MERDEKA
DIRGAHAYU Republik INDONESIA - Ayo Kita Tingkatkan Persatuan & Kesatuan Bangsa. Erat Dalam Keragaman Bhinneka Tunggal Ika. Maju Bersama & Tingkatkan Etos Kerja Yang Baik Untuk Indonesia Modern Yang Tetap Berbudaya. MERDEKA!!!

Forum Bebas Indonesia
Contact Us

Jangan Pakai Linux!!

[align=justify]Ya! Buat kamu yang belum pernah mencoba menggunakan sistem operasi yang identik dengan logo pinguin ini, ada baiknya untuk tidak mencoba memakainya! Loh? Kenapa? Berikut beberapa alasan untuk tidak menggunakan Linux.

[size=medium]1. Linux itu susah![/size]
Iya itu faktanya. Linux itu susah! Bener-bener susah! Sekali kamu coba memakainya maka akan sulit bagi kamu untuk tidak mengulangi untuk memakainya lagi. Linux bagai candu yang akan membuat pemakainya betah berlama-lama berinteraksi dengannya, dan seringkali memberikan pertanyaan-pertanyaan yang unik dan menarik.

[size=medium]2. Linux itu mainan para hacker![/size]
Buat yang merasa dirinya bukan hacker, sangat disarankan untuk tidak memakai Linux. Mengapa? Iya, karena Linux akan membuat kamu mandiri.

Hmmm… mandiri? Contohnya?

Di Linux, kamu akan menemukan banyak hal baru dan menarik. Kamu akan terus mencoba dan mencoba. Sedikit demi sedikit ‘hack‘ pada sistem operasi ini akan kamu lakukan.

Hack? Iya, hack! Terdengar keren dan begitu geek, bukan? Semua itu legal untuk dilakukan di Linux, karena source codenya dengan mudah dapat kamu peroleh, kamu modifikasi, ubah sana, ubah sini, dan menyebarkannya ulang dengan bebas pula, selama tidak keluar dari ruang lingkup General Public License.

[size=medium]3. Linux itu merugikan![/size]
Pihak-pihak yang mendukung konsep proprietary software tentulah akan merasa dirugikan. Mengapa? Karena bila semakin banyak pengguna Linux (dan open source) tentu lahan bisnis mereka akan semakin tergerus terus dan terus.

Tapi, tidak hanya kerugian dari segi finansial saja yang akan mereka dapat. Melainkan juga ada banyak keuntungan yang akan mereka peroleh, meskipun tidak mereka rasakan secara langsung. Contohnya? Karena software open source tersedia source codenya dengan bebas, maka pengembang software proprietary pun dapat ‘mengintip’ dan ‘mencomot’ beberapa bagian software yang mereka anggap menarik untuk kemudian diintegrasikan ke dalam software komersial mereka.

Duh, contohnya masih kurang nih! Oke… oke… Kita ambil contoh Sun Microsystems dengan software office suite mereka yang ternama, OpenOffice dan StarOffice. Hmmm… ada apa dengan OpenOffice dan StarOffice? Sungguh menarik melihat fenomena yang terjadi di sini. OpenOffice dibangun berdasarkan source code StarOffice, lisensi yang disematkan ke OpenOffice ini bersifat open source yang dikembangkan secara gotong royong dengan komunitas yang tersebar di seantero benua di muka bumi ini. Dari hasil pengembangan OpenOffice, Sun Microsystems kemudian mengambil beberapa bagian kodenya untuk kemudian diintegrasikan ke StarOffice dengan ditambahkan beberapa ‘hasil keringat’ ‘orang dalam’ Sun Microsystems. Lisensi StarOffice sendiri bersifat proprietary. Sebuah hubungan timbal balik yang unik dan saling menguntungkan, bukan?

[size=medium]4. Linux itu jelek dan tidak menarik[/size]
Pernyataan itu tidak salah, namun tidak juga benar. Bila kita melihat Linux secara parsial, yakni hanya kernel/intinya saja tentu pernyataan itu dapat dibenarkan. Apa sih yang bisa dilakukan oleh ’seonggok’ kernel? Dan meskipun kernel itu bisa dipakai, apa sih yang menarik dari tampilan command line based dengan background hitam dan teks putih saja?

Namun bila kita melihat Linux secara keseluruhan sebagai satu kesatuan sistem operasi yang komplit, dengan desktop environment dan lingkungan kerja berbasis GUI (Graphical User Interface) yang indah, kemungkinan kamu akan membantah pernyataan itu. Kasih contoh dong! Oke, mari kita tilik sejenak desktop GNOME atau KDE (atau yang lainnya) dengan Compiz enabled dan setting animasi desktop yang maksimal, saya yakin kamu akan takjub melihat keindahannya. Tidak percaya? Silakan berkunjung ke YouTube dan masukkan kata kunci pencarian “compiz desktop”, tonton salah satu video demonstrasinya.

[size=medium]5. Linux itu membingungkan[/size]
Amat sangat membingungkan! Itulah perasaan yang akan kamu temui saat pertama kali menatap ‘wajah’ Tux si pinguin ini. Bingung mau memakai distribusi Linux apa, bingung mau pakai software yang mana, bingung untuk menginstal aplikasi apa diantara sekian banyak aplikasi, bingung untuk memilih desktop environment (GNOME, KDE, Xfce, dsb), dan banyak kebingungan-kebingungan lain yang mungkin akan kamu jumpai.

Semua itu wajar. Di dunia Linux dan open source, freedom is the will. Saking beragamnya kebebasan yang ditawarkan, maka tidaklah mengherankan bila perkembangan Linux dan software open source pada umumnya dapat dibilang pesat.

Belum lagi ditambah dengan kebingungan mau bertanya kepada siapa bila nantinya kamu menemui kendala yang serius dikarenakan saking banyaknya LUG (Linux User Group) baik yang bertaraf lokal maupun internasional yang siap membantu menyelesaikan masalah yang kamu temui.

[size=medium]7. Linux itu mahal[/size]
Benar sekali! Linux itu mahal! Karena kamu ‘kemungkinan’ akan mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk mendapatkannya. Iya! Semahal satu dua keping CD/DVD blank untuk ‘membakar’ salinan/ISOnya.

Juga untuk membayar koneksi internet (bila ada) atau CD/DVD repository (paket software dalam CD/DVD). Kita ambil contoh DVD repository Ubuntu yang dijual di berbagai toko online, harganya berkisar antara 50.000 s.d 100.000 rupiah! Dudududu… mahal sekali…

Setuju! Mahal sekali biaya yang harus dikeluarkan demi mendapatkan tambahan paket software free dan open source berkualitas yang super lengkap dan super banyak! Coba bandingkan dengan harga satu lisensi sistem operasi proprietary yang harganya berkisar diatas US$ 100 atau harga lisensi untuk satu software proprietary yang harganya bervariasi mulai dari US$ 19.99 hingga ratusan dollar! Ah, jauh sekali perbedaannya. Linux memang mahal.

Ubuntu, melalui program shipitnya menawarkan pengiriman CD Ubuntu gratis ke seluruh penjuru dunia. Namun tidak sepenuhnya gratis! Melainkan mesti membayar ’semacam pajak yang entah terang atau gelap’ ke Kantor Pos, yang biayanya berkisar antara 5000 s.d 7000 rupiah. Mahalnya… :(
[/align]

Komentar

  • [size=medium]8. Linux itu membodohkan[/size]
    Maksudnya?

    Begini, betapa ‘bodoh’nya ‘orang-orang itu’, sudah capek-capek membuat program eh… kok malah diberikan begitu saja kepada orang lain, berikut source codenya pula! Tanpa meminta imbalan apa-apa! Logis nggak sih?

    Melalui tindakan yang ‘bodoh’ itu, para programmer dan mereka yang berkecimpung di dunia open source telah berkontribusi yang tidak sedikit demi kemanusiaan dan perkembangan teknologi informasi untuk masa kini dan masa yang akan datang.

    Melaui ‘kebodohan’ mereka pula, perkembangan software open source akan semakin cepat karena akan ada banyak orang yang turut berpartisipasi dalam mencari bugs yang mungkin ada untuk kemudian diperbaiki dan dioptimasi serta ditingkatkan fitur-fiturnya.

    [size=medium]9. Linux itu berdosa[/size]
    Ya, ‘berdosa’ kepada pengembang software proprietary karena tidak memberikan ‘pemasukan’ ke ‘kantong’ mereka dikarenakan software proprietary buatannya mendapatkan saingan dari software open source yang lebih murah, halal, dan legal dengan fitur yang tidak kalah (bahkan melebihi fitur-fitur yang ada pada software proprietary tersebut).

    [size=medium]10. Linux itu menyedihkan[/size]
    Sangat menyedihkan malah, bagaimana mungkin sistem operasi dengan usia yang relatif muda ini mampu berkembang pesat seperti sekarang ini, bahkan berani menghadapi sistem operasi proprietary yang telah dikembangkan jauh sebelumnya dan memiliki pangsa pasar yang tidak sedikit di seluruh dunia.

    Bila dulu, banyak pihak yang meramalkan IBM OS/2 adalah sistem operasi masa depan, namun kenyataannya sekarang sungguh berbeda, OS/2 telah ‘down’ (bila tidak ingin dikatakan ‘mati’). Mari kita lihat bagaimana perkembangan Linux beserta software-software open source lainnya beberapa tahun kedepan.
    ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
    Kalo anda ngetik di Google "Jangan Pakai Linux", maka ada yang bilang tulisan ini di ambil dari kaskus, walopun di kaskus sendiri di bantah. Saya sendiri belum menemukan dimana sumber asli tulisan ini karena sudah terlalu banyak blog/forum yang mengopy-paste tulisan ini.

    Bagi saya, memakai Linux seperti akan membangun sendiri Meja dan Kursi yang nantinya akan saya pakai kerja, dengan atau tanpa bantuan. Ada kebanggaan dan kepuasan tersendiri bila saya berhasil membangun sendiri alat kerja dan mainan saya itu. Kalopun ada masalah di tengah jalan, banyak komunitas yang siap membantu merampungkan proyek pribadi kita itu. Saya sarankan sebelum berpikir untuk mencoba tantangan Linux, ada baiknya kita udah punya sedikit referensi tentang OS mengagumkan ini. Ingat! Komputer untuk rekan kerja, bukan untuk di kerjain :blah:
  • Bung demon gw, mau nanya, klu operating FOXOS itu termasuk variant linux kah?
  • castro6281 menulis:
    Bung demon gw, mau nanya, klu operating FOXOS itu termasuk variant linux kah?

    Kalo dari Google, FOXOS itu obat diabetes/sejenis obat2an herbal :blah:

    Tapi kalo yang ini mungkin bener kalo FoxOs adalah varian Linux:

    foxos-10.jpg

    FoxOS is a series of Linux distributions utilizing the Open Source Software resources. It will be strictly conformed to GPL licensing requirements.

    Website, Screenshot:
    http://fos.foxconn.com/
  • Benar Bung Demon, siang tadi teman gw beli Laptop, trus preinstalasi dari pabriknya di kasih ini..

    :top:

    Lumyan gampang pakenya :D
  • Tergantung kebutuhan juga, jadi jangan terlalu menilai yang berkebihan.
    Dibalik kelebihan juga ada kekurangannya. Masing-masing juga punya selera.
  • demon_edge menulis:
    [align=justify]Ya! Buat kamu yang belum pernah mencoba menggunakan sistem operasi yang identik dengan logo pinguin ini, ada baiknya untuk tidak mencoba memakainya! Loh? Kenapa? Berikut beberapa alasan untuk tidak menggunakan Linux.

    [size=medium]1. Linux itu susah![/size]
    Iya itu faktanya. Linux itu susah! Bener-bener susah! Sekali kamu coba memakainya maka akan sulit bagi kamu untuk tidak mengulangi untuk memakainya lagi. Linux bagai candu yang akan membuat pemakainya betah berlama-lama berinteraksi dengannya, dan seringkali memberikan pertanyaan-pertanyaan yang unik dan menarik.
    [/align]

    :ngakak: kalau yang ini ane setuju, ampe gak tidur sehari supaya soundcard mau jalan normal :ngakak:
  • om demon dah tw linux kaya gitu

    knp masih make ??

    :ngakak:

    tp alesannya mengena semuanya bwt gw yang masih belajar

    :ngakak: laagi ah..
  • begadang karena Linux sampe pegelinux...

    bahkan ada yg sampe idebuntu karena ubuntu :)

    satu hal yg patut direnungkan adalah konsep berbagi di diterapkan di FOSS, dan lihat hasilnya sekarang. Perkembangannya jauh melampaui seteru-seterunya. Bagi ana yg Muslim, sejak kecil diajarin dan di arahkan buat sedekah dalam hal apapun. Namun lingkungan dan otoritas banyak ngasi gambaran yg terbatas sehingga bagi ana berbagi/sedekah cenderung berupa uang atau barang, ternyata ada yg lebih berharga dari materi/uang, pengetahuan ternyata bisa di bagi dan terbukti berkah. Itu yg diajarkan Linux dan projek FOSS lainnya, siapa bilang sedekah itu rugi, FOSS membuktikan pendapat itu keliru.

    Ana gagal mengimplementasikan konsep sedekah yg dicekoki mulai kecil dan malah tercerahkan oleh produk yg nota bene dikembangkan oleh kebanyakan non Muslim. What a Shame... :shy:

    Dengan menggunakan Linux, ada penghargaan di situ, bukan karena kesulitan atau faktor ribetnya. Sebagai penerima sedekah, kita bukan terima beres... ada proses belajar dan usaha. Ingat pepatah jangan beri ikan, beri kailnya. Walaupun berstatus fakir, kita bisa bangga nerima sedekahnya :)

    GNU Linux dan dunia FOSS mengajarkan kita hidup jujur dan menghargai hasil karya orang lain. Jelas, pembajakan adalah jenis kejahatan setaraf pencurian. Tidak sedikit yg tidak sadar atau cuek dengan masalah pembajakan dan malah menggunakannya untuk kepentingan mencari rejeki. Bisa dibayangkan rejeki apa yg anda dapat dari tools bajakan, kalau malas beli, belajar dan gunakan tools gratis agar anda terhindar dari rejeki yg tidak halal...

    that's why i love to use GNU Linux
  • sundul ah.......

    sambil menyimak.........

    :wait: :wait:
  • [align=justify] [size=medium]

    semakin baca semakin tertarik :d

    dulu pernah waktu kul semester pertengaahan

    cuma yang mengajar ga detail ( dosen WINDOWS MIND )

    jadi kurang terarik ,tapi setelah baca artikel ini :d

    saya jadi penasaran, kan enak buat gaya-gayaan

    biar ga sembarang orang bisa pake Lapie / compie kita :ngakak:
    [/size]
    [/align]
  • :ngakak:
    ampe kaget baca judulnya, taunya emang bener penjelasannya
  • Ane mau coba pake linux ah :blah:

    Kayaknya keren :cool:
  • Linux itu dingin :blah:


    Coba aja Linux Mint Tea :top:
  • Masuk akal dan di terima semua tapi sayangnya alasan diatas yang bikin saya betah ama pinguin :cool: :good:
  • Ane pake Linux buat sehari-hari...
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori

Penawaran Terbatas

Booking.com
Liburan di ratusan ribu destinasi & puluhan ribu akomodasi di 200+ lebih negara seluruh dunia. Tentu saja dengan harga promo khusus dan terjangkau kantong anda. Silahkan coba cari dan temukan impian liburan atau akomodasi untuk bisnis anda!