![]() |
|
Dialog Pendidikan Kristen Muhammadiyah - Printable Version +- Forum Bebas Indonesia (http://www.forumbebas.com) +-- Forum: Hot Rooms (/forum-5.html) +--- Forum: [CJDW] Today's News (/forum-16.html) +--- Thread: Dialog Pendidikan Kristen Muhammadiyah (/thread-74005.html) |
Dialog Pendidikan Kristen Muhammadiyah - Messiman - 16 Aug 2009 14:45 GURU Besar Filsafat Pendidikan Universitas Islam Negeri Yogyakarta Abdul Munir Mulkan menemukan empat varian paham keagamaan di kalangan Muhammadiyah yaitu Kiai Dahlan, Al Ikhlas, MuNU (Muhammadiyah-Nahdlatul Ulama), dan Marmuha (Marhaen/ Nasionalis-Muhammadiyah). Abdul Mu’ti dan Fajar Riza Ul Haq menawarkan varian baru yaitu Krismuha atau Kristen-Muhammadiyah. Krismuha merupakan potret nyata hubungan harmonis antara Kristen dan Muhammadiyah (sebagai representasi Islam) melalui pendidikan. Buku yang diangkat dari disertasi di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini memuat perkembangan sekolah Muhammadiyah di daerah mayoritas non-Muslim yaitu Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT),dan Seruai,Papua,serta Putussibau, Kalimantan Barat. Jumlah penduduk Kabupaten Ende sebanyak 250.000 jiwa dengan komposisi berdasarkan agama, Katolik 69,25%, Islam 29,21%, dan Protestan 1,4%. SMA Muhammadiyah didirikan oleh Abdurachman Nggobe pada 1971.Inilah sekolah Muhammadiyah pertama di NTT untuk tingkat SMA.Sebelumnya, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ende mendirikan Taman Kanak-kanak Muhammadiyah pada 1963. Karena kesulitan keuangan,TK tersebut tidak bertahan lama.Aktivitas pendidikan terhenti hingga akhirnya PCM Ende merintis pendirian SMA Muhammadiyah tahun 1970 dan resmi berjalan 1 Januari 1971. Sebelum mendirikan SMA Muhammadiyah, Nggobe menghadap Uskup Agung (emeritus) Ende, Mgr Donatus Djagom,SVD, untuk mengetahui pendapat Gereja Katolik tentang Muhammadiyah dan rencana pendirian SMA Muhammadiyah. Uskup Agung merespons positif, bahkan memberikan sumbangan untuk pembangunan SMA Muhammadiyah. Ditambah lagi oleh pembatasan kuota siswa beragamaIslamyanghanya berkisar 10-15% dari total siswa. Dalam pandangan Nggobe, SMA Muhammadiyah harus memberikan pendidikan bagi masyarakat Ende, terutama anak-anak Muslim pesisir yang berasal dari keluarga ekonomi lemah. Sekolah Muhammadiyah ditujukan untuk mengentaskan tidak hanya buta huruf,juga tunamatapencaharian. Pilihan mendirikan SMA Muhammadiyah juga disebabkan kencangnya tuduhan “agama baru” terhadap Muhammadiyah.Karena itu,strategi dakwah tidak berorientasi pada penggalangan massa,tapi dengan membuka lembaga pendidikan. Kehadiran sokolah Muhammadiyah telah membuka jalan bagi mobilitas sosial-ekonomi bagi masyarakat biasa. Namun, keberadaan SMA Muhammadiyah justru mendapat reaksi negatif dari mayoritas masyarakat Muslim sendiri. Penyebabnya adalah sentimen anti- Muhammadiyah yang terus dihembuskan oleh kelompok elit bangsawan Ende.Akibatnya, masyarakat Muslim enggan menyekolahkan anaknya ke SMA Muhammadiyah. Respons sebaliknya diberikan kalangan non-Muslim. Mereka menyekolahkan anaknya di SMA Muhammadiyah. Kalangan Muslim yang tidak setuju dengan keberadaan SMA Muhammadiyah,mendirikan “sekolah tandingan”,yaitu SMA Muthmainnah yang berada di bawah Yayasan Muthmainnah. Sejak awal berdirinya, SMA Muhammadiyah sudah menerima siswa non-Muslim. Hal ini sejalan dengan pandangan keagamaan Muhammadiyah pada paruh pertama abad ke-20,yaitu dibangun atas dasar falsafah toleransi, keterbukaan, dan pluralitas. Dari jumlah siswa permulaan sebanyak 34 orang, 25-30% merupakan siswa non-Muslim,yaitu Katolik, agamamayoritasdiEnde.Pada2007, jumlah siswa mencapai 135 orang, 2/3 atau 90 orang siswa beragama Katolik. Pada 2008,persentase siswa non-Muslim terus meningkat,mulai dari 25%,50%,hingga 75% dari total siswa. Saat ini jumlah siswa non- Muslim dalam setiap kelas mencapai 2/3 sehingga jumlahnya dalam satu kelas berkisar 10-15 orang. Ada beberapa alasan mengapa para siswa Kristen tertarik pada SMA Muhammadiyah.Pertama,karena mutu sekolah yang baik.Kedua, biaya pendidikan relatif terjangkau dan bisa dicicil. Ketiga,SMA Muhammadiyah memberikan Pendidikan Agama Kristen (PAK) dengan guruguru Katolik.Keempat,letak sekolah dekat dengan rumah siswa. SMA Muhammadiyah juga mendorong dialog antaragama.Bagi siswa Katolik, dengan belajar di sekolah tersebut, mereka memperluas wawasan tentang Islam dan hal ini penting untuk memperluas wawasan seorang Katolik. Bahkan,menurut pengakuan Theophilus Bela,Sekretaris Jenderal Committee of Religion for Peace dan Ketua Umum Forum Komunikasi Kristiani Jakarta, saat memberikan testimoni terhadap buku ini dalam acara launching di Auditorium PP Muhammadiyah, Jakarta (10/8), ada lulusan SMA Muhammadiyah yang kemudian melanjutkan pendidikan di Seminari Tinggi dan menjadi Pastor Katolik. Ada juga yang menjadi biarawati Katolik.Ini bukti nyata betapa tingginya mutu pendidikan Katolik di SMA Muhammadiyah. Selain di Ende, Muhammadiyah juga mendirikan SMP di Serui, Papua. Jumlah penduduk di kabupaten ini sebesar 62.030 jiwa dengan komposisi penduduk menurut agama, Protestan 68,7%, Islam 29,5%,dan Katolik 1,6%. Hendri F Isnaeni, peneliti sejarah Pusat Studi Islam dan Kenegaraan (PSIK) Universitas Paramadina dan Peraih Paramadina-The Jakarta Post Fellowship RE: Dialog Pendidikan Kristen Muhammadiyah - X zone - 16 Aug 2009 14:48 sekarang ada kristen muhamdiyah ya ..........
RE: Dialog Pendidikan Kristen Muhammadiyah - awo_ami - 16 Aug 2009 21:33 Udah ga kaget lgi...made in.... JIL (Jaringan Islam Liberal)..lama2 nanti ada Islam Protestan... RE: Dialog Pendidikan Kristen Muhammadiyah - syam fauzan - 16 Aug 2009 22:19 ohhh bisa dicampur juga yah ... ??? RE: Dialog Pendidikan Kristen Muhammadiyah - ttn - 16 Aug 2009 23:39 islam ya islam kristen ya kristen RE: Dialog Pendidikan Kristen Muhammadiyah - herufbi - 17 Aug 2009 00:46 (16 Aug 2009 21:33)awo_ami Wrote: Ada pencerahan tentang itu DISINI |