Current time: 18 Apr 2014, 04:33 Hello There, Guest! LoginRegister
ForumBebas.com / Forbidden / Global Faith and Tolerance / Nuansa Kristiani / Kumpulan Ilustrasi Rohani



REPLY 
 
Thread Rating:
  • 137 Votes - 2.93 Average


  
cesar_sheva
17 Feb 2009 12:58    #1

Kolonel

2 Petrus 3:18
Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.
Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.



Kisah ini berlangsung di Amerika ketika seorang pengembara tiba di tepi Sungai Mississipi, ia tidak menemukan jembatan. Untunglah saat itu musim dingin dan permukaan sungai besar itu membeku. Namun, pengembara itu ragu-ragu untuk melintasinya karena ia tidak tahu ketebalan lapisan es itu. Akhirnya, dengan sangat berhati-hati, ia merangkak di atasnya sampai ke bagian tengah.

Saat itulah ia mendengar suara nyanyian di belakangnya. Dengan hati-hati ia menoleh, dan ternyata dari tepi sungai yang berkabut, muncul pengembara lain, mengendarai kereta kuda penuh muatan. Kedua orang itu melintasi lapisan es yang sama, namun sampai ke seberang dengan cara yang berbeda. Mengapa demikian? Yang satu meragukan ketebalan dan kekuatan lapisan es itu; yang lain mengenalinya dengan baik.

Kira-kira seperti itu juga perjalanan iman kita. Kita memiliki obyek atau landasan iman yang sama: Tuhan Yesus Kristus. Namun, taraf pengenalan kita akan Dia berbeda-beda, dan hal itulah yang menentukan perjalanan iman kita masing-masing. Karena itulah firman Tuhan mendorong kita untuk bertumbuh dalam pengenalan kita akan Dia.

Tanpa pengenalan yang memadai akan Dia, kita memang bisa saja sampai ke seberang. Namun, kita tidak bisa menikmati perjalanan sambil bernyanyi-nyanyi; kita hanya bisa merangkak!

Semakin kita mengenal Tuhan, semakin kita tahu cara terbaik mengerti kehidupan.

from : Jawaban.com
signature
╔═════════ ೋღ♥ღೋ ═════════╗
.◊ ೋ ░ ♥♥♥ FORZA MILAN!!! ♥♥♥░ ೋ ◊
╚═════════ ೋღ♥ღೋ ═════════╝
banner
cesar_sheva
18 Feb 2009 10:35    #2

Kolonel

Manajemen Stres

Matius 6:34
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri.
Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

Seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen stres. Dia mengangkat segelas air dan bertanya kepada mahasiswanya, "Seberapa berat Anda kira segelas air ini?" Para mahasiswa pun menjawab beragam, ada yang 20 gram sampai 500 gram. Sang dosen menjawabnya, "Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama Anda memegangnya. Jika saya memegangnya selama satu menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama satu jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama satu hari penuh, mungkin Anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, bebannya akan semakin berat. Hal terbaik yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi."

Seringkali tanpa disengaja kita membawa beban hidup kita terus-menerus. Akibatnya, setiap hari kita cenderung merasa susah, kuatir, bahkan stres karena beban-beban itu rasanya menekan kita. Beban itu pun akan semakin berat karena kita cenderung mengkuatirkan hari-hari esok. Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak menanggung kesusahan hari esok, kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Bahkan Tuhan sendiri meminta kita untuk menyerahkan segala beban yang kita tanggung kepada-Nya.

Cara memecahkan masalah adalah bukan dengan mempersoalkannya, tetapi bagaimana menyelesaikannya.
signature
╔═════════ ೋღ♥ღೋ ═════════╗
.◊ ೋ ░ ♥♥♥ FORZA MILAN!!! ♥♥♥░ ೋ ◊
╚═════════ ೋღ♥ღೋ ═════════╝
banner
justin timberlake
18 Feb 2009 13:16    #3

Penjaja Cinta

thank you for reminding me... Grin
signature
[b]Mazmur 118:8 Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.[/b]
banner
cesar_sheva
18 Feb 2009 15:13    #4

Kolonel

(18 Feb 2009 13:16)justin timberlake Wrote:
 
thank you for reminding me... Grin



You're Wellcome sir...! Peace
signature
╔═════════ ೋღ♥ღೋ ═════════╗
.◊ ೋ ░ ♥♥♥ FORZA MILAN!!! ♥♥♥░ ೋ ◊
╚═════════ ೋღ♥ღೋ ═════════╝
banner
PretPung
18 Feb 2009 22:32    #5

Tukang Palak

Thanks, ndan...
so meaningful to me.. Top
banner
cesar_sheva
19 Feb 2009 12:22  (Edit: 19 Feb 2009 12:26 by cesar_sheva.)    #6

Kolonel


Pekerjaan yang Membanggakan

2 Korintus 10:15
Kami tidak bermegah atas pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain di daerah kerja yang tidak dipatok untuk kami.
Tetapi kami berharap, bahwa apabila imanmu makin bertumbuh, kami akan mendapat penghormatan lebih besar lagi di antara kamu,jika dibandingkan dengan daerah kerja yang dipatok untuk kami.



Kini, banyak pekerjaan yang bisa dilakukan oleh perempuan. Ada yang menjadi dokter, guru, pilot, wartawan bahkan presiden! Di mata anak-anak, pekerjaan ibunya justru merupakan sebuah kebanggaan. Naomi, yang ibunya bekerja sebagai guru playgroup berkomentar, "Aku bangga sama pekerjaan mama, soalnya mama bisa ngurusin anak-anak."

Ada orang yang bekerja karena perlu uang. Baginya, pekerjaan merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Ada juga yang menganggap pekerjaan sebagai sarana aktualisasi diri. Dengan pekerjaannya, ia merasa menjadi pribadi seutuhnya.

Tuhan mengajarkan bahwa pekerjaan adalah sarana untuk menyaksikan kasih-Nya kepada dunia. Alkitab memuat kisah orang-orang yang bekerja dengan profesional dan mencintai pekerjaannya. Misalnya, Bezaliel dan Aholiab sebagai tukang. Petrus sebagai nelayan dan bahkan budak perempuan yang tinggal di rumah Naaman. Pribadi-pribadi itu bangga dengan pekerjaannya. Melalui pekerjaannya, mereka memberkati orang sekitarnya dan memuliakan Tuhan.

Pekerjaan kita juga merupakan sebuah ungkapan hubungan kita dengan Dia. Mari, kita tempatkan pekerjaan kita menjadi sesuatu yang membanggakan baik bagi diri sendiri maupun bagi-Nya!

Bekerja adalah seni beribadah dengan cara yang lain. Berilah dampak kepada orang lain melalui pekerjaan Anda.
signature
╔═════════ ೋღ♥ღೋ ═════════╗
.◊ ೋ ░ ♥♥♥ FORZA MILAN!!! ♥♥♥░ ೋ ◊
╚═════════ ೋღ♥ღೋ ═════════╝
banner
cesar_sheva
20 Feb 2009 09:44    #7

Kolonel


Integritas Pribadi

2 Tesalonika 3:9
Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan
karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti.



Seorang ibu membawa anaknya kepada Mahatma Gandhi untuk dinasehati agar menghentikan kebiasaan buruknya makan permen. "Tunggulah dua minggu lagi. Datanglah ke sini lagi sambil membawa anak ibu," pinta Gandhi. Ibu ini heran, megapa harus menunggu dua minggu lagi. Meski heran, ibu ini menuruti saja.

Dua minggu kemudian, ketika ibu dan anaknya datang, Gandhi langsung menasehati anak itu. Sang ibu mengucapkan terima kasih. Sebelum pamit, ibu itu masih penasaran mengapa dia harus menunggu dua minggu. "Selama dua minggu ini, saya berusaha menghilangkan kebiasaan buruk saya. Soalnya, saya juga gemar makan permen," jawab Gandhi.

Gandhi adalah orang yang punya integritas karena dia menjaga keselarasan antara perkataan dan tindakannya. Paulus mengerti benar pentingnya integritas ini. Sebagai rasul, sebenarnya dia berhak menikmati sokongan hidup dari jemaatnya. Namun Paulus memilih bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri. Dengan begitu, ketika menasehati jemaat di Korintus, dia bisa berkata lantang, "Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan." (2 Tesalonika 3:10)

Dengan integritas yang terjaga, tanpa banyak mengobral kata-kata pun, Anda bisa menuntun banyak orang datang kepada Kristus. Mereka bisa melihat wajah Kristus tergambar dalam tindakan dan perkataan Anda yang selaras.

Rantai kebiasaan terlalu lemah untuk dirasakan, tetapi membutuhkan komitmen kuat untuk mematahkannya.

signature
╔═════════ ೋღ♥ღೋ ═════════╗
.◊ ೋ ░ ♥♥♥ FORZA MILAN!!! ♥♥♥░ ೋ ◊
╚═════════ ೋღ♥ღೋ ═════════╝
banner
brembo0
22 Feb 2009 09:27    #8

Sertu

yang penting ini ndan..

Semakin kita mengenal Tuhan, semakin kita tahu cara terbaik mengerti kehidupan.

nice share..GBU
banner
cesar_sheva
23 Feb 2009 10:32    #9

Kolonel


Kecuali Melalui Kita


Efesus 5:29-30
Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya,
sama seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya.


Dalam Kisah Para Rasul 10:38, Petrus menggambarkan Tuhan kita sebagai "Yesus dari Nazaret yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik". Pelayanan dan kebaikan-Nya dinyatakan melalui tubuh duniawi-Nya. Setelah naik ke surga, Kristus tidak lagi memiliki tubuh di dunia kecuali melalui kita. Dengan kata lain, Dia tidak lagi memiliki tangan ataupun kaki di dunia ini kecuali anggota tubuh-Nya, yakni gereja. Oleh karena itu, jangan meremehkan pentingnya arti menjadi tubuh Kristus di dunia ini, baik secara rohani maupun jasmani.

Ada sebuah kisah tentang seorang anak kecil yang ditidurkan dalam sebuah kamar yang gelap. Karena ia sangat ketakutan jika ditinggal sendirian, sang ibu memberinya sebuah boneka sebagai teman tidur. Namun hal ini tidak berhasil dan ia memohon agar ibunya mau menemaninya. Ibunya mengingatkan bahwa ia sudah memiliki boneka dan Allah, sehingga tidak perlu merasa takut lagi. Tak lama kemudian anak itu mulai menangis lagi. Anak itu masih terisak-isak tatkala ibunya kembali ke sisinya. "Bu, saya ingin ditemani seseorang yang dapat saya pegang!"

Terkadang kita semua seperti anak kecil itu. Dalam kesendirian dan penderitaan, Kristus tidak melarang kita untuk memiliki "seseorang yang dapat kita pegang" (teman, sahabat, saudara ataupun kakak rohani) untuk menemani dan memberi perhatian kepada kita. Oleh karena itulah Dia mengutus kita untuk menjadi tubuh-Nya bagi sesama dan bagi dunia, dan berjalan berkeliling melakukan perbuatan baik. Oleh sebab itu, ingatlah hal ini: Kini Yesus tidak lagi memiliki tubuh secara jasmani di dalam dunia ini kecuali melalui kita!

Allah bekerja melalui kita untuk memenuhi kebutuhan orang-orang di sekitar kita.
signature
╔═════════ ೋღ♥ღೋ ═════════╗
.◊ ೋ ░ ♥♥♥ FORZA MILAN!!! ♥♥♥░ ೋ ◊
╚═════════ ೋღ♥ღೋ ═════════╝
banner
cesar_sheva
24 Feb 2009 10:39    #10

Kolonel


Harus Dipecahkan


Markus 14:9
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia,
apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."



Perempuan itu mendekati Yesus dengan sikap yang cukup mengejutkan. Ia tidak datang untuk meminta bantuan. Ia tidak mengharapkan kesembuhan. Ia juga tidak ingin melihat tanda-tanda dan mukjizat. Ia datang untuk memberi sesuatu yang mahal harganya. Minyak narwastu murni yang ditempatkan dalam buli-buli pualam.

Yesus mempercayakan Roh-Nya kepada kita. Ia memberi kita talenta, karunia-karunia rohani dan segala berkat rohani di dalam surga (Yohanes 4:14). Namun, itu semua tidak akan memancar keluar dalam kehidupan kita kalau kita tidak memecahkan buli-buli itu. Buli-buli itu melambangkan tubuh kita, yaitu kedagingan kita. Sayangnya, orang Kristen sering lebih menyayangi buli-buli itu dan tidak membiarkannya hancur. Karena itulah kita didorong untuk mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup (Roma 12:1). Setelah buli-buli itu dipecahkan, minyak itu dicurahkan dan "bau minyak semerbak di seluruh rumah itu" (Yohanes 12:3). Baru setelah kedagingan kita dihancurkan, "bau" kita dapat tercium ke sekeliling kita, "menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana" (1 Korintus 2:14).

Dan Yesus menerima pemberian itu. Persembahannya yang dituduh orang sebagai pemborosan itu terus diberitakan di seluruh dunia sebagai bagian dari kabar baik.

Kapal yang berada di pelabuhan tetap aman, tetapi bukan itu tujuan kapal diciptakan
signature
╔═════════ ೋღ♥ღೋ ═════════╗
.◊ ೋ ░ ♥♥♥ FORZA MILAN!!! ♥♥♥░ ೋ ◊
╚═════════ ೋღ♥ღೋ ═════════╝
banner
cesar_sheva
25 Feb 2009 10:37    #11

Kolonel


Gembala Sejati


Mazmur 23:1,4
Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku;
gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.


Dodi sedang asyik bermain kelereng dengan teman-temannya di halaman depan ketika mendadak awan gelap muncul, menutupi langit yang tadinya cerah. Tak lama kemudian gerimis turun disertai angin kencang. Dodi dan teman-temannya berhamburan dari halaman ketika hujan bertambah deras. Tiba-tiba Dodi teringat sesuatu; dan tanpa menghiraukan derasnya hujan, ia berlari menuju satu arah.

Beberapa saat kemudian Dodi muncul basah kuyup sambil menggendong seekor anak domba. Di belakangnya mengikuti dua ekor domba dewasa. Dengan penuh kasih, Dodi mengeringkan bulu domba-domba itu dan menyalakan api lalu menghangatkan domba-domba itu supaya hangat.

Kasih sayang, perhatian dan pemeliharaan sejati para gembala berikan kepada domba-dombanya. Bagi mereka, hal utama dalam hidupnya adalah merawat domba-dombanya. Setiap hari mereka mencari rumput hijau buat makanan dombanya, membawanya ke air tenang, menjaganya setiap waktu dari incaran musuh yang mengancam. Mereka tidak akan pernah membiarkan domba-dombanya kekurangan dalam segala hal.

Tuhan Yesus adalah Gembala kita. Dia melebihi gembala manapun. Ia melihat penderitaan kita. Dia juga mengerti perasaan kita. Ia mencurahkan kasih sayang-Nya. Ia rindu memberi kelegaan kepada domba-domba-Nya.

Allah menangis bersama kita agar suatu hari nanti kita bisa tertawa bersama-Nya.
signature
╔═════════ ೋღ♥ღೋ ═════════╗
.◊ ೋ ░ ♥♥♥ FORZA MILAN!!! ♥♥♥░ ೋ ◊
╚═════════ ೋღ♥ღೋ ═════════╝
banner
cesar_sheva
26 Feb 2009 18:40    #12

Kolonel


Kasih: Rahasia Keberhasilan


1 Korintus 13:8
Kasih tak pernah gagal; nubuat akan berakhir, bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap


Takut gagal! Perasaan ini pasti pernah menghantui kita pada suatu waktu. Psikologi populer bahkan menganjurkan kita untuk menyesuaikan diri dengan itu. Tetapi firman Tuhan berkata bahwa ada sebuah cara ampuh untuk hidup bebas dari rasa takut ini. Cara itu ialah KASIH.

Jika Anda ingin mengalami keberhasilan sejati, Anda harus belajar untuk digerakkan dan didorong oleh kasih. Itulah teladan yang diberikan Yesus ketika Dia ada di bumi.

Bahkan ketika Yohanes Pembabtis dibunuh secara kejam di luar akal pikiran manusia, Yesus hanya mencoba untuk menyingkir agar bisa menyendiri. Dia tidak menyimpang dari cara kasih. Matius 14:6-14 menuliskan ketika orang banyak mengikuti Dia dan tidak memberinya kesempatan untuk menyendiri, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan lalu Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

Dahulu saya ingin tahu bagaimana bisa Yesus memalingkan wajah-Nya dari kejahatan yang mengerikan itu tanpa mau mengadakan pembalasan. Yang tidak saya sadari ialah bahwa Dia tidak membalas dendam. Dia mengalahkan kebencian dengan kasih. Dia menyerang iblis di alam roh dengan menghancurkan pekerjaannya, yaitu sakit penyakit.

Belas kasihan tidak hanya menyentuh permukaan dari suatu masalah namun menuju lansung pada akar persoalannya. Itulah sebabnya belas kasihan selalu berhasil.

"Tetapi tunggu!" Anda mungkin berkata. "Aku tidak mungkin bisa seperti itu. Aku bukan Yesus."

Ya, tentu saja Anda bisa, sebab firman Tuhan menyatakan bahwa kasih-Nya dicurahkan di hati Anda! (Roma 5:5). Dan 1 Yohanes 2:5 menyatakan bahwa kasih-Nya disempurnakan di dalam Anda pada saat Anda menuruti firman-Nya.

Bertekadlah untuk menjalani hidup penuh kasih hari ini. Perhatikanlah bagaimana Tuhan mengubah kegagalan menjadi keberhasilan di rumah Anda, di tempat pekerjaan Anda.... dalam situasi apapun. KASIH TIDAK PERNAH GAGAL!

Banyak hal yang tak terselesaikan dengan indah karena kehilangan unsur KASIH di dalamnya.


signature
╔═════════ ೋღ♥ღೋ ═════════╗
.◊ ೋ ░ ♥♥♥ FORZA MILAN!!! ♥♥♥░ ೋ ◊
╚═════════ ೋღ♥ღೋ ═════════╝
banner
brembo0
27 Feb 2009 07:59    #13

Sertu

Keberhasilan kita tidak terlepas dari kedekatan kita pada Tuhan Yesus..
amin...GBU.
banner
cesar_sheva
27 Feb 2009 09:47    #14

Kolonel


Seranglah Musuh yang Tepat


2 Korintus 10:3
Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi.

Tahukan Anda mengapa sangat banyak orang percaya yang kalah berjuang dalam hidup mereka? Mereka menyerang musuh yang keliru! Mereka telah ditipu untuk percaya bahwa hanya karena seseorang mengatakan atau melakukan sesuatu yang telah menyakiti mereka, maka orang itulah yang perlu diserang. Tetapi mereka keliru. Ketahuilah, Alkitab menyatakan kita bukan melawan darah dan daging. Dan karena manusia itu terdiri atas darah dan daging, maka mereka tidak pernah menjadi sumber dari masalah kita.

Mungkin Anda berkata, "Tetapi kamu tidak tahu betapa buruknya perbuatan yang dilakukan si A kepada saya!" Itu tidak penting. Jika Anda membuang waktu menyerang si A, maka musuh sejati akan lolos tanpa hukuman. Siapakah musuh sejati? Simaklah Efesus 6:12, "Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap, melawan roh-roh jahat di udara."

Iblis dan roh jahat, merekalah musuh Anda yang abadi! Mereka ada di balik setiap hinaan pribadi yang Anda jumpai. Orang-orang yang menyakiti dan menganiaya Anda hanyalah merupakan alat dari iblis. Bila iblis ingin menjatuhkan Anda, dia memakai orang-orang di sekeliling Anda untuk menyelesaikan tugas itu.

Ingatlah ini: Aniaya bukanlah perwujudan dari kebencian orang lain terhadap Anda, melainkan wujud dari ketakutan iblis terhadap Anda. Bila Anda memegang firman dengan teguh dan mulai mengayunkannya ke sana ke mari, menggunakannya seperti pedang Roh, maka iblis akan takut. Dia akan mencari seseorang yang dapat diutusnya untuk menghentikan Anda.

Selanjutnya, bila seseorang menyakiti Anda, jangan biarkan diri Anda dikuasai untuk membalas perbuatan orang itu. Ikatlah roh yang ada di belakang mereka. Lupakan pertempuran untuk melawan darah dan daging. Berperanglah dengan senjata-senjata dari Roh. Arahkan langsung bidikan Anda pada iblis dengan firman Tuhan dan penuh wibawa. Robohkanlah musuh sejati Anda itu!

Peganglah firman Allah dengan teguh, maka tidak ada satu muslihatpun yang mampu menjatuhkan Anda.

signature
╔═════════ ೋღ♥ღೋ ═════════╗
.◊ ೋ ░ ♥♥♥ FORZA MILAN!!! ♥♥♥░ ೋ ◊
╚═════════ ೋღ♥ღೋ ═════════╝
banner
brembo0
28 Feb 2009 07:45    #15

Sertu

saat aku mengalami kelemahan Rohani aku bersyukur ternyata
aku lebih dari pemenang terima kasih Tuhan YEsus
banner
REPLY 


Home | Go Top | Text Mode | RSS
Powered By MyBB, © 2002-2014