Contact Us
News
Follow TELEGRAM Channel ForumBebas.com di alamat T.ME/FORUMBEBAS atau Facebook Fan Page dan Twitter Forumbebas .

Forum Bebas Indonesia

Kolom Beton dalam Konstruksi Bangunan

[size=large]KOLOM BETON DALAM KONSTRUKSI BANGUNAN[/size]

[size=medium]I. Pendahuluan

Kolom adalah batang tekan vertikal dari rangka struktur yang memikul beban dari balok. Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya (collapse) lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total (total collapse) seluruh struktur (Sudarmoko, 1996). SK SNI T-15-1991-03 mendefinisikan kolom adalah komponen struktur bangunan yang tugas utamanya menyangga beban aksial tekan vertikal dengan bagian tinggi yang tidak ditopang paling tidak tiga kali dimensi lateral terkecil. Fungsi kolom adalah sebagai penerus beban seluruh bangunan ke pondasi. Bila diumpamakan, kolom itu seperti rangka tubuh manusia yang memastikan sebuah bangunan berdiri. Kolom termasuk struktur utama untuk meneruskan berat bangunan dan beban lain seperti beban hidup (manusia dan barang-barang), serta beban hembusan angin. Kolom berfungsi sangat penting, agar bangunan tidak mudah roboh. Beban sebuah bangunan dimulai dari atap. Beban atap akan meneruskan beban yang diterimanya ke kolom. Seluruh beban yang diterima kolom didistribusikan ke permukaan tanah di bawahnya. Kesimpulannya, sebuah bangunan akan aman dari kerusakan bila besar dan jenis pondasinya sesuai dengan perhitungan. Namun, kondisi tanah pun harus benar-benar sudah mampu menerima beban dari pondasi. Kolom menerima beban dan meneruskannya ke pondasi, karena itu pondasinya juga harus kuat, terutama untuk konstruksi rumah bertingkat, harus diperiksa kedalaman tanah kerasnya agar bila tanah ambles atau terjadi gempa tidak mudah roboh. Struktur dalam kolom dibuat dari besi dan beton. Keduanya merupakan gabungan antara material yang tahan tarikan dan tekanan. Besi adalah material yang tahan tarikan, sedangkan beton adalah material yang tahan tekanan. Gabungan kedua material ini dalam struktur beton memungkinkan kolom atau bagian struktural lain seperti sloof dan balok bisa menahan gaya tekan dan gaya tarik pada bangunan.

II. Jenis-jenis Kolom
Menurut Wang (1986) dan Ferguson (1986) jenis-jenis kolom ada tiga:
1. Kolom ikat (tie column)
2. Kolom spiral (spiral column)
3. Kolom komposit (composite column)
Dalam buku struktur beton bertulang (Istimawan dipohusodo, 1994) ada tiga jenis kolom beton bertulang yaitu :
1. Kolom menggunakan pengikat sengkang lateral. Kolom ini merupakan kolom brton yang ditulangi dengan batang tulangan pokok memanjang, yang pada jarak spasi tertentu diikat dengan pengikat sengkang ke arah lateral. Tulangan ini berfungsi untuk memegang tulangan pokok memanjang agar tetap kokoh pada tempatnya. Terlihat dalam gambar 1.(a).
2. Kolom menggunakan pengikat spiral. Bentuknya sama dengan yang pertama hanya saja sebagai pengikat tulangan pokok memanjang adalah tulangan spiral yang dililitkan keliling membentuk heliks menerus di sepanjang kolom. Fungsi dari tulangan spiral adalah memberi kemampuan kolom untuk menyerap deformasi cukup besar sebelum runtuh, sehingga mampu mencegah terjadinya kehancuran seluruh struktur sebelum proses redistribusi momen dan tegangan terwujud. Seperti pada gambar 1.(b).

3. Struktur kolom komposit seperti tampak pada gambar 1.(c). Merupakan komponen struktur tekan yang diperkuat pada arah memanjang dengan gelagar baja profil atau pipa, dengan atau tanpa diberi batang tulangan pokok memanjang.
graphic42.jpg?w=513&h=320

Hasil berbagai eksperimen menunjukkan bahwa kolom berpengikat spiral ternyata lebih tangguh daripada yang menggunakan tulangan sengkang, seperti yang terlihat pada diagram di bawah ini.
graphic63.jpg?w=444&h=251
[/size]

Komentar

  • [size=medium]Untuk kolom pada bangunan sederhan bentuk kolom ada dua jenis yaitu kolom utama dan kolom praktis.

    Kolom Utama
    Yang dimaksud dengan kolom utama adalah kolom yang fungsi utamanya menyanggah beban utama yang berada diatasnya. Untuk rumah tinggal disarankan jarak kolom utama adalah 3.5 m, agar dimensi balok untuk menompang lantai tidak tidak begitu besar, dan apabila jarak antara kolom dibuat lebih dari 3.5 meter, maka struktur bangunan harus dihitung. Sedangkan dimensi kolom utama untuk bangunan rumah tinggal lantai 2 biasanya dipakai ukuran 20/20, dengan tulangan pokok 8d12mm, dan begel d 8-10cm ( 8 d 12 maksudnya jumlah besi beton diameter 12mm 8 buah, 8 – 10 cm maksudnya begel diameter 8 dengan jarak 10 cm).

    kolomtingkat.jpeg?w=148&h=227

    Kolom Praktis
    Adalah kolom yang berpungsi membantu kolom utama dan juga sebagai pengikat dinding agar dinding stabil, jarak kolom maksimum 3,5 meter, atau pada pertemuan pasangan bata, (sudut-sudut). Dimensi kolom praktis 15/15 dengan tulangan beton 4 d 10 begel d 8-20.

    Letak kolom dalam konstruksi. Kolom portal harus dibuat terus menerus dari lantai bawah sampai lantai atas, artinya letak kolom-kolom portal tidak boleh digeser pada tiap lantai, karena hal ini akan menghilangkan sifat kekakuan dari struktur rangka portalnya. Jadi harus dihindarkan denah kolom portal yang tidak sama untuk tiap-tiap lapis lantai. Ukuran kolom makin ke atas boleh makin kecil, sesuai dengan beban bangunan yang didukungnya makin ke atas juga makin kecil. Perubahan dimensi kolom harus dilakukan pada lapis lantai, agar pada suatu lajur kolom mempunyai kekakuan yang sama. Prinsip penerusan gaya pada kolom pondasi adalah balok portal merangkai kolom-kolom menjadi satu kesatuan. Balok menerima seluruh beban dari plat lantai dan meneruskan ke kolom-kolom pendukung. Hubungan balok dan kolom adalah jepit-jepit, yaitu suatu sistem dukungan yang dapat menahan momen, gaya vertikal dan gaya horisontal. Untuk menambah kekakuan balok, di bagian pangkal pada pertemuan dengan kolom, boleh ditambah tebalnya.

    III. Dasar- dasar Perhitungan
    Menurut SNI-03-2847-2002 ada empat ketentuen terkait perhitungan kolom:
    1. Kolom harus direncanakan untuk memikul beban aksial terfaktor yang bekerja pada semua lantai atau atap dan momen maksimum yang berasal dari beban terfaktor pada satu bentang terdekat dari lantai atau atap yang ditinjau. Kombinasi pembebanan yang menghasilkan rasio maksimum dari momen terhadap beban aksial juga harus diperhitungkan.
    2. Pada konstruksi rangka atau struktur menerus pengaruh dari adanya beban tak seimbang pada lantai atau atap terhadap kolom luar atau dalam harus diperhitungkan. Demilkian pula pengaruh dari beban eksentris karena sebab lainnya juga harus diperhitungkan.
    3. Dalam menghitung momen akibat beban gravitasi yang bekerja pada kolom, ujung-ujung terjauh kolom dapat dianggap jepit, selama ujung-ujung tersebut menyatu (monolit) dengan komponen struktur lainnya.
    4. Momen-momen yang bekerja pada setiap level lantai atau atap harus didistribusikan pada kolom di atas dan di bawah lantai tersebut berdasarkan kekakuan relative kolom dengan juga memperhatikan kondisi kekekangan pada ujung kolom.

    Adapun dasar-dasar perhitungannya sebagai berikut:
    1. Kuat perlu
    2. Kuat rancang

    No. Kondisi Faktor reduksi (ø)
    1. Lentur tanpa beban aksial 0.8
    2. Aksial tarik dan aksial tarik dengan lentur 0.8
    3. Aksial tekan dan aksial tekan dengan lentur
    a. Tulangan spiral maupun sengkang ikat
    b. Sengkang biasa: 0.7, 0.65

    Asumsi Perencanaan

    graphic3.jpg?w=455&h=254

    Sumber buku
    Anonim. 2002. Standar Nasional Indonesia Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung. Bandung: Beta Version.
    Dipohusodo, istimawan.1994. Struktur Beton Bertulang. Jakarta: Gramedia pustaka utama.
    Pamudji, Ganjar, dkk. 2004. Diktat Kuliah Struktur Beton II Universitas Jenderal Soedirman.

    Sumber internet
    http://www.pennridge.org/works/beamstruct.htm
    http://struktur-rumah.blogspot.com/2008/07/kolom-beton-utama-praktis.html
    http://probohindarto.wordpress.com
    http://muharrikyanuar.wordpress.com/2009/07/14/kolom-beton-dalam-kontruksi-bangunan/
    [/size]
  • wah... sekarang bisa main sambil belajar nih di FBI :top:
    mau nanya dong...
    kenapa kolom kolom moderen saat ini kebanyakan justru tidak rentan terhadap gempa ya? :think:
    kalau jawabannya ... yah, tipe & jenis kolom tradisional hanya untuk rumah tradisional jaman dulu, rasanya koq tidak menjawab tantangan jaman....
    by the way, sepertinya Jepang yang udah kenyang dengan segala macam bentuk gempa, gedung gedung nya menggunakan struktur khusus utk gedung gedung bertingkat tingginya ya? :think: , terbukti pada saat gempa, bangunan disana cenderung berayun secara flexibel saja, dan tidak mengalami kerusakan yang serius....
    gimana nih, ada penjelasan.... :wait: :thanks:
  • saya coba jawab ya mbak...
    1. mutu beton tidak sesuai dengan yang direncanakan....
    2. diameter tulangan & dimensi kolom tidak sesuai....
    3. desain struktur tidak sesuai dengan wilayah gempa yang terjadi......
    4. detailing penulangan biasanya salah (tidak sesuai dengan SNI Beton 2847 & SNI Gempa 1726)....syarat-syaratnya banyak mbak.....
    salah satunya adanya syarat panjang penyaluran, jarak antar sengkang, dll......

    di Jepang saat ini sedang berkembang penggunaan mass damper, jadi ketika gempa datang, mass damper tersebut menyerap sebagian gaya gempa tersebut, sehingga struktur utama tidak mengalami kerusakan parah.....

    bagaimana mbak...?
  • owobidub menulis:
    saya coba jawab ya mbak...
    1. mutu beton tidak sesuai dengan yang direncanakan....
    2. diameter tulangan & dimensi kolom tidak sesuai....
    3. desain struktur tidak sesuai dengan wilayah gempa yang terjadi......
    4. detailing penulangan biasanya salah (tidak sesuai dengan SNI Beton 2847 & SNI Gempa 1726)....syarat-syaratnya banyak mbak.....
    salah satunya adanya syarat panjang penyaluran, jarak antar sengkang, dll......

    di Jepang saat ini sedang berkembang penggunaan mass damper, jadi ketika gempa datang, mass damper tersebut menyerap sebagian gaya gempa tersebut, sehingga struktur utama tidak mengalami kerusakan parah.....

    bagaimana mbak...?


    [size=small]oo gitu ya... :) :thanks:

    Jadi karena mau ngirit budget, maka jenis kolom yang seharusnya dipergunakan didalam suatu perencanaan gedung banyak di down spek?
    wah... koq perijinannya tetap keluar ya? :confused:

    Itu yang mass damper apa mahal sekali? sepertinya Indonesia harus menggunakan juga sistem ini mengingat daerah kita juga banyak yang rawan gempa ya? :think:

    [/size]
  • 5551272 menulis:
    [size=small]oo gitu ya... :) :thanks:

    Jadi karena mau ngirit budget, maka jenis kolom yang seharusnya dipergunakan didalam suatu perencanaan gedung banyak di down spek?
    wah... koq perijinannya tetap keluar ya? :confused:

    Itu yang mass damper apa mahal sekali? sepertinya Indonesia harus menggunakan juga sistem ini mengingat daerah kita juga banyak yang rawan gempa ya? :think:

    [/size]

    iya mbak....spek nya banyak yang tidak sesuai.....
    untuk masalah ijin keluar biasanya ada sedikit "permainan" didalam......antara Perencana, Pengawas, Pelaksana dan Pihak Dinas....

    mass damper masih mahal mbak....dan penggunaanya belum familiar...
    info terakhir yang saya tau, sekitar 20 juta untuk 1 buah (bearing capacity=peredam goyangan yang diletakkan di pondasi)....

    sebenarnya bangunan di Indonesia terutama yang berada di wilayah gempa kuat perlu pake peredam goyangan tersebut....sosialisanya juga masih kurang mbak......
  • owobidub menulis:
    5551272 menulis:
    [size=small]oo gitu ya... :) :thanks:

    Jadi karena mau ngirit budget, maka jenis kolom yang seharusnya dipergunakan didalam suatu perencanaan gedung banyak di down spek?
    wah... koq perijinannya tetap keluar ya? :confused:

    Itu yang mass damper apa mahal sekali? sepertinya Indonesia harus menggunakan juga sistem ini mengingat daerah kita juga banyak yang rawan gempa ya? :think:

    [/size]

    iya mbak....spek nya banyak yang tidak sesuai.....
    untuk masalah ijin keluar biasanya ada sedikit "permainan" didalam......antara Perencana, Pengawas, Pelaksana dan Pihak Dinas....

    mass damper masih mahal mbak....dan penggunaanya belum familiar...
    info terakhir yang saya tau, sekitar 20 juta untuk 1 buah (bearing capacity=peredam goyangan yang diletakkan di pondasi)....

    sebenarnya bangunan di Indonesia terutama yang berada di wilayah gempa kuat perlu pake peredam goyangan tersebut....sosialisanya juga masih kurang mbak......

    [size=small]Mudah mudahan semua orang belajar dari kejadian gempa yang meluluhlantakkan berbagai daerah di Indonesia ya, sehingga orang orang yang bertanggung jawab terhadap lolosnya perijinan pembangunan gedung gedung sadar, bahwa banyak nyawa yang menjadi tanggung jawabnya jika gedung itu hancur diterjang gempa..

    Mahal tidaknya mass damper pasti tidak sebanding dengan mahalnya nyawa manusia khan? :wait:
    [/size]
  • 5551272 menulis:
    [size=small]Mudah mudahan semua orang belajar dari kejadian gempa yang meluluhlantakkan berbagai daerah di Indonesia ya, sehingga orang orang yang bertanggung jawab terhadap lolosnya perijinan pembangunan gedung gedung sadar, bahwa banyak nyawa yang menjadi tanggung jawabnya jika gedung itu hancur diterjang gempa..

    Mahal tidaknya mass damper pasti tidak sebanding dengan mahalnya nyawa manusia khan? :wait:
    [/size]

    iya mbak.....saya sepakat...:top:
  • Mo nanya dikit om,
    Untuk kolom beton 15/15 dengan slof beton, bila menggunakan besi yg diameternya sama boleh nggak?
    atau mempengaruhi strukturnya nggak?

    maaf masih awam
  • owobidub menulis:
    di Jepang saat ini sedang berkembang penggunaan mass damper, jadi ketika gempa datang, mass damper tersebut menyerap sebagian gaya gempa tersebut, sehingga struktur utama tidak mengalami kerusakan parah.....

    tambahin dikit yah... :D

    emmm..ada semacam densitas yang menyatu sama Damper tersebut..yaaa bisa dikatakan tiga kali lebih besar dari densitas air (densitas air pada temperatur normal sekitar 1 g/mL)
    tersusun dari partikel-partikel besi (carbonyliron) yang mengandung gugus karbonil, cairan pelarut, dan bahan-bahan aditif lainnya

    nggak lupa Kumparan elektromagnet ditempatkan di dalam damper untuk mengendalikan densitas itu tadi :)
    kira2 ada sekitar 5 liter Densitas dapat ditampung oleh damper...so, Bangunan juga dilengkapi dengan sensor getaran yang langsung mengirimkan sinyal pada komputer (saat ada getaran) supaya mengalirkan listrik pada damper...

    Damper bergerak-gerak dan mengeluarkan gaya untuk melawan getaran gempa. Densitas yang sudah berubah jadi padatan dapat menambah besarnya gaya yang bisa dihasilkan damper ini... Semakin besar getaran semakin besar pula arus listrik yang mengalir sehingga medan magnet yang tercipta semakin kuat... :wow: Kuatnya medan magnet ini menyebabkan semakin kerasnya padatan yang terbentuk sehingga damper bisa menghasilkan gaya yang lebih besar untuk melawan getaran gempa... Saat getaran gempa berhenti, komputer menghentikan aliran listrik pada elektromagnet sehingga medan magnetnya hilang dan padatan itu tadi berubah kembali menjadi cair....

    kira-kira yaa gitu itu cara kerjanya...kalo di Jepang mahhh..kayaknya udah hampir 80% gunain ini
  • jirep07 menulis:
    Mo nanya dikit om,
    Untuk kolom beton 15/15 dengan slof beton, bila menggunakan besi yg diameternya sama boleh nggak?
    atau mempengaruhi strukturnya nggak?

    maaf masih awam

    sesak dong jadinya ntar... :D
    yaaaa....itu akan mengaruhi struktur keseluruhan
  • apa pendapat sampeyan tentang Besi Banci yg dipakai sebagai kolom?
    gimana kekuatannya dibanding spek awal yg diminta? menghilang/berkurang umur/beban berapa persen?
  • DoD menulis:
    apa pendapat sampeyan tentang Besi Banci yg dipakai sebagai kolom?
    gimana kekuatannya dibanding spek awal yg diminta? menghilang/berkurang umur/beban berapa persen?

    menurut saya....
    kekuatannya akan menurun om.....sebab biasanya dalam perencanaan diameter yang digunakan untuk menghitung adalah diameter kelas A....jadi untuk menhitung kuat tekan dari kolom dipengaruhi oleh As (luas tulangan kolom).....

    Namun didalam SNI sudah ada faktor reduksi kekuatan dalam perhitungan, disitulah angka keamanan yang biasanya malah dimanfaatkan dalam pelaksanaan.....
  • jirep07 menulis:
    Mo nanya dikit om,
    Untuk kolom beton 15/15 dengan slof beton, bila menggunakan besi yg diameternya sama boleh nggak?
    atau mempengaruhi strukturnya nggak?

    maaf masih awam

    ya gpp....cuma nanti yang membedakan jumlah tulangannya.....kalau sloof tergantung dimensi baloknya (akibat bentang, kondisi tanah, jenis pondasi, dll)......jumlah tulangan sloof biasanya lebih banyak.....

    kalau kolom 15/15 (kolom praktis) fungsinya hanya untuk mengikat dinding aja.....

    perbedaan tulangan bisa mempengaruhi perilaku elemen beton dan akhirnya berpengaruh pada struktur global......
  • duh mantab banget walaupu sekarang aku blom ngerti tapi pasti taun depan aku mengerti!
  • [size=medium][align=justify]
    wah maw bantu jawab dah di jawab smua ma bro owobidub... :blah:
    wah gw dukung niii room ini... :top:


    [/align]
    [/size]
  • ucokfredy menulis:
    [size=medium][align=justify]
    wah maw bantu jawab dah di jawab smua ma bro owobidub... :blah:
    wah gw dukung niii room ini... :top:


    [/align]
    [/size]

    kalo ada jawaban lain gpp bro.....di share aja......

    biar kita bisa saling melengkapi......:top:
  • [size=medium][align=justify]

    oke nanti saya bantu kl ada masalah lagi deh... :blah: :blah:

    [/align]
    [/size]
  • ucokfredy menulis:
    [size=medium][align=justify]

    oke nanti saya bantu kl ada masalah lagi deh... :blah: :blah:

    [/align]
    [/size]

    siiip dech.....:thanks::thanks:
  • Aku tidak tahu bagaimana itu dibangun, tapi aku mengerti bahwa lebih baik dapat melindungi manusia, memungkinkan kita untuk menjaga lebih baik terhadap bencana alam. Ini tidak diragukan lagi adalah hal yang baik manusia.





    Yang jenis hadiah harus Anda beli untuk Hari Valentine? Jawabannya adalah mainan lucu mewah dengan bahan unggul dan pengisi, dan desain rumit juga. Sekarang, Hari Valentine mainan 2014(toyswill.com/happy-valentine-s-day-gifts-for-girlfriend.html) menjual seperti kue panas. Mungkin mainan mewah pasangan yang lebih menarik bagi pecinta. Apa yang Anda ragu-ragu untuk? Mengambil tindakan untuk memilih salah satu untuk satu sama lain.
  • mass damper... ada pembahasan khusus gan??
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori