Kumpulan Mutiara Dhamma ( Update)

[align=center]
[size=large]Melangkah dalam Keyakinan[/size]

Sekali kamu melangkah ke depan, tak ada jalan untuk kembali.
Dan bila kau tak dapat kembali, yang harus kau pikirkan hanyalah jalan terbaik untuk bergerak ke depan.
Bila yang lalu tidak bisa diraih dan diubah, sedangkan yang akan datang belum lagi terjadi,
maka yang terbaik yang bisa diperbuat adalah HIDUP SAAT INI dengan keyakinan benar.
( Syair Buddhis)

[/align]










Nb: Rekan-rekan se-Dhamma & FBIers......
Yuuuk...kita kumpulkan Kata-kata Bijak dari Para Buddha, Bodhisattva, Arahat, Bhikkhu atau mungkin dari kita sendiri...DISINI !!
Agar kita punya koleksi pribadi yang sangat bermanfaat buat perenungan minimal untuk diri sendiri.........,
Daripada kata-kata bijak itu tercecer dimana-mana , mending kita kumpulkan disini aja, ya kan ?

Terima kasih....

Comments

  • [align=center][size=large]Dalam keadaan sulit[/size]

    Jika Anda dalam keadaan sulit,
    ingatlah bahwa segala sesuatu tidak kekal adanya (Anicca),termasuk kesulitan itu sendiri.
    Dengan ingat kebenaran akan kehidupan yang tidak kekal,
    Anda akan mampu membebaskan diri dari kesulitan yang ada tanpa membuat kesulitan baru.

    ( YM. Bhikkhu Saddhaviro Thera )
    [/align]
  • [align=center][size=large]Menyesuaikan Kondisi[/size]

    Ajaran Buddha tentang menyesuaikan pada kondisi dan ajaran Confusius tentang kehidupan sederhana adalah rakit untuk kita menyeberangi samudera.
    ini adalah karena cara dunia tidaklah pasti dan satu pikiran membawa kepada ribuan komplikasi.
    bila kamu dapat membuat dirimu nayman dimanapun kamu berada, kamu bisa pergi kemanapun juga

    (Rekan yto997)
    [/align]
  • [align=center][size=large]Mimpi- mimpi[/size]

    Bangun! Berjagalah!
    Apakah gunanya mimpi-mimpimu?
    Bagaimana engkau dapat meneruskan tidurmu,
    Bila engkau sedang sakit ditusuk oleh panah kesedihan.

    (Sutta Nipata 331)
    [/align]
  • [align=center][size=large]Pusatkan perhatianmu[/size]

    Jangan memikirkan masa lalu,
    jangan mencemaskan masa yang akan datang.
    Apapun yang telah terjadi terjadilah; yang akan datang belum tiba.
    Gunakan kebajikanmu dan pusatkan perhatian pada masa sekarang.
    Selesaikan saja pekerjaanmu saat ini !

    ( Bhaddekaratta Sutta - diringkas )
    [/align]
  • [align=center][size=large]Oase Kehidupan[/size]

    Bukan dengan kebencian atau rasa dengki,
    bukan pula dengan iri hati, seseorang memandang kebahagiaan orang lain.
    Ia yang dapat menaklukkan dirinya sendiri,
    mengawasi batin serta pikirannya seperti tentara yang siaga penuh di medan pertempuran,
    dapat menciptakan kebahagiaan sejati yang didambakan semua orang,
    ibarat menemukan oase di tengah gurun pasir.

    (Syair Buddhis)
    [/align]
  • [align=center][size=large]Tersenyumlah[/size]


    Senyumlah dan lakukan itu dengan tulus.
    Pada waktu anda tersenyum dan melimpahkan pikiran cinta dan kasih sayang,
    keajaiban terjadi.
    Cahaya wajah dan kehadiranmu membawa gelombang mental positif
    yang mampu meruntuhkan tembok dingin yang memisahkan anda semua.
    Hanya cinta yang mempengaruhi dan mengubah pikiran negatif menjadi pikiran positif;
    kebencian hanya akan mengeraskan pihak musuh.

    ( YM. Sri Dhammananda Nayaka Mahathera)
    [/align]
  • [align=center][size=large]Pikiran sebagai Pelopor, Pemimpin, dan Pembentuk[/size]

    Terkadang kita mesti melakukan sesuatu yang kita tidak sukai demi menciptakan sesuatu yang kita suka.
    Tidak ada yang menarik dari sebongkah batu jika tidak ada yang mau mengolahnya menjadi emas.
    Jika kita ingin mengubah suatu perilaku,
    kita harus mengubah cara berpikir kita terlebih dahulu.

    (Syair Buddhis)
    [/align]
  • [align=center][size=large]Hidup Berkecukupan[/size]


    "Kita harus belajar untuk merasa berkecukupan
    dan berbahagia dengan apa yang telah ada kepada kita.
    Kita bahkan harus merasa bahagia dan tercukupi dengan keadaan kita yang sekarang
    meskipun kita belum mendapatkan sedikitpun apa yang kita harapkan"

    ( YM. Sri Dhammananda Nayaka Mahathera)
    [/align]
  • [align=center][size=large] Renungan Kerap Kali[/size]

    Aku wajar mengalami usia tua.
    Aku takkan mampu menghindari usia tua.
    Aku wajar menyandang penyakit.
    Aku takkan mampu menghindari penyakit.
    Aku wajar mengalami kematian.
    Aku takkan mampu menghindari kematian.
    Segala milikku yang kucintai dan kusenangi akan berubah, akan terpisah dariku.
    Aku adalah pemilik perbuatanku sendiri,
    Terwarisi oleh perbuatanku sendiri,
    Lahir dari perbuatanku sendiri,
    Berhubungan dengan perbuatanku sendiri,
    Tergantung pada perbuatanku sendiri,
    Perbuatan apapun yang akan kulakukan,
    Baik atau buruk
    Perbuatan itulah yang akan kuwarisi.
    Demikian hendaknya kerap kali kita renungkan..

    (Paritta STI, Abhinhapaccavekkhana Patha)
    [/align]
  • [align=center][size=large]Rahasia Hidup Sukses & Bahagia[/size]

    Rahasia hidup yang sukses dan bahagia terletak pada melakukan apa yang perlu dilakukan pada saat ini.
    Kita tidak perlu cemas akan masa lalu dan masa depan.
    Kita tak dapat kembali ke masa lalu untuk membatalkan apa yang telah kita kerjakan.
    Kita juga tidak mengantisipasi semua yang akan terjadi pada masa yang akan datang,
    karena kondisi dunia yang terus-menerus berubah dan tidak bisa ditebak.
    Hanya satu momen yang bisa kita kendalikan secara sadar, yaitu....saat ini.....!

    ( YM. Sri Dhammananda Nayaka Mahathera)
    [/align]
  • [align=center][size=large]Kebahagiaan[/size]

    "Kebahagiaan merupakan hal yang aneh,
    semakin banyak Anda berbagi dengan orang lain,
    semakin banyak pula Anda mendapatkan kepuasan."

    ( Ven. Sri Dhammananda Mahathera)
    [/align]
  • [align=center][size=large]Sahabat Sejati
    [/size]
    Sahabat sejati adalah orang yang mengetahui semua kesalahanmu
    tetapi tetap mencintaimu.

    ( Syair Buddhis )
    [/align]
  • [align=center][size=large]MENDENGARKAN AJARAN
    [/size]
    Gunakan hatimu untuk mendengarkan ajaran, bukan telingamu.
    (Ajahn Chah)
    [/align]
  • [align=center][size=large]Ketidakpedulian pada Dhamma[/size]

    Ketidakpedulian pada Dhamma adalah bagaikan kemiskinan,
    Kekurangan kwalitas mulia adalah bagaikan hutang,
    Menutupi kwalitas buruk adalah bagaikan bunga hutang,
    Menerima teguran adalah bagaikan menerima surat peringatan,
    Kegelisahan adalah bagaikan dirajuk terus menerus,
    Neraka adalah bagaikan hukuman.

    (AN VI.45; versi yang dipersingkat).
    [/align]
  • [align=center][size=large]kedamaian abadi[/size]

    Seperti halnya arah perginya api
    yang telah diredakan oleh tukang besi,
    tak dapat diketahui.

    Begitu jugalah,
    tak ada arah tujuan yg dapat diungkapkan
    kepada mereka yg telah terbebas,
    yang telah menyebrangi arus,
    yang telah meraih kedamaian abadi.

    (KN, Udana VIII.10)
    [/align]
  • [align=center][size=large]Bekerja Untuk Pemahaman[/size]

    Anda mesti bekerja sendiri, kalian semua,
    sampai Anda memahami apa adanya dirimu,
    dan tidak tergantung pada segala sesuatu.

    Bersikap teguhlah.
    Jangan terlalu banyak menaruh kepentingan
    pada keberadaan fisik Anda.
    Berikan makanan secukupnya;
    berikan tubuh makanan secukupnya,
    pakaian secukupnya,
    latihan secukupnya,
    hanya itu saja.

    Jadikan tubuh itu menyenangkan dan itu sudah cukup.
    Kalau tidak kita akan selamanya terikat pada dimensi fisik.
    Apapun yang terlalu kita perhatikan,
    kita akan terikat dengannya.

    Saya juga harus bekerja untuk pemahamanku.
    Kemungkinan saya bekerja lebih cepat dari Anda,
    tetapi cepat atau lambat Anda akan sampai."

    ~Maha Guru Ching Hai~
    [/align]
  • [align=center][size=large]Kebaikan[/size]

    Kebaikan dalam kata-kata menciptakan kepercayaan diri,
    kebaikan dalam berpikir menciptakan kedalaman,
    kebaikan dalam memberi menciptakan cinta.

    ~ Lao Zi ~
    [/align]
  • [align=center][size=large]NILAI BELAJAR
    [/size]
    Keinginan untuk belajar akan meningkatkan pengetahuan,
    Pengetahuan meningkatkan kebijaksanaan.
    Dengan kebijaksanaan, tujuan dapat diketahui,
    Mengetahui tujuan akan membawa kebahagiaan.

    ( Theragatha : 141 )
    [/align]
  • [align=center][size=large]Hubungan antara Teman[/size]


    Bila saya berjalan dengan dua orang yang lain,
    selalu ada sesuatu yang dapat saya pelajari dari mereka.
    Kekuatan mereka saya ambil,
    sedangkan kelemahan mereka saya pakai
    untuk mengoreksi diri saya sendiri.

    ( Lun YU VII/21)
    [/align]
  • [align=center][size=medium]Khawatir[/size]

    Jika kamu takut akan rasa sakit atau penderitaan,
    kamu seharusnya cari cara,
    apa yang dapat kamu lakukan untuk mengatasinya.

    Jika kamu bisa, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
    Jika kamu tidak bisa berbuat banyak,
    maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan juga.

    --- Dalai Lama ---
    [/align]
  • [align=center][size=medium]Welas Asih[/size]

    Jika kamu tidak mencintai dirimu sendiri,
    Kamu tidak akan bisa mencintai orang lain.
    Kamu tidak akan mampu.

    Jika kamu tidak punya welas asih terhadap dirimu sendiri,
    maka kamu tidak akan bisa mengembangkan welas asih terhadap orang lain.

    --- Dalai Lama ---
    [/align]
  • [align=center][size=medium]Kesalahan[/size]

    Suatu kehidupan yang penuh kesalahan tak hanya lebih berharga namun juga
    lebih berguna dibandingkan hidup tanpa melakukan apapun.

    --- George Bernard Shaw ---
    [/align]
  • [align=center][size=medium]Pikiran Damai[/size]

    Kita tidak dapat memperoleh pikiran yang damai, kecuali kita dapat berhubungan
    dengan Sumber kedamaian yang ada di dalam diri kita.

    Damai yang kamu miliki dalam dirimu, dan jika kamu mencarinya di luar,
    kamu tidak akan pernah menemukannya.

    --- Maha Guru Ching Hai ---
    [/align]
  • [align=center][size=medium]Suka Duka[/size]

    Suka itu duka adanya
    Duka itu suka adanya
    Hati bagaikan mimpi dan ilusi
    Senantiasa berubah dalam anitya


    -Grand Master Lu Sheng Yen-
    [/align]
  • [align=center][size=medium]Perilaku[/size]

    Apabila engkau menerima umpatan/kata-kata yang kasar dari orang lain,
    maka janganlah engkau berperilaku yang sama terhadap orang tersebut;
    melainkan berbicaralah secara lembut dan penuh cinta-kasih.

    Sri Sathya Sai Baba
    [/align]
  • [align=center][size=medium]Kebiasaan[/size]

    Segala sesuatu merupakan suatu kebiasaan.
    Kita mempelajari cara keariefan yang merupakan cara kelenturan.

    Apabila kita terbiasa dengan kelenturan,
    maka (kita) terbiasa dengan berbagai perubahan dadakan,
    kita terbiasa dengan tindakan segera, tindakan spontan,
    bukan tindakan prasangka, itulah cara yang terbaik.

    Guru Ching Hai
    [/align]
  • [align=center][size=medium]Ungkapkan Perasaan[/size]

    Anda harus ungkapkan perasaan hati Anda.
    Agar orang lain dapat mengetahui bahwa ia telah melukai hati Anda.
    Kemudian segera menyelesaikannya.
    Jangan menyimpannya.

    Berapa lamakah Anda dapat menyimpannya?
    Hawa kemarahan yang tertimbun dalam hati Anda,
    dapat terbawa dari satu kelahiran ke kelahiran berikutnya.

    Hingga suatu saat,
    jika hawa itu sangat besar,
    Anda bisa terlahir menjadi binatang.
    Jenis binatang yang sangat buas.

    Itu hanya disebabkan sentimen marah Anda tidak segera dihapuskan.
    Maka janganlah meremehkan hal ini.
    Itu adalah konsep pikiran yang salah.

    Guru Ching Hai
    [/align]
  • [align=center][size=medium]Pemberian Maaf[/size]

    Pemberian maaf memutuskan lingkaran sebab akibat,
    karena orang yang memaafkan – kamu – karena cinta –
    mengambil alih beban konsekuensi dari apa yang telah kamu lakukan.

    Pemberian maaf, dengan demikian, selalu diikuti oleh sebuah pengorbanan.

    Dag Hammarskjold.
    [/align]
  • [align=center][size=medium]Kedamaian[/size]

    Jika anda membiarkan sesuatu yang kecil berlalu,
    anda akan menemukan kedamaian yang kecil juga.

    Jika anda membiarkan lebih banyak hal berlalu,
    anda akan meraih lebih banyak kedamaian.

    Jika anda benar-benar membiarkan seluruhnya berlalu,
    anda akan mendapatkan seluruh kedamaian.

    Ajahn Chah.
    [/align]
  • [align=center][size=medium]Sendi Kehidupan[/size]

    Agama menjadi sendi hidup, pengaruh menjadi penjaganya.
    Kalau tidak bersendi, runtuhlah hidup dan kalau tidak berpenjaga, binasalah hayat.
    Orang yang terhormat itu kehormatannya sendiri melarangnya berbuat jahat.

    Anonim.
    [/align]
Sign In or Register to comment.