Contact Us

Beban-beban pada Struktur Gedung

[size=large]Beban-beban yang diperhitungkan dalam perencanaan antara lain :[/size]

[size=medium]Beban Mati
- Mencakup semua beban yang disebabkan oleh berat sendiri struktur yang bersifat tetap, termasuk segala unsur tambahan, penyelesaian-penyelesaian, mesin-mesin, serta peralatan yang merupakan bagian yang sifatnya tidak terpisahkan oleh gedung.

Beban Hidup
- Mencakup semua beban yang terjadi akibat penghunian atau penggunaan gedung, termasuk di dalamnya beban-beban pada lantai yang berasal dari barang-barang yang dapat berpindah, mesin-mesin serta peralatan yang tidak merupakan bagian yang tak terpisahkan dari gedung dan dapat diganti selama masa hidup dari gedung tersebut, sehingga mengakibatkan perubahan dalam pembebanan lantai dan atap tersebut. Khusus pada atap ke dalam beban hidup dapat termasuk beban yang berasal dari air hujan.

Beban Angin
- Mencakup semua beban yang bekerja pada gedung atau bagian gedung yang disebabkan oleh selisih dalam tekanan udara.

Beban Gempa
- Mencakup semua beban statik ekuivalen yang bekerja pada gedung atau bagian gedung yang menirukan pengaruh dari gerakan tanah akibat gempa tersebut. Dalam hal pengaruh gempa pada struktur gedung ditentukan berdasarkan suatu analisa dinamik, maka yang diartikan dengan beban gempa disini adalah gaya-gaya di dalam struktur tersebut yang terjadi oleh gerakan tanah akibat gempa tersebut.

Beban Khusus
- Mencakup semua beban yang bekerja pada suatu gedung atau bagian gedung yang terjadi akibat selisih suhu, pengangkatan dan pemasangan, penurunan pondasi, susut, gaya-gaya tambahan yang berasal dari beban hidup seperti gaya rem dan gaya sentrifugal.[/size]



[size=small]silahkan teman-teman kalau ada yang mau menambahkan dan melengkapi.......[/size]

Komentar

  • [size=medium][align=justify]
    komplit banget nii bro data2nya... :top:

    cm nambahin bwat beban angin nii...
    beban angin mempunyai koefisien yg dapat di lihat dalam PBI (Peraturan Beban Indonesia) kl gak salah...
    jadi tiap lokasi tidak mempunyai beban yg sama...
    kemiringan atap juga berpengaruh pada beban yg akan di berikan...
    makin landai genteng tersebut, makin kecil gaya angin yg bekerja...

    maaf kl ada yg salah yaa... :) :)

    [/align][/size]
  • gw tambahin ya bro...

    untuk struktur gedung perhatian perancang selalu terfokus pertama sekali pada deformasi (daya dukung ) yangs secara sederhana dapat dihitung melalui luas penampang dikali koofisien tegangan beton (mis, K125, K175, K225, dan K400), nah yang sulit adalah pertimbangan pada deformasi pondasi yang di rujuk kepada jenis struktur penunjang pondasi. nah kalo inti perhitungan awal ini tealh didapatkan dan akurat, maka deformasi tingkatan diatasnya dapat diperhitungkan.

    nah semua daftar beban yang di post oleh bro owobidub termasuk kedalam perhitungan deformasi pondasi

    terbayang kan kenapa profesi arsitek itu MAHAL...?
  • luar biasa bro.....menambah pengetahuan banget....berhubung ane bukan dari bidang begituan....
    jadi ga bisa nambahin....tapi...nice info bro!!! :top:

    MANTAP!!!! :top:
  • bro Ucokfredy : bener bro, setiap kemiringan atap ada koefisiennya.....(angin tekan dan angin hisap...)
    untuk tekanan angin minimum diambil 25 kg/m2
    untuk tekanan angin di laut dan tepi laut sejauh 5 km dari pantai diambil minimum 40 kg/m2
    thanks tambahannya......:thanks:

    bro parewa : bener bro.....semua beban ntar disalurkan ke pondasi (ditahan pondasi)......dan pondasi tersebut juga harus disesuaikan ama kondisi tanahnya......
    jadi daya dukung tanah sangat menentukan...apalagi untuk bangunan tinggi......
    makasih bro tambahannya.....:thanks:

    bro LightCyber : kalau ada masalah tentang sipil di share aja bro.......ntar kita bahas ramai-ramai.....:top:
  • rrrruuuaaarrr bbbiiiaaasssaaa........buka forum sipil yuk....info yg kayak gini nih yg gw butuhkan...thanks ya
  • biar lebih semangat ... gw tambahin dikit

    Ada bebeberapa aspek dalam perencanaan struktur pondasi yang melibatkan perancang struktur, antara lain:
    1. Desain Awal : Pemilihan Sistem dan ukuran awal
    2. Desain Skematik: Pemilihan ukuran akhir
    3. Beban struktur: Perhitungan beban
    4. Analisis Struktur: Mencari gaya-gaya dalam, reaksi, dan deformasi
    5. Desain Struktur: Mencari penulangan beton dan rasio tegangan baja
    6. Desain Pondasi: Mencari jumlah dan konfigurasi pondasi yang optimal
    7. Penggambaran Detail : Menggambar detail balok, kolom dan
    indeks penamaannya
    8. Analisis Volume dan Biaya : Menghitung volume, biaya beton,
    baja, cat dan bekisting
    9. Penyusunan Laporan

    Dalam menentukan ukuran awal, dilakukan dengan rumus empiris sebagai berikut :
    Ukuran Balok: H = L/12 s/d L/14 (konvensional), H = L/20 s/d L/24 (beton prategang), dan
    H = L/4 (balok kantilever)
    Ukuran Kolom: Area kolom = Ptotal / (0.3 × fc’)
    Ukuran Shearwall: Area wall = Ptotal / (0.2 × fc’)
    Tebal pelat: Tp = L/33 (konvensional), Tp = L/30 (flat slab)
    Dimana H=tinggi balok, L=bentang, fc’=kuat tekan beton, dan Tp=tebal pelat

    silahkan kembangkan brooo
    lanjutt brooo...:top::top::top::top::top:
  • wah.....langsung ditambahin sama bro parewa......:top:

    dari awal sampai akhir.....lengkap....:good: :good:


    sebenarnya kita lebih enak membahas beban-beban kerja dulu aja bro,

    biar ntar tidak terlalu melebar dari topiknya........

    nanti postingannya bro parewa dipecah-pecah aja jadi thread-thread tersendiri, biar lebih khusus.......

    gimana bro parewa....?? (hanya sekedar usul.....)


    btw, thanks postingan nya mantabzz.......:thanks:

  • bener juga sih... ini udah agak jauh... udah ngebahas "level 2", untung diingatkan...

    makasih bro owobidub...
  • parewa menulis:
    bener juga sih... ini udah agak jauh... udah ngebahas "level 2", untung diingatkan...

    makasih bro owobidub...

    sama-sama bro......

    disini kita saling mengingatkan......

    kalau saya salah tolong diingatkan juga ya bro.......:thanks:


    saya tunggu threadnya bro parewa di room ITS.......:wait:
  • ok deh broo...

    gw post di depan ya.... kalo ngawur koreksi ya.....
  • parewa menulis:
    ok deh broo...

    gw post di depan ya.... kalo ngawur koreksi ya.....

    okey bro......

    kita ntar saling koreksi dan melengkapi......:top:
  • Wuuuuaaaaaaaaah mantabs.
    Jadi nambah pengetahuan tentang bangunan.
    Sebenarnya aku beberapa tahun ini bekerja ngurusin bangunan gedung sebuah yayasan
    Tapi tahunya ngebangun aja nggak pakai itung-itungan yang rumit
    Ternyata banyak banget hitungannya ya, dan struktur organisasinya juga macam-macam
    Selama ini aku ngurusin segalanya sendiri aja.


    mantabs-mantabs infonya

    terima kasih

    nyimak terus.
  • Marjoko menulis:
    Wuuuuaaaaaaaaah mantabs.
    Jadi nambah pengetahuan tentang bangunan.
    Sebenarnya aku beberapa tahun ini bekerja ngurusin bangunan gedung sebuah yayasan
    Tapi tahunya ngebangun aja nggak pakai itung-itungan yang rumit
    Ternyata banyak banget hitungannya ya, dan struktur organisasinya juga macam-macam
    Selama ini aku ngurusin segalanya sendiri aja.


    mantabs-mantabs infonya

    terima kasih

    nyimak terus.

    lumayan rumit juga bro kalau ditelusuri dari awal sampai akhir.........

    ditunggu nich share pengalaman di lapangannya bro Marjoko......:wait:

    ntar kita bisa diskusi bersama dan saling melengkapi......:top:
  • [size=medium][align=justify]
    wah bro owobidub masii inget aja masalah beban2nya... :top:
    jadi dosen aja... :blah:


    [/align]
    [/size]
  • ucokfredy menulis:
    [size=medium][align=justify]
    wah bro owobidub masii inget aja masalah beban2nya... :top:
    jadi dosen aja... :blah:


    [/align]
    [/size]

    iya bro Ucok, soalnya buat desain awal......

    untuk mengelompokkan beban-beban yang bekerja berdasarkan kombinasi pembebanan nya.....

    jadi beban-bebannya terpaksa harus tetap diingat.....:blah:

    ntar kalau jadi dosen, takut banyak mahasiswa yang naksir saya.......:cool:
  • Kombinasi Pembebanan (SNI 2847-2002 pasal 11.2)

    U = 1,4D
    U = 1,2D + 1,6L + 0,5(A atau R)
    U = 1,2D + 1,0L + 1,6W + 0,5(A atau R) dan U = 1,2D + 1,0L - 1,6W + 0,5(A atau R) ==> untuk arah bolak-balik
    U = 0,9D + 1,6W dan U = 0,9D - 1,6W ==> untuk arah bolak-balik
    U = 1,2D + 1,0L + 1,0E dan U = 1,2D + 1,0L - 1,0E ==> untuk arah bolak-balik
    U = 0,9D + 1,0E dan U = 0,9D - 1,0E ==> untuk arah bolak-balik

    keterangan :
    D = beban mati
    L = beban hidup
    A = beban atap
    R = beban hujan
    W = beban angin
    E = beban gempa

    mungkin teman-teman ada yang mau menambahi........
  • maaf bro... tapi kalo pada mekanika sosrobahu dan tower strecthpile setau gw nilai nilai koofisiennya tidak seperti itu...
    gw lupa berapanya (yang jelas ini terjadi perbedaan antara SNI dan PBI)
    bisa cari info lebih broo... thx
  • itu pembebanan untuk struktur gedung bro......

    iya bro.....setahu saya kalau di PBI konsep yang dipakai adalah metode tegangan kerja.....

    kalau yang post diatas menggunakan konsep desain kapasitas (LRFD)

    kalau pake PBI tidak ada koefisiennya...jadi langsung ditotal aja.....

    hhhmm.....untuk sosrobahu, nunggu ahlinya nich.....bro raikkonen.....
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori