunkan konsentrasi sodium dan elektrolit dalam tubuh. Karena sodium bertugas mengatur air di dalam sel, dan terlalu banyak minum air putih akan membuat sel tersebut bengkak.

Namun, hal yang berbeda dialami seorang pria bernama Marc Wubbenhorst berusia 35 tahun ini yang memiliki penyaki aneh dan langka. Pria ini mempunyai rasa haus yang luar biasa, sehingga dirinya harus minum 20 liter air agar tetap bisa hidup.

Kondisi Marc ini terjadi karena ia menderita penyakit metabolisma yang langka dari Diabetes insipidus. Penyakit itu membuat ia selalu merasa kehausan dan sering mengeluarkan banyak air seni.

Bila Marc berhenti minum, tubuhnya mulai mongering dan ia dapat mati karena kehausan dalam beberapa jam. Terus menerus haus telah menjadi bagian dari kehidupan Marc W'bbenhorst sejauh yang bisa ia ingat.

Ini tidak seperti rasa haus pada orang normal, karena rasa hausnya tidak segera hilang setelah minum segelas atau dua gelas air.

Tubuhnya tidak bisa menahan air sehingga ginjalnya mengeluarkan kembali cairan hampir secepat yang ia minum. Marc tidak pernah membiarkan rasa hausnya lebih dari satu jam.

Bila hal itu terjadi, ia akan mulai mengalami gejala dehidrasi parah, seperti bibirnya pecah-pecah, pusing, dan kebingungan.

Pada hal gejala tersebut kebanyakan terjadi pada orang dewasa setelah dua atau tiga hari kehilangan cairan.

Walaupun Diabetes insipidus dapat berkembang di saat terjadi kapan saja dalam kehidupan, Marc terlahir dengan kondisi tersebut.

Sebagai seorang anak, ia menjaga kondisinya sebaik mungkin. Ia memiliki banyak teman dan mencoba hidup dengan normal. Namun, pada satu titik ia merasa hal itu terlalu berat dan ia pun menjadi depresi.

"Aku lelah dengan depresi ini. Aku tidak mau sekolah, melakukan apapun atau menonton parade lentera," cerita Marc W'bbenhorst pada situs Neue Westf'lische.

Setiap hari Marc W'bbenhorst memulai hidupnya dengan minum sebotol besar air untuk menyegarkan diri. Namun itu tidak berlangsung lama karena ia harus segera ke kamar mandi untuk buang air kecil.



Sumber : Ayoenjoy.com
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Tuan!

Tampaknya anda baru di sini. Bila anda ingin ikut terlibat, klik salah satu tombol berikut!

Kategori