Current time: 24 Apr 2014, 19:53 Hello There, Guest! LoginRegister
ForumBebas.com / Forbidden Area, Find The Hidden & Secret Forum / Global Faith and Tolerance / Nuansa Islami / [Tanya] Apa hukuman atau yg harus dilakukan bila istri selingkuh?



REPLY 
 
Thread Rating:
  • 89 Votes - 3.1 Average


  
klowor
24 Mar 2008 23:33    #1

Kapten

Apa hukuman atau yg harus dilakukan bila istri selingkuh, menurut Islam?
- bukti telah jelas, meski hanya catatan sms dan YM Smile
- ada bukti juga orang ke-3 yg melihat mereka berduaan.
- apa yg sebaiknya dilakukan menurut hukum islam?

ditunggu jawabannya..

Wassalam. Wink
signature
Wir iwir iwir mblah mbleh Peace
banner
sutisna
25 Mar 2008 08:26    #2

Brigjen

pertama. wajib cari saksi 2 orang (1 belum sah), bukti sebagai penguat
kedua. bicarakan secara jelas dengan istri dan keluarga
(keluarga suami dan keluarga istri bertemu)
ketiga, jika selingkuhnya telah zina, maka ada 2 solusi.
- talak/cerai
- pisah ranjang sampai sang istri bertobat
keempat. jika perlu hubungi pengadilan agama. solusinya pasti lebih banyak tahu.

tapi hati-hati sama fitnah, dan isu..........
ini lebih banyak terjadi........
signature
[size=medium]I know that I am not the best man in the world, I don't care.
[b]I just do my best[/b][/size]
banner
mik44l
25 Mar 2008 11:16    #3

Praka

sampai zina gak ? kalo cuma sms & jalan bareng sih ok aja. tapi kayaknya istri lo dah gak cinta lagi jadi mending di talaq aja. bukankah 2 orang yang saling mencintai karena Allah mendapat perlindungan di padang mahsyar.
banner
mik44l
25 Mar 2008 11:19    #4

Praka

sampai zina gak ? kalo cuma sms & jalan bareng sih ok aja. tapi kayaknya istri lo dah gak cinta lagi jadi mending di talaq aja. bukankah 2 orang yang saling mencintai karena Allah mendapat perlindungan di padang mahsyar.
banner
2gether
25 Mar 2008 11:25    #5

Mayor

Klo sampe zina di rajam ndan....
banner
klowor
25 Mar 2008 21:55    #6

Kapten

Ciuman termasuk Zinah apa bukan?
thanks..
signature
Wir iwir iwir mblah mbleh Peace
banner
[s]Trezz
25 Mar 2008 22:38  (Edit: 25 Mar 2008 22:39 by megumi.)    #7

Mayor

klowor Wrote:Ciuman termasuk Zinah apa bukan?
thanks..
Itu perbuatan mendekati Zina.
Atau bisa dikatakan Zina Mulut.
Dalam Al qur'an dikatakan :

"walaa taqrabuu alzzinaa innahu kaana faahisyatan wasaa-a sabiilaan"

[17:32] Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. ( AL ISRAA' (Memperjalankan di malam hari ) ayat 32)
Maksudnya Janganlah kamu mendekati Zina dalam arti untuk perbuatan zina saja kita tidak boleh mendekati. apa lagi zinanya!! Oleh karena itu dalam islam tidak boleh Pacaran, kenapa?? karena itu salah satu perbuatan mendekati zina.
Lain halnya kalau kita punya pacar, dan lain pula juga kalau kita pacaran jadi antara PACARAN dan PUNYA PACAR itu beda arti, beda makna dan beda pengertian.
Kalau PACARAN lebih keperbuatan/perilaku fisik. Karena dalam tata bahasa indonesia akhiran -an itu menyatakan saling (saling berbagi, saling mencium, saling memegang, saling mencitai dll)
Kalau Punya pacar hanya sebagai status atau rasa memiliki saja.
Jadi kesimpulanya Punya Pacar Boleh Tapi Jangan Pacaran!!! Heran kan lo!!!
gw aja heran!! Big Grin Big Grin Peace
Kalau selingkuh dapat diartikan pacaran ga yah!!!??
signature
Cekidot mas... http://www.forumbebas.com/thread-144579.html
banner
sampela
25 Mar 2008 23:32    #8

Mayjen

sutisna Wrote:pertama. wajib cari saksi 2 orang (1 belum sah), bukti sebagai penguat
kedua. bicarakan secara jelas dengan istri dan keluarga
(keluarga suami dan keluarga istri bertemu)
ketiga, jika selingkuhnya telah zina, maka ada 2 solusi.
- talak/cerai
- pisah ranjang sampai sang istri bertobat
keempat. jika perlu hubungi pengadilan agama. solusinya pasti lebih banyak tahu.

tapi hati-hati sama fitnah, dan isu..........
ini lebih banyak terjadi........
Top TopTop
signature
biasakan login FBI setiap hari, dijamin ilmu bertambah Smile
banner
klowor
26 Mar 2008 00:13    #9

Kapten

[s]Trezz Wrote:
klowor Wrote:Ciuman termasuk Zinah apa bukan?
thanks..
Itu perbuatan mendekati Zina.
Atau bisa dikatakan Zina Mulut.
Dalam Al qur'an dikatakan :

"walaa taqrabuu alzzinaa innahu kaana faahisyatan wasaa-a sabiilaan"

[17:32] Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. ( AL ISRAA' (Memperjalankan di malam hari ) ayat 32)
Maksudnya Janganlah kamu mendekati Zina dalam arti untuk perbuatan zina saja kita tidak boleh mendekati. apa lagi zinanya!! Oleh karena itu dalam islam tidak boleh Pacaran, kenapa?? karena itu salah satu perbuatan mendekati zina.
Lain halnya kalau kita punya pacar, dan lain pula juga kalau kita pacaran jadi antara PACARAN dan PUNYA PACAR itu beda arti, beda makna dan beda pengertian.
Kalau PACARAN lebih keperbuatan/perilaku fisik. Karena dalam tata bahasa indonesia akhiran -an itu menyatakan saling (saling berbagi, saling mencium, saling memegang, saling mencitai dll)
Kalau Punya pacar hanya sebagai status atau rasa memiliki saja.
Jadi kesimpulanya Punya Pacar Boleh Tapi Jangan Pacaran!!! Heran kan lo!!!
gw aja heran!! Big Grin Big Grin Peace
Kalau selingkuh dapat diartikan pacaran ga yah!!!??
sudah mendekati zinah?
bisa dirajam? berapa kali?
signature
Wir iwir iwir mblah mbleh Peace
banner
[s]Trezz
26 Mar 2008 00:40    #10

Mayor

klowor Wrote:
[s]Trezz Wrote:
klowor Wrote:Ciuman termasuk Zinah apa bukan?
thanks..
Itu perbuatan mendekati Zina.
Atau bisa dikatakan Zina Mulut.
Dalam Al qur'an dikatakan :

"walaa taqrabuu alzzinaa innahu kaana faahisyatan wasaa-a sabiilaan"

[17:32] Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. ( AL ISRAA' (Memperjalankan di malam hari ) ayat 32)
Maksudnya Janganlah kamu mendekati Zina dalam arti untuk perbuatan zina saja kita tidak boleh mendekati. apa lagi zinanya!! Oleh karena itu dalam islam tidak boleh Pacaran, kenapa?? karena itu salah satu perbuatan mendekati zina.
Lain halnya kalau kita punya pacar, dan lain pula juga kalau kita pacaran jadi antara PACARAN dan PUNYA PACAR itu beda arti, beda makna dan beda pengertian.
Kalau PACARAN lebih keperbuatan/perilaku fisik. Karena dalam tata bahasa indonesia akhiran -an itu menyatakan saling (saling berbagi, saling mencium, saling memegang, saling mencitai dll)
Kalau Punya pacar hanya sebagai status atau rasa memiliki saja.
Jadi kesimpulanya Punya Pacar Boleh Tapi Jangan Pacaran!!! Heran kan lo!!!
gw aja heran!! Big Grin Big Grin Peace
Kalau selingkuh dapat diartikan pacaran ga yah!!!??
sudah mendekati zinah?
bisa dirajam? berapa kali?
Tergantung Hukum Islam yg berlaku pada saat itu, Hukum Islam pada masa perang, atau kah Hukum Islam pada saat keadaan Kaafah atau Hukum Islam menjadi dasar Hukum Pemerintahan tersebut.
Apabila Hukum islam dalam keadaan perang maka kemungkinan hanya puasa saja.
Dan biasanya kalau selingkuh itu kemungkinan besar dan sudah dipastikan melakukan Zina sedikit kemungkinan orang zaman sekarang yg selingkuh untuk tidak melakukan Zina.
Apa bila memang zinah maka dia kena rajam 100 x dera

" alzzaaniyatu waalzzaanii faijliduu kulla waahidin minhumaa mi-ata jaldatin walaa ta/khudzkum bihimaa ra/fatun fii diini allaahi in kuntum tu/minuuna biallaahi waalyawmi al-aakhiri walyasyhad 'adzaabahumaa thaa-ifatun mina almu/miniina"

[24:2] Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. (AN NUUR (Cahaya) ayat 2)

Prinsipnya Teori tanpa Praktek itu Nonsen atau NOL BESAR!!
maksudnya yaitu Di indonesia itu Hukum yg ada yaitu Hukum Pancasila/sekuler/jahiliyah jadi dengan Hukum islam itu bentrok.
Sangat sulit diindonesi dan sudah menjadi 'DILEMA" atau keadaan serba salah karena antar Hukum Islam dan Hukum Pancasila itu bersebrangan.

Contoh :
Dalam Hukum Islam orang berzinah itu harus di rajam dan itu kewajiban dari Allah SWT. Sesuatu yg wajib itu apabila tidak dilaksakan itu Dosa.
Di Indonesia sudah berapa banyak orang islam yang berzinah ??? apakah meraka dirajam?? apa yg terjadi kalau dirajam?? akan menjadi tindak kriminalitas karena tidak sesuai hukum yg berlaku di Indonesia, sedangkan ini merupakan kewajiban dari Allah SWT.
Pernah dulu terjadi di Lingkungan pesantren Di Jakarta itu Sang Kiyai melakukan Potong Jari tangan santrinya di karenakan dia "mencuri", kemudian apa yg terjadi!!??? sang kiyai digelandang kepolisi karena melakukan tindak kriminal. Disatu sisi kiyai ingin menegakan syariat islam disatu sisi polisi ingin menegakan Hukum Pancasila!! jadi serba salah yah!!??? Confused
signature
Cekidot mas... http://www.forumbebas.com/thread-144579.html
banner
klowor
27 Mar 2008 20:32    #11

Kapten

Thanks all Smile
signature
Wir iwir iwir mblah mbleh Peace
banner
haihai
28 Mar 2008 02:31  (Edit: 28 Mar 2008 02:32 by desakota.)    #12

Kopda

Postingan ini ditengarai adalah spammer atau sang author mempunyai satu reputasi negatif! Bila anda author, cek angka reputasi di kanan atas pesan ini atau dapatkan reputasi baik positif dengan komentar/postingan bermutu serta selalu posting di forum yang benar. Komplain? Hubungi staff disini.


klowor Wrote:Ciuman termasuk Zinah apa bukan?
thanks..
jangankan ciuman mandang yang tidak muhrimnya termasuk zina mas...yaitu zina mata, termasuk dosa. menyentuh yang tidak muhrimnya juga termasuk zina.sahabat nabi bernah berkata :"aku lebih senang memegang Bara Api yang menyala2 dari pada menyentuh seorang wanita yang tidak muhrim":)
banner
maniak
28 Mar 2008 03:22    #13

Pelda

ikut selingkuh aja kan beresss Top
banner
helmi
29 Mar 2008 03:29    #14

Pratu

yang pasti akan lebih mulia jika memaafkan istri dan membimbing ke jalan yang benar kembali!
walaupun istri sudah berzina kalau benar2 bisa taubat itu akan terasa lebih bahagia! memang sangat-sangat berat!
tapi kalo di timbang dosana istri ke kita sama dosana kita ke istri mungkin akan lebih banyak dosa kita! Smile (kita khan laki2)
masalahna ce selingkuh cuma karena 2 hal! keributan rumah tangga sama ketidak percayaan terhadap suami!
ingat istri juga titipan Allah kepada kita! jd serahin semuanya kepada yang punya!
q mang g taw ap2 tentang Al Qur-an tp insyaallah pengalaman q bisa bantu!
karena perceraian sebenernya seburuk2 nya hubungan yang paling buruk sekali. and jangan lupa kasihan anak kalo udah gede ga punya bapa! kt jg g maw khn g punya bapa!
banner
Mbah Paijo
31 Mar 2008 10:48    #15

Letkol

Inilah solusi yang diajarkan Allah subhanahu wata’ala untuk para suami yang memiliki istri-istri yang kurang baik, atau tidak taat kepadanya, yaitu:


1. Firman Allah subhanahu wata’ala, artinya, ("Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka… ")
Hendaklah seorang suami menasihati sang istri. Tentunya nasihat tersebut disampaikan dengan cara yang lembut dan bijaksana, dan melihat situasi dan kondisi sang istri. Mengingatkannya agar takut dengan siksaan Allah subhanahu wata’ala atas perbuatan maksiatnya. Dan sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala telah mewajibkan seorang isteri untuk menunaikan hak suaminya dan menaatinya, serta mengharamkan kepadanya (sang istri) untuk mendurhakainya, karena keutamaan sang suami atas seorang istri.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجَهَا (رواه الترمذي)

"Seandainya aku boleh menyuruh seseorang agar sujud kepada orang lain, niscaya aku akan menyuruh seorang istri agar sujud kepada suaminya." (HR. at-Tirmidzi, dengan sanad yang shahih)
Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,

إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَلَمْ تَأْتِهِ فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ (رواه البخاري ومسلم)


"Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya, lalu ia enggan memenuhinya, lalu ia (suami) marah kepadanya, niscaya para malaikat melaknatnya higga pagi hari." (HR. al-Bukhari dan Muslim)


Juga sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam yang lainnya,

إِذَا بَاتَتِ الْمَرْأَةُ هَاجِرَةً فِرَاشَ زَوْجِهَا لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ (رواه مسلم)


"Apabila seorang istri tidur memboikot tempat tidur suaminya, niscaya para malaikat melaknatnya hingga pagi hari." (HR. Muslim).


2. Firman Allah subhanahu wata’ala, artinya, ("…dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka…")


Hendaklah seorang suami memisahkan sang istri di tempat tidurnya. Ibnu 'Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, "al-Hajr" (memisahkan) adalah tidak meng-gauli sang istri di tempat tidurnya, dan hendaklah ia membelakanginya, serta tidak mengajaknya bicara.


Langkah yang kedua ini diambil oleh seorang suami jika sang istri tetap tidak ada perubahan atas nasihat yang disampaikan. Sebagaimana hal tersebut juga pernah dikatakan oleh Ibnu 'Abbas radhiyallahu ‘anhuma, "Hendaklah seorang suami menasehati sang istri terlebih dahulu, barangkali ia menerima nasihat tersebut. Jika tidak, maka dengan cara mendiamkannya atau memboikotnya di tempat tidurnya, tidak mengajaknya bicara, tanpa harus menceraikannya. Karena tindakan tersebut sangat cukup (sebagai pelajaran baginya, red).


3. Firman Allah subhanahu wata’ala, artinya ("…dan pukullah mereka…")
Hendaklah seorang suami memukul sang istri jika diperlukan. Langkah atau tindakan yang ketiga ini, tentunya diambil ketika dengan kedua cara di atas tidak mampu mengatasi atau membuat sang istri sadar atas perbuatannya tersebut. Maka saat itu boleh sang suami memukulnya dengan pukulan yang tidak menyakiti. al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata tentang masalah ini, "Yaitu pukulan yang tidak meninggalkan bekas." Sedangkan para ahli fiqih berkata, "Pukulan yang tidak menyebabkan salah satu anggota tubuh menjadi remuk/patah, dan tidak pula meninggalkan bekas sedikit pun."
Perlu diperhatikan oleh para suami agar tidak memukul sang istri pada bagian wajahnya, sebagaimana hal tersebut dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

إِذَا ضَرَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَجْتَنِبِ الْوَجْهَ فَإِنَّ اللَّهَ خَلَقَ آدَمَ عَلَى صُورَتِهِ (رواه أحمد وصححه الألباني)


"Apabila salah seorang di antara kalian memukul, maka hendaklah ia menghindari wajah, maka sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala menciptakan Adam 'alaihissalam atas bentuk/ sifatnya." (HR. Ahmad, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani v).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,

إِذَا قَاتَلَ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيَجْتَنِبِ الْوَجْهَ (رواه مسلم)


"Apabila salah seorang di antara kalian memerangi saudaranya, maka hendaklah ia menghindari wajah." (HR. Muslim).


4. Firman Allah subhanahu wata’ala, artinya ("..Kemudian jika mereka menaati-mu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya..")


Hendaklah seorang suami tidak berbuat zhalim terhadap istrinya dengan mencari-cari jalan untuk menyusahkan sang istri, ketika sang istri telah menaatinya dan mematuhi seluruh keiginannya yang dihalalkan Allah subhanahu wata’ala. Seperti tetap mendiamkan sang istri, tidak menggauli dan mempergaulinya dengan baik, atau bahkan terus memukulnya dan tidak memenuhi hak-haknya.


5. Firman Allah subhanahu wata’ala, artinya, ("…Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.")


Sifat Allah subhanahu wata’ala di atas menunjukkan ancaman dan kecaman bagi para suami yang bertindak melampaui batas terhadap para istri dan berbuat zhalim terhadap mereka tanpa sebab-sebab yang dibenarkan oleh syari'at Islam, bahwa Allah Maha Tinggi dan Maha Besar yang akan menjadi penolong mereka dan membalas siapa saja yang menganiaya mereka dan bertindak melampaui batas terhadapnya.


6. Apabila kasus di atas berkembang menjadi percekcokan dan pertengkaran yang dapat berakhir dengan keretakan sebuah rumah tangga, maka hendaklah mengangkat dua orang terpercaya dari kedua belah pihak, seorang dari pihak suami, dan seorang dari pihak istri yang dapat dijadikan penengah dan mampu mencarikan maslahat dan solusi dalam mendamaikan keduanya . Baik maslahat tersebut berupa perbaikan/perdamaian di antara keduanya, atau pun perceraian, jika memang alternatif terakhir tersebut dipandang maslahat dan terbaik untuk keduanya.
Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya,

وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُواْ حَكَماً مِّنْ أَهْلِهِ وَحَكَماً مِّنْ أَهْلِهَا إِن يُرِيدَا إِصْلاَحاً يُوَفِّقِ اللّهُ بَيْنَهُمَا إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلِيماً خَبِيراً (النساء: 35)



"Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam (juru runding) dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS. an-Nisa: 35).


Inilah solusi Islam yang sangat indah dan tepat yang seharusnya dijadikan rujukan para suami ketika mendapati para istri mereka tidak lagi taat kepada mereka. Dan inilah solusi yang tidak diragukan lagi sebagai tanda dan bukti betapa Islam benar-benar sangat memuliakan kaum wanita serta menjaga harkat dan martabat mereka. Wallahu a'lam.
(alsofwah)
signature
[url=http://www.facebook.com/?ref=home#/group.php?gid=275468997563&ref=nf][size=medium][b]BERGABUNG - STOP MEROKOK[/b][/size][/url]
banner
REPLY 


Home | Go Top | Text Mode | RSS
Powered By MyBB, © 2002-2014