free hit counter Pilkada yang sehat yang rakyat dambakan — FBI

Pilkada yang sehat yang rakyat dambakan


Tahun 2018 dan 2019 secara populer sering disebut sebagai “tahun politik”. Momentum pilkada serentak 2018 dan pemilu serentak 2019 tampaknya menjadikan penyebutan tersebut seolah-olah benar adanya. Toh, tidak ada yang menggugat. Lalu, apa saja tantangan bangsa kita di tahun politik? Sebelum menjawab pertanyaan di atas, mungkin perlu sedikit “pelurusan”. Setiap tahun pada dasarnya merupakan tahun politik, dalam arti bahwa kebijakan dalam bidang atau sektor publik apa pun tidak akan terlaksana tanpa keputusan politik. Kehidupan kolektif yang adil, sejahtera, demokratis, dan terkelola secara baik, hanya mungkin diwujudkan melalui keputusan politik, baik yang dibuat bersama oleh Presiden dan DPR dalam bentuk perundang-undangan, maupun yang diputuskan sendiri oleh lembaga eksekutif selaku pemerintah yang telah memperoleh mandat rakyat melalui pemilihan umum.
Hanya saja tahun 2018 dan 2019 menjadi “tahun politik” yang istimewa karena pilkada 2018 yang diselenggarakan bersamaan di 171 daerah merupakan gelombang ketiga atau terakhir dari tiga tahap pilkada serentak, setelah pilkada serentak 2015 dan 2017. Sedangkan Pemilu 2019 adalah pemilu serentak pertama bagi bangsa Indonesia, ketika pemilu presiden dilakukan secara bersamaan pada satu waktu yang sama dengan pemilu legislatif. Dengan demikian pada Pemilu 2019 kita bakal memilih lima lembaga demokrasi sekaligus, yakni Presiden dan Wapres serta anggota-anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Seperti sudah diagendakan oleh Komisi Pemilihan Umum, tahapan Pemilu Serentak 2019 pun sudah dimulai bahkan sejak akhir 2017 (pendaftaran dan verifikasi partai peserta pemilu) dan berlanjut tanpa henti sepanjang 2018 hingga awal 2019.
Momentum penyelenggaraan yang berhimpitan dan bahkan saling beririsan antara pilkada serentak dan pemilu serentak itulah yang menjelaskan mengapa para elite parpol begitu percaya bahwa formasi koalisi parpol dalam pilkada akan menentukan keberhasilan formasi koalisi pemilu presiden 2019 mendatang. Dinamika dan tarik-menarik antarpartai dalam mengusung pasangan calon Pilkada 2018 yang begitu tinggi dan cenderung semakin “memanas” akhir-akhir ini merefleksikan hal itu. Para elite pemimpin partai yakin, keberhasilan koalisi partai dalam memenangkan pilkada akan menentukan keberhasilan koalisi dalam memenangkan pilpres.
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Tuan!

Tampaknya anda baru di sini. Bila anda ingin ikut terlibat, klik salah satu tombol berikut!

Kategori