Contact Us

Kumpulan Ilustrasi Rohani

[size=medium][align=center]
2 Petrus 3:18
Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.
Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.



Kisah ini berlangsung di Amerika ketika seorang pengembara tiba di tepi Sungai Mississipi, ia tidak menemukan jembatan. Untunglah saat itu musim dingin dan permukaan sungai besar itu membeku. Namun, pengembara itu ragu-ragu untuk melintasinya karena ia tidak tahu ketebalan lapisan es itu. Akhirnya, dengan sangat berhati-hati, ia merangkak di atasnya sampai ke bagian tengah.

Saat itulah ia mendengar suara nyanyian di belakangnya. Dengan hati-hati ia menoleh, dan ternyata dari tepi sungai yang berkabut, muncul pengembara lain, mengendarai kereta kuda penuh muatan. Kedua orang itu melintasi lapisan es yang sama, namun sampai ke seberang dengan cara yang berbeda. Mengapa demikian? Yang satu meragukan ketebalan dan kekuatan lapisan es itu; yang lain mengenalinya dengan baik.

Kira-kira seperti itu juga perjalanan iman kita. Kita memiliki obyek atau landasan iman yang sama: Tuhan Yesus Kristus. Namun, taraf pengenalan kita akan Dia berbeda-beda, dan hal itulah yang menentukan perjalanan iman kita masing-masing. Karena itulah firman Tuhan mendorong kita untuk bertumbuh dalam pengenalan kita akan Dia.

Tanpa pengenalan yang memadai akan Dia, kita memang bisa saja sampai ke seberang. Namun, kita tidak bisa menikmati perjalanan sambil bernyanyi-nyanyi; kita hanya bisa merangkak!

Semakin kita mengenal Tuhan, semakin kita tahu cara terbaik mengerti kehidupan.

from : Jawaban.com
[/align][/size]

Komentar

  • [size=medium][align=center]Manajemen Stres

    Matius 6:34
    Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri.
    Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

    Seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen stres. Dia mengangkat segelas air dan bertanya kepada mahasiswanya, "Seberapa berat Anda kira segelas air ini?" Para mahasiswa pun menjawab beragam, ada yang 20 gram sampai 500 gram. Sang dosen menjawabnya, "Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama Anda memegangnya. Jika saya memegangnya selama satu menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama satu jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama satu hari penuh, mungkin Anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, bebannya akan semakin berat. Hal terbaik yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi."

    Seringkali tanpa disengaja kita membawa beban hidup kita terus-menerus. Akibatnya, setiap hari kita cenderung merasa susah, kuatir, bahkan stres karena beban-beban itu rasanya menekan kita. Beban itu pun akan semakin berat karena kita cenderung mengkuatirkan hari-hari esok. Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak menanggung kesusahan hari esok, kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Bahkan Tuhan sendiri meminta kita untuk menyerahkan segala beban yang kita tanggung kepada-Nya.

    Cara memecahkan masalah adalah bukan dengan mempersoalkannya, tetapi bagaimana menyelesaikannya.[/align][/size]
  • thank you for reminding me... :D


    [size=medium]
    You're Wellcome sir...! :peace:
    [/size]
  • Thanks, bro...
    so meaningful to me.. :top:
  • [align=center][size=medium]
    Pekerjaan yang Membanggakan

    2 Korintus 10:15
    Kami tidak bermegah atas pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain di daerah kerja yang tidak dipatok untuk kami.
    Tetapi kami berharap, bahwa apabila imanmu makin bertumbuh, kami akan mendapat penghormatan lebih besar lagi di antara kamu,jika dibandingkan dengan daerah kerja yang dipatok untuk kami.



    Kini, banyak pekerjaan yang bisa dilakukan oleh perempuan. Ada yang menjadi dokter, guru, pilot, wartawan bahkan presiden! Di mata anak-anak, pekerjaan ibunya justru merupakan sebuah kebanggaan. Naomi, yang ibunya bekerja sebagai guru playgroup berkomentar, "Aku bangga sama pekerjaan mama, soalnya mama bisa ngurusin anak-anak."

    Ada orang yang bekerja karena perlu uang. Baginya, pekerjaan merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Ada juga yang menganggap pekerjaan sebagai sarana aktualisasi diri. Dengan pekerjaannya, ia merasa menjadi pribadi seutuhnya.

    Tuhan mengajarkan bahwa pekerjaan adalah sarana untuk menyaksikan kasih-Nya kepada dunia. Alkitab memuat kisah orang-orang yang bekerja dengan profesional dan mencintai pekerjaannya. Misalnya, Bezaliel dan Aholiab sebagai tukang. Petrus sebagai nelayan dan bahkan budak perempuan yang tinggal di rumah Naaman. Pribadi-pribadi itu bangga dengan pekerjaannya. Melalui pekerjaannya, mereka memberkati orang sekitarnya dan memuliakan Tuhan.

    Pekerjaan kita juga merupakan sebuah ungkapan hubungan kita dengan Dia. Mari, kita tempatkan pekerjaan kita menjadi sesuatu yang membanggakan baik bagi diri sendiri maupun bagi-Nya!

    Bekerja adalah seni beribadah dengan cara yang lain. Berilah dampak kepada orang lain melalui pekerjaan Anda.
    [/size]
    [/align]
  • [align=center][size=medium]
    Integritas Pribadi

    2 Tesalonika 3:9
    Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan
    karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti.



    Seorang ibu membawa anaknya kepada Mahatma Gandhi untuk dinasehati agar menghentikan kebiasaan buruknya makan permen. "Tunggulah dua minggu lagi. Datanglah ke sini lagi sambil membawa anak ibu," pinta Gandhi. Ibu ini heran, megapa harus menunggu dua minggu lagi. Meski heran, ibu ini menuruti saja.

    Dua minggu kemudian, ketika ibu dan anaknya datang, Gandhi langsung menasehati anak itu. Sang ibu mengucapkan terima kasih. Sebelum pamit, ibu itu masih penasaran mengapa dia harus menunggu dua minggu. "Selama dua minggu ini, saya berusaha menghilangkan kebiasaan buruk saya. Soalnya, saya juga gemar makan permen," jawab Gandhi.

    Gandhi adalah orang yang punya integritas karena dia menjaga keselarasan antara perkataan dan tindakannya. Paulus mengerti benar pentingnya integritas ini. Sebagai rasul, sebenarnya dia berhak menikmati sokongan hidup dari jemaatnya. Namun Paulus memilih bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri. Dengan begitu, ketika menasehati jemaat di Korintus, dia bisa berkata lantang, "Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan." (2 Tesalonika 3:10)

    Dengan integritas yang terjaga, tanpa banyak mengobral kata-kata pun, Anda bisa menuntun banyak orang datang kepada Kristus. Mereka bisa melihat wajah Kristus tergambar dalam tindakan dan perkataan Anda yang selaras.

    Rantai kebiasaan terlalu lemah untuk dirasakan, tetapi membutuhkan komitmen kuat untuk mematahkannya.

    [/size]
    [/align]
  • yang penting ini bro..

    Semakin kita mengenal Tuhan, semakin kita tahu cara terbaik mengerti kehidupan.

    nice share..GBU
  • [align=center][size=medium]
    Kecuali Melalui Kita


    Efesus 5:29-30
    Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya,
    sama seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya.


    Dalam Kisah Para Rasul 10:38, Petrus menggambarkan Tuhan kita sebagai "Yesus dari Nazaret yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik". Pelayanan dan kebaikan-Nya dinyatakan melalui tubuh duniawi-Nya. Setelah naik ke surga, Kristus tidak lagi memiliki tubuh di dunia kecuali melalui kita. Dengan kata lain, Dia tidak lagi memiliki tangan ataupun kaki di dunia ini kecuali anggota tubuh-Nya, yakni gereja. Oleh karena itu, jangan meremehkan pentingnya arti menjadi tubuh Kristus di dunia ini, baik secara rohani maupun jasmani.

    Ada sebuah kisah tentang seorang anak kecil yang ditidurkan dalam sebuah kamar yang gelap. Karena ia sangat ketakutan jika ditinggal sendirian, sang ibu memberinya sebuah boneka sebagai teman tidur. Namun hal ini tidak berhasil dan ia memohon agar ibunya mau menemaninya. Ibunya mengingatkan bahwa ia sudah memiliki boneka dan Allah, sehingga tidak perlu merasa takut lagi. Tak lama kemudian anak itu mulai menangis lagi. Anak itu masih terisak-isak tatkala ibunya kembali ke sisinya. "Bu, saya ingin ditemani seseorang yang dapat saya pegang!"

    Terkadang kita semua seperti anak kecil itu. Dalam kesendirian dan penderitaan, Kristus tidak melarang kita untuk memiliki "seseorang yang dapat kita pegang" (teman, sahabat, saudara ataupun kakak rohani) untuk menemani dan memberi perhatian kepada kita. Oleh karena itulah Dia mengutus kita untuk menjadi tubuh-Nya bagi sesama dan bagi dunia, dan berjalan berkeliling melakukan perbuatan baik. Oleh sebab itu, ingatlah hal ini: Kini Yesus tidak lagi memiliki tubuh secara jasmani di dalam dunia ini kecuali melalui kita!

    Allah bekerja melalui kita untuk memenuhi kebutuhan orang-orang di sekitar kita.
    [/size]
    [/align]
  • [align=center][size=medium]
    Harus Dipecahkan


    Markus 14:9
    Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia,
    apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."



    Perempuan itu mendekati Yesus dengan sikap yang cukup mengejutkan. Ia tidak datang untuk meminta bantuan. Ia tidak mengharapkan kesembuhan. Ia juga tidak ingin melihat tanda-tanda dan mukjizat. Ia datang untuk memberi sesuatu yang mahal harganya. Minyak narwastu murni yang ditempatkan dalam buli-buli pualam.

    Yesus mempercayakan Roh-Nya kepada kita. Ia memberi kita talenta, karunia-karunia rohani dan segala berkat rohani di dalam surga (Yohanes 4:14). Namun, itu semua tidak akan memancar keluar dalam kehidupan kita kalau kita tidak memecahkan buli-buli itu. Buli-buli itu melambangkan tubuh kita, yaitu kedagingan kita. Sayangnya, orang Kristen sering lebih menyayangi buli-buli itu dan tidak membiarkannya hancur. Karena itulah kita didorong untuk mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup (Roma 12:1). Setelah buli-buli itu dipecahkan, minyak itu dicurahkan dan "bau minyak semerbak di seluruh rumah itu" (Yohanes 12:3). Baru setelah kedagingan kita dihancurkan, "bau" kita dapat tercium ke sekeliling kita, "menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana" (1 Korintus 2:14).

    Dan Yesus menerima pemberian itu. Persembahannya yang dituduh orang sebagai pemborosan itu terus diberitakan di seluruh dunia sebagai bagian dari kabar baik.

    Kapal yang berada di pelabuhan tetap aman, tetapi bukan itu tujuan kapal diciptakan
    [/size]
    [/align]
  • [align=center][size=medium]
    Gembala Sejati


    Mazmur 23:1,4
    Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
    Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku;
    gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.


    Dodi sedang asyik bermain kelereng dengan teman-temannya di halaman depan ketika mendadak awan gelap muncul, menutupi langit yang tadinya cerah. Tak lama kemudian gerimis turun disertai angin kencang. Dodi dan teman-temannya berhamburan dari halaman ketika hujan bertambah deras. Tiba-tiba Dodi teringat sesuatu; dan tanpa menghiraukan derasnya hujan, ia berlari menuju satu arah.

    Beberapa saat kemudian Dodi muncul basah kuyup sambil menggendong seekor anak domba. Di belakangnya mengikuti dua ekor domba dewasa. Dengan penuh kasih, Dodi mengeringkan bulu domba-domba itu dan menyalakan api lalu menghangatkan domba-domba itu supaya hangat.

    Kasih sayang, perhatian dan pemeliharaan sejati para gembala berikan kepada domba-dombanya. Bagi mereka, hal utama dalam hidupnya adalah merawat domba-dombanya. Setiap hari mereka mencari rumput hijau buat makanan dombanya, membawanya ke air tenang, menjaganya setiap waktu dari incaran musuh yang mengancam. Mereka tidak akan pernah membiarkan domba-dombanya kekurangan dalam segala hal.

    Tuhan Yesus adalah Gembala kita. Dia melebihi gembala manapun. Ia melihat penderitaan kita. Dia juga mengerti perasaan kita. Ia mencurahkan kasih sayang-Nya. Ia rindu memberi kelegaan kepada domba-domba-Nya.

    Allah menangis bersama kita agar suatu hari nanti kita bisa tertawa bersama-Nya.
    [/size]
    [/align]
  • [align=center][size=medium]
    Kasih: Rahasia Keberhasilan


    1 Korintus 13:8
    Kasih tak pernah gagal; nubuat akan berakhir, bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap


    Takut gagal! Perasaan ini pasti pernah menghantui kita pada suatu waktu. Psikologi populer bahkan menganjurkan kita untuk menyesuaikan diri dengan itu. Tetapi firman Tuhan berkata bahwa ada sebuah cara ampuh untuk hidup bebas dari rasa takut ini. Cara itu ialah KASIH.

    Jika Anda ingin mengalami keberhasilan sejati, Anda harus belajar untuk digerakkan dan didorong oleh kasih. Itulah teladan yang diberikan Yesus ketika Dia ada di bumi.

    Bahkan ketika Yohanes Pembabtis dibunuh secara kejam di luar akal pikiran manusia, Yesus hanya mencoba untuk menyingkir agar bisa menyendiri. Dia tidak menyimpang dari cara kasih. Matius 14:6-14 menuliskan ketika orang banyak mengikuti Dia dan tidak memberinya kesempatan untuk menyendiri, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan lalu Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

    Dahulu saya ingin tahu bagaimana bisa Yesus memalingkan wajah-Nya dari kejahatan yang mengerikan itu tanpa mau mengadakan pembalasan. Yang tidak saya sadari ialah bahwa Dia tidak membalas dendam. Dia mengalahkan kebencian dengan kasih. Dia menyerang iblis di alam roh dengan menghancurkan pekerjaannya, yaitu sakit penyakit.

    Belas kasihan tidak hanya menyentuh permukaan dari suatu masalah namun menuju lansung pada akar persoalannya. Itulah sebabnya belas kasihan selalu berhasil.

    "Tetapi tunggu!" Anda mungkin berkata. "Aku tidak mungkin bisa seperti itu. Aku bukan Yesus."

    Ya, tentu saja Anda bisa, sebab firman Tuhan menyatakan bahwa kasih-Nya dicurahkan di hati Anda! (Roma 5:5). Dan 1 Yohanes 2:5 menyatakan bahwa kasih-Nya disempurnakan di dalam Anda pada saat Anda menuruti firman-Nya.

    Bertekadlah untuk menjalani hidup penuh kasih hari ini. Perhatikanlah bagaimana Tuhan mengubah kegagalan menjadi keberhasilan di rumah Anda, di tempat pekerjaan Anda.... dalam situasi apapun. KASIH TIDAK PERNAH GAGAL!

    Banyak hal yang tak terselesaikan dengan indah karena kehilangan unsur KASIH di dalamnya.


    [/size]
    [/align]
  • Keberhasilan kita tidak terlepas dari kedekatan kita pada Tuhan Yesus..
    amin...GBU.
  • [align=center][size=medium]
    Seranglah Musuh yang Tepat


    2 Korintus 10:3
    Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi.

    Tahukan Anda mengapa sangat banyak orang percaya yang kalah berjuang dalam hidup mereka? Mereka menyerang musuh yang keliru! Mereka telah ditipu untuk percaya bahwa hanya karena seseorang mengatakan atau melakukan sesuatu yang telah menyakiti mereka, maka orang itulah yang perlu diserang. Tetapi mereka keliru. Ketahuilah, Alkitab menyatakan kita bukan melawan darah dan daging. Dan karena manusia itu terdiri atas darah dan daging, maka mereka tidak pernah menjadi sumber dari masalah kita.

    Mungkin Anda berkata, "Tetapi kamu tidak tahu betapa buruknya perbuatan yang dilakukan si A kepada saya!" Itu tidak penting. Jika Anda membuang waktu menyerang si A, maka musuh sejati akan lolos tanpa hukuman. Siapakah musuh sejati? Simaklah Efesus 6:12, "Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap, melawan roh-roh jahat di udara."

    Iblis dan roh jahat, merekalah musuh Anda yang abadi! Mereka ada di balik setiap hinaan pribadi yang Anda jumpai. Orang-orang yang menyakiti dan menganiaya Anda hanyalah merupakan alat dari iblis. Bila iblis ingin menjatuhkan Anda, dia memakai orang-orang di sekeliling Anda untuk menyelesaikan tugas itu.

    Ingatlah ini: Aniaya bukanlah perwujudan dari kebencian orang lain terhadap Anda, melainkan wujud dari ketakutan iblis terhadap Anda. Bila Anda memegang firman dengan teguh dan mulai mengayunkannya ke sana ke mari, menggunakannya seperti pedang Roh, maka iblis akan takut. Dia akan mencari seseorang yang dapat diutusnya untuk menghentikan Anda.

    Selanjutnya, bila seseorang menyakiti Anda, jangan biarkan diri Anda dikuasai untuk membalas perbuatan orang itu. Ikatlah roh yang ada di belakang mereka. Lupakan pertempuran untuk melawan darah dan daging. Berperanglah dengan senjata-senjata dari Roh. Arahkan langsung bidikan Anda pada iblis dengan firman Tuhan dan penuh wibawa. Robohkanlah musuh sejati Anda itu!

    Peganglah firman Allah dengan teguh, maka tidak ada satu muslihatpun yang mampu menjatuhkan Anda.
    [/size]

    [/align]
  • saat aku mengalami kelemahan Rohani aku bersyukur ternyata
    aku lebih dari pemenang terima kasih Tuhan YEsus
  • brembo0 menulis:
    saat aku mengalami kelemahan Rohani aku bersyukur ternyata
    aku lebih dari pemenang terima kasih Tuhan YEsus

    [size=medium]
    AMIN... :)
    [/size]
    [align=center][size=medium]
    Ketakutan Tak Beralasan



    Ibrani 13:5b-6
    Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
    Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata:
    "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"




    Kesadaran diri (self consciousness) yang berlebihan adalah masalah besar dalam Tubuh Kristus masa kini. Kesadaran itu menahan kita untuk tidak melakukan hal-hal yang diperintahkan oleh Tuhan kepada kita. Kesadaran diri itu membuat kita mempertanyakan perintah-Nya, "Apa yang akan dipikirkan orang tentang aku jika aku melakukan hal itu? Bagaimana jadinya jika aku memerintahkan orang itu agar ia bangkit berdiri dari kursi rodanya tapi ternyata ia tak dapat berdiri? Bagaimana jadinya jika aku mulai mempercayai akan kemakmuran namun pada kenyataannya aku jatuh dalam kebangkrutan? Bagaimana dengan hal itu, Tuhan? Aku akan terlihat aneh, bukan? Di mana harus kusembunyikan muka ini?"

    Jika Anda pernah mengalami hal itu, izinkan saya memberikan sedikit nasehat; Tidak menjadi soal bagaimana orang lain melihat Anda! Yang penting adalah Anda mematuhi Tuhan. Jika urusannya mengenai mentaati kehendak Tuhan, maka nama baik tidaklah penting, dan begitu Anda melupakan soal nama baik Anda itu, lebih baik jadinya bagi Anda.

    Tetapi tahukah Anda hal yang ironis mengenai hal ini? Begitu Anda mentaati Tuhan, maka justru nama baik Anda akan menjadi semakin baik. Ini memang suatu hal yang lucu. Bila Anda menghilangkan niat untuk melindungi citra diri Anda, maka citra diri Anda justru akan menjadi semakin baik. Mengapa? Karena pada saat orang-orang melihat Anda, yang mereka lihat bukanlah gambar diri Anda yang kecil, namun mereka akan melihat gambar diri dari Tuhan Yesus yang menonjol keluar.

    Jadi, singkirkanlah kesadaran diri Anda yang berlebihan dan sebagai gantinya kembangkanlah rasa kesadaran akan Allah. Berhentilah untuk dikuasai oleh rasa takut akan manusia dan mulailah hidup pada dorongan iman pada kemampuan Yesus.

    Bagaimanapun, Tuhan telah berjanji bahwa Dia tidak akan membiarkan atau meninggalkan Anda. Peganglah teguh janji itu! Percayalah pada janji itu! Bertindaklah sesuai dengan janji itu. Begitu Anda melakukannya, Anda akan menyadari bahwa tidak ada lagi yang perlu ditakutkan.

    Mengabaikan suara Tuhan dalam hati kecil Anda hanya membuat Anda tidak beranjak maju dalam perjalanan iman Anda.
    [/size]
    [/align]
  • [align=center][size=medium]
    Servis Rutin Kehidupan


    Kolose 3:9-10

    ".. karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;"


    Jika Anda memiliki sebuah kendaraan baik berupa sebuah mobil atau motor, Anda pasti akan melakukan servis rutin ke bengkel. Mengganti olinya secara teratur, merawat dan menjaga agar kendaraan Anda dalam kondisi yang prima.

    Banyak orang menjaga dan merawat benda-benda yang mereka miliki supaya kondisinya tetap baik. Namun sedikit orang yang ingat untuk menjaga dan merawat dirinya, terutama karakternya agar tetap dalam kondisi yang prima.

    Apakah Anda melakukan cek rutin terhadap karakter Anda? Apakah Anda selalu mengingat untuk memperbaharui jiwa dan roh Anda sehingga bisa menjalani kehidupan dengan maksimal?

    Mungkin Anda akan berkata, "Wah.. saya tak pernah memikirkan semua itu..!" Atau, "Saya kadang melakukannya..."

    Apapan jawaban Anda, hari ini Anda diingatkan bahwa melakukan pemeriksaan rutin atas karakter Anda dan memperbarui diri Anda karena hal itu adalah sesuatu yang vital, sama pentingnya seperti check up ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh Anda.

    Bagaimana cara untuk melalukan check up karakter Anda?

    Dimulai dengan kejujuran.

    Sebuah perbaikan hanya bisa dilakukan saat kita mau mengakui dengan jujur kelemahan-kelemahan kita. Merasa diri sudah cukup baik, dan menolak kritikan adalah sebuah kebodohan. Dengan cara itu Anda bukan membohongi orang lain, Anda membohongi diri Anda sendiri.
    Carilah umpan balik dari orang lain.

    Temuilah orang-orang terdekat Anda, dan mintalah umpan balik dari mereka. Merekalah cermin Anda, melalui mereka Anda bisa melihat apa yang baik dan buruk dari diri Anda. Ucapkan terima kasih atas perhatian orang-orang tersebut pada Anda.

    Ukurlah integritas Anda.

    Pelajarilah area yang paling penting dalam hidup Anda dan ukurlah integritas Anda. Coba tanyakan beberapa pertanyaan ini pada diri Anda:

    • Apakah saya menepati janji saya pada diri Anda sendiri?

    • Apakah saya menepati kesepakatan saya pada diri saya sendiri?

    • Apakah saya sungguh-sungguh menerapkan nilai-nilai yang saya percayai?

    Milikilah waktu untuk meditasi.

    Waktu tenang dimana Anda bisa berhubungan dengan Tuhan dan melihat ke dalam diri Anda, akan sangat penting untuk kesehatan jiwa Anda. Di waktu tenang ini, roh Anda diperbaharui dan Anda dapat merefleksi hal-hal yang perlu Anda ubah dalam hidup Anda. Ijinkan Tuhan berbicara pada Anda, dan memberikan tuntunan.

    Jangan lupa merawat diri Anda sendiri, pastikan Anda dalam kondisi yang prima saat menjalani hari-hari Anda.
    [/size]
    [/align]
  • [align=center][size=medium]
    Coklat Panas


    Pada saat Anda merasa bahwa Anda tidak dapat melakukan apa-apa. Lihatlah sekeliling Anda dan sadarilah setiap pilihan. Lalu lakukanlah. Pakailah semua hal yang sudah Tuhan berikan. Jadilah manusia yang kreatif. Pada akhirnya Anda pasti akan berhasil dan buktikanlah bahwa mereka yang menganggap Anda tidak dapat melakukan apa-apa adalah salah.

    Hidup seperti coklat panas. Harta, keuangan, posisi dalam masyarakat adalah sebuah gelas. Itu hanyalah alat untuk menampung kehidupan Anda.

    Gelas yang Anda pakai, tidak dapat mengubah kualitas hidup Anda. Terkadang Anda hanya fokus pada gelas saja dan Anda tidak dapat menikmati coklat panas yang sudah Tuhan sediakan untuk Anda.

    Tuhan menyediakan coklat panas dan Ia tidak memilih berdasarkan gelas yang digunakan. Orang yang berbahagia bukan berarti memiliki segala sesuatu. Mereka membuat yang terbaik dalam hidup mereka. Menjadi orang baik, hidup harmonis, mengasihi dan memperhatikan. Dan biarkan Tuhan yang mengerjakan bagian-Nya.

    Ingatlah selalu! Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Dan dimana ada kemauan disitu ada jalan.
    [/size]
    [/align]
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Order ads here. Click me to get price quotation! Monthly & Unlimited click!

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori