Contact Us
News
Follow TELEGRAM Channel ForumBebas.com di alamat T.ME/FORUMBEBAS atau Facebook Fan Page dan Twitter Forumbebas .

Forum Bebas Indonesia

Apakah Isra Mi'raj Keajaiban yang rasional ??

Ada artikel lama yg menarik saya dari link2 ini

http://forumbebas.com/thread-35593.html
http://forumbebas.com/thread-35594.html
http://forumbebas.com/thread-35595.html
http://forumbebas.com/thread-35597.html

saya copas kesini biar enak diskusinya karena banyak saudara-saudara muslim yang mengatakan bahwa agama itu harus bisa diterima akal dan pikiran (rasionalitas) bukan hanya dengan iman :think:
[size=medium]BURAQ - Kendaraan Inter Dimensi
Menyambut Isra&Mi'raj


Dari peristiwa Mi'raj yang dialami oleh Rasulullah Muhammad Saw Al-Amin, banyak hal yang bisa kita ambil sebagai pelajaran, baik yang ada hubungannya dengan masalah ritual seperti shalat lima waktu, peristiwa yang diperlihatkan kepada Nabi Muhammad maupun yang ada hubungannya dengan ilmu pengetahuan seperti ilmu falak /Astonomi/, ilmu kedokteran dan sebagainya.

Menurut riwayat, sebelum Nabi berangkat untuk penerbangan jarak jauhnya dalam peristiwa Mi'raj itu, lebih dahulu Nabi dibedah dadanya untuk dibersihkan jantungnya oleh malaikat Jibril, maksud dibersihkan itu sendiri, secara ilmiah sebagai suatu persiapan kondisi jasmani (phisik)nya agar cukup dan mampu dalam menempuh penerbangan jarak jauh.

Sebab jantung merupakan alat vital bagi manusia terutama dalam memacu peredaran darah yang mana jantung ini bekerja tanpa henti-hentinya sejak dari kandungan sampai dengan akhir hayatnya.
Sepasang dokter Amerika yang terdiri dari suami istri, Dr. William Fisher & Dr. Anna Fisher mengatakan bahwa perkembangan ilmu kedokteran antariksa tengah memfokuskan penyelidikannya sehubungan dengan pembuluh darah jantung para astronot dan kondisi-kondisi tulang yang makin lemah setelah lama dalam ruang angkasa, ini membuktikan kebenaran dari peristiwa 'Pembedahan Dada' Nabi Muhammad Saw oleh dokter-dokter ahli langit yang ditunjuk oleh Allah Swt, yaitu para malaikat yang diketuai oleh Jibril as.
Dalam peristiwa pembedahan dan pembersihan jantung Nabi sebelum Mi'raj kiranya merupakan gambaran adanya pengertian bagi manusia umumnya untuk mempelajari ilmu kedokteran khususnya dalam bidang bedah dan anatomi serta ilmu kedokteran antariksa. Dan ternyata kemudian bedah jantung /pencangkokan jantung/ dan ilmu kedokteran antariksa oleh para ahli mulai diperkenalkan pada abad dua puluh.
Bagi umat Islam, nampaknya bukanlah hal yang baru jika saja mereka mau menghayati dan mempelajari apa-apa yang telah terjadi dan dialami oleh Rasul yang mereka cintai, Muhammad Saw.

Pada abad-abad kemajuan Islam dibidang teknologi dan ilmu pengetahuan, maka jelaslah bagi kita bahwa ahli-ahli kedokteran muslim telah memperlihatkan kemajuan yang pesat sekali. Buku-buku/kitab-kitab berbahasa Arab yang berisi ilmu-ilmu Tib /kedokteran/ benar-benar ilmiah dan orisinil.

Malahan sudah menjadi bahan pelajaran dinegara Eropa khususnya, ahli-ahli kedokteran yang termasyur misalnya saja Ibnu Sina /Aviccena/, Qorsh-'Ala'uddin, Ibnu An Nafis /dokter yang pertama kali mengajarkan peredaran darah/ dimana dalam tulisan itu dijelaskan secara sistematis bagaimana aliran darah mengalir dari hati kejantung melalui urat nadi paru-paru dan kemudian kembali lagi kehati.

Dari contoh diatas itulah kita sedikit banyak bisa mengambil kesimpulan bahwa dalam peristiwa pembedahan Nabi sebelum Mi'raj dapat diambil pelajaran dan memperoleh ilmu pengetahuan dan penyelidikan terutama dalam bidang ilmu bedah dan ilmu kedokteran antariksa. Begitupula misalnya dengan tidak menimbulkan bekasnya pada 'Bekas Jahitan' pada dada Nabi setelah pembedahan itu benar-benar petunjuk bagi manusia agar dapat menciptakan alat bedah yang benar-benar modern dengan sinar laser yang tercanggih.

Setelah Nabi dikuatkan baik mental maupun phisiknya, barulah beliau mengadakan perjalanan jauh sampai berjuta-juta tahun cahaya menempuhnya, namun ditempuh oleh Nabi hanya beberapa jam saja dalam peristiwa itu dengan berkendaraan Buraq.

Menurut sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Annas, Rasulullah menjelaskan bahwa Buraq itu adalah "Dabbah", yang menurut penafsiran bahasa Arab adalah suatu makhluk hidup berjasad, bisa laki-laki bisa perempuan, berakal dan juga tidak berakal.

Kalau dilihat dalam kamus bahasa, maka kita akan menemukan istilah "buraq" yang diartikan sebagai "Binatang kendaraan Nabi Muhammad Saw", dia berbentuk kuda bersayap kiri kanan. Dalam pemakaian umum "buraq" itu berarti burung cendrawasih yang oleh kamus diartikan dengan burung dari sorga (bird of paradise).

Sebenarnya "buraq" itu adalah istilah yang dipakai dalam AlQur'an dengan arti "kilat" termuat pada ayat 2/19, 2/20 dan 13/2 dengan istilah aslinya "Barqu".
Para sarjana telah melakukan penyelidikan dan berkesimpulan bahwa kilat atau sinar bergerak sejauh 186.000 mil atau 300 Kilometer perdetik. Dengan penyelidikan yang memakai sistem paralax, diketahui pula jarak matahari dari bumi sekitar 93.000.000 mil dan dilintasi oleh sinar dalam waktu 8 menit.
Jarak sedemikian besar disebut 1 AU atau satu Astronomical Unit, dipakai sebagai ukuran terkecil dalam menentukan jarak antar benda angkasa. Dan kita sudah membahas bahwa Muntaha itu letaknya diluar sistem galaksi bimasakti kita, dimana jarak dari satu galaksi menuju kegalaksi lainnya saja sekitar 170.000 tahun cahaya. Sedangkan Muntaha itu sendiri merupakan bumi atau planet yang berada dalam galaksi terjauh dari semua galaksi yang ada diruang angkasa.

Amatlah janggal jika kita mengatakan bahwa buraq tersebut dipahami sebagai binatang atau kuda bersayap yang dapat terbang keangkasa bebas. Orang tentu dapat mengetahui bahwa sayap hanya dapat berfungsi dalam lingkungan atmosfir planet dimana udara ditunda kebelakang untuk gerak maju kemuka atau ditekan kebawah untuk melambung keatas.
Udara begitu hanya berada dalam troposfir yang tingginya 6 hingga 16 Km dari permukaan bumi, padahal buraq itu harus menempuh perjalanan menembus luar angkasa yang hampa udara dimana sayap tak berguna malah menjadi beban. Dengan kecepatan kilat maka binatang kendaraan itu, begitu juga Nabi yang menaiki, akan terbakar dalam daerah atmosfir bumi, sebaliknya ketiadaan udara untuk bernafas dalam menempuh jarak yang sangat jauh sementara itu harus mengelakkan diri dari meteorities yang berlayangan diangkasa bebas.

Semua itu membuktikan bahwa Nabi Muhammad Saw bukanlah melakukan perjalanan mi'rajnya dengan menggunakan binatang ataupun hewan bersayap sebagaimana yang diyakini oleh orang selama ini.
Penggantian istilah dari Barqu yang berarti kilat menjadi buraq jelas mengandung pengertian yang berbeda, dimana jika Barqu itu adalah kilat, maka buraq saya asumsikan sebagai sesuatu kendaraan yang mempunyai sifat dan kecepatannya diatas kilat atau sesuatu yang kecepatannya melebihi gerakan sinar.

Menurut akal pikiran kita sehari-hari yang tetap tinggal dibumi, jarak yang demikian jauhnya tidak mungkin dapat dicapai hanya dalam beberapa saat saja.
Untuk menerobos garis tengah jagat raya saja memerlukan waktu 10 milyard tahun cahaya melalui galaksi-galaksi yang oleh Garnow disebut sebagai fosil-fosil jagad raya dan selanjutnya menuju alam yang sulit digambarkan jauhnya oleh akal pikiran dan panca indera manusia dengan segala macam peralatannya, karena belum atau bahkan tidak diketahui oleh para Astronomi, galaksi yang lebih jauh dari 20 bilyun tahun cahaya. Dengan kata lain mereka para Astronom tidak dapat melihat apa yang ada dibalik galaksi sejauh itu karena keadaannya benar-benar gelap mutlak.

Untuk mencapai jarak yang demikian jauhnya tentu diperlukan penambahan kecepatan yang berlipat kali kecepatan cahaya. Sayangnya kecepatan cahaya merupakan kecepatan yang tertinggi yang diketahui oleh manusia sampai hari ini atau bisa jadi karena parameter kecepatan cahaya belum terjangkau oleh manusia.

continued...[/size]
«1345678

Komentar

  • sambungan ..
    [size=medium]

    Namun kita mungkin bisa memberikan contoh analogi dari prinsip2 computer networking berikut :

    Protocol TCP / IP yang kita gunakan di Internet ini kita ibaratkan sebagai Buraq & ruh, fisik jasmaniah Nabi adalah paket data (e-mail misalnya) yang akan kita kirimkan ke ujung belahan dunia lain (dimensi Muntaha). Melalui proses enkripsi, enkode dan dekode yang dikapsulkan (capsulated) di dalam protocol TCP / IP (Buraq), paket data dapat melihat-lihat dan berjalan-jalan menelusuri jaringan Internet yang berbeda-beda dimensinya: lewat transmisi terrestrial (dimensi kabel, serat optik) kemudian di up link melalui transmisi satelit dan micro wave (dimensi radio link) hingga kembali ke bentuk dimensi asalnya teks di layar komputer.

    Dalam AlQur'an kita jumpai betapa hitungan waktu yang diperlukan oleh para malaikat dan ruh-ruh orang yang meninggal kembali kepada Tuhan:
    Naik malaikat-malaikat dan ruh-ruh kepadaNya dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun. (QS. 70:4)
    Kata "Ar-Ruh" pada ayat ini sering juga diartikan /diterjemahkan/ orang dengan Malaikat Jibril.
    Ukuran waktu dalam ayat diatas ada para ahli yang menyebut bahwa angka 50 ribu tahun itu menunjukkan betapa lamanya waktu yang diperlukan penerbangan malaikat dan Ar-Ruh untuk sampai kepada Tuhan.
    Namun bagaimanapun juga ayat itu menunjukkan adanya perbedaan waktu yang cukup besar antara waktu kita yang tetap dibumi dengan waktu malaikat yang bergerak cepat sesuai dengan pendapat para ahli fisika yang menyebutkan "Time for a person on earth and time for a person in hight speed rocket are not the same", waktu bagi seseorang yang berada dibumi berbeda dengan waktu bagi orang yang ada dalam pesawat yang berkecepatan tinggi.

    Perbedaan waktu yang disebut dalam ayat diatas dinyatakan dengan angka satu hari malaikat berbanding 50.000 tahun waktu bumi, perbedaan ini tidak ubahnya dengan perbedaan waktu bumi dan waktu elektron, dimana satu detik bumi sama dengan 1.000 juta tahun elektron atau 1 tahun Bima Sakti = 225 juta tahun waktu sistem solar.
    Jadi bila malaikat berangkat jam 18:00 dan kembali pada jam 06.00 pagi waktu malaikat, maka menurut perhitungan waktu dibumi sehari malaikat = 50.000 tahun waktu bumi. Dan untuk jarak radius alam semesta hingga sampai ke Muntaha dan melewati angkasa raya yang disebut sebagai 'Arsy Ilahi, 10 Milyard tahun cahaya diperlukan waktu kurang lebih 548 tahun waktu malaikat.

    Namun malaikat Jibril kenyataannya dalam peristiwa Mi'raj Nabi Muhammad Saw itu hanya menghabiskan waktu 1/2 hari waktu bumi /maksimum 12 Jam/ atau = 1/100.000 tahun Jibril.

    Kejadian ini nampaknya begitu aneh dan bahkan tidak mungkin menurut pengetahuan peradaban manusia saat ini, tetapi para ilmuwan mempunyai pandangan lain, suatu contoh apa yang dikemukakan oleh Garnow dalam bukunya Physies Foundations and Frontier antara lain disebutkan bahwa jika pesawat ruang angkasa dapat terbang dengan kecepatan tetap /cahaya/ menuju kepusat sistem galaksi Bima Sakti, ia akan kembali setelah menghabiskan waktu 40.000 tahun menurut kalender bumi. Tetapi menurut sipengendara pesawat /pilot/ penerbangan itu hanya menghabiskan waktu 30 tahun saja. Perbedaan tampak begitu besar lebih dari 1.000 kalinya.
    Contoh lain yang cukup populer, yaitu paradoks anak kembar, ialah seorang pilot kapal ruang angkasa yang mempunyai saudara kembar dibumi, dia berangkat umpamanya pada usia 0 tahun menuju sebuah bintang yang jaraknya dari bumi sejauh 25 tahun cahaya.
    Setelah 50 tahun kemudian sipilot tadi kembali kebumi ternyata bahwa saudaranya yang tetap dibumi berusia 49 tahun lebih tua, sedangkan sipilot baru berusia 1 tahun saja. Atau penerbangan yang seharusnya menurut ukuran bumi selama 50 tahun cahaya pulang pergi dirasakan oleh pilot hanya dalam waktu selama 1 tahun saja.
    Dari contoh-contoh diatas menunjukkan bahwa jarak atau waktu menjadi semakin mengkerut atau menyusut bila dilalui oleh kecepatan tinggi diatas yang menyamai kecepatan cahaya.

    Kembali pada peristiwa Mi'raj Rasulullah bahwa jarak yang ditempuh oleh Malaikat Jibril bersama Nabi Muhammad dengan Buraq menurut ukuran dibumi sejauh radius jagad raya ditambah jarak Sidratul Muntaha pulang pergi ditempuh dalam waktu maksimal 1/2 hari waktu bumi (semalam) atau 1/100.000 waktu Jibril atau sama dengan 10-5 tahun cahaya, yaitu kira-kira sama dengan 9,46 X 10 -23 cm/detik dirasakan oleh Jibril bersama Nabi Muhammad (bandingkan dengan radius sebuah elektron dengan 3 X 19-11 cm) atau kira-kira lebih pendek dari panjang gelombang sinar gamma.

    Nah, Barkah yang disebut dalam Qur'an yang melingkupi diri Nabi Muhammad Saw (sudah kita bahas pada pembahasan Mi'raj bagian ke-2) adalah berupa penjagaan total yang melindungi beliau dari berbagai bahaya yang dapat timbul baik selama perjalanan dari bumi atau juga selama dalam perjalanan diruang angkasa, termasuk pencukupan udara bagi pernafasan Rasulullah Saw selama itu dan lain sebagainya.

    Jadi, sekarang kita bisa mendeskripsikan tentang kendaraan bernama Buraq ini sedemikian rupa, apakah dia berupa sebuah pesawat ruang angkasa yang memiliki kecepatan diatas kecepatan sinar dan kecepatan UFO ?Ataukah dia berupa kekuatan yang diberikan Allah kepada diri Rasulullah Saw sehingga Rasul dapat terbang diruang angkasa dengan selamat dan sejahtera, bebas melayang seperti seorang Superman ?
    Saya sendiri berpendapat bahwa Buraq itu tentulah sebuah kendaraan penjelajah inter dimensi yang sempurna, yang seolah hidup sehingga Nabi Muhammad Saw mengkiaskannya sebagai suatu Dabbah.

    Dabbah, sebagai suatu wahana yang sanggup membungkus dan melindungi jasad Rasulullah sedemikian rupa sehingga sanggup melawan/mengatasi hukum alam dalam hal perjalanan dimensi. Sekaligus didalamnya tersedia cukup udara untuk pernafasan Nabi Muhammad Saw dan penuh dengan monitor-monitor yang memungkinkan Nabi untuk melihat keluar ataupun juga monitor-monitor yang bersifat "Futuristik", yaitu monitor yang memberikan gambaran kepada Rasulullah mengenai keadaan umatnya sepeninggal beliau nantinya.[/size]
  • sambungan ...

    [size=medium]Bukankah ada banyak juga hadist shahih yang mengatakan bahwa selama perjalanan menuju ke Muntaha itu Nabi Muhammad Saw telah diperlihatkan pemandangan-pemandangan yang luar biasa ?
    Apakah aneh bagi anda jika Nabi Muhammad Saw telah diperlihatkan oleh Allah (melalui monitor-monitor futuristik tersebut) terhadap apa-apa yang akan terjadi dikemudian hari ? Apakah anda akan mengingkari bahwa jauh setelah sepeninggal Rasul ada banyak sekali manusia-manusia yang mampu meramalkan ataupun melihat masa depan seseorang ?
    Dalam dunia komputer kita mengenal virtual reality (VR) yaitu penampakan alam nyata ke dalam dimensi multimedia digital yang sangat interaktif sehingga bagaikan keadaan sesungguhnya. Apakah tidak mungkin Rasulullah telah merasakan fasilitas VR dari Allah Swt untuk mempresentasikan kepada kekasihNya itu surga dan neraka yang dijanjikanNya ?

    Anda pasti pernah mendengar sebutan "Paranormal" bukan ?
    Jika anda mempercayai semua itu, maka apalah susahnya bagi anda untuk mempercayai bahwa hal itupun terjadi pada diri Rasulullah Saw, hanya saja bedanya bahwa semua itu merupakan gambaran asli dari Allah Swt yang sudah pasti kebenarannya tanpa bercampur dengan hal-hal yang batil.

    Hal ini juga bisa kita buktikan dengan banyaknya ramalan-ramalan Nabi terhadap keadaan umat Islam setelah beliau tiada dan menjadi kenyataan tanpa sedikitpun meleset ? Darimana Rasulullah dapat melakukannya jika tidak diperlihatkan oleh Allah sebelumnya ?
    Mari kita sama-sama menyimak akan firman Allah berikut ini :
    Allah memberikan kebijaksanaan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal. (QS. 2:269)
    Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar. (QS. 49:15)
    Hikmah dalam ayat 2:269 dan ayat-ayat lainnya, saya artikan sebagai kebijaksanaan yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya, kebijaksanaan ini berarti sangat luas, baik dalam bidang ilmu pengetahuan dunia atau akhirat, sebagai perwujudan dari Rahman dan RahimNya.

    Untuk itu, buanglah semua keraguan yang ada didalam hati kita terhadap semua yang telah dilakukan oleh Allah terhadap Nabi dan Rasul yang dikasihiNya, baik selama peristiwa Mi'raj, sesudahnya maupun sebelum itu, semoga kita termasuk orang-orang yang benar sebagaimana dimaksudkan dalam ayat 49:15 diatas.

    Pemandangan yang diterima oleh Nabi Muhammad Saw waktu itu juga bisa diklasifikasikan dalam golongan yang saya sebut sebagai "wahyu visi", dimana pada Rasulullah diberitakan apa-apa yang bakal terjadi sekaligus langsung diperlihatkan gambarannya secara jelas.
    Adapun "wahyu non-visi", itu bisa kita lihat pada surah 30 dimulai ayat 1 s.d ayat 6 yang menceritakan tentang kekalahan Persia dari kerajaan Romawi yang sudah saya tuangkan dalam artikel Kebenaran AlQur'an sebagai wahyu Allah, dimana Allah menceritakan kepada Nabi akan keadaan masa depan tanpa memperlihatkan gambaran secara visual kepadanya.

    Selanjutnya juga perihal tentang Hadist yang mengatakan bahwa didalam memasuki setiap lapisan langit, Jibril meminta izin kepada malaikat penjaga. Hal ini masih bisa diterima dengan akal pikiran sehat dan logis.
    Sekarang mari saya tuntun anda untuk memasuki pemandangan atau pendapat saya :
    Didalam Hadist disebutkan bahwa Nabi Muhammad Saw berangkat ke Muntaha dengan ditemani oleh malaikat Jibril yang didalam AlQur'an surah 53:6 dikatakan memiliki akal yang cerdas.Dan dalam perjalanan itu Nabi diberikan kendaraan bernama Buraq yang kecepatannya melebihi kecepatan sinar.Selanjutnya selama perjalanan Nabi banyak bertanya kepada malaikat Jibril tentang apa-apa yang diperlihatkan oleh Allah kepadanya, ini menunjukkan bahwa Nabi dan Jibril berada dalam jarak yang berdekatan.
    Sekarang, Tidak mungkinkah Jibril ini yang mengemudikan Buraq untuk menuju ke Muntaha ?Dalam kata lain, Jibril sebagai pilot dan Muhammad sebagai penumpang ?Bukankah Muhammad sendiri baru pertama kali itu mengadakan perjalanan ruang angkasa, sementara Jibril telah ratusan atau bahkan jutaan kali melakukannya didalam mengemban wahyu yang diamanatkan oleh Allah ?

    Jika dikatakan Nabi sebagai pilot, dari mana Nabi mengetahui arah tujuannya berikut tata cara pengemudian Buraq ini, apalagi ditambah dengan banyaknya visi-visi alias Virtual Reality yang diberikan oleh Allah kepada beliau selama perjalanan dan mengharuskannya mengajukan beragam pertanyaan kepada Jibril ?
    Ingat, dalam hal ini semua kita pandang sebagai hal yang logis dengan memakai logika manusia biasa. Untuk dapat mengemudikan pesawat, seseorang diharuskan untuk mempelajari terlebih dahulu tentang segala sesuatunya, dari persiapan pesawat, kemampuan mengemudi, kemampuan menghindarkan pesawat dari bahaya batu ruang angkasa, komet dan benda-benda langit lainnya.

    Nabi juga diharuskan konsentrasi penuh didalam mengemudikan Buraq dan tidak dapat diganggu oleh berbagai pembicaraan panjang lebar apalagi sampai memperhatikan visi-visi yang ada secara jelas dan lama.
    continued ... [/size]
  • sambungan ...
    [size=medium]Namun jika kita kembalikan pada pendapat saya semula bahwa Jibril dalam hal ini berlaku sebagai pilot dan Nabi sebagai penumpang, maka semua pertanyaan dan keraguan yang timbul akan hilang.
    Dalam hal ini Jibril adalah pilot terbang berpengalaman, ia juga sangat cerdas, sementara atas diri Nabi sendiri sudah diberikan oleh Allah Barqah disekeliling beliau, sehingga setiap perubahan yang terjadi dalam perjalanan, seperti goyangnya pesawat, tekanan gravitasi yang hilang, udara dan lain sebagainya tidak akan berpengaruh apa-apa pada diri Nabi yang mulia ini.

    Dan keadaan yang tanpa pengaruh apa-apa itu memungkinkan bagi Nabi untuk mengadakan pertanyaan-pertanyaan atas visi-visi yang dilihatnya itu sekaligus dapat melihatnya secara jelas/Virtual Reality .

    Kembali pada Jibril yang senantiasa meminta izin didalam memasuki setiap lapisan langit kepada malaikat penjaga, itu dikarenakan bahwa mereka tidak mengenali Jibril yang berada didalam Buraq itu, sehingga begitu Jibril menjawab, mereka baru bisa mengenali suaranya dan melakukan pendeteksian secara visi keadaan dalam Buraq sehingga nyatalah bahwa yang datang itu benar-benar Jibril.

    Didalam Hadist juga disebutkan bahwa malaikat penjaga langit itu juga menanyakan tentang identitas sosok manusia yang dibawa oleh malaikat Jibril, yang tidak lain dari Rasulullah Muhammad Saw. Dan dijelaskan oleh Jibril bahwa Rasulullah Saw diutus oleh Allah dan telah pula diperintahkan untuk naik ke Muntaha.(Hadist mengenai ini diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim dan dinyatakan oleh jumhur ulama dari ahlussunnah sebagai Hadist yang shahih).

    Hal ini memang berkesan lucu bagi sebagian orang, apalagi mengingat bahwa Nabi adalah manusia yang paling mulia yang mendapatkan kedudukan terhormat yang bisa dibuktikan dengan bersandingnya nama Allah dan nama beliau dalam dua buah khalimah syahadat yang tidak boleh dicampuri, ditambah atau dikurangi dengan berbagai nama lain karena tiada hak bagi makhluk lainnya mencampuri masalah ini.

    Namun justru saya melihat disitulah letak kebesaran Tuhan.Semuanya sengaja dipertunjukkan secara ilmiah kepada Nabi agar beliau dapat membuktikan sendiri betapa ketatnya penjagaan langit itu sebenarnya.

    Seperti yang sudah pernah saya singgung pada pembahasan Mi'raj Nabi Muhammad ke Muntaha 2, bahwa Muntaha itu terletak digalaksi terjauh, dimana Adam dulunya diciptakan dan ditempatkan pertama kali bersama istrinya.
    Tetapi sejak Adam bersama istrinya dan juga Jin serta Iblis diusir oleh Allah dari sana, maka penjagaan terhadap tempat tersebut diperketat sedemikian rupanya, sehingga tidak memungkinkan siapapun juga kecuali para malaikat untuk dapat memasukinya, seperti yang termuat dalam ayat ke-8,9 dan 10 dari surah 72 tersebut.
    "...Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu." (QS. 72:9)"...kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api." (QS. 72:8)"...Tetapi sekarang barang siapa yang mencoba mendengarkan tentu akan menjumpai panah api yang mengintai." (QS. 72:9)
    Dalam hal ini saya mengasumsikan bahwa yang disebut dengan lapisan langit pada Muntaha itu adalah berupa planet-planet yang terdekat dengan "bumi-muntaha", hal ini saya hubungkan dengan pernyataan Qur'an pada surah 72:9 bahwa Jin atau Iblis itu dapat menduduki beberapa tempat.
    Mampu menduduki tempat disana artinya mampu berdiam ditempat tersebut, dan karena tempat itu ganda (beberapa tempat), maka jelas tempat itu bukan Muntaha itu sendiri, namun tempat yang terdekat dari Muntaha.
    Sesuai dengan kajian saya sebelumnya, bahwa Muntaha itu berupa bumi yang disekitarnya juga terdapat planet-planet, maka planet-planet itulah tempat atau posisi para syaithan itu berdiam dahulunya untuk mencuri dengar berita-berita langit.
    Muntaha sendiri berarti "Dihentikan" atau bisa juga kita tafsirkan sebagai tempat terakhir dari semua urusan berlabuh. Tempat yang menjadi perbatasan segala pencapaian kepada Tuhan.

    Sidrah berarti "Teratai" yaitu bunga yang berdaun lebar, hidup dipermukaan air kolam atau telaga. Uratnya panjang mencapai tanah dasar air tersebut. Bilamana pasang naik, teratai akan ikut naik, dan bila pasang surut diapun akan turun, sementara uratnya tetap terhujam pada tanah dasar tempatnya bertumbuh.
    Teratai yang berdaun lebar menyerupai keadaan planet yang memiliki permukaan luas, sungguh harmonis untuk tempat kehidupan makhluk hidup. Teratai berurat panjang mencapai tanah dasar dimana dia tumbuh tidak mungkin bergerak jauh, menyerupai keadaan planet yang selalu berhubungan dengan matahari darimana dia tidak mungkin bergerak jauh dalam orbit zigzagnya dari garis ekliptik. Dan air dimana teratai berada menyerupai angkasa luas dimana semua planet yang ada mengorbit mengelilingi matahari.
    Atau bisa juga kita tafsirkan bahwa teratai berurat panjang mencapai tanah dasar adalah sebagai tempat dimana segala urusan keTuhanan diatur oleh Allah kepada para malaikatNya dan air dimana teratai berada itu adalah sebagai wilayah kekuasaan Ilahi yang Maha Luas yang biasa kita sebut sebagai 'Arsy Allah.

    Turun naik teratai dipermukaan air berarti orbit planet mengelilingi matahari berbentuk oval, bujur telur, dimana ada titik Perihelion yaitu titik terdekat pada matahari yang dikitarinya, begitupula ada titik Aphelion, titik terjauh dari matahari. Sewaktu planet berada di Aphelionnya dia bergerak lambat. Keadaan gerak demikian membantu kestabilan orbit setiap planet yang mulanya hanya didasarkan atas kegiatan magnet yang dimilikinya saja.

    Titik Perihelion Muntaha bisa kita tafsirkan dengan titik terdekat semua urusan, termasuk malaikat dengan Allah, dan titik Aphelion bisa kita tafsirkan sebagai turunnya urusan yang diembankan oleh Allah itu menuju kepada ketetapanNya yang berarti berada jauh meninggalkan Muntaha namun tidak berarti jauh dari Tuhan.

    Selanjutnya, sebagaimana yang tercantum dalam AlQur'an, sesampai Rasulullah Muhammad Saw Al-Amin di Muntaha itu, beliau bisa melihat malaikat Jibril kembali kedalam bentuknya yang asli (surah 53:13-14).Ini berarti bahwa dalam perjalanan dari bumi hingga Muntaha, Jibril masih dalam wujudnya yang lain !
    Muncullah berbagai pikiran dalam benak anda, bahwa dengan pendapat saya ini, seolah saya mengatakan bahwa Allah juga bertempat tinggal di Muntaha itu. Dan Allah terikat dengan ruang dan waktu
    Sama sekali tidak demikian.!!!Apakah anda juga akan berpandangan bahwa Allah itu bertempat diatas awan sebab ada ayat dalam AlQur'an bahwa Allah menampakkan dzatNya kepada sebuah bukit yang akhirnya hancur luluh dan menyebabkan Nabi Musa as jatuh pingsan ? (QS. 7:143)
    Bagaimana pendapat anda mengenai hal tersebut ?
    Tentu anda akan menjawab bahwa Allah tidaklah berada diawan hanya karena Dia menampakkan dzatNya kepada bukit tersebut atas permintaan Nabi Musa, nah begitu juga halnya dengan saya.

    "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya."(QS. 50:16)Allah tidak berarti berdiam di Muntaha, meskipun Muntaha itu merupakan bumi terjauh dan terpinggir dalam bentangan alam semesta sekaligus sebagai dimensi tertinggi, dimana mayoritas malaikat berada disana sembari memuji dan bertasbih kepada Allah, ia hanyalah sebagai suatu tempat ciptaan Allah yang pada hari kiamat kelak akan dileburkan pula dan semua isinya, termasuk para malaikat itu akan mati kecuali siapa yang dikehendakiNya saja (QS. 27:87), hanya Allah sajalah satu-satunya dimensi Tertinggi yang kekal dan abadi (QS. 2:255). Wallahu alam ...***Wink
    [/size]
  • dari yg saya kutipkan (quote) terlihat bahwa hal ini tidak bisa dinalar jadi agama bukan hanya rasionalitas (akal dan pikiran) saja :) silahkan bagi saudara2 muslim yang mengagungkan akal dan pikiran dalam beragama meresponnya
  • KUN FA YAKUN........:top::top::top::top::top:
  • wah may.....kalau mau bicara rasional dan irasional.

    Kematian Tuhan Yesus adalah keajaiban yang irasional ....

    Tuhan kok mati........:ngakak:

    ah manusia manusia......obok ...obok trus....:D
  • brainwashed menulis:
    wah may.....kalau mau bicara rasional dan irasional.

    Kematian Tuhan Yesus adalah keajaiban yang irasional ....

    Tuhan kok mati........:ngakak:

    ah manusia manusia......obok ...obok trus....:D

    justru itu brain belakangan ini para peserta diskusi di GFT selalu mengatakan bahwa agama harus bisa diterima oleh akal dan pikiran (kenapa nggak jadi warga akal ya :blah: ) kalau hanya beriman berarti agamanya yg salah :grin: nah sekarang sekali lagi saya lontarkan bagi [size=large]siapapun yang mengagungkan akal dan pikirannya (terutama bagi warga GFT bukan warga Akal :D ) dalam beragama, mungkinkah beragama hanya dengan memakai akal dan pikiran ????[/size] :)
  • tuing tuing...ada yang konsleting dan nggak nyambung. cuci muka dulu,brain.
  • maylo01 menulis:
    dari yg saya kutipkan (quote) terlihat bahwa hal ini tidak bisa dinalar jadi agama bukan hanya rasionalitas (akal dan pikiran) saja :) silahkan bagi saudara2 muslim yang mengagungkan akal dan pikiran dalam beragama meresponnya

    jawaban masalah ini silahkan merujuk tulisan mbah CECEP tentang Mukjizat, meskipun tulisan mbah Cecep terkesan banyolan, tapi ada makna khusus mendalam dalam tulisan tersebut.

    dan juga silahkan membaca Alquran bicara kloning

    Apakah tentang penciptaan Adam, Hawa dan kelahiran Isa juga irasional?
    jika iya berati manusia sekarang pun makhluk yang irasional, yang berarti "tiada".

    Jika agama kristen menyatakan sebagai agama paling rasional,
    dimanakah kuburan Yesus dan hasil lacak DNA nya?
    Apakah DNA Yesus sama dengan DNA TUHAN?

    Hal tersebut akan berkaitan dengan thread TAFSIR Yohanes 5:19-47 tentang PENGHAKIMAN ISA di akhir zaman

    Namun saya hanya menambahkan bahwa ada makna tersembunyi tentang Isra' dan Mi'raj.
    Kenapa rasulullah diberangkatkan ke Masjidil Aqsa sebekum beliau Mi'raj ke sidratul Muntaha?
    Apakah ada hubungannya dengan bantahan terhadap klaim kristiani tentang perjanjian antara Allah dan abraham?
  • jelas agama kristen agama yang paling tidak rasional...
    that's why banyak pertanyaan untuk agama kristen(akal).

    justru agama islam yang 'menyatakan' agama yg paling rasional,karena semua bisa di nalar pake akal.
    makanya sodara may may bertanya tentang hal ini.
  • brainwashed menulis:
    jelas agama kristen agama yang paling tidak rasional...
    that's why banyak pertanyaan untuk agama kristen(akal).

    justru agama islam yang 'menyatakan' agama yg paling rasional,karena semua bisa di nalar pake akal.
    makanya sodara may may bertanya tentang hal ini.

    Brain jangan merubah Nick name member,
    Nick name maylo01 bukan may may................... sori OOT lanjut
  • Ciek menulis:
    brainwashed menulis:
    jelas agama kristen agama yang paling tidak rasional...
    that's why banyak pertanyaan untuk agama kristen(akal).

    justru agama islam yang 'menyatakan' agama yg paling rasional,karena semua bisa di nalar pake akal.
    makanya sodara may may bertanya tentang hal ini.

    Brain jangan merubah Nick name member,
    Nick name maylo01 bukan may may................... sori OOT lanjut

    may may itu panggilan sayang saya untuk maylo.....
    apa sodara ciek selingkuhannya maylo sehingga rada keberatan?....:ngakak:
  • brainwashed menulis:
    Ciek menulis:
    brainwashed menulis:
    jelas agama kristen agama yang paling tidak rasional...
    that's why banyak pertanyaan untuk agama kristen(akal).

    justru agama islam yang 'menyatakan' agama yg paling rasional,karena semua bisa di nalar pake akal.
    makanya sodara may may bertanya tentang hal ini.

    Brain jangan merubah Nick name member,
    Nick name maylo01 bukan may may................... sori OOT lanjut

    may may itu panggilan sayang saya untuk maylo.....
    apa sodara ciek selingkuhannya maylo sehingga rada keberatan?....:ngakak:

    :ngakak: :ngakak:
    saya keberatan krn maylo doang yang punya panggilan sayang dari kamu kok saya tdk :ngakak: :ngakak:
    udah ah entar makin oot dimaraihin sama yang bikin TS
  • Sebelum dilanjutkan, pertanyaan buat Ts nya? Anda sudah memahami isra Mi'raj? Bagian mana yang menurut anda tidak irasional?
    Silahkan dilanjutkan, dan harap Anda juga bertanggung jawab dengan Tread Anda ini.
    top%20secret.gif
  • Malahan quote-an May mengindikasikan bahwa hal tsb rasional...Mengajak manusia buat berpikir ttg hikmah yg tersembunyi pd peristiwa tsb...Lihat aja analisa dr pembuat artikel...Boleh jd manusia d zaman Rasulullah blm bs menerima analisa sprti artikel tsb krn blm majunya iptek, tetapi manusia generasi mendatanglah yg lambat laun menguak hikmahnya...Contohnya saja Rasulullah mendeskripsikan buraq sbg kuda yg tdk biasa, memiliki power yg lebih dan bersayap. Hal ini disesuaikan dgn pemikiran manusia di zaman beliau dulu, coba seumpama buraq itu disebutkan oleh beliau sbg pesawat ulang alik, tentu kebingungan, ga sesuai nalar mereka...

    Makanya ada anjuran berpikirlah bukan berakallah, la wong manusia emg punya akal...
    Juga bukan ngakali :D
  • ngambokgerot menulis:
    maylo01 menulis:
    dari yg saya kutipkan (quote) terlihat bahwa hal ini tidak bisa dinalar jadi agama bukan hanya rasionalitas (akal dan pikiran) saja :) silahkan bagi saudara2 muslim yang mengagungkan akal dan pikiran dalam beragama meresponnya

    jawaban masalah ini silahkan merujuk tulisan mbah CECEP tentang Mukjizat, meskipun tulisan mbah Cecep terkesan banyolan, tapi ada makna khusus mendalam dalam tulisan tersebut.

    dan juga silahkan membaca Alquran bicara kloning

    Apakah tentang penciptaan Adam, Hawa dan kelahiran Isa juga irasional?
    jika iya berati manusia sekarang pun makhluk yang irasional, yang berarti "tiada".

    Jika agama kristen menyatakan sebagai agama paling rasional,
    dimanakah kuburan Yesus dan hasil lacak DNA nya?
    Apakah DNA Yesus sama dengan DNA TUHAN?

    Hal tersebut akan berkaitan dengan thread TAFSIR Yohanes 5:19-47 tentang PENGHAKIMAN ISA di akhir zaman

    Namun saya hanya menambahkan bahwa ada makna tersembunyi tentang Isra' dan Mi'raj.
    Kenapa rasulullah diberangkatkan ke Masjidil Aqsa sebekum beliau Mi'raj ke sidratul Muntaha?
    Apakah ada hubungannya dengan bantahan terhadap klaim kristiani tentang perjanjian antara Allah dan abraham?
    bro ngambok saya tidak pernah menatakan bahwa agama kristen atau islam adalah agama yg rasional ataupun irasional.
    yg saya tekankan adalah tidak semua hal bisa diterima dengan akal dan pikiran terutama dalam hal agama.
    a_w menulis:
    Sebelum dilanjutkan, pertanyaan buat Ts nya? Anda sudah memahami isra Mi'raj? Bagian mana yang menurut anda tidak irasional?
    Silahkan dilanjutkan, dan harap Anda juga bertanggung jawab dengan Tread Anda ini.
    top%20secret.gif

    yang saya katakan tidak irasional adalahnya [size=large]BURAQ[/size]-nya, peristiwanya apakah rasional ???
    say tetap bertanggung jawab terhadap thread yg saya buat saya tidak pernah melarikan diri dari apa yg saya buat dan tuliskan. :) coba cek thread2 saya terutama di GFT ini :peace:
    donekc menulis:
    Malahan quote-an May mengindikasikan bahwa hal tsb rasional...Mengajak manusia buat berpikir ttg hikmah yg tersembunyi pd peristiwa tsb...Lihat aja analisa dr pembuat artikel...Boleh jd manusia d zaman Rasulullah blm bs menerima analisa sprti artikel tsb krn blm majunya iptek, tetapi manusia generasi mendatanglah yg lambat laun menguak hikmahnya...Contohnya saja Rasulullah mendeskripsikan buraq sbg kuda yg tdk biasa, memiliki power yg lebih dan bersayap. Hal ini disesuaikan dgn pemikiran manusia di zaman beliau dulu, coba seumpama buraq itu disebutkan oleh beliau sbg pesawat ulang alik, tentu kebingungan, ga sesuai nalar mereka...

    Makanya ada anjuran berpikirlah bukan berakallah, la wong manusia emg punya akal...
    Juga bukan ngakali :D
    :blah: nah itulah bro donekc artinya apa ?? kalau saya melihat bahwa ini hanya bisa dipahami dengan [size=x-large]iman [/size] tidak bisa dilogikakan entah 100 tahun lagi. lihat teks terakhir yg di tulis oleh penulisnya [size=x-large]Wallahu alam [/size]
  • maylo01 menulis:
    brainwashed menulis:
    wah may.....kalau mau bicara rasional dan irasional.
    Kematian Tuhan Yesus adalah keajaiban yang irasional ....
    Tuhan kok mati........:ngakak:
    ah manusia manusia......obok ...obok trus....:D

    justru itu brain belakangan ini para peserta diskusi di GFT selalu mengatakan bahwa agama harus bisa diterima oleh akal dan pikiran (kenapa nggak jadi warga akal ya :blah: ) kalau hanya beriman berarti agamanya yg salah :grin: nah sekarang sekali lagi saya lontarkan bagi [size=large]siapapun yang mengagungkan akal dan pikirannya (terutama bagi warga GFT bukan warga Akal :D ) dalam beragama, mungkinkah beragama hanya dengan memakai akal dan pikiran ????[/size] :)

    wah, enaknya dibahas ala GFT atau ala AKAL nih?
    Bisa lintas room/forum nih. Pentolan AKAL turun disini, smeentara penghuni GFT?
    tapi bahasan menarik, gue baca aja yak.
    AKAL http://www.forumbebas.com/forum-72.html
  • Pertanyaan sederhana saja buat TS nya, dulu sebelum pesawat terbang di temukan, ide mengenai pesawat terbang menurut anda rasional atau irasional? Dulu ide orang terbang ke luar angkasa bahkan ke bulan menurut anda rasional atau irasional?
  • DoD menulis:
    maylo01 menulis:
    brainwashed menulis:
    wah may.....kalau mau bicara rasional dan irasional.
    Kematian Tuhan Yesus adalah keajaiban yang irasional ....
    Tuhan kok mati........:ngakak:
    ah manusia manusia......obok ...obok trus....:D

    justru itu brain belakangan ini para peserta diskusi di GFT selalu mengatakan bahwa agama harus bisa diterima oleh akal dan pikiran (kenapa nggak jadi warga akal ya :blah: ) kalau hanya beriman berarti agamanya yg salah :grin: nah sekarang sekali lagi saya lontarkan bagi [size=large]siapapun yang mengagungkan akal dan pikirannya (terutama bagi warga GFT bukan warga Akal :D ) dalam beragama, mungkinkah beragama hanya dengan memakai akal dan pikiran ????[/size] :)

    wah, enaknya dibahas ala GFT atau ala AKAL nih?
    Bisa lintas room/forum nih. Pentolan AKAL turun disini, smeentara penghuni GFT?
    tapi bahasan menarik, gue baca aja yak.
    AKAL http://www.forumbebas.com/forum-72.html

    ini kan GFT ndan...biarlah warga GFT yang mendiskusikan ini,dan saya rasa saudara maylo tidak akan lari dari setiap pembahasan.

    warga AKAL paling cuma ngomporin aja...biar suasana tambah hangat...:blah:
  • saya coba bantu yah may :

    Ada 3 aliran yang tentang peristiwa ini :

    1. Aliran yang berpendapat Isra Miraj adalah kejadian nyata.
    Ini yang paling berat, karena membuat semua ahli sejarah Islam jungkir balik kebingungan. Karena sampai Muhammad SAW wafat yaitu 12 Rabiul awwal tahun 11 Hijriah atau 8 Juni 632 Masehi, Masjidil Aqsa di Yerusalem belum dibangun!

    Seperti kita ketahui, Masjidil Aqsa itu mulai dibangun oleh Kalifah Umayah pada tahun 691 Masehi!!! Diselesaikan pembangunannya oleh Kalifah Walid pada tahun 715 Masehi

    Perjalanan Isra Miraj ini dilakukan Nabi SAW pada tahun ke 11 , ini berarti terjadi pada 620 Masehi!. Ini berarti ada selisih 71 tahun! Bahkan sampai Nabi wafat pun Masjidil Aqsa belum dibangun Selisihnya masih 59 tahun!

    2. Aliran yang berpendapat Israa Miraj adalah mimpi.
    Aliran ini statusnya lebih aman, dari aliran yang menjadi rivalnya. Karena peristiwa ini dianggap sebagai isyarat bahwa Nabi SAW beserta ummat kemudian hari menjadi akan mencapai martabat yang tinggi dan menjadi ummat yang besar.

    3. Aliran yang berpendapat Israa Miraj adalah Nyata dan mimpi
    Aliran ini aliran bingung,tidak jelas,masa bodoh,ga ada ilmunya,tapi ngotot,aliran yang ketiga ini yang paling berbahaya....:D
  • Islam adalah agama yang menjujung tinggi akal dan fikiran bahkan agama Islam hanya diperuntukan bagi orang yang punya akal fikiran yaitu dewasa/akil baligh dan tidak terganggu fikirannya, bagi yang belum dewasa atau terganggu fikirannya tidak ada tanggung jawab baginya.

    kebenaran ilmu adalah selama bisa dibuktikan, baru bisa diterima akal/fikiran. Selama ini perjalanan empirik manusia selalu berkembang mulai dari yang tidak diketahui/dikenal/dipercayai sampai akhirnya diketahui/dipercayai. seperti bumi ini bulat yang dulu ditolak oleh gereja akhirnya diterima dan diakui kebenarannya setelah dibuktikan oleh galileo galilei. Justru masuk akal dulu baru bisa dibuktikan karena jika tidak masuk akal pasti orang tidak mau membuktikannya sebab apa yang mau dibuktikan ? seperti galileo galilei menyatakan bahwa bumi itu bulat sebab itulah yang masuk akal bagi dia lengkap dengan alasannya.

    Banyak informasi dari Al-Qur'an itu yang belum tergali namun bukan berarti tidak masuk akal contoh. informasi urutan kejadian manusia dibawah ini sukar dipercayai sekitar abad ke 7 yang lalu, dan apakah karena belum dibuktikan lalu dikatakan tidak rasional ? sekarang semuanya berkata inilah yang sebenarnya terjadi padahal Al-Qur'an sudah menginformasikan ini beberapa abad yang lalu, info-nya :
    n20abc.jpg
    2s0dzlv.jpg
    ddzwxg.jpg
    sekarang itulah yang dilakukan oleh ilmuwan barat seperti mencoba menciptakan teknologi WRAP (melipat ruang/jarak), tentu karena itu masuk akal lah maka dilakukan penelitian ke arah itu.

    silahkan baca informasi di forum sain di http://www.forumsains.com/astronomi-dan-kosmologi/ayo-yang-merasa-pinter-aku-mau-tanya-nih!/
  • DoD menulis:

    wah, enaknya dibahas ala GFT atau ala AKAL nih?
    Bisa lintas room/forum nih. Pentolan AKAL turun disini, smeentara penghuni GFT?
    tapi bahasan menarik, gue baca aja yak.
    AKAL http://www.forumbebas.com/forum-72.html

    kedua-duanya bro :)
    a_w menulis:
    Pertanyaan sederhana saja buat TS nya, dulu sebelum pesawat terbang di temukan, ide mengenai pesawat terbang menurut anda rasional atau irasional? Dulu ide orang terbang ke luar angkasa bahkan ke bulan menurut anda rasional atau irasional?
    semua ide adalah irasional sampai bisa terwujud baru menjadi rasional.
    nah untuk peristiwa ini ???
    brainwashed menulis:

    warga AKAL paling cuma ngomporin aja...biar suasana tambah hangat...:blah:
    :blah:
    brainwashed menulis:
    saya coba bantu yah may :

    Ada 3 aliran yang tentang peristiwa ini :

    1. Aliran yang berpendapat Isra Miraj adalah kejadian nyata.
    Ini yang paling berat, karena membuat semua ahli sejarah Islam jungkir balik kebingungan. Karena sampai Muhammad SAW wafat yaitu 12 Rabiul awwal tahun 11 Hijriah atau 8 Juni 632 Masehi, Masjidil Aqsa di Yerusalem belum dibangun!

    Seperti kita ketahui, Masjidil Aqsa itu mulai dibangun oleh Kalifah Umayah pada tahun 691 Masehi!!! Diselesaikan pembangunannya oleh Kalifah Walid pada tahun 715 Masehi

    Perjalanan Isra Miraj ini dilakukan Nabi SAW pada tahun ke 11 , ini berarti terjadi pada 620 Masehi!. Ini berarti ada selisih 71 tahun! Bahkan sampai Nabi wafat pun Masjidil Aqsa belum dibangun Selisihnya masih 59 tahun!

    2. Aliran yang berpendapat Israa Miraj adalah mimpi.
    Aliran ini statusnya lebih aman, dari aliran yang menjadi rivalnya. Karena peristiwa ini dianggap sebagai isyarat bahwa Nabi SAW beserta ummat kemudian hari menjadi akan mencapai martabat yang tinggi dan menjadi ummat yang besar.

    3. Aliran yang berpendapat Israa Miraj adalah Nyata dan mimpi
    Aliran ini aliran bingung,tidak jelas,masa bodoh,ga ada ilmunya,tapi ngotot,aliran yang ketiga ini yang paling berbahaya....:D
    :think: jadi sekarang gimana?? banyakan yg aliran ke 3 kali ya :peace:

    intinya udah nyambungkan brain ;)
  • My Way menulis:
    Islam adalah agama yang menjujung tinggi akal dan fikiran bahkan agama Islam hanya diperuntukan bagi orang yang punya akal fikiran yaitu dewasa/akil baligh dan tidak terganggu fikirannya untuk dua hal diatas tidak ada tanggung jawab baginya.

    kebenaran ilmu adalah selama bisa dibuktikan, baru bisa diterima akal/fikiran. Selama ini perjalanan empirik manusia selalu berkembang mulai dari yang tidak diketahui/dikenal/dipercayai sampai akhirnya diketahui/dipercayai. seperti bumi ini bulat yang dulu ditolak oleh gereja akhirnya diterima dan diakui kebenarannya setelah dibuktikan oleh galileo galilei. Justru masuk akal dulu baru bisa dibuktikan karena jika tidak masuk akal pasti orang tidak mau membuktikannya sebab apa yang mau dibuktikan ? seperti galileo galilei menyatakan bahwa bumi itu bulat sebab itulah yang masuk akal bagi dia lengkap dengan alasannya.

    Banyak informasi dari Al-Qur'an itu yang belum tergali namun bukan berarti tidak masuk akal contoh. informasi urutan kejadian manusia dibawah ini sukar dipercayai sekitar abad ke 7 yang lalu, dan apakah karena belum dibuktikan lalu dikatakan tidak rasional ? sekarang semuanya berkata inilah yang sebenarnya terjadi padahal Al-Qur'an sudah menginformasikan ini beberapa abad yang lalu, info-nya :
    n20abc.jpg
    2s0dzlv.jpg
    ddzwxg.jpg

    sekarang itulah yang dilakukan oleh ilmuwan barat seperti mencoba menciptakan teknologi WRAP (melipat ruang/jarak), tentu karena itu masuk akal lah maka dilakukan penelitian ke arah itu.

    silahkan baca informasi di forum sain di http://www.forumsains.com/astronomi-dan-kosmologi/ayo-yang-merasa-pinter-aku-mau-tanya-nih!/

    :) makasih atas infonya tapi untuk thread ini kita coba bahas soal Israa Miraaj. karena ini adalah salah satu moment penting bagi umat Islam. nggak lama lagi saya off mungkin sampai hari senin jadi bro a_w jangan berpikir saya kabur dari thread tapi karena keterbatasan koneksi (hanya di kantor :D ) saya baru bisa on. dirumah udah nggak ada inet lagi
  • Mau tanya ke Ts nya batasan antara irasional dan rasional apa?
    menurut anda 1+1= 2 itu rasional atau irasional, jika irasional maka apa yang anda alasanya, jika rasional apa yang menjadi alasan anda?
  • a_w menulis:
    Mau tanya ke Ts nya batasan antara irasional dan rasional apa?
    menurut anda 1+1= 2 itu rasional atau irasional, jika irasional maka apa yang anda alasanya, jika rasional apa yang menjadi alasan anda?

    :blah: sorry bro a_w yg kita bahas disini peristiwa Israa Miraaj bukan matematika yg merupakan ilmu pasti
    Rasional kata diambil dari bahasa inggris rational yang mempunyai definisi yaitu dapat diterima oleh akal dan pikiran dapat ditalar sesuai dengan kemampuan otak.Hal-hal yang rasional adalah suatu hal yang di dalam prosesnya dapat dimengerti sesuai dengan kenyataan dan realitas yang ada.Biasanya kata rasional ditujukan untuk suatu hal atau kegiatan yang masuk diakal dan diterima dengan baik oleh masyarakat . Rasional juga berarti norma - norma yang sudah baku di dalam masyarakat dan telah menjadi suatu hal yang biasa dan permanen

    nah itu definisi rasional dari/menurut om wiki
    http://id.wikipedia.org/wiki/Rasional

    apakah peristiwa Israa Miraaj rasional ???
    yg saya quote di awal mencoba menjelaskan secara rasional dan ternyata belum bisa dikatakan bahwa peristiwa itu rasional (terutama Buraqnya) no offense sekarang coba menurut anda sendiri gimana???

    dari awal saya katakan bahwa [size=xx-large]agama tidak bisa sepenuhnya dirasionalkan berdasarkan akal dan pikiran. sebagian bisa sebagian lagi mungkin belum dan yg belumnya itu hanya bisa kita Imani dan Amini [/size]bahwa benar adanya :)
  • betul peristiwa penting,ini juga berawalnya turunnya perintah sholat....:D
  • Menurut pendapat saya pribadi, jawabanya rasional

    (17:1). Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

    Dari kacamata ilmu modern, perjalanan Nabi keluar angkasa dimalam hari justru tepat sekali karena bila beliau diberangkatkan saat siang hari maka beliau naik menuju matahari yang menjadi pusat orbit semua planet dalam sistem matahari kita. Kenyataan ini tidak dapat disebut bahwa Nabi telah berangkat naik akan tetapi sebenarnya beliau justru turun karena semakin dekat kita pada pusat orbit atau pusat rotasi maka kita tidak sedang naik namun sedang turun, seandainya orang naik dari bumi menuju Planet Jupiter atau Saturnus hendaklah dia berangkat waktu malam yaitu bergerak dengan menjauhi matahari selaku titik yang paling bawah dalam tata surya kita.

    Maka pendapat saya adalah rasional. Terlihat jelas alur keberangkatan Nabi, Kapan Waktu berangkat, Tempat awal berangkat - Tujuan Akhir berangkat. Sebab itulah otak saya mengatakan itu rasional.

    Gitu ya bang Maylo01, mungkin teman teman yang memiliki pendapat irasional dapat membantu bung Maylo01magnifier.gif
  • maylo01 menulis:
    donekc menulis:
    Malahan quote-an May mengindikasikan bahwa hal tsb rasional...Mengajak manusia buat berpikir ttg hikmah yg tersembunyi pd peristiwa tsb...Lihat aja analisa dr pembuat artikel...Boleh jd manusia d zaman Rasulullah blm bs menerima analisa sprti artikel tsb krn blm majunya iptek, tetapi manusia generasi mendatanglah yg lambat laun menguak hikmahnya...Contohnya saja Rasulullah mendeskripsikan buraq sbg kuda yg tdk biasa, memiliki power yg lebih dan bersayap. Hal ini disesuaikan dgn pemikiran manusia di zaman beliau dulu, coba seumpama buraq itu disebutkan oleh beliau sbg pesawat ulang alik, tentu kebingungan, ga sesuai nalar mereka...

    Makanya ada anjuran berpikirlah bukan berakallah, la wong manusia emg punya akal...
    Juga bukan ngakali :D
    :blah: nah itulah bro donekc artinya apa ?? kalau saya melihat bahwa ini hanya bisa dipahami dengan [size=x-large]iman [/size] tidak bisa dilogikakan entah 100 tahun lagi. lihat teks terakhir yg di tulis oleh penulisnya [size=x-large]Wallahu alam [/size]

    Justru itu keimanan membawa seseorang kepada sikap hidup yg memandang Tuhan sebagai tempat bergantung, tempat mengadu dan tempat memohon...Jika seseorang mengalami kegagalan, bukan berarti harus berputus asa. Keimanan akan mengarahkan untuk mengoreksi/introspeksi diri, apakah yg telah dilakukan sudah sesuai dengan hukum2 Allah yg pasti. Jika sudah sesuai dengan hukum-hukum Allah namun masih mengalami kegagalan maka yg perlu diperhatikan adalah hikmah dibalik kegagalan tersebut....
  • brainwashed menulis:
    betul peristiwa penting,ini juga berawalnya turunnya perintah sholat....:D
    :top:
    a_w menulis:
    Menurut pendapat saya pribadi, jawabanya rasional

    (17:1). Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

    Dari kacamata ilmu modern, perjalanan Nabi keluar angkasa dimalam hari justru tepat sekali karena bila beliau diberangkatkan saat siang hari maka beliau naik menuju matahari yang menjadi pusat orbit semua planet dalam sistem matahari kita. Kenyataan ini tidak dapat disebut bahwa Nabi telah berangkat naik akan tetapi sebenarnya beliau justru turun karena semakin dekat kita pada pusat orbit atau pusat rotasi maka kita tidak sedang naik namun sedang turun, seandainya orang naik dari bumi menuju Planet Jupiter atau Saturnus hendaklah dia berangkat waktu malam yaitu bergerak dengan menjauhi matahari selaku titik yang paling bawah dalam tata surya kita.

    Maka pendapat saya adalah rasional. Terlihat jelas alur keberangkatan Nabi, Kapan Waktu berangkat, Tempat awal berangkat - Tujuan Akhir berangkat. Sebab itulah otak saya mengatakan itu rasional.

    Gitu ya bang Maylo01, mungkin teman teman yang memiliki pendapat irasional dapat membantu bung Maylo01magnifier.gif
    :thanks: siapa lagi yang mau menambahkan
    donekc menulis:
    maylo01 menulis:
    donekc menulis:
    Malahan quote-an May mengindikasikan bahwa hal tsb rasional...Mengajak manusia buat berpikir ttg hikmah yg tersembunyi pd peristiwa tsb...Lihat aja analisa dr pembuat artikel...Boleh jd manusia d zaman Rasulullah blm bs menerima analisa sprti artikel tsb krn blm majunya iptek, tetapi manusia generasi mendatanglah yg lambat laun menguak hikmahnya...Contohnya saja Rasulullah mendeskripsikan buraq sbg kuda yg tdk biasa, memiliki power yg lebih dan bersayap. Hal ini disesuaikan dgn pemikiran manusia di zaman beliau dulu, coba seumpama buraq itu disebutkan oleh beliau sbg pesawat ulang alik, tentu kebingungan, ga sesuai nalar mereka...

    Makanya ada anjuran berpikirlah bukan berakallah, la wong manusia emg punya akal...
    Juga bukan ngakali :D
    :blah: nah itulah bro donekc artinya apa ?? kalau saya melihat bahwa ini hanya bisa dipahami dengan [size=x-large]iman [/size] tidak bisa dilogikakan entah 100 tahun lagi. lihat teks terakhir yg di tulis oleh penulisnya [size=x-large]Wallahu alam [/size]

    Justru itu keimanan membawa seseorang kepada sikap hidup yg memandang Tuhan sebagai tempat bergantung, tempat mengadu dan tempat memohon...Jika seseorang mengalami kegagalan, bukan berarti harus berputus asa. Keimanan akan mengarahkan untuk mengoreksi/introspeksi diri, apakah yg telah dilakukan sudah sesuai dengan hukum2 Allah yg pasti. Jika sudah sesuai dengan hukum-hukum Allah namun masih mengalami kegagalan maka yg perlu diperhatikan adalah hikmah dibalik kegagalan tersebut....
    :)
    bagaimana dengan pendapat dari saudara kita ini?
    My Way menulis:
    Islam adalah agama yang menjujung tinggi akal dan fikiran bahkan agama Islam hanya diperuntukan bagi orang yang punya akal fikiran yaitu dewasa/akil baligh dan tidak terganggu fikirannya untuk dua hal diatas tidak ada tanggung jawab baginya.

    kebenaran ilmu adalah selama bisa dibuktikan, baru bisa diterima akal/fikiran. Selama ini perjalanan empirik manusia selalu berkembang mulai dari yang tidak diketahui/dikenal/dipercayai sampai akhirnya diketahui/dipercayai. seperti bumi ini bulat yang dulu ditolak oleh gereja akhirnya diterima dan diakui kebenarannya setelah dibuktikan oleh galileo galilei. Justru masuk akal dulu baru bisa dibuktikan karena jika tidak masuk akal pasti orang tidak mau membuktikannya sebab apa yang mau dibuktikan ? seperti galileo galilei menyatakan bahwa bumi itu bulat sebab itulah yang masuk akal bagi dia lengkap dengan alasannya.

    kalau saya lihat dari statement bro My Way ujungnya ke penyangkalan terhadap mukzizat Israa Miraaj karena peristiwa itu tidak bisa lebih tepatnya mungkin belum bisa diterima Akal dan pikiran. :think:


    BTW buat provost atau komandan siapapun yg bisa tolong diubah judulnya menjadi :

    "Israa Miraaj mukzizat/keajaiban yang irasional ?"

    sudah hampir setahun jadi moderator nggak bisa rubah judul :shy: :cry: :sorry:



    [/size]pas mengetik judul boss masuk ruangan jadinya keburu kirim [size=small] :D
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori