Current time: 23 Apr 2014, 23:42 Hello There, Guest! LoginRegister
ForumBebas.com / FBI Inside, Curhat, Chit Chat, Stress Room / Gado-Gado & Chit-Chat / KOnsultasi SEX oleh DR BOYKE Dian Nugraha



REPLY 
 
Thread Rating:
  • 195 Votes - 2.81 Average


  
badrun
14 Aug 2007 10:23    #1

Kolonel

guys semua, ini adalah pertanyaan yg disampaekan pasien ttng keluhan sex atau hubungn intim yg lngsng dijwb oleh Dr. BOYKE

moga aja ada yg punya kesamaan kasus, shngga kita mndptakan SOLUSINYA,..


Suami Diam Soal Seks

Halo dr Boyke ...
Saya seorang ibu rumah tangga dengan dua anak. Usia pernikahan saya (36 tahun) dengan suami (41 tahun) sudah berjalan 7 tahun. Terus terang, saya termasuk wanita yang beruntung mempunyai suami yang setia dan cukup concern dan peduli terhadap keluarga. Bukan itu saja, suami saya juga tergolong tipe pria yang tidak egois dalam segala hal, termasuk dalam berhubungan intim.

Maka, setiap kali kami melakukan hubungan badan, saya selalu merasa puas. Celakanya, sampai saat ini saya tak pernah mengetahui apakah suami saya juga terpuaskan. Sehabis melakukan hubungan intim, suami memang saya selalu bersikap baik dan tetap menunjukkan kesetiaan dan kasih sayang, namun dengan roman muka yang biasa-biasa saja. Suami saya memang bertampang cuek dan acuh.

Sebagai seorang istri yang selalu merasakan kebahagiaan luar biasa, tentu saya juga sangat menginginkan pasangan juga berbahagia. Sebaiknya bagaimana sih dok, membahagiakan suami di ranjang itu? Saya merasa telah banyak menerima kebahagiaan, tetapi merasa kurang memberikan kebahagiaan pada suami, khususnya ketika melakukan making love di atas ranjang. Mohon petunjuknya, ya dok!

xxxxxx
Rawamangun, Jakarta Timur


Jawab:
Menjadi kewajiban pasangan istri untuk dapat saling membahagiakan pasangannya. Selama 7 tahun Anda merasa berbahagia karena ia tidak egois, nampaknya Anda selalu mencapai orgasme dalam setiap hubungan seks, dan ini memang suatu keberuntungan.

Namun, rasanya Anda masih penasaran apakah juga berbahagia. Saya kira, merupakan hal yang wajar jika setelah berhubungan seks, kita bertanya pada pasangan, apakah ia merasa puas atau tidak. Meskipun wajah suami ibu cuek-cuek saja, tapi saya yakin dia juga berbahagia karena bisa membuat ibu orgasme.

Pada pria, setiap kali ia mengalami ejakulasi, ia pun mengalami orgasme. Jadi dia pun tentunya puas setelah melakukan hubungan seks. Untuk lebih membahagiakan, coba lakukan tekhnik dan variasi seks yang baru, sehingga suami lebih senang lagi.
banner
badrun
14 Aug 2007 10:24    #2

Kolonel

Ejakulasi Dini

Dokter Boyke yang terhormat,
Sebagai seorang suami, akhir-akhir ini saya (48 tahun) merasakan sulit sekali bisa mengendalikan diri saat berhubungan badan dengan istri (39 tahun). Saya merasa, selalu saja lebih dulu orgasme sebelum istri mencapai klimaks. Akibatnya, bisa diduga, istri selalu kecewa dan uring-uringan sendiri. Tak jarang, ia bahkan seringkali menyalahkan saya.

Hal ini terjadi ketika beban pekerjaan saya di kantor menumpuk. Saya juga sering dimarahi atasan karena pekerjaan dinilai tak sesuai target yang diinginkan pimpinan. Apakah masalah kantor bisa berpengaruh terhadap sukses hubungan seks di ranjang? Apakah ini terkait pula dengan usia saya yang sudah mendekati kepala lima? Bagaimana mengatasinya ya dok?

Melihat istri sering uring-uringan, saya jadi sering merasa bersalah dan bertekad untuk bisa mengendalikan diri saat berhubungan intim. Tapi masalahnya, ketika hal itu kami usahakan, yang terjadi justru sebaliknya, sperma saya semakin cepat sekali keluar. Bagaimana ini dok?

xxxxxx
Bekasi


Jawab:
Kualitas hubungan seks pasutri memang sangat ditentukan oleh 2 (dua) faktor, yaitu faktor fisik yang berupa kebugaran tubuh, tidak ada penyakit (gula, darah tinggi) dan kebiasaan buruk (merokok, minum-minuman keras) serta faktor psikis yaitu kelelahan, serta kecemasan (stres).

Nampaknya Anda mempunyai masalah yang berkaitan dengan urusan kantor sehingga menimbulkan stress yang berkepanjangan dan perlahan tapi pasti mempengaruhi kualitas hubungan seks Anda, yaitu berupa ejakulasi dini. Makin Anda memaksa diri untuk menahan ejakulasi, makin cepat terjadinya ejakulasi.

Saran saya, santai saja saat melakukan hubungan seks dan coba lakukan senam "kegel" (mengatup dan membuka dubur) biasanya dalam waktu 12-18 minggu akan memberi hasil.
banner
badrun
14 Aug 2007 10:27    #3

Kolonel

Cry Tidak Perawan Lagi Cry

Dr Boyke yang terhormat,
Saya seorang karyawati swasta yang sebentar lagi akan menikah. Namun, belakangan ini saya dihantui rasa ketakutan kalau calon suami nanti akan menyesal bila menikahi saya, karena saya sebenarnya sudah tidak perawan lagi. Dulu, sewaktu pacaran yang pertama kali, saya memang pernah khilaf melakukan hubungan seksual dengan pacar saya.

Ketakutan saya, jika suami nanti kecewa menyadari saya tidak perawan lagi dia akan meninggalkan saya. Padahal saat ini usia saya sudah 32 tahun.

Menurut Dokter apakah kondisi saya yang sudah tidak perawan lagi bisa disempurnakan melalui operasi? Saya sering mendengar informasi dari beberapa teman bahwa kondisi seperti yang saya alami bisa ditolong. Kalau saja informasi itu benar, di rumah sakit manakah atau ke dokter siapa saya dapat menghubunginya?

Mohon Dr Boyke berkenan membantu saya. Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.

xxxxxx
Jakarta Timur


Jawab:
Operasi selaput dara (himenoplasti) merupakan suatu tindakan untuk merapikan kembali selaput dara yang robek. Biasanya dibuat luka baru dan dijahit kembali. Tindakan tersebut biasanya dengan menggunakan obat bius lokal saja dan biasanya pasien tidak perlu menginap.

Masalahnya adalah tindakan ini biasanya dilakukan untuk kasus-kasus robeknya selaput dara akibat perkosaan ataupun kecelakaan, sehingga untuk dilakukan tindakan himenoplasti diperlukan kehadiran orangtua, sekaligus izin untuk melakukan tindakan.

Sebenarnya calon suami anda harusnya bisa mengerti bahwa bisa saja akibat ketidaktahuan seorang wanita melakukan kekhilafan seperti yang anda alami. Toh banyak pula pria yang sudah tidak perjaka saat menikah. Untuk informasi tentang operasi selaput dara, coba hubungi klinik-klinik kandungan yang ada di Jakarta.
banner
badrun
14 Aug 2007 10:28    #4

Kolonel

Grin Penis Kecil dan
Sensasi Seks
Grin

Dr Boyke yang terhormat,
Saya seorang WNA dari Batam yang sebentar lagi akan menikah dengan seorang wanita yang pernah bersuami. Melalui Dr Boyke saya mohon bantuan nasihat atau petunjuk menyangkut permasalahan saya sebagai berikut:

Berdasarkan kesepakatan dengan keluarga calon istri saya, sebelum melangsungkan pernikahan saya harus dikhitan dulu. Adakah risiko bagi saya sekiranya saya tidak mau dikhitan dan apa pula manfaatnya bagi saya jika dikhitan?

Perlu Dr Boyke ketahui kalau saya akhirnya menolak dikhitan itu semata-mata karena rasa malu, mengingat usia saya sudah 33 tahun, sedangkan yang saya ketahui umumnya pria Indonesia dikhitan di usia anak-anak.

Menurut cerita rekan-rekan saya, pria WNI jika ukuran penisnya kecil kelak tidak bisa membahagiakan istrinya. Padahal saya ingin sekali membahagiakan istri saya, namun ukuran penis saya tergolong kecil. Jika sedang kajung (berdiri/tegak) ukuran maksimal hanya sekitar 10 cm.

Menurut Dr Boyke apakah bentuk ukuran penis salah satu kunci membahagiakan istri? Adakah alat yang bisa menolong saya membesarkan dan memanjangkan bentuk dan ukuran penis saya? Atas bantuan Dr Boyke saya ucapkan terima kasih.

xxxxxxx
di Batam


Jawab:
Khitan sebenarnya bertujuan untuk kebersihan penis. Dengan dikhitan smegma yang terkumpul di kepala penis akan hilang dan tentunya akan menjadi lebih bersih. Khitan sendiri dapat menurunkan risiko terjadinya kanker penis dan menurunkan risiko tempat smegma sebagai sumber penyakit menular seksual.

Ukuran penis tidak menentukan kepuasan seks, karena letak G-Spot, yaitu pusat orgasme wanita pada 1/3 bagian atas vagina, sehingga penis dengan ukuran kurang dari 10 cm dapat mencapainya. Lagi pula keharmonisan perkawinan tidak ditentukan oleh seks semata, faktor komunikasi, toleransi dan pemanfaatan waktu luang bersama pasangan itu lebih penting.
banner
badrun
14 Aug 2007 10:34    #5

Kolonel

Sunat Pria Dewasa

Dokter Boyke yang terhormat,
Dok, saya lajang berusia 27 tahun yang bersiap akan melangsungkan pernikahan tahun depan. Satu pertanyaan yang selalu menghantui akhir-akhir ini adalah saya belum disunat. Calon pasangan belum tahun tentang masalah ini. Apakah perempuan tahu kalau pasangannya disunat atau tidak. Terlambatkah bila saya baru akan melakukannya sekarang?

Sebenarnya perlu tidak sunat itu? Bisa dijelaskan, manfaat dari sunat tidak saja pada hal-hal yang berhubungan dengan medis tetapi juga hubungan seksual nantinya. Apa yang akan terjadi bila saya tidak disunat? Apakah sama nikmatnya antara disunat dengan tidak disunat?

Dok, bisa kasih informasi dimana saya bisa melakukan sunat, apakah ada klinik khusus. Saya dapat informasi dari teman kalau ada teknologi terbaru yaitu sunat cincin. Apakah keistimewaan dari sunat itu? Berapa hari untuk proses pemulihan dari sunat itu, baik metode biasa atau sunat cincin. Terima kasih atas perhatiannya.

xxxxxx
Surabaya


Jawab:

Sunat atau khitan merupakan tindakan pemotongan kulup (preputium) penis, sehingga kepala penis tidak tertutup kulit kemaluan. Tujuannya selain untuk memenuhi aspek ritual bagi kaum muslim juga agar penis bersih dari smegma yaitu cairan/kotoran yang dikeluarkan oleh kulit penutup penis tersebut.

Tentu saja, pasangan akan tahu bila Anda tidak disunat. Dari sisi hubungan seks, tidak ada bedanya kenikmatan seksual bagi pasangan yang disunat atau tidak, baik dari sisi kenikmatan maupun kemampuan seks.

Hanya saja bagi pria yang tidak disunat, lebih rentan terkena kanker penis. Karena smegma yang tertinggal dapat merangsang timbulnya kanker. Sunat bisa dilakukan oleh dokter umum/bedah, di klinik atau di rumah sakit mana saja.

Tidak perlu merasa malu karena sudah dewasa baru disunat. Metode apapun boleh dilakukan, baik sunat konvensional, metode laser maupun metode cincin memerlukan waktu penyembuhan dan pemulihan yang kurang lebih sama.
banner
tgondes
14 Aug 2007 12:14    #6

Kapten

Thanks Thanks Thanks infonya.....
banner
sadeva
14 Aug 2007 12:37    #7

Pratu

Thanks
Grin
banner
ovan
14 Aug 2007 15:48    #8

Serma

thanks ndan
signature
Top

:
banner
rudee
14 Aug 2007 16:35    #9

Koptu

jinsert_text(' Wink', '');
Winkjinsert_text(' Wink', '');
Winkjinsert_text(' Wink', '');
Wink
banner
oz
14 Aug 2007 22:11    #10

Mayor

makasihjinsert_text(' Top', '');
banner
mbellgedez
15 Aug 2007 13:54    #11

Serka

bagus... Top untuk menambah pengetahuan.......! Thanks
banner
asiasat
15 Aug 2007 18:34    #12

Serma

Thanks infonya ndan Badrun Wink
banner
paidj0
16 Aug 2007 10:26    #13

Mayor

apik om badrun..
apik neh.. kalo bisa satu2 postingnya.. jadi komentare enak..
signature
[url]http://paidj0.blogspot.com[/url]
banner
badrun
16 Aug 2007 10:30    #14

Kolonel

oke broo.gw perbaiki ..ini juga mudah2 an update,,tunggu ada yg konsultasi lg,,,maklum hal2 gini kan msh malu2 diungkapin..nanti pasti update Top Top
banner
badrun
16 Aug 2007 10:42    #15

Kolonel

Seks dan Asma

Dokter Boyke yang terhormat,
Saya seorang karyawan swas-ta berusia 37 tahun, sejak beberapa tahun terakhir menderita sakit asma. Penyakit saya itu sering menimbulkan masalah saat istri minta berhubungan badan. Saya sedih, karena penyakit saya sering kumat, justru pada moment paling penting itu.

Menurut dokter, apa yang harus saya lakukan agar bisa menjalankan fungsi sebagai suami kebanggaan istri. Perlu dokter ketahui, sebelum saya terserang asma, aktivitas seksual saya dan istri berjalan sangat normal. Seminggu sedikitnya tiga kali kami berhubungan badan dan istri selalu mendapatkan kepuasan terlebih dahulu.

Perubahan drastis saya rasakan sejak mengidap asma. Saya dihantui oleh rasa takut yang berlebihan, hendak mengeloni istri saja sudah bikin ngos-ngosan, tidak mengeloni istri, saya khawatir istri jadi nggak kuat iman, lalu ngelaba mencari pria idaman lain (PIL).

xxxxxxxx
Pejaten, Pasar Minggu
Jakarta Selatan

Jawab:
Asma sebenarnya tidak mempengaruhi kualitas hubungan seksual. Namun, ketakutan jika penyakit asma-nya itu kambuh-lah yang menyebabkan para penderita asma mulai ogah-ogahan pada hubungan seks. Bila kondisi itu dibiarkan terus bisa menimbulkan disfungsi ereksi (impotensi) pada suami.

Oleh karena itu, cobalah untuk bersikap santai sebelum melakukan hubungan seks, nikmati seks sebagai bagian dari rekreasi bersama istri tercinta, sekaligus merupakan ekspresi cinta. Obat-obat asma boleh di konsumsi sebelum hubungan seks dilakukan, tapi harus diwaspadai beberapa obat asma yang dapat mengganggu kemampuan ereksi.

Tidak perlu takut isteri selingkuh karena kurangnya seks. Penyebab terbesar perselingkuhan adalah faktor komunikasi. Seks hanya menempati nomor 3 (tiga) saja, setelah perhatian dan toleransi antara pasangan.
banner
REPLY 


Home | Go Top | Text Mode | RSS
Powered By MyBB, © 2002-2014