Contact Us
News
Follow TELEGRAM Channel ForumBebas.com di alamat T.ME/FORUMBEBAS atau Facebook Fan Page dan Twitter Forumbebas .

Forum Bebas Indonesia

Main Battle Tank (MBT) a.k.a Tank Tempur Utama

[align=center][size=large]Arjun (Lion) - Military Tanks[/size]

arjun_3.jpg[/align]

Arjun (diambil dari nama pahlawan mitos Arjuna) merupakan tank domestik pertama milik India. Mendapat pengalaman tak ternilai dalam produksi lokal di bawah lisensi tank Vijayanta (tank Mk 1 milik Vickers Defense Systems Inggris), Defense Research and Development Organization (DRDO) India mulai membuat desain dan memproduksi MBT (Main Battle Tank) sendiri untuk memenuhi kebutuhan penggantian tank di Angkatan Darat India. Hasilnya adalah Arjun yang merupakan usaha yang luar biasa bagi industri lokal India, dengan bantuan dari Jerman dan Belanda. Sayangya terjadi pembengkakan dana dan beberapa kali penundaan dalam proyek ini.

Purwarupa Arjun pertama diperkenalkan pada tahun 1984 dan didesain menjadi MBT seberat 40 ton yang dilengkapi dengan meriam utama 105 mm standar-industri. Tetapi akhirnya diubah menjadi tank seberat 50 ton dengan meriam utama yang lebih besar dan potensial sebesar 120 mm. Dari luar, tank ini mempunyai kesamaan dengan tank-tank lain pada tank generasi sekarang ini. Tank ini diawaki oleh 4 orang dan sopirnya berada di “hull”. Desainnya mempertahankan kerendahan hati dan dilengkapi dengan 7 roda di tiap sisi track-nya dengan beberapa lapis baja di bagian atas-nya. Tangki bahan bakar eksternal dapat dibawa di bagian belakang tank untuk meningkatkan jarak jangkau. Persenjataannya terdiri dari meriam utama 120mm dengan sebuah senjata mesin 7.62 mm yang terpasang secara koaksial. Selain itu terdapat senjata mesin anti-pesawat tunggal 12.7mm (kaliber 50) yang dipasang pada puncak “turret”. Total 39 proyektil amunisi 120mm dibawa dalam kontainer khusus dan terpisah dari awak sehingga meningkatkan tingkat keselamatan awak.

Tenaga tank dihasilkan dari mesin disel berpendingin-air MTU 838 Ka 501 series turbocharged yang menghasilkan sekitar 1.400 tenaga kuda. Mesin dengan tenaga lebih besar sekitar 1500 tenaga kuda saat ii masih dalam pengembangan. Perhatian khusus juga diberikan pada sistem kontrol-penembakan yang dihubungkan dengan sistem suspensi rumit dan komponen stabilisasi senjata yang menjadikan Arjun mempunyai kemampuan “first hit” yang sangat baik jika dibandingkan dengan tank lain segenerasi. Beberapa kemampuan amfibi juga telah ditunjukkan.

Telah diharapkan bahwa sasis Arjun akan digunakan pada banyak sekali mesin/kendaraan lain yang masih berhubungan. Diantaranya adalah kendaraan purwarupa “armored recovery”, “armored reconnaissance”, self-propelled gun, dan kendaraan pertahanan udara (anti-pesawat). Serta sebuah kombinasi menarik antara turret Arjun dan sasis kelas T-72 untuk membentuk Tan EX.

Akan tetapi, karena lambatnya perkembangan program Arjun, India memutuskan untuk membeli MBT buatan Rusia dalam jumlah besar untuk sementara, untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah kendaraan lapis baja milik Pakistan. Sekitar 32 Tank Arjun telah dibuat termasuk sebuah purwarupa dan 12 model. Direncanakan India akan memesan 125 tank Arjun yang merupakan jumlah yang sangat kecil dibandingkan dengan perkiraan awal sebanyak 1000-2000 tank pada awal proyek di tahun 1970an.

Specifications:
Designation: Arjun (Lion)
Length: 33.43 ft; 10.19 m
Width: 12.60 ft; 3.84 m
Height: 7.61 ft; 2.32 m
Engine(s): 1 x MTU 838 Ka 501 12-cylinder liquid-cooled turbocharged diesel engine generating 1,400hp @ 2,500rpm.
Weight: 64.6 tons (US Short); 58,600 kg
Max Speed: 42 mph; 67.6 km/h
Max Range: 300 miles; 483 km

Armament:
1 x 120mm rifled main gun
1 x 12.7mm (.50 caliber) AA machine gun
1 x 7.62mm (.30 caliber) coaxial machine gun
12 x smoke grenade dischargers

Ammunition:
39 x 120mm projectiles
3,000 x 7.62mm ammunition
1,000 x 12.7mm (.50 caliber) ammunition
12 x smoke grenades

NBC Protection: Yes
Night Vision Yes
Crew: 4
Operator: India

[align=center]Arjun3KzlsungurEdition-full.jpg[/align]


Peace all... :):)
«1

Komentar

  • [align=center][size=large]Al Khalid (MBT 2000)[/size]


    alkhalid.jpg[/align]

    Al Khalid diproduksi bersama dengan NORINCO (China North Industries Corporation). Tank ini mempunyai “loader” senjata otomatis, yang mengurangi jumlah awak di dalam turret. Sistem NBC dan “explosive reactive armor” menghasilkan survivabilitas pada medan pertempuran. Al Khalid adalah sistem senjata yang sama dengan Seri Type 90-IIM milik China yang oleh sistem Pakistan diberi nama “MBT 2000”. Sistem kontrol penembakan seluruhnya terkomputerisasi dan menghasilkan stabilitas pelacakan target di siang dan malam hari yang dapat digunakan oleh penembak maupun komandan tank. Kemampuan amfibi-nya terbatas dan membutuhkan tambahan sistem snorkel.

    [align=center]al-khalid%20MBT.jpg[/align]

    Specifications:
    Designation: Al Khalid (MBT 2000)
    Length: 35.01 ft ; 10.67 m
    Width: 11.15 ft ; 3.40 m
    Height: 7.55 ft ; 2.30 m
    Engine(s): 1 x 8-cylinder 4-stroke water-cooled turbocharged diesel engine generating 1,200 hp.
    Weight: 52.9 tons (US Short) ; 48,000 kg
    Max Speed: 43 mph ; 70 km/h
    Max Range: 267 miles ; 430 km
    Armament: 1 x 125mm main gun; 1 x 7.62mm coaxial machine gun; 1 x 12.7anti-aircraft machine gun; 2 x 6 smoke dispensers
    Ammunition: 39 x 125mm projectiles; 500 x 12.7mm ammunition; 2,000 x 7.62mm ammunition; 12 x smoke grenades
    NBC Protection: Yes
    Night Vision: Yes
    Crew: 3
    Operators: Pakistan

    [align=center]70307001708563.jpg[/align]


    Peace all :):)
  • Bagus sekali bro !!

    teruskan posting ya !!

    :top: :thanks:
  • Woww.....dan tujuannya hanya untuk menghancurkan..............

    kenapa ya kita saling menghancurkan???

    Tanya kenapa.............
  • cumimaster menulis:
    Woww.....dan tujuannya hanya untuk menghancurkan..............

    kenapa ya kita saling menghancurkan???

    Tanya kenapa.............

    Entahlah....
    Sebenarnya bisa kita pake di sisi positifnya, tapi karena kerakusan manusia, hal yang bermanfaat malah menghancurkan manusia sendiri....

    Lanjuuut :):)


    [align=center][size=large]Duro Dakovic M95 Degman[/size]

    Degman_03_v.jpg[/align]

    MBT milik Kroasia Duro Dakovic M95 Degman merupakan produksi lokal yang mempunyai banyak kesamaan dengan T-72 milik Rusia, tetapi memiliki banyak fitur yang telah dikembangkan. M95 sendiri merupakan versi pengembangan dari M84 Degman milik Yugoslavia.

    Turret dan Hull dibuat dengan baja kuat. Tank ini juga bisa beradaptasi dengan explosive reactive armor. Awak tank ini tiga orang, dengan pengisian peluru secara otomatis. Dengan sistem komputer kontrol penembakan, tank ini dapat menembak target baik di siang atau malam hari dan baik target bergerak maupun diam.

    Specifications
    Designation: Duro Dakovic M95 Degman
    Length: 33.27 ft | 10.14 m
    Width: 11.78 ft | 3.59 m
    Height: 7.19 ft | 2.19 m
    Engine(s): 1 x 12-cylinder diesel generating 1,000hp. There is also an optional 1,200hp diesel engine.
    Weight: 49.1 tons (US Short) | 44,500 kg
    Max Speed: 43 mph | 70 km/h
    Max Range: 435 miles | 700 km
    Armament: 1 x 125mm main gun; 1 x 7.62mm coaxial machine gun; 1 x 12.7mm anti-aircraft machine gun; 2 x 6 smoke dischargers
    Ammunition: 42 x 125mm projectiles; 2,000 x 7.62mm ammunition; 360 x 12.7mm ammunition; 12 x smoke grenades
    NBC Protection: Yes
    Night Vision: Yes
    Crew: 3
    Operators: Croatia

    [align=center]Degman_06_v.jpg[/align]

    Peace all....
  • Leopard1_cfb_borden_2.JPG

    LEOPARD TANK

    Type: Main battle tank
    Place of origin: West Germany

    Weight: 42.2 tonnes (on latter models increased from 40.0 tonnes on the original)[1]
    Length :9.54/8.29 m (gun forward/rearward)
    Width :3.37 m
    Height :2.39/2.70 m (turret roof/absolute)
    Crew :4 (commander, driver, gunner, radio operator/loader)


    Armor: RHA, 70 mm (maximum), 10mm (minimum)

    armament: 1 x 105mm Royal Ordnance L7A3 L/52 rifled gun
    13 Round in Turret 42 Round in chassis


    armament : 2 x 7.62 mm MG 3 (co-axial and commander's hatch)
    5500 rounds

    Engine: MTU MB 838 CaM 500, 10-cylinder, 37.4 litres, multi-fuel engine
    830 PS (819 hp, 610 kW) at 2200 RPM
    Power/weight: 19.6 PS/tonne
    Suspension: Torsion-bar
    range :600 km (on road), 450 km (cross-country)
    Speed :65 km/h

    Leopard tank, merupakan tank terbaik didunia. . seperti pendahulunya Tiger Tank. .
  • Bro Fikri, daku tambahin info Leopard 1 nya ya :


    [align=center][size=large]Krauss-Maffei Wegmann Leopard 1[/size]

    Designation: Krauss-Maffei Wegmann Leopard 1
    Classification Type: Main Battle Tank
    Contractor: Krauss-Maffei Wegmann, Munich, Germany
    Country of Origin: Germany
    Initial Year of Service: 1965
    Number Built: 5,816
    [/align]

    Leopard 1 merupakan tank dengan desain (setelah perang) klasik milik Jerman yang mempunyai fitur seperti pendahulunya, skirting bergelombang dan turret yang terpasang di bagian depan bodi tank.

    Leopard 1 mulai beroperasi pada 1965 untuk AD Jerman dan diminati oleh banyak negara asing. Walaupun tidak beroperasi secara penuh di AD Jerman, Leopard 1 mengalami banyak pengembangan dan modifikasi di negara lain agar lebih ringan pengoperasiannya. Sasis-nya juga digunakan untuk produksi peralatan/kendaraan artileri 35mm “self-propelled” Gepard Flakpanzer dan kendaraan “combat engineering”.

    Sistem NBC, penglihatan malam, dan beberapa pilihan lain (termasuk lapis baja ekstra) juga tersedia untuk Leopard 1. Versi awal Leopard 1 mempunyai alat penglihatan malam inframerah, sementara versi selanjutnya menggunakan peralatan penglihatan malam pasif.

    Oto Melara memproduksi Leopard 1 secara lokal di Italia untuk AD Italia. AD Jerman tidak lagi menggunakan Leopard 1 sejak digantikan oleh Leopard 2.


    Specifications: Krauss-Maffei Wegmann Leopard 1

    Dimensions:
    Length: 31.30ft (9.54m)
    Width: 11.06ft (3.37m)
    Height: 8.60ft (2.62m)

    Performance:
    Speed: 40mph (65km/h)
    Range: 373miles (600km)

    Structure:
    Accommodation: 4
    Weight: 46.7 US Short Tons (42,400kg)

    Systems:
    NBC Protection: Yes
    Nightvision: Yes - Passive

    Power:
    Engine(s): 1 x MTU MB 838 Ca M500 10-cylinder multi-fuel engine generating 830hp @ 2,200rpm.

    Armament & Ammunition:
    1 x 105mm main gun
    1 x 7.62mm coaxial machine gun
    1 x 7.62mm machine gun
    2 x 4 smoke grenade dischargers
    Ammunition:
    60 x 105mm projectiles
    5,500 x 7.62mm ammunition
    8 x smoke grenades

    Variants:
    Leopard 1A1A1 - Additional Turret Armor
    Leopard 1A2 - Updated turret function and passive night vision equipment installed.
    Leopard 1A3 - Improved armor protection and new all-welded turret production.
    Leopard 1A4 - Integrated fire control system implemented. This represents the last variant used by the German Army.
    Leopard 1A5 - Updated nightvision equipment, computerized fire control and became upgraded version for all earlier German Army models.
    Leopard 1 AVLB - Bridgelayer
    Leopard 1 ARV - Armored Recovery Vehicle
    Leopard 1 AEV - Engineering Vehicle
    Leopard 1 Trainer - Sans turret, replaced with windowed turret for driver training.
    Gepard Flakpanzer - Mobile twin-35mm anti-aircraft air defense system (Leopard 1 chassis).

    [align=center]leopard1.jpg[/align]

    Peace all :):)
  • yg gw denger c. . jerman sedang mengembangkan LEOPARD 3 yang bertenaga nuklir :wow:
  • Buset deh...
    Jerman emang nomer satu untuk masalah tank.....

    Lanjut lagi :):)

    Berikut MBT milik Iran:


    [align=center][size=large]DIO Zulfiqar[/size][/align]

    Iran mendesain dan membuat Zulfiqar, MBT yang diklaim merupakan versi upgrade dari T-55 milik Soviet. Perbedaan di antara keduanya adalah bahwa Zulfiqar memiliki mesin yang lebih baik, sistem kontrol penembakan terkomputerisasi, proteksi awak NBC dan kemampuan deteksi musuh pada siang/malam hari. Zulfiqar diawaki tiga orang dengan loader senjata otomatis. Lapisan bajanya diperkirakan merupakan baja reaktif ledakan (explosive reactive armor).

    [align=center]zolfaghar3-pic2.jpg[/align]

    Specifications
    Designation: DIO Zulfiqar
    Engine(s): 1 x Diesel engine delivering 1,000 horsepower.
    Weight: 44.1 tons (US Short) | 40,000 kg
    Max Speed: 43 mph | 70 km/h
    Max Range: 311 miles | 500 km
    Armament: 1 x 125mm Main Gun; 1 x 7.62mm coaxial machine gun; 1 x 12.7mm anti-aircraft machine gun
    Ammunition: Unknown
    NBC Protection: Yes
    Night Vision: Yes
    Crew: 3
    Operators: Iran

    [align=center]zolfaghar1-pic2.jpg[/align]

    Peace :):)Sekilat info nih:

    Tank milik TNI saat ini tidak ada yang masuk kategori MBT. Kebanyakan yang dipunyai berjenis Fast Attack Tank, di antaranya Scorpion (dah ada reviewnya), tank seri AMX ((AMX 13 utk AD, AMX 10 untuk marinir), PT 76, BMP 3... Moga-moga nanti bisa dibahas atu-atu.

    NBC Protection setelah daku tercari-cari ternyata namanya adalah suatu singkatan: Nuclear, Biological and Chemical. NBC Protection adalah perlindungan awak terhadap bahaya Nuklir, senjata Biologi dan Kimia. Caranya adalah dengan membuat tank kedap udara dan adanya sistem penyaring udara khusus, sehingga material/zat berbahaya tidak dapat masuk ke dalam tank.
  • [align=center][size=large]Challenger 1 (Challenger)[/size][/align]

    Seri Challenger adalah MBT yang pada awalnya didesain untuk pesanan ekspor Iran yang diberi kode “Shir 2”. Ketika Shah Iran diturunkan oleh sebuah rezim fundamentalis pada 1979, pesanan sebanyak 1.225 Shir 2 seluruhnya dibatalkan. Hasilnya, desain Shir 2 diubah sebagai konsep angkatan bersenjata Inggris, yang menjadi seri tank Challenger, yang menjadi dua model produksi utama, Challenger 1 dan Challenger 2 yang menghasilkan performas sangat hebat bagi Inggris.

    Dengan Inggris yang mencari MBT baru untuk menggantikan seri Chieftain dan pengembangan MBT bersama dengan Jerman Barat batal, Inggris mengganti progam untuk mengembangkan MBT-80. Sayangnya, program MBT-80 terhambat dan dananya membengkak menyebabkan program ini dibatalkan dan dialihkan ke program Shir 2 (Challenger) yang dimodernisasi dan dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan AD Inggris dan funsionalitas dalam iklim yang lebih panas.

    [align=center]Challenger_1MBT.jpg[/align]

    Challenger diperkenalkan pada 1983, mempunyai lapis baja Chobham dan meriam utama 120mm tipe L11A5. Seperti Chieftain, enam roda besar dipasang di tiap sisi trek (rantai)-nya. “Skirting” samping diimplementasikan untuk meningkatkan proteksi awak dan struktur internal. Mesinnya dipasang di bagian belakang hull dan terdiri dari mesin diesel tunggal Perkins Condor V-12 yang menghasilkan 1.200bhp. Desain turret menampilkan plat miring dan tank ini diawaki oleh 4 orang untuk operasio optimal. 64 proyektil dapat dibawa untuk meriam utamanya. Sebagai tambahan, teradapat senapan mesin ko-aksial 7.62 mm dan sistem anti pesawat 7.62mm yang terpasang pada bagian atas turret. Pelontar granat juga dipasang pada tiap sisi turret.

    Suku cadang Challenger dapat digunakan untuk implementasi lain termasuk tank trainer (dengan turret statis), tank komandan, serta kendaraan perbaikan dan recovery. Dengan munculnya Challenger 2 yang lebih canggih, seluruh jenis tank Challenger 1 dipensiunkan pada 2000. Yordania yang menjadi satu-satunya operator lain Challenger tetap memakai sekitar 288 unit yang diberi nama sebagai “Al-Hussein”.


    Specifications:
    Designation: Challenger 1 (Challenger)
    Length: 37.89 ft; 11.55 m
    Width: 11.88 ft ; 3.62 m
    Height: 10.27 ft ; 3.13 m
    Engine(s): 1 x Perkins Engine Company Condor CV-12 12-cylinder diesel engine with an output of 1,200bhp @ 2,300rpm.
    Weight: 67.5 tons (US Short) ; 61,200 kg
    Max Speed: 35 mph ; 56 km/h
    Max Range: 280 miles ; 450 km
    Armament: 1 x 120mm main gun; 1 x 7.62mm coaxial machine gun; 1 x 7.62mm anti-aircraft machine gun; 2 x 5 smoke grenade dischargers
    Ammunition: 64 x 120mm projectiles; 4,000 x 7.62mm ammunition
    NBC Protection Yes
    Night Vision Yes (Passive Only)
    Crew 4
    Operators United Kingdom and Jordan.

    Variants:
    • Challenger - Initial Series Designation until adoption of Challenger 2 into service, thus necessitating a need for the Challenger "1" designation; based on the formerly Iranian export design of the "Shir 2" main battle tank.
    • Challenger ARV - Armored Recovery Vehicle
    • Challenger Trainer - Driver Training Vehicle with fixed turret.
    • "Al Hussein" - Jordanian Export Variant sold as refurbished British product.

    [align=center]Challenger_1-3.jpg[/align]

    Peace All :):)
  • ada tank T-90 gk? ktanya tank itu bgus. .
  • ada tank T-90 gk? ktanya tank itu bgus. .

    Nanti ane coba cari sumbernya ya bro :):)


    Lanjuut:

    [align=center][size=large]Challenger 2[/size]

    Designation: Challenger 2
    Classification Type: Main Battle Tank
    Contractor: BAe Systems Land Systems - UK
    Country of Origin: United Kingdom
    Initial Year of Service: 1994
    Number Built: Not Available[/align]

    [align=center]Chally2_120L55-svg-01.jpg[/align]

    Challenger dua merupakan jawaban Inggris akan teknologi MBT masa depan. Sistem hebat ini mengkombinasikan survivabilitas awak, kekuatan tembak, dan performa dalam sistem yang komplet, layak menjadi perhatian bagi semua musuh. MBT ini telah membuktikan keberhasilannya sejak diperkenalkan pada 1998 dan akan menjadi senjata utama bagi Inggris pada beberapa tahun ke depan.

    Challenger 2 didesain untuk menggantikan seri Chieftain yang menua. MBT ini juga merupakan pengembangan dari Challenger 1, yang tampak luarnya juga memang similar. Challenger 1 dianggap sukses dalam Perang Teluk Persia di awal 1990an, walaupun jauh dari kata sempurna menurut para perancang perang Inggris. Selain kesamaan visual dengan Challengger 1, Challenger 2 merupakan desain teknologi yang sangat baru dengan kemampuan yang hebat.

    Challenger 2 dibuat dengan dilengkapi meriam utama L30 rifled. Dikombinasikan dengan sebuah sistem kontrol penembakan terintegrasi, stabilisasi dan pelacak terspesialisasi, Challenger 2 menawarkan kemampuan “first-hit” yang jauh lebih baik. Dalam rangka perlindungan untuk keempat awaknya, Challenger 2 dilapisi dengan lapisan baja canggih yang terbukti dalam percobaan paling efektif untuk menahan proyektil anti-tank modern. Sebagai tambahan, seluruh material eksplosif disimpan dalam “keranjang” baja di bawah turret, menambah tingkat survvivabilitas awak.

    Bersama meriam utama 120mm, sebuah senapan mesin koaksial 7.62mm, dan sebuah senapan mesin anti-pesawat 7.62mm juga menambahkan 10 granat asap dalam kluster yang terpasang 5 tiap sisi turret. Tangki bahan bakar opsional dapat ditambahkan di belakang hull untuk menambah jarak tempuh 450km. Chasis-nya juga dapat dipakai untuk peralatan lain seperti mesin engineering perang (sebuah mata pisau dozer dapat dipasang di depan hull), sebuah lapis jembatan, dan tank trainer pengemudi.

    Oman menjadi negara selain Inggris yang menjadi operator Challenger 2 hingga saat ini. Omam membeli 38 tank yang dilengkapi dengan sistem pendingin, sebagai adaptasi dari medan gurun yang panas. Angkatan Darat Inggris mempunyai sekitar 386 tank ini yang telah terlihat di Bosnia, Kosovo dan Irak. Challenger 2 diketauhi sebagai proyek spekulasi pribadi oleh Alvis Vickers Ltd dan BAe Systems Land Systems, semuanya di Inggris.

    Specifications: Challenger 2

    Dimensions:
    Length: 37.89ft (11.55m)
    Width: 11.55ft (3.52m)
    Height: 8.17ft (2.49m)

    Performance:
    Speed: 35mph (56km/h)
    Range: 280miles (450km)

    Structure:
    Crew: 4
    Weight: 68.9 US Short Tons (62,500kg)

    Systems:
    NBC Protection: Yes
    Nightvision: Yes (Passive Only)

    Power:
    Engine(s): 1 x Perkins Engines CV-12 Condor V12 12-cylinder diesel engine delivering 1,200 hp of power @ 2,300rpm.

    Armament:
    1 x 120mm L30 CHARM Gun (CHallenger main ARMament)
    1 x 7.62mm coaxial machine gun
    1 x 7.62mm air defense machine gun
    2 x 5 smoke grenade dischargers

    Ammunition:
    50 x 120mm projectiles
    4,000 x 7.62mm ammunition
    10 x smoke grenades

    [align=center]challenger2.jpg[/align]

    Peace all :):)
  • [align=center][size=large]Merkava Mk 1 / Mk 2 (Chariot)[/size]


    Designation: Merkava Mk 1 / Mk 2 (Chariot)
    Classification Type: Main Battle Tank
    Contractor: Israeli Ordnance Corps Facility - Israel
    Country of Origin: Israel
    Initial Year of Service: 1979
    Number Built: 1,000[/align]


    MBT seri Merkava merupakan tulang punggung bagi element lapis baja Israel. Tank ini merupakan hasil pengalaman dalam pemakaian produk asing dari AS, Inggris dan Perancis. Dengan situasi yang kurang mengundtungkan di sekitar Israel, maka perlu bagi mereka untuk mengembangkan tank sendiri. Tank ini sangat cocok untuk lingkungan urban dan gurun dengan menghasilkan proteksi maksimal bagi awaknya. Hasilnya, Merkava terus menjadi bagian utama bagi AD Israel.

    Satu dari fitur desain terunik dari Merkava adalah keputusan untuk memasng mesin pada bagian depan hull.. Tank tradisional selalu memasang mesinnya pada bagian belakang, untuk melindunginya dari serangan frontal langsung. Berbeda dengan itu, Merkava mempunyai mesin yang dipasang di depan untuk melindungi awaknya dari serangan frontal langsung serupa. Sehingga, pengemudi duduk di bagian tengah belakang dan di sebelah kiri turret. Turretnya sendiri berbentuk melingkar dan rendah, sehingga tank ini lebih susah untuk dilihat atau dilacak dari jarak jauh. Pada turretnya terpasang meriam utama 105 mm dan senapan mesin koaksial 7,62mm. Sistem stabilisasi meriam memungkinkan penembakan pada saat bergerak dengan sebuah komputer targeting (produksi domestik). Tambahan dua senapan mesin 7.62 mm membuatnya lebih terlindungi dari serangan pesawat dan senapan ini juga berfungsi sebagai senjata anti-infantri. Sebuah mortar 60mm juga terdapat pada tank ini.

    [align=center]merkava1.jpg[/align]

    Tenaga Model Mk 1 dihasilkan oleh mesin General Dynamics Land Systems, AVDS-1790-6A, mesin diesel V-12 yang menghasilkan tenaga 900 hp. Mesin ini membuat Mk 1 dapat bergerak dengan kecepatan 28 mph dengan jarak 250 mil. Dengan berat lebih dari 66 ton, mobilitas Merkava sangat dipertanyakan.

    Merkava Mk 2 merupakan pengembangan dari Mk 1, dengan lapis baja yang diupgrade dan sistem kontrol penembakan yang lebih canggih. Yang lebih penting, Mk 2 dapat bergerak lebih jauh, sekitar seperempat lebih jauh dari Mk 1. Mk 3 muncul kemudian, dilengkapi dengan meriam utama 120mm dan mesin yang lebih baik. Versi terbaru dari Merkava adalah Mk 4 dengan beberapa perubahan yang mengikuti teknologi MBT modern.


    Specifications: Merkava Mk 1 / Mk 2 (Chariot)

    Dimensions:
    Length: 28.31ft (8.63m)
    Width: 12.14ft (3.70m)
    Height: 9.02ft (2.75m)

    Performance:
    Speed: 29mph (46km/h)
    Range: 249miles (400km)

    Structure:
    Accommodation: 4
    Weight: 66.1 US Short Tons (60,000kg)

    Systems:
    NBC Protection: Yes
    Nightvision: Yes

    Power:
    Engine(s): 1 x General Dynamics Land Systems AVDS-1790-6A V-12 with an output of 900hp.

    Armament & Ammunition:
    1 x 105mm main gun
    1 x 7.62mm co-axial machine gun
    2 x 7.62mm machine guns
    1 x 60mm mortar launcher

    Ammunition:
    62 x 105mm projectiles
    10,000 x 7.62mm ammunition

    Variants:
    Merkava Mk 1 - Initial Production Model Designation.
    Merkava Mk 2 - Improved armor protection; improved range; updated fire control system; improved 60mm roof-mounted mortar launcher.
    Merkava Mk 3 - 120mm main gun with upgraded powerpack at 1,200hp; new transmission system; improved suspension and fire control system; new threat warning system.
    Merkava Mk 3 Baz - Improved armor protection
    Merkava Mk 4 - Latest production version.
    "Slammer" - Self-Propelled 155mm Gun (prototype)
    ARV - Armored Recovery Vehicle (prototype)

    [align=center]merkava-ii.gif[/align]

    Peace All :):)
  • [align=center][size=large]T-72[/size]

    Designation: T-72
    Classification Type: Main Battle Tank
    Contractor: Chelybinsk, Nizhnyi Tagil and Kirov - Russia
    Country of Origin: Soviet Union
    Initial Year of Service: 1974
    Number Built: Not Available


    T-72.jpg[/align]

    MBT T-72 sangat berhubungan dengan T-64. T-72 mempunyai ketinggian rendah dan merupakan salah satu tank Soviet yang paling dikenal. Tank ini juga merupakan salah satu tank Soviet paling sukses setelah pendahulunya tank era PD II T-34.

    T-72 (kadang-kadang dikenal sebagai “Ural” untuk menandai wilayah kelahirannya) mempunyai mesin disel multi-bahan bakar V-12 yang dapat beroperasi dengan penggunaan diesel, bensin atau kerosin sebagai bahan bakar. Untuk menambah jarak jelajah, T-72 dapat dilengkapi dengan tambahan dua drum 200L.

    Diperkirakan hampir 20.000 MBT T-72 masih beroperasi hingga saat ini. Negara Uni Soviet seperti Kroasia dan Romania mempunyai lisensi untuk memproduksi sendiri tank ini.

    T-72 mempunyai meriam utama 2A46 Smooth-bore 125mm di turret yang berisi 3 awak. Turret-nya mempunyai pengisi proyektil otomatis (sampi dengan 8 pengisian per menit) mengurangi jumlah awak yang diperlukan. Dia mempunyai kemampuan amfibi jika sebelumnya diset secara khusus.

    Lapis baja reaktif (eksplosif), peralatan penglihatan malam dan proteksi NBC penuh ditambahkan sebagai program agar T-72 tidak ketinggalan di abad baru ini.


    Specifications: T-72

    Length: 22.80ft (6.95m)
    Width: 11.78ft (3.59m)
    Height: 7.28ft (2.22m)

    Performance:
    Speed: 42mph (67km/h)
    Range: 300miles (483km)

    Crew: 3
    Weight: 50.7 US Short Tons (46,000kg)

    Systems:
    NBC Protection: Yes
    Nightvision: Yes - Infrared

    Power:
    Engine(s): 1 x V-84 V-12 Piston air-cooled multi-fuel diesel engine generating 840hp @ 2,000rpm.

    Armament & Ammunition:
    1 x 125mm main gun
    1 x 12.7mm machine gun
    1 x 7.62mm coaxial machine gun
    2 x 6 smoke grenade dischargers
    Ammunition:
    45 x 125mm projectiles
    300 x 12.7mm ammunition
    2,000 x 7.62mm ammunition
    12 x smoke grenades

    Variants:
    T-72 - Base production model
    T-72K - Commander's Base-version Vehicle
    T-72A - Various modifications
    T-72AK - Commander's A-version Vehicle
    T-72AV - Features explosive reactive armor
    T-72M - Export model of T72A
    T-72M1 - Additional armor; Modernized variant
    T-72B - Additional turret armor
    T-72BK - Commander's B-version Vehicle
    T-72B1 - Sans anti-tank launcher
    T-72S - Export variant of T72B model
    T-72S1 - Export variant of T72B1 model
    T-72BM - Features updated explosive reactive armor.
    T-90
    P-T91 - Polish-produced T72
    TR-125 - Romamian-produced T72
    M-84 Degmen - Croatian-produced T72
    T-72 155mm - Trialed
    T-72 120mm - Trialed
    MTU-72 AVLB - Bridgelayer
    BREM-1 - Armored Recovery Vehicle
    IMR-2 - Battlefield Engineering Vehicle
    BMR-3M - Anti-mine Vehicle
    BMPT - Armor Support Vehicle
    T-72M4 CZ

    [align=center]t72ritn.gif[/align]

    Peace All :):)
  • ada tank T-90 gk? ktanya tank itu bgus. .

    Bro, it's your request:


    [align=center][size=x-large]T-90[/size][/align]

    Type: Main battle tank
    Place of origin: Russia
    Service history: Used by Russia and India
    Status: Operational

    Production history
    Designer: Kartsev-Venediktov
    Designed: 1993
    Manufacturer: Uralvagonzavod
    Unit cost: 35,226,000 RUB; $1,371,000 USD
    Produced: 1995 - Present

    Specifications
    Weight: 46.5 tonnes
    Length: 9.53 m (31.27 ft)
    Width: 3.78 m (9.12 ft)
    Height: 2.22 m (7.28 ft)
    Crew: 3
    Suspension: torsion bar

    Armor: Classified steel-composite-reactive blend
    Primary armament: 125 mm smoothbore gun with ATGM capability; mainly 9M119 Svir
    Secondary armament: 7.62 mm coaxial machine gun, 12.7 mm anti-aircraft machine gun

    Engine: Model 84 V-84 12-cyl. diesel; V-92 12-cyl. diesel; V-96 12-cyl. diesel
    Power: 840 hp (626 kW) for Model 84 V-84 12-cyl. diesel engine; 950 hp (708 kW) for V-92 12-cyl. diesel engine; 1,100 hp (820 kW) for V-96 12-cyl. diesel engine
    Power/weight: 18.1 hp/tonne (13.5 kW/tonne) for Model 84 V-84 12-cyl. diesel engine; 20.4 hp/tonne (15.2 kW/tonne) for V-92 12-cyl. diesel engine; 23.7 hp/tonne (17.6 kW/tonne) for V-96 12-cyl. diesel engine
    Range: 650 km
    Speed: 65 km/h



    [align=center]T-90S-001.jpg[/align]


    T-90 merupakan Tank Tempur Utama Rusia (MBT) yang dikembangkan dari T-72, dan saat ini merupakan tank paling modern yang beroperasi dengan AD dan Infanteri AL Rusia, dan AD India. T-90 menggunakan senapan dan pembidik gunner 1G46 dari T-80U, mesin baru, dan penjejak panas. Termasuk sistem perlindungan Kontakt-5 ERA, penerima peringatan laser, kreator pulsa elektromagnetik EMT-7 untuk memusnahkan ranjau magnetis dan sistem jamming ATGM inframerah Shtora. Tank ini dirancang dan dibuat oleh Uralvagonzavod, di Nizhny Tagil, Rusia.


    [size=large]Pengembangan[/size]

    Pada tahun 1992, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa Rusia tidak lagi mampu untuk mengembangkan MBT secara paralel. Sejak dua tank T-80U yang "berkualitas" dan T-72B yang murah ("kuantitas") sedang diproduksi pada pabrik yang berbeda, dan setiap pabrik penting bagi perekonomian dari kota, pemerintah membuat pesanan kecil untuk keduanya. Omsk membuat lima T-80Us dan Nizhni Tagil 15 tank T-72, dan keduanya memproduksi lebih banyak dengan harapan adanya pesanan ekspor. Nizhni Tagil telah membuat beberapa T-72BM, T-72B yang diupgrade dengan lapis baja reaktif-eksplosif generasi ketiga (ERA) yang disebut denganKontakt-5, yang telah dimiliki oleh T-80U.

    Untuk lebih meningkatkan prospek ekspor T-72 dan kesempatan untuk dipilih sebagai satu-satunya produksi dari Rusia MBT, sistem kontrol penembakan milik T-80U yang lebih canggih juga ditambahkan yang menghasilkan T-72BU. T-90 dikembangkan oleh Biro Desain Kartsev-Venediktov, Uralvagonzavod, di Nizhny Tagil. Pada awalnya oleh pengamat Barat dianggap sebagai tank dengan desain yang sepenuhnya baru. Tetapi pada kenyataannya model ini sebenarnya berdasarkan T-72BM, ditambah dengan beberapa fitur milik seri T-80.

    T-90 dengan mesin 840 hp (630 kW) diproduksi pada level rendah pada 1993, berdasarkan purwarupa T-72BU. Tank ini memiliki lapis baja reaktif-eksplosif Kontakt-5 generasi baru pada hull dan turret. T-90 merupakan upgrade besar untuk setiap sistem di T-72, termasuk meriam utama.

    Dua varian, T-90S dan T-90E, telah diidentifikasi sebagai model ekspor.Models

    •T-90 - Original production model.
    •T-90K - Command version of the T-90.
    •T-90E - Export version of T-90.
    •T-90A - Russian army version with welded turret, V-92S2 engine and ESSA thermal viewer. Sometimes called T-90 Vladimir or T-90M.
    •T-90S - Export version of T-90A. Sometimes called T-90C (Russian Cyrillic letter es looks like a Latin c). Tanks are found with two different turret armour arrays.
    •T-90SK - Command version of the T-90S. It differs in radio and navigation equipment and Ainet remote-detonation system for HEF rounds.
    •T-90S "Bhishma" - modified T-90S in Indian service.


    Variants

    •BREM-72 - Armoured recovery vehicle.
    •MTU-90 - Bridge layer tank with MLC50 bridge.
    •IMR-3 - Combat engineer vehicle.
    •BMR-3 - Mine clearing vehicle.


    [size=large]Production and service history[/size]

    Kementerian Pertahanan Rusia yang membuat pilihan satu MBT pada tahun 1995. T-80 yang lebih mahal dan rumit, bahan bakar-mesin turbin gas yang boros menyebabkan keuntungannya dipertanyakan. Pada bulan Januari 1996, Col-Gen. Aleksandr Galkin, Kepala dari Main Armor Directorate Departemen Pertahanan, mengumumkan bahwa T-90 telah terpilih sebagai satu-satunya MBT Rusia. Namun T-80 yang baru dan telah upgrade akan tetap beroperasi di Rusia sampai akhir masa operasi mereka. Rencananya, semua tank model lama akan digantikan oleh T-90 pada akhir 1997, tergantung pada ketersediaan dana.

    Bulan September 1995, sekitar 107 tank T-90 telah diproduksi, di Distrik Militer Siberian. Pada pertengahan 1996 sekitar 107 T-90 mulai beroperasi untuk Far Eastern Military District. Beberapa ratus tank ini telah diproduksi, dengan berbagai perkiraan yang menyatakan bahwa antara 100 dan 300 tank beroperasi, terutama di Far East.

    Pada 1999 terlihat tampilan baru model T-90, yang memiliki turret terpatri penuh dari turret milik MBT eksperimental Obyekt 187. Model baru ini disebut "Vladimir" untuk menghormati kepala desainer T-90 Vladimir Potkin, yang meninggal pada tahun 1999. Tidak diketahui bagaimana desain ini akan mempengaruhi tata letak dan perlindungan dari turret, atau apakah layout lapis baja pada hull telah diubah.

    Pada tahun 2006, terdapat sekitar 1.200 T-90 tank beroperasi untuk AD Rusia Tank Divisi Pertahanan ke-5, di Siberian Military District, dan tujuh tank T-90 untuk AL. 120 T-90 diharapkan untuk mulai beroperasi di tahun 2007, dan 300 pada 2008.

    T-90 merupakan solusi sementara, sambil menunggu berlakunya MBT baru Rusia yang saat ini dalam pengembangan. Sementara itu, T-90 mungkin akan tetap diproduksi dengan kecepatan rendah untuk menjaga line produksi tetap berjalan sampai desain baru tersedia.

    Russian Federal Service untuk Kontrak Pertahanan (Rosoboronzakaz) mengumumkan pada bulan Juli 2008 bahwa tank yang baru, (kabar angin menyebutkan T-95), direncanakan untuk mulai beroperasi setelah 2010. Akan tetapi, T-90 diharapkan untuk tetap beroperasi sampai 2025, sementara tank lama T-72 dan T-80 tanks sedang dipensiunkan secara bertahap.Tank T-90 di India

    Tank versi T-90S beroperasi untuk AD India, dan produksi lokal tank Bhishma T-90S dimulai di India pada tahun 2006 atau 2007. Bhishma (yang juga dieja 'Bishma') adalah pahlawan epos dari India, Mahabharata.

    Pada tahun 2001, India membeli 310 tank T-90S dari Rusia, yang telah dikirim utuh 120, 90 semi-knocked down kit, dan 100 completely-knocked down kit. T-90S dibuat oleh Uralvagonzavod dan tenaga mesin 1000 hp dari Chelyabinsk Tractor Plant. Namun tank ini tidak memiliki sistem perlindungan aktif Shtora walaupun ada laporan mengenai kontrak terpisah untuk pengiriman dari versi modern sistem ini yang sedang dibahas. T-90 yang telah dipilih karena merupakan pengembangan langsung dari T-72, yang mana India telah pula mengoperasikannya, menyederhanakan pelatihan dan pemeliharaan. India membeli T-90 setelah keterlambatan produksi tank produksi dalam negeri, Arjun, dan untuk mengantisipasi pengoperasian T-80UD (Ukraina) oleh Pakistan pada 1995-97.

    Kesepakatan antara India dan Rusia, diperkirakan bernilai USD $ 750 juta, juga transfer teknologi dan sistem persenjataan T-90 secara lengkap ke India. Dengan bantuan Rusia dan Perancis, India mengembangkan versi upgrade dari T-90S, yang dikenal sebagai Bhishma. Namun, India telah melaporkan adanya masalah yang timbul dengan penjejak thermal rancangan Perancis yang timbul karena intensitas panas gurun. Pada tahun 2006, Pemerintah India memberikan kontrak senilai USD $ 2,5 miliar untuk produksi 1000 T-90S Bhishma. Pada tanggal 26 Oktober 2006, India menandatangani kesepakatan lain dengan Rusia senilai 800 juta USD untuk 330 T-90S. Secara keseluruhan, India berencana untuk memiliki 1.500 T-90S yang beroperasi di tahun 2020.


    Potential foreign sales

    Cypriot House Defense Committee –Yunani menyetujui dana pada Januari 2009 untuk pembelian 41 T-90 Rusia. Uang yang berasal dari anggaran pertahanan 2009. Siprus sudah mengoperasikan T-80. Sumber anonim dari pertahanan Venezuela mengatakan bahwa Presiden Hugo Chavez "ingin mengganti AMX-30 yang telah usang dengan sekitar 50-100 T-90" menurut sebuah artikel pada Oktober 2008 yang ditulis oleh analis Jack Sweeney. Venezuela mungkin akan membeli T-90 pada akhir 2008.

    Algeria dinyatakan sedang bernegoisasi untuk membuat kontrak militer besar yang capat mencakup beberapa jenis tank Rusia pada Juni 2008. Arab Saudi dilaporkan, pada bulan Juli 2008, oleh harian Rusia Kommersant sedang bernegosiasi untuk membeli 150 T-90. Menteri Pertahanan Libanon Elias Murr El bertemu dengan Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Serdyukov pada bulan Desember 2008, untuk membicarakan kemungkinan transfer peralatan militer Rusia termasuk tank T-90.[size=large]Persenjataan[/size]

    [align=center]T-90S-firepower.jpg[/align]

    Persenjataan utama T-90 adalah meriam smoothbore 2A46M 125 mm. Meriam ini adalah versi modifikasi meriam anti-tank Sprut, dan merupakan meriam yang sama yang digunakan oleh tank seri T-80. Meriam ini dapat diganti tanpa pembongkaran turret dan mampu menembakkan amunisi armour-piercing fin-stabilized discarding sabot (APFSDS), high-explosive anti-tank (HEAT-FS), and high explosive fragmentation (HE-FRAG), serta misil kendali anti-tank 9M119M Refleks. Misil Refleks memiliki kendali sinar laser semi-otomatis dan tandem dengan hulu ledak HEAT. Memiliki jarak tembak efektif 100 m hingga 6 km, dan dengan waktu 17,5 detik untuk mencapai jarak maksimum. Refleks dapat menembus ~ 950 mm besi baja dan juga dapat ditembakkan ke sasaran udara rendah seperti helikopter.

    Senapan mesin anti-pesawat Kord yang 12.7mm dapat dioperasikan dari dalam tank oleh komandan dan memiliki jangkauan 2 km dengan 650-750 putaran per menit dengan 300 kotak amunisi. Senapan mesin coaxial PKT 7,62 mm dengan berat sekitar 10,5 kg, mempunyai kapasitas 250 kotak amunisi (7000 putaran) dengan tambahan berat 9,5 kg.

    Seperti tank Rusia modern lainnya, meriam 2A46M pada T-90 mempunyai loader otomatis sebagai pengganti loader manual dalam tank dan menguragi kebutuhan awak menjadi 3 (komandan, penembak meriam dan driver). Autoloader dapat membawa 22 amunisi siap-tembak dalam carousel-nya dan dapat mengisi amunisi dalam waktu 4-5 detik. Terdapat pertimbangan agar loader otomatis pada T-90 dimodifikasi untuk dapat mengoperasikan amunisi baru seperti 3BM-44M APFSDS. Selain itu T-90 memiliki fitur sistem saklar Ainet yang memungkinkan untuk meledakkan amunisi HE-FRAG yang ditembakkan pada jarak tertentu dengan bantuang pencari jarak laser, meningkatkan kinerja penembakan terhadap sasaran helikopter dan infanteri.

    Sistem kendali penembakan pada T-90 meliputi sistem pembidik siang-malam PNK-4S/SR AGAT yang terpasang pada ruang komandan yang memungkinkan untuk deteksi malam hari terhadap target berukuran tank pada jarak antara 700 dan 1100 meter. Model awal dari T-90 dilengkapi dengan penjejak TO1-KO1 BURAN, namun pada model selanjutnya (T-90S) telah diupgrade dengan penjejak imaging thermal ESSA, yang memungkinkan untuk penembakan akurat untuk target pada 5000-8000m menggunakan Kamera termal Catherine-FC yang diproduksi oleh Thales Optronique. Penembak dilengkapi dengan sistem pembidik-siang 1G46 yang memiliki pencari jarak laser, channel misil kendali dan memungkinkan target berukuran tank terdeteksi dan ditembak pada kisaran jarak 5000m ke 8000m. Driver menggunakan penjejak TVN-5 siang dan malam.[size=large]Perlindungan[/size]

    T-90 dipasangi dengan campuran plat baja konvensional, baja komposit dan baja reaktif-eksplosif (ERA). Glasis dan turret yang rendah dilindungi oleh ERA generasi ketiga Kontakt-5. Blok ERA ini memberikan penampilan khusus turret. Blok ERA juga dipasang di bagian atap turret dan memberikan perlindungan terhadap serangan ke bagian atas. Paket lapis baja turret bagian depan sebagai tambahan bagi ERA dan baja plating, berisi filler komposit dijepit di antara plat baja atas dan bawah, baja komposit mengambil keuntungan dari bahan-bahan konstruksi eksotik seperti keramik dan plastik untuk menurunkan berat dan meningkatkan perlindungan tank bila dibandingkan dengan plat baja.

    T-90 dilengkapi dengan set countermeasures Shtora-1 (Rusia: Штора-1 atau "tirai"), yang diproduksi oleh Elektromashina dari Rusia. Sistem ini mencakup dua jammer inframerah di bagian depan turret, empat laser penerima peringatan, dua sistem peluncur granat aerosol 3D6 dan sistem kontrol terkomputerisasi. Shtora-1 memperingatkan awak tank ketika tank telah dibidik dengan senjata kendali-laser dan memungkinkan awak untuk mengubah arah turret untuk menghadapi ancaman. Jammer inframerah, TShU1-7 EOCMDAS, mengganggu perintah semi-otomatis untuk menyetarakan pandangan sistem kendali (SACLOS) dari beberapa sistem missil kendali anti-tank. Granat aerosol dapat digunakan untuk menyamarkan tank dari pencari jarak dan pembidik, serta pembidik dari sistem senjata lainnya. T-90S India tidak dilengkapi dengan set countermeasures Shtora-1.

    Di samping sistem perlindungan aktif dan pasif, T-90 juga dilengkapi dengan perlindungan dari senjata nuklir, biologi dan kimia (NBC), penyapu ranjau KMT dan sistem pemadaman kebakaran otomatis.

    Sepanjang sebuah laporan uji coba yang dilakukan oleh militer Rusia pada 1999, T-90 tertembak oleh berbagai amunisi RPG, ATGM dan APFSDS. Jika dilengkapi dengan Kontakt-5 ERA, T-90 tidak dapat ditembus oleh amunisi APFSDS atau ATGM apapun selama uji coba dan melebihi performa T-80U yang juga ikut ambil bagian dalam uji coba.

    [align=center]T-90-drawing-02.png[/align]

    Peace All :):)
  • Artikel sangat lengkap dan detai dari www.fprado.com

    [align=center][size=x-large]Leopard 2 Main Battle Tank[/size]

    Designation: Krauss-Maffei Wegmann Leopard 2
    Classification Type: Main Battle Tank
    Contractor: Krauss-Maffei Wegmann, Munich, Germany
    Country of Origin: Germany
    Initial Year of Service: 1979
    Number Built: Not Available


    image241.gif[/align]

    Leopard 2, tak diragukan lagi, adalah salah satu tank tersukses dari generasi terakhir MBT, dengan lebih dari 3.200 unit telah diproduksi. Leopard 2 sekarang beroperasi untuk Austria, Denmark, Germany, Netherlands, Norway, Switzerland, Sweden dan Spanyol. AD Finlandia membeli 124 dan AD Polandia membeli 128 tank Leopard 2A4 bekas pakai dari Jerman.

    Pada Maret 2003 AD Yunani memesan 170 Leopard 2 HEL (versi dari Leopard 2A6EX), untuk dikirim antara 2006 hingga 2009. 30 tank pertama dirakit oleh KMW, sisanya oleh ELBO, Yunani. Tank produksi lokal pertama dikirim pada Oktober 2006. Pada Agustus 2005, Yunani memesan 183 Leopard 2A4 dan 150 Leopard 1A5 bekas pakai Jerman. Pada November 2005, sebuah perjanjian ditandatangani untuk penjualan 298 Leopard 2A4 untuk Turki. Pengiriman dijadwalkan pada awal 2006-2007.

    AD Jerman mengupgrade 225 2A5 menjadi konfigurasi 2A6, yang hasil pertamanya selesai pada Maret 2001. AD Belanda juga mengupgrade 180 2A5 menjadi 2A6, hasil pertamanya beroperasi pada Februari 2003.

    Spanyol memesan 219 Leopard 2E (Versi dari 2A6 dengan proteksi lapis baja yang lebih besar), 16 tank recovery (CREC) dan 4 kendaraan training. 30 tank pertama dibuat oleh KMW dan sisanya dilisensikan untuk dibuat di Spanyol oleh General Dynamics, Santa Barbara Sistemas (GDSBS). Tank pertama diserahkan ke AD Spanyol pada Juni 2004 dan pengiriman akan selesai pada 2008. Varian lain adalah Leopard 2(S) yang mempunyai sistem kendali dan komando baru dan sistem lapis baja pasif baru. 120 Leopard 2(S) telah dikirim ke AD Swedia pada Maret 2002.Pada Maret 2006, Chili menandatangani kontrak akuisisi 118 tank Leopard 2 dari AD Jerman. Paket akuisisi ini terdiri dari 93 Leopard 2A4 yang diperbarui bersama dengan 25 spare tank dan peralatan pendukung. Kanada akan membeli 100 tank Leopard 2A4 dari Belanda untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang angkatan bersenjata Kanada, dan akan segera dikirim ke Kanada setelah selesainya persetujuan antara kedua pemerintahan. AD Belanda mempertahankan 110 tank Leopard 2A6.

    Pada April 2007, Kanada membeli sampai dengan 100 tank Leopard dari AD Belanda dan menyewa 20 Leopard 2A6M dari AD Jerman. Krauss-Maffei Wegmann GmbH (KMW) mengirimkan tank pertama yang disewa pada Agustus 2007 dengan upgrade pada sistem perlindungan ranjau dan lapis baja “slat”. Tank ini dikirim ke Afganistan pada Agustus 2007.

    Pada Desember 2006, diumumkan bahwa Singapura membeli 66 Leopard 2A4 yang diperbarui dari AD Jerman, ditambah 30 tank. Tank-tank ini akan mulai beroperasi untuk AD Singapura pada 2008.

    Pada Oktober 2007, Portugal membeli 37 Leopard 2A6 dai AD Belanda, dan akan dikirim pada 2008-2009.

    Krauss-Maffei Wegmann GmbH mengembangkan sistem proteksi ranjau untuk Leopard 2, mengikuti definisi konsep yang dibuat oleh gabungan beberapa negara Jerman, Swiss, Belanda, Swedia dan Norwegia, di bawah pimpinan dari agensi procurement Jerman BWB. Pesanan untuk upgrade sistem proteksi ini dilakukan pada September 2003 untuk modifikasi 15 Leopard 2A6 milik AD Jerman dan 10 Leopard 2A5 milik Swedia. Tank pertama yang menggunakan proteksi ini dikirim pada Juli 2004. Modifikasinya terdiri dari penambahan elemen lapis baja di lantai tank, sistem penglihatan baru dan penyusunan ruangan untuk amunisi. Percobaan dilakukan pada Februari 2004, menunjukkan dengan sistem ini, awak Leopard 2 dapat selamat tanpa cidera dengan adanya ledakan ranjau di bawah tank.

    Pengembangan terbaru untuk Leopard 2 oleh Krauss-Maffei Wegmann GmbH adalah seri dengan model teknologi baru untuk mendukung suasana perdamaian, Leopard 2 PSO (Peace Support Operation). Leopard 2 PSO diperkenalkan secara resmi pada 2006.


    [size=large]Sejarah[/size]

    Pengembangan MBT Leopard 2 merupakan proyek yang dimulai pada 1960an. Pada saat itu Jerman dan AS masih bekerja sama dalam program MBT-70, maka proyek Leopard 2 mendapat prioritas rendah.

    Ketika Jerman dan AS mengembangkan MBT/KPz-70, perjanjian mereka tidak mengijinkan program tank nasional paralel, tetapi ketika Leopard 1 diperkenalkan pada 1965, Porsche mendapatkan kontrak untuk mengembangkan komponen untuk meningkatkan efektivitas pertempuran menurut standar MBT/KPz-70. Program ini berjalan hingga 1967, ketika kotrak berakhir, dan menjadi terkenal dengan sebutan 'Vergoldeter Leopard' atau 'Gilded Leopard'. Ketika keretakan pada kerjasama Jerman/AS untuk pengembangan MBT/KPz-70 muncul pada 1967, Menteri Pertahanan Jerman memutuskan untuk melanjutkan pengembangan 'Vergoldeter Leopard', yang kemudian dikenal dengan ‘Keiler’ (Babi Hutan Liar).

    [align=center]Leopard_2_prototype-01.jpg Leopard_2_prototype-02.jpg
    Purwarupa Leopard 2, pada fase pengembangan berbeda. Total 17 purwarupa dibuat, dengan suspensi, turret dan persenjataan yang berbeda[/align]Krauss-Maffei dari Munich dipilih sebagai kontraktor utama, dengan Porsche untuk pengembangan sasis dan Wegmann pada turret. Pada 1969 dan 1970, dua purwarupa (ET 01 dan ET 02), keduanya dilengkapi dengan mesin 10 silinder MB 872, yang dibuat untuk ujicoba dan evaluasi. Pada akhir 1969, dengan berakhirnya pengembangan tank gabungan Jerman/AS, Jerman memutuskan untuk menggunakan hasil pengembangan MBT/KPz-70. Hal ini adalah sebuah usaha untuk mengkombinasikan sapre part yang terbengkalai dari program MBT/KPz-70 dengan komponen tank eksperimental, dan kemudian dikenal dengan Eiler (Babi Hutan), tetapi tidak pernah sampai ke tahap purwarupa.

    Pada awal 1970, Menteri Pertahanan Jerman merekomendasikan pengembangan 'Vergoldeter Leopard' yang dilanjutkan dengan adopsi mesin MTU yang awalnya dikembangkan untuk MBT/KPz-70 dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dari pengalaman sebelumnya. Tujuh tank lain dipesan, dengan Krauss-Maffei dipilih lagi sebagai kontraktor utama.

    Purwarupa pertama yang dihasilkan sangat mirip dengan Leopard 1A4, tetapi dengan sebuah haluan berbentuk baji dan sebuah knalpot yang dipindah ke bagian belakang. Roda-nya berasal dari MBT/KPz-70 dan “return rollers”-nya dari Leopard 1. Mesinnya juga berasal dari MBT/KPz-70, mesin empat-tak multi-bahan-bakar berpendingin-air 12 Silinder MTU MB-873 Ka-500 , bersama dengan generator 20 kW, gearbox, filter udara dan sistem pendingin dan rem, membentuk sistem kompak yang dapat dengan mudah diganti dan dipasang selama 15 menit. Sepuluh dari tujuhbelas turret dipasangi meriam utama 105mm, sedangkan yang lainnya (tujuh) dipasangi meriam 120mm, keduanya dibuat oleh Rheinmetall.

    Ketika analisis pertama dari perang Yom Kippur 1973 diperoleh, menjadi semakin jelas bahwa penambahan proteksi lapis baja merupakan faktor penting di masa yang akan datang. Hasilnya adalah keputusan untuk mengupgrade Leopard 2 menjadi MLC 60 (Military Loading Class 60 tons), yang akan memungkinkan penambahan lapis baja, dan modifikasi turet dengan lapis baja multi-lapis. Hasilnya adalah terobosan besar pada program Leopard 2 dan menjadi langkah pertama pada Leopard 2AV.

    Selama 1973, negosiasi antara Jerman dan AS dimulai untuk standarisasi komponen tertentu pada MBT kedua negara. Sebagai hasilnya, pada 1976 disetujui untuk studi bagaimana Leopard 2 dapat dimodifikasi untuk memenuhi performa dan batasan AS. Berdasarkan keinginan Jerman dan AS, Porsche, Krauss-Maffei, dan Wegmann mendesain dan membuat Leopard 2 AV (Austere Version)[align=center]Leopard-2-Austere-Version-C.jpg
    Purwarupa Leopard 2 Austere Version[/align]

    Modifikasi termasuk lapis baja multi-lapis baru (seperti lapis baja “Chobham” milik Inggris, yang terdiri dari lapis baja dan keramik) pada hull dan sebuah turret baru dengan sistem kendali penembakan yang lebih canggih. Dua sasis dan tiga turret dibuat, dan siap pada 1976. Purwarupa pertama mempunyai turret dengan sistem kendali penembakan Hughes dan meriam utama 105mm L7A3. Purwarupa kedua dilengkapi dengan meriam yang sama, tetapi dibuat agar mengadopsi meriam utama Rheinmeta;; 120mm. Turret ketiga memakai kendali penembakan German, termasuk EMES 13 dan digunakan untuk program uji coba Jerman. Turret tambahan juga dibuat dan identik dengan turret ketiga, tetapi memakai meriam utama Rheinmetall 120mm dari awal.

    Leopard 2 AV sebenarnya awalnya diuji pada waktu yang sama daengan XM1, tetapi program modifikasi Jerman menghabiskan waktu yang lebih ama dari yang diperkirakan. AD AS sedang melakukan evaluasi terhadap purwarupa XM1 yang dibuat oleh Chrysler dan General Motors, dan akhirnya memilih purwarupa dari Chrysler untuk pengembangan se=kala penuh.

    Akan tetapi, Purwarupa Jerman tiba di AS pada akhir Agustus 1976 dan uji perbandingan antara purwarupa Leopard 2AV dan XM1 dilakukan di Aberdeen Proving Grounds, berlangsung hingga Desember 1976. AD AS melaporkan bahwa Leopard 2AV dan XM1 setara pada sistem penembakan dan mobilitas, tetapi XM1 lebih baik dalam hal perlindungan lapis baja. Setelah uji perbandingan ini, purwarupa Leopard 2V dikembalikan ke Jerman untuk evaluasi.

    Pada September 1977 Menteri Pertahanan Jerman secara resmi memutuskan untuk mulai memproduksi 1.800 Leopard 2, yang akan dikirim dalam lima bagian (batch). Krauss-Maffei dipilih menjadi kontraktor utama dan manager sistem. MaK menjadi sub kontraktor dan produksi dibagi di antara dua perusahaan tersebut, 55% untuk Krauss-Maffei dan 45% untuk MaK. Wegmann, sebagai integrator turret, mempunyai tanggung jawab penuh untuk koordinasi kendali penembakan EMES 15. KEndali penembakan EMES 15 dikembangkan oleh Hughes bekerja sama dengan Krupp Atlas Elektronik, dengan meriam utama performa-tinggi “smooth-bore” 120mm dari Rheinmetall.

    Tanpa keraguan, pada saat mulai produksinya (1979), Leopard 2 merupakan tank tercanggih di dunia. Jerman sukses dalam mendesain sebuah tank yang sangat hebat di semua tiga area desaintank, mobilitas, daya tembak dan proteksi lapis baja.

    Setelah ini, desainer tank hanya mampu sukses dalam dua area desain tank. Chieftain milik Inggris, mempunyai daya tembak dan lapis baja yang bagus, tapi mobilitasnya tidak memadai. Yang lain, AMX-30 milik Perancis, mempunyai mobilitas dan daya tembak yang bagus, tetapi lemah di lapis bajanya.

    Bersambung.....

    Peace All
  • Lanjutan MBT Leopard 2:

    [size=large]Leopard 2 Series Production[/size]

    [align=center]Leopard-2-1980.jpg
    Leopard 2 dari batch produksi pertama[/align]

    Total 380 Leopard 2 dibuat dalam batch pertama, 209 oleh Krauss-Maffei (nomor sasis 10001 sampai 10210) dan 171 oleh Mak (nomor sasis 20001 sampai 20172), dengan enam produksi pertamanya dikirim pada 1979 ke Kampftruppenschule 2 di Münster. 100 yang lain dikirim pada 1980 dan 229 pada 1981. Leopard 2 pertama masuk ke Panzerbattalions 31, 33 dan 34 dari 1 Panzerdivision, dengan sebagian dikirim secara paralel ke Panzerbattalions 81, 85 dan 84 dari 5 Panzerdivision. Leopard 1 yang masa operasinya sudah habis kemudian diserahkan pada Panzerbattalions dari Panzergrenadier Divisions, mereka menggantikan M48A2G. Pada 1982 produksi berjalan dengan kapasitas 300 setahun, batch pertama yang terakhir dikirimkan pada Maret 1982.

    Berat pertempuran Leopard 2 adalah 55.000 kg, berat kosong 52.000 kg, dan Hull-nya mempunyai lapis baja multi-lapis. Rodanya (running gear) terdiri dari tujuh “dual rubber-tyred road wheels” dan empat “return roller” per sisi, dengan “idler wheel” di depan dan “drive sprocket” di belakang.
    Suspensi batang torsi (Suspensi Christie) dipakai, dengan “friction dampers” canggih. Roda rantai Diehl 570 F, dengan konektor akhir rubber-bashed, mempunyai blok karet yang dapat dilepas dan menggunakan 82 mata rantai di setiap roda rantainya. Untuk penggunaan di medan es, sampai dengan 18 blok karet dapat diganti dengan “grousers”, yang disimpan pada tundukan tank. Bagian pertama dari empat bagian Skirt samping tank ini mempunyai lapis baja yang sangat tebal dan harus ditinggikan untuk pengiriman melalui kereta api. Sementara bagian lainnya terbuat dari karet dan struktur logam standar dan tergantung dan dapat diayunkan ke atas jika diperlukan.

    Ruang pengemudi berada di depan sebelah kanan. Sebuah lubang palka “pintle-mounted” tipe angkat dan ayun besar dipasang untuk pengemudi dan dibuka ke arah kanan. Terdapat dua periskop observasi di palka pengemudi, ditambah satu di sebelah kirinya, untuk digunakan saat mengemudi di jarak sangat dekat. PEriskop sentral (di palka) dapat diganti dengan alat lihat IR pasif untuk operasi malam hari. Lubang palka darurat berada di bawah tempat duduk pengemudi.

    Turretnya memakai lapis baja multilapis, terpasang di tengah hull dan diawaki oleh komandan dan penembak di sebelah kanan dan pengisi proyektil di sebelah kiri. Komandan dan pengisi proyektil masing-masing mempunyai palka sirkular, yang dibuka ke belakang, dan enam periskop yang mampu melihat ke segala arah untuk komandan. Kedua palka mempunyai cincin untuk senapan mesin anti-pesawat 7.62 mm, walaupun normalnya senapan mesin ini terpasang pada palka pengisi proyektil.

    [align=center]Leo2-First-Production-02.jpg
    Leopard 2, seri produksi batch pertama. Batch pertama dikirim dari 1979-1982. 200 tank pertama orisinil dilengkapi dengan intensifier tampilan PZB 200 yang terpasang di atas mantlet, imager termal belum terpasang. Batch pertama merupakan satu-satunya yang mempunyai sensor angin yang terpasang di turret.[/align]Meriam utama Rheinmetall 120mm terstabilisasi secara penuh baik azimut maupun elevasi, dan sistem kendali meriam elektro-hidrolis WNA-H22 terpasang di dalamnya. Meriam ini dapat menembakkan dua tipe amunisi, keduanya dikembangkan oleh Rheinmetall APFSDS-T, dikenal sebagai DM-33 KE (Kinetische Energy), dan HEAT-MP-T, dikenal sebagai DM-12 MZ (Mehrzweck = multipurpose), kedua tipe ini mempunyai selongsong yang dapat terbakar. 27 rounds dari amunisi 120mm disimpan di magazine khusus di bagian depan hull, sebelah kiri ruang kemudi- 12 tambahan (total 42) disimpan di sebelah kiri rangka turret, dan terpisah dari kompartemen tempur dengan pintu yang beroperasi secara elektrik. Jika amunisi pada tempat penyimpanan tertembak, penel blow-off di dalam atap turret akan mengarahkan ledakan ke atas. Senapan mesin koaksial 7.620mm MG 3, terpasang di sebelah kiri meriam utama dan 4.750 rounds amunisi dapat diangkut.

    [align=center]Rehinmetall-120mmL44.jpg
    Meriam Rheinmetall 120mm L44 adalah meriam tank terkuat pada saat MBT Leopard 2 mulai beroperasi (1979).[/align]

    Penjejak panas untuk penjejak primer EMES 15 penembak tidak siap selama produksi batch pertama, akan tetapi pada produksi selanjutnya penjejak panas ini sudah terpasang. Untuk menghasilkan kemampuan tempur malam yang lebih baik untuk tank batch produksi pertama, sistem TV ringan Panzer-Ziel-und-Beobachtungsgerät (PZB) 200ow (LLLTV) dipasang sementara untuk 200 Leopard 2.

    Sistem kendali penembakan EMES 15/FLT-2 terdiri dari:
    1.Penjejak/alat pembidik primer untuk penembak dengan cermin tang distabilkan secara azimut dan elevasi
    2.Transmiter dan receiver laser
    3.Sistem penggambaran termal dan “eye piece assembly”
    4.unit kendali komandan dan penembak.
    5.unit display komandan
    6.unit kendali komputer
    7.kontrol tangan joy-stick komandan
    8.komputer balistik digital, yang mengkalkulasi data relevan untuk solusi penembakan
    9.sensor kecepatan udara silang (hanya batch pertama)
    10.sensor elevasi meriam
    11.box elektronik laser
    12.sensor sudut lereng
    13.set kabel interkoneksi

    Penembak juga mempunyai teleskop tambahan FERO-Z18 dengan pembesaran sampai delapan kali, yang terpasang koaksial di sebalah kanan meriam utama. Pembidik panoramik primer PERI R-17 independen dan terstabilisasi penuh, dibuat oleh Carl Zeis, dipasang didepan ruang komandan. Pembidik ini dapat diputar 360 derajat dan memungkinkan komandan membantu kontrol penembak jika dibutuhkan. Sebuah palka suplay amunisi yang dibuka ke luar, terpasang di sebelah kiri turret. Dua kelompok dari empat 79mm mortar asap Wegman dipasang di kedua sisi turret dan dapat ditembakan secara elektrik satu per satu atau secara salvo keempat-empatnya. Dua set radio SEM 25/SEM 35 dipasang di belakang komandan di bagian belakang kanan bustle turret. Dua antena radio dipasang di kanan dan kiri belakang ruang awak.

    Kompartemen mesin berada di belakang, terpisang dari kompartemen tempur oleh dinding pemisah tahan api. Mesin diesekl turbo empat-tak V-12 Silinder berpendingin cairan 47,6 Liter MTU MB 873 Ka-501 menghasilkan 1.104 kW (1.500 PS) di 2.600 rpm. Di hidupkan dengan delapan batere 12-Volt/125 Ab dan mempunyai sistem elektrik 24 volt. KEcepatan maksimum jalanan Leopard 2 adalah 68 km/jam, dan terbatas 50km/jam selama waktu damai, dan kecepatan mundur maksimal 31 km/jam. Konsumsi bahan bakarnya sekitar 500 liter per 100km. Empat tangki bahan bakarnya mempunyai kapasitas total sekitar 1.160 liter, membuatnya mampu berjalan hingga 500 km. “Planetary Gearbox” hydro-kinetic Renk HSWL 354 dengan rem integral terpasang pada mesin, membentuk power pack kompak yang dapat diganti-ganti selama 15 menit. Berat power pack ini sekitar 6.120 kg. Empat gigi maju dan dua mundur dapat dioperasikan melalui konventer putaran, membuat Leopard 2 dapat perputar di tempat jika dibutuhkan. Transmisi giginya berjalan secara otomatis dengan jarak yang dipilih sebelumnya oleh pengemudi. Kisi-kisi keluaran pendingin udara sangat mencolok menyeberangi bagian atas dari plat belakang, dan telah dipasang setelah tank ke-28 dibuat.Kisi-kisi knalpot dengan batang-batang vertikal berada di sebelah kiri dan kanan ventilasi deairasi. Sistem deteksi kesalahan mendeteksi malfungsi teknis apapun.Empat botol pemadam kebakaran Halon 9kg terpasang di sebelah kanan di belakang ruang pengemudi. Botol-botol ini terhubung dengan pipa dan pipa karet, dan diaktifkan secara otomatis denhan sistem deteksi kebakaran, ketika temperatur naik hingga di atas 180 Fahrenheit di dalam kompartemen tempur, atau secara manual dengan panel didalam kompartemen pengemudi. Sebuah pemadam kebakaran ( Halon 2,5 kg (HAL 2,5) ekstra disimpan di bawah meriam utama. Leopard 2 mempunyai sistem proteksi NBC, yang menghasilkan sampai dengan tekanan 4 mbar (0.004 kp/cm²) di dalam tank. Leopard 2 mampu mengarungi perairan dengan kedalaman 1,20m (menyeberangi) tanpa persiapan apapun, dan dapat mengarungi perairan dengan kedalaman 2,25m (penyeberangan dalam) dengan persiapan khusus. Persiapan sekitar 15 menit dibutuhkan untuk membuat tank siap menyeberangi perairan dengan kedalaman 4m (pengendaraan bawah air), termasuk pemasangan tiga buah snorkel (alat penyaluran udara) ke kubah komandan.

    Produksi batch kedua dimulai pada Maret 1982 dan berakhir pada November 1983. 450 tank dibuat, 248 dibuat oleh Krauss-Maffei (nomor sasis 10211 sampai 10458) dan 202 oleh MaK (nomor sasis 20173 sampai 20347). Perubahan paling signifikan dari batch ini adalah penghilangan sensor kecepatan angin, dan perlindungan pada blok optik di ruang komandan sekarang berbentuk persegi. Pembidik termal, berdasarkan modul umum yang dikembangkan oleh Texas Instruments dan dibuat oleh Carl Zaiss, sekarang terpasang di pembidik primer EMES 15 dan sistem kendali penembakan dimasukkan ke dalam sistem deteksi kesalahan.

    Filter bahan bakar di pindah posisinya, untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pengisian bahan bakar. Sebuah koneksi head-set eksternal ditambahkan di sebelah kiri belakang turret. Rak penyimpanan amunisi identik dengan milik M1A1 Abrams. Papan dua kaki dipasang di power pack, untuk mengurangi kerusakan pada sistem kemudi serta colokan dan kabel elektrik selama pemeliharaan dengan pengurangan dek. Klem kabel penarik di dek belakang di pindah dan kabelnya sekarang mempunyai panjang 5 m, menyilang di plat belakang. Dengan banyaknya perubahan, versi ini dinamai Leopard 2A1.


    300 Leopard 2 batch ketiga diproduksi pada November 1983 hingga November 1984, 165 oleh Krauss-Maffei (nomor sasis 10459 sampai 10623) dan 135 oleh MaK (nomor sasis 20735 hingga 20509). Perubahan yang paling terlihat adalah penambahan deflektor, yang meninggikan posisi pembidik panoramik primer PERI R-17 komandan sekitar 50mm, dan plat pelindung yang lebih besar dipasang di bagian atas sistem perlindungan NBC. Modifikasi ini juga kemudian dilakukan pada tank batch kedua. Tank batch ketiga ini diberi nama Leopard 2A2.

    Batch keempat dibuat antara Desember 1984 dan Desember 1985. 300 tank dibuat, 165 dibuat oleh Krauss-Maffei (nomor sasis 10624 hingga 10788) dan 135 oleh MaK (nomor sasis 20510-20644). Perubahan yang paling besar pada pemasangan radio VHF SEM 80/90 digital dan kisi-kisi knalpot yang dirubah dengan batang lingkaran. Palka-palka suplay amunisi ditutup dengan patri (mengurangi resiko kebocoran jika turet tertembak). Tank batch ini diberi nama Leopard 2A3.

    [align=center]Leo2A3.gif
    Leopard 2A3, Panzerbattalion 123, Panzerbrigade 12, October 1990.[/align]

    Antara Desember 1985 hingga Maret 1987 370 tank dibuat, 190 oleh Krauss-Maffei (nomor sasi 10789-10979) dan 180 oleh MaK (nomor sasis 20645-20825). Pada batch ini, kendali penembakannya dilengkapi dengan inti digital untuk memfasilitasi penggunaan amunisi baru, dan untuk meningkatkan tingkat keselamatan awak, sebuah sistem penetralan ledakan dan penembakan dikembangkan oleh Deugra juga dipasang. Return roller diposisikan ulang. Level perlindungan turret ditingkatkan menjadi lebih dari 700mm KE dan 1000mm HEAT. Tank dari batch ini dinamai Leopard 2A4.

    [align=center]Leo2A4-KMW-01.jpg
    Leopard 2A4, German Bundeswehr.[/align]Walaupun hanya lima batch yang sebenarnya akan diproduksi, sebuah pesanan untuk batcj keenam untuk 150 tank dibuat pada Juni 1987. 83 tank dibuat oleh Krauss-Maffei (nomor sasis 10980-11062) dan 67 oleh MaK (nomor sasis 20826-20892), antara Januari 1988 dan Mei 1989. Fitur baru pada batch ini adalah pemasangan perawatan-bebas baterai, pengenalan roda rantai Diehl 570FT dan penggunaan cat bebas zinc kromat. Lampu peringatan sentral sekarang dipasang di tempat kecil di hull, di depan ruang pengemudi, untuk otingkat observasi dan penglihatan yang lebih baik bagi pengemudi ketika mengemudi dengan kepala keluar. Palka suplai amunisi di sebelah kiri turret dihilangkan. Tank batch ini juga dinamai Leopard 2A4.

    Produksi 100 tank batch ketujuh dimulai pada Mei 1989 dan berakhir pada April 1990, 55 oleh Krauss-Maffei (nomor sasis 11063-11117) dan 45 oleh MaK (nomor sasis 20893-20937). Tank batch ini identik dengan batch keenam, juga dikenal dengan Leopard 2A4.

    [align=center]Leo2a4_Hohenfels.gif
    Leopard 2A4 (batch ketujuh), Panzerbattalion 214, 7.Panzerdivision, CMTC Hohenfels, December 1995.[/align]

    Antara Januari 1991 dan Maret 1992, 75 tank diproduksi, 41 oleh Krauss-Maffei (no. sasis 11118-11158) dan 34 oleh MaK (no. sasis 20938-20971). Perubahan yang dilakukan pada pemasangan mortar asap, dan sebuah kolimator untuk sistem referensi muzzle dipasang di sebelah kanan meriam utama 120mm, dekat ujung barrel, dan kemudian dipasang seperti pada batch sebelumnya. Sistem referensi muzzle memungkinkan pengecekan cepat untuk penembak dari distorsi dari barrel meriam dalam hubungannya dengan optik pembidik. Tank pada batch ini juga disebut Leopard 2A4.

    Leopard 2A4 terakhir dari batch kedelapan dikirim ke Gebirgs-Panzerbattalion 8 (Batalion Tank Gunung) pada 19 Maret 1992, dalam sebuah upacara resmi di Munich.

    [align=center]Leo2A4_scan01.jpg
    Leopard 2A4 milik of Panzerbattalion 393, December 1995. CMTC Hohenfels. [/align]

    Setelah pengiriman tank batch kedelapan terakhir, sekitar 2.125 Leopard 2A4 beroperasi untuk Jerman. Leopard 2 didesain untuk memenuhi kebutuhan untuk kendaraan tempur modern untuk mengatasi ancaman Soviet di Eropa Tengah. Tank ini menggunakan teknolohi tercanggih yang ada di masa itu, untuk mendapatkan performa yang lebih baik, dengan hasil optimal di faktor proteksi lapis baja, daya tembak dan mobilitas; yang menempatkannya sebagai pemimpin di desain tank modern.

    Bersambung lagi.....

    Peace all :):)
  • umm. . boleh saya bertanya? tiger tank itu apa termasuk golongan MBT?
  • umm. . boleh saya bertanya? tiger tank itu apa termasuk golongan MBT?

    Dari yang aku baca di www.militaryfactory.com Tiger tank dapat dikategorikan sebagai Heavy Tank dan juga Main Battle Tank (MBT).


    Lanjuut ya :):)

    Serial Leopard 2 ketiga:

    [size=large]The Improved Leopard 2 - Leopard 2 A5 KWS II [/size]

    [align=center]Leo2A5-KMW-01.jpg
    Leopard 2A5 KWS II, turret baru dan lapis baja komposit generasi ketiga[/align]

    Di dunia modern, tekanan untuk modernisasi sangatlah besar, tetapi di dunia teknologi militer kenyataannya pahit. Dengan kemunculan tank hebat dan modern Soviet seperti T 64 B dan T 80 B, dilengkapi dengan meriam utama 125mm performa-tinggi yang mampu menembakkan peluru kendali, pengembangan Leopard 2 menjadi lebih baik semakin diperlukan. Walaupun kerjasaman antara negara-negara akan sulit. Setelah pembatalan program pengembangan tank bersama Perancis-Jerman di November 1982, Jerman mengembangkan fase konsep untuk Leopard 3 pada Maret 1983 untuk berjalan hingga 1996. Beberapa alternatif dipelajari, termasuk produksi tambahan Leopard 2, pengembangan Leopard 2, pengembangan turret baru untuk Leopard 2 dengan empat awak atau tiga awak dengan pengisi amunisi otomatis, atau tetap mengembangkan hull dan turret yang baru seluruhnya.

    Pengembangan komponen Leopard 2 akhirnya dipilih, dan pada 1989 Leopard 2 KVT (Komponentenversuchsträger-tank percobaan komponen) dibuat dan diujicobakan. Tank ini dilengkapi dengan lapis baja tambahan, “spall liners” di dalam kopartemen tempur, palka geser elektronik untuk pengemudi, palka baru untuk komandan dan pengisi amunisi, penambahan lapis baja reaktif dan pasif di atap turret. EMES-15 ditinggikan dan mendapat tempat berlapis baja, dan PERI-17, sekarang mempunyai chanel pembidik termal independen, dipindah ke sebelah belakang kiri ruang komandan. Purwarupa ini mempunyai berat total 60.500kg. Setelah percobaan, tank ini diubah menjadi IVT (Instrumentenversuchsträger-Tank Ujicoba untuk Instrumen) dan bergabung dengan program pengembangan IFIS (integrated command and information system) yang dilakukan antara 1988 hingga 1992, yang dilakukan melalui kerjasama dengan AS untuk efisiensi dan pengumpulan informasi. Setelah evaluasi dari uji pengembangan dengan KVT, dua purwarupa dibuat pada 1991 oleh Krauss-Maffei untuk program pengembangan, dikenal dengan KWS.Perubahan besar pada bidang politik dengan Blok Timur dan hasil dari pengurangan budget untuk militer sangat jelas mengubah program ini. Sebuah program alternatif dibuat, dipisah menjadi tiga tahap, dan dikenal sebagai KWS I, KWS II, dan KWS III (Angka Romawi tidak menunjukkan urutan).

    KWS I terdiri dari adopsi meriam utama L/55 120mm yang lebih panjang dan penggunaan amunisi yang lebih baik, dengan kecepatan pemberangusan sampai 1.800 m/s (Program ini menghasilkan Leopard 2A6).

    KWS II adalah pengembangan untuk meningkatkan proteksi lapis baja untuk awak dan pengembangan kemampuan sistem kendali dan komando (Program ini menghasilkan Leopard 2A5).

    KWS III terdiri dari adopsi meriam utama 140mm.

    [align=center]leo2_140mm_color.jpgleo2_140mm_color-2.jpg
    Purwarupa Leopard 2 dengan meriam utama 140mm.[/align]

    Pada Oktober 1991, Swiss, Belanda dan Jerman memutuskan untuk bekerjasama dalam program pengembangan KWS II. Leopard 2A5 dikirim secara resmi ke German Army School pada 30 November 1995. Sasis dari batch keenam, ketujuh dan kedelapan digunakan untuk program konversi dan menerima turret yang sudah dibuat ulang dan dimodifikasi yang diambil dari tank pertama batch keempat. Modernisasi dari sasis juga dilakukan oleh Krauss-Maffei dan MaK, sementara Wegmann dan Rheinmetall bertanggung jawap pada pengembangan turret.

    Perubahan paling signifikan pada hull Leopard 2A5 adalah palka pengemudi baru, yang sekarang beroperasi secara bergeser dengan elektronik dan terbuka ke kanan. Sebuah deflektor dipasang di sebelah kiri ruang kemudi, dengan kurungan stowage untuk kamuflase. Sebuah kamera dipasang di atas belakang keluaran udara pendingin terhubung dengan sebuah monitor di dashboard pengemudi, membuatnya mampu berjalan mundur dengan kecepatan tinggi, tanpa petunjuk dari komandan. Roda-rodanya sekarang dibuat dari baja, untuk menggantikan roda sebelumnya yang terbuat dari aluminium.

    Bagian depan dan samping turret dipasangi dengan lapis baja tambahan berbentuk baji, yang dapat dengan mudah diganti oleh mekanik jika tertembak atau, dikemudian hari, dapat diganti dengan lapis baja yang lebih canggih. Panel samping dari baja tambahan ini tergantung dan dapat diayunkan ke depan, dibutuhkan jika mesin akan diganti. Mantlet meriam telah didesain ulang, dan boks stowage tambahan dipasang di belakang dan samping turret. Bagian dalam turret sekarang dipasangi dengan sebuah spall liner untuk meningkatkan proteksi awak terhadap serpihan-serpihan. Sistem stabilisasi dan kendali meriam hidrolis diganti dengan sistem elektrik. Teleskop tambahan FERO Z-18 optikdipinda posisinya di atas mantlet meriam, dan pembidik panoramik PERI-R 17 milik komandan dipindah ke sebelah belakang kiri ruang komandan. Pembidik independen komandan juga dikembangkan dengan chanel termal yang ditampilkan dalam sebuah monitor di dalam ruang komandan. Prosesor data jarak laser dimodifikasi sehingga Leopard 2A5 sekarang dapat menyerang helikopter dengan amunisi APFSDS-T, dan sistem navigasi GPS dibuat dengan antena GPS terpasang dibelakang atap turret.

    Tambahan lapis baja membuat berat tempur Leopard 2A5 menjadi 59.500kg, yang sama sekali tidak berpengaruh pada mobilitasnya, karena memang tank ini sudah didesain untuk menerima perubahan semacam ini.

    Bersambung....

    Peace All :):)
  • Serial Leopard 2 keempat :):) :

    [size=large]The Leopard 2 A6 [/size]

    [align=center]Leo2A6-svg-00d.jpg
    Leopard 2A6, German Bundeswehr, saat manuver[/align]

    Leopard 2A6 mempunyai sebuah meriam L55 yang lebih panjang, sebuah mesin pelengkap, proteksi ranjau yang ditingkatkan dan sebuah sistem AC (pengatur suhu udara) AD Jerman mengupgrade 225 2A5 menjadi konfigurasi 2A6 yang dikirim pertama kali pada Maret 2001. AD Belanda juga memesan upgrade 180 tank 2A5 menjadi 2A6, yang tank pertamanya mulai beroperasi pada Februari 2003.

    Pada Maret 2003, AD Yunani memesan 170 Leopard HEL (sebuah versi dari 2A6EX) untuk dikirim antara 2006 dan 2009.

    [align=center]Leo2A6E-4.jpg
    Leopard 2E, milik AD Spanyol, memperlihatkan lapis baja ekstra di depan hull dan meriam L55 120mm baru[/align]

    Spanyol memesan 219 Leopard 2E (sebuah versi dari Leopard 2A6 dengan proteksi lapis baja yang lebih besar) dan 16 kendaraan recovery Leopard 2ER, dan empat kendaraan trainer pengemudi Leopard 2. 30 pertama dibuat oleh Krauss-Maffei Wegmann GmbH dan sisanya akan dibuat dibawah lisensi di Spanyol oleh General Dynamics, Santa Barbara Sistemas (GDSBS). Pengiriman batch pertama dimulai pada 2004 dan akan selesai pada 2008.

    [align=center]Leo2A6E-2.jpg
    Leopard 2E, memperlihatkan penambahan panjang laras penuh 130 cm dari meriam L55 120mm baru[/align]

    Versi Spanyol mempunyai beberapa perubahan dari model A6 dasar, di samping lebih bayak lapis baja, termasuk sistem Indra/KAE LINCE C2, Indra 2nd gen TI untuk penembak dan Komandan, teleskop pasif Indra 3rd gen baru untuk pengemudi dan Spanish PR4GE (dibuat dibawah lisensi radio hopping frekuensi digital 2ng gen PR4G) dengan modem data untuk transmisi data aman nirkabel.

    Masih ada sambungannya lagi... ....:):)

    Peace All :):)
  • KEREN BOS LEOPARD TANKNYA :TOP:. . KATANYA YG LEOPARD III MEMAKAI TENAGA NUKLIR YA?
  • KEREN BOS LEOPARD TANKNYA :TOP:. . KATANYA YG LEOPARD III MEMAKAI TENAGA NUKLIR YA?

    Yup bro, tetapi setauku ada dua model.
    Model pertama memakai fuel cell dan yang kedua memakai bahan bakar nuklir. Mudah-mudahan nanti bisa dibahas untuk Leo III nya :):)
  • Jo-8228 menulis:
    KEREN BOS LEOPARD TANKNYA :TOP:. . KATANYA YG LEOPARD III MEMAKAI TENAGA NUKLIR YA?

    Yup bro, tetapi setauku ada dua model.
    Model pertama memakai fuel cell dan yang kedua memakai bahan bakar nuklir. Mudah-mudahan nanti bisa dibahas untuk Leo III nya :):)

    OKE BOS!!! NICE TANK!!!
  • Jo-8228 menulis:
    KEREN BOS LEOPARD TANKNYA :TOP:. . KATANYA YG LEOPARD III MEMAKAI TENAGA NUKLIR YA?

    Yup bro, tetapi setauku ada dua model.
    Model pertama memakai fuel cell dan yang kedua memakai bahan bakar nuklir. Mudah-mudahan nanti bisa dibahas untuk Leo III nya :):)

    OKE BOS!!! NICE TANK!!!

    Ups, maaf bro, barusan aku cek lagi artikel yang dulu pernah aku baca. Ternyata itu baru merupakan imajinasi dari seseorang bahwa nantinya akan ada tank lanjutan Leopard yang bertenaga nuklir (Leopard III). Dia memberikan spesifikasi secara detil mengenai tank imajinasinya ini.

    Untuk kenyataannya, sampai saat ini, ane masih blm tau perkembangannya. Nanti aku coba cari-cari info. :):)

    Peace :):)
  • Seri Leopard 2 kelima :):)

    [size=large]Daya Tembak[/size]

    [align=center]Leopard-2E-firing-01.jpg
    Leopard 2E milik AD Spanyol-menembakkan meriam L55 120mm baru[/align]

    Sebuah meriam smooth bore, meriam L55 120mm, dikembangkan oleh Rheinmetall GmbH di Ratingen, Jerman untuk menggantikan meriam smoothbore L44 120mm milik Leopard yang lebih pendek.

    Laras meriam L44 120mm mempunyai panjang 530cm dan berat 1.190kg. Berat meriam keseluruhan 3.780kg. Sebagai perbandingan, laras meriam L55 120mm mempunyai panjang 660cm dan berat 1.374 kg. Berat keseluruhannya 4.160kg. Pertambahan banjang L44 ke L55 adalah 130cm, menghasilkan porsi yang lebih besar dari energi yang tersedia untuk dikonversikan ke kecepatan proyektil yang ditembakkan.

    Sebuah karakteristik penting dari meriam L55 adalah kompabilitasnya dengan sistem senjata Leopard 2, yang berarti bahwa meriam ini terintegrasi tanpa alterasi substansial. Geometri eksternal dari meriam ini didesain untuk meminimalkan fenomena pelengkungan statis, untuk menghasilkan lekukan konstan optimal. Dari daktor ini, bentuk laras yang dipilih untuk L55 memainkan peran kritis. Hal ini merupakan prasyarat untuk sistem yang mempunyai probabilitas “first-shot hit” yang tinggi. L55 dapat menembakkan proyektil 120mm standar apapun.

    Khusus ketika menggunakan proyektil DM 53 KE, L55 mampu meningkatkan performa 30% jika dibandingkan dengan sistem konvensional. Sebagai contoh, ketika ditembakkan laras yang lebih panjang, DM 53 (LKE II) KE dapat mencapai kecepatan 1.750m/detik.

    Meriam smoothbore L55, yang dilengkapi dengan selongsong termal, ekstraktor asap dan sistem referensi mocong meriam, kompatible dengan amunisi 120mm yang ada saat ini dan amunisi penetrasi tinggi baru.

    Amunisi energi kinetik yang sudah dikembangkan dikenal sebagai LKE II dikembangkan sebagai hasil dari Tactical Requirement di November 1987, dan menggunakan meriam dengan laras yang lebih panjang. Efek proyektil energi kinetik pada target musuh tergantung pada 1) panjang penetrator, masa proyektil dan kecepatan saat tabrakan dan 2) interaksi antara proyektil dengan target. Bahan proyektilmerupakan serbuk tungsten berat di dalam sebuah struktur monoblok. Amunisi energi kinetik yang sudah dikembangkan mempunyai energi moncong dan gaya hentakan yang lebih besar.

    Amunisi terbaru yang dikembangkan Rheinmetall untuk Leopard 2 termasuk peluru DM 43 A1 120mm KE, DM 53 120mm LKE dan 120 MP.

    Efektifitas letalitas Leopard 2A6 terutama dikarenakan karena pengembangan sistem meriam oleh Rheinmetall. Berdasarkan kebutuhan militer untuk daya tembak yang lebih besar, Rheinmetall W & M selanjutnya meningkatkan performa meriam ini dan amunisi-KE. Penambahan 130 cm dan beberapa modifikasi lain dari meriam sebelumnya (ruang pada laras mampu mendukung tekanan yang lebih tinggi dari bahan bakar peluru baru) menghasilkan kecepatan peluru yang lebih tinggi dan meningkatkan performa KE. Perkiraan energi kinetik moncong, ketika menembakkan APFSDS DM 53 (LKE II), sekitar 18-20 megajoule (MJ). Meriam L55 120mm kompatibel dengan tipe-MBT modern, termasuk yang beroperasi untuk NATO, dan meriam ini juga dapat diganti dengan meriam lama.

    [align=center]Rheinmetall-120-L55-svg-01.png
    Meriam hiper-velocity L55 120mm[/align]

    Peningkatan performa lanjut dari Leopard 2A6 dihasilkan dari pengenalan peluru penetrator tangkai panjang tungsten DM 53 (LKE II). Peluru ini mempunyai kemampuan penetrasi yang lebih tinggi dari pada peluru KE yang ada sebelumnya dan menjadi contoh bagi pengembangan perlengkapan saat ini atau masa datang. Perkiraan kemampuan penetrasi peluru penetrator tangkai panjang tungsten DM 53 (LKE II) yang ditembakkan dari meriam L55 120mm adalah 750mm pada jarak 2.000m.

    Peluru sekunder yang bisanya dipakai adalah peluru sekunder ultra-modern (HE and MP).

    Peace All
  • Seri Leopard 2 keenam :):)


    [size=large]Proteksi[/size]

    [align=center]Leo2A6-River-Crossing.jpg
    Leopard 2A, walaupun dilakukan penambahan berat dari kelas militer 60 ton menjadi 70 ton, MBT ini tetap mempertahankan manuverabilitasnya. Gambar di atas menunjukkan kemampuan Leopard 2 untuk menyeberangi sungai kecil.[/align]

    Leopard 2A6 dilindungi dengan lapis baja komposit generasi ketiga, dengan penambahan penguatan di bagian depan dan samping turret dengan modul lapis baja add-on terpasang secara eksternal. Jika penetrasi peluru menembus lapis baja, sebuah “spall liner” mengurangi jumlah fragmen dan fragmen kerucut tajam. “Spall liner” juga mampu menjadu insulasi kebisingan dan termal. Penguatan pada lapis baja menghasilkan perlindungan dari serangan berlapis, peluru energi kinetik dan “shaped charges”.


    Leopard 2A4-Pekiraan Level Proteksi Lapis Baja (Akhir 1990an):

    Terhadap Energi Kinetik (dalam mm of RHAe):
    Turret: 590-690
    Glacis: 600
    Hull badian bawah depan: 600

    Terhadap Energi Kimia (dalam mm of RHAe):
    Turret: 810-1.290
    Glacis: 710
    Hull badian bawah depan: 710


    Leopard 2A5-A6-Pekiraan Level Proteksi Lapis Baja (2002-2004):

    Terhadap Energi Kinetik (dalam mm of RHAe):
    Turret: 920-940
    Glacis: 620
    Hull badian bawah depan: 620

    Terhadap Energi Kimia (dalam mm of RHAe):
    Turret: 1.730-1.960
    Glacis: 750
    Hull badian bawah depan: 750

    RHAe=Rolled Homogeneous Armor Equivalent: sebuah perbandingan ketebalan RHA dari tipe lapis baja terhadap penembusan misil/amunisi ke lapis baja.

    Leopard 2A6 merupakan salah satu MBT dengan perlindungan terbaik di dunia, sama seperti M1A2 Abrams SEP milik AS.


    Bersambung....
    Peace All :):)
  • Berikut Serial Lanjutan Leopard 2,
    Seri ke Tujuh :):):)

    [align=center][size=large]Leopard 2 di Negara Non-Jerman[/size]

    Leo2A6M_CAN.jpg
    Leopard 2A6M[/align]


    Leopard 2A6M CAN: Leopard 2A6M milik Kanada, diadaptasikan untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Bersenjata Kanada. Tank ini mempunyai tambahan lapis baja di bagian depan, dan lapis baja rusuk dipasang. Leopard 2A6M adalah model seni ilmu kemiliteran yang termasuk sebuah proteksi ranjau terintegrasi, dengan penambahan lapis baja di bagian bawah hull, dan dibagian bawah perut, ditambah sebuah kompartemen awak dengan desain baru, yang meningkatkan keselamatan awak. 20 Leopard 2A6M CAN, dikirim pada Agustus 2007 yang dipinjam oleh Angkatan Bersenjata Kanada dari Jerman, untuk meningkatkan efektivitas unit Kanada yang dikirimkan ke Afganistan. Kanada juga akan membeli 100 tank Leopard 2A4, senagai hasil perjanjian pemerintahan Belanda-Kanada. Akuisisi ini akan memenuhi kebutuhan jangka panjang Angkatan Bersenjata Kanada.


    Swiss Pz87: Leopard 2 Pz 87 berbeda dengan milik Jerman, memiliki perubahan di bagian belakang turret, dengan sebuah lerengan di bagian belakang kiri turret dan sebuah boks tambahan untuk jaring kamuflase di bagian belakang kanan turret. Pada bagian belakang kiri turret terdapat box yang berisi koneksi “head-set” eksternal untuk intercomm awak. Senapan mesin MG 87 7.5mm WF Bern buatan Swiss dipakai, satu dipasang secara koaksial terhadap meriam utama dan yang satunya dipasang di ruang pengisi amunisi untuk pertahanan udara. Radio AN/VCR 12 desain AS yang diproduksi dibawah lisensi, dipasang. Di bagian kanan dan kiri, di sebelah mortar asap, dua kotak tubular untuk tempat penyimpanan interim bagi laras pengganti senapan mesin jika panas. Tiga grouser disimpan di bagian kiri turret dan tujuh lainnya di sebelah kanan, sedang yang 18 disimpan di “bow”, sehingga total ada 28 grouser dapat dibawa dan digunakan di tanah yang lembek atau bersalju. Swiss memperkenalkan knalpot dengan noise reduction, yang terpasang di bagian belakang tank, untuk semua tank KPz 87. Semua KPz 87 membawa skema kamuflase standar Jerman. Siww berpartisipasi dalam program pengembangan KWS II tri-lateral, dan akan mengupgrade Pz87 menjadi Leopard 2A5.


    [align=center]Leo2A4_NL.gif
    Leopard 2A4, 41(NL) Tankbataljon, 41(NL) Lichte Brigade, Weser-Emsland, June 1993.[/align]

    Leopard 2 Belanda: Leopard 2 NL berbeda dengan milik Jerman karena mempunyai sistem mortar asap yang didesain oleh Belanda dengan enam laras tiap sisinya, sebuah periskop malam pasif buatan Belanda untuk pengemudi, sebuah senapan mesin FN MAG 7.62 mm yang terpasang koaksial terhadap meriam utama dan sebuah MAG untuk pertahanan udara, dan radio Philips dengan antena bergaya AS. Pada Januari 1993, AD Belanda mengumumkan rencana untuk melepas 115 dari 445 Leopard 2 NL, yang dijual ke Austria dan untuk mengupgrade 330 sisanya menjadi Leopard 2A5. Leopard 2NL pertama yang telah diupgrade dikirim ke Belanda pada Mei 1997. Tank hasil upgrade ini memakai skema kamuflase yang sama dengan milik Jerman, tetapi mempertahankan radio, senapan mesin FN MAG dan mortar asap buatan Belanda. AD Belanda juga telah memesan untuk mengupgrade 180 tank 2A5-nya menjadi 2A6, tank pertama mulai beroperasi pada Februari 2003.[align=center]Leopard2A6E-01.jpg
    The Leopard 2E, of the Spanish Army.[/align]

    Leopard 2E: Sebuah turunan dari versi 2A6 (dengan proteksi lapis baja yang lebih besar), dikembangkan di bawah sebuah program manufakturing bersama antara Jerman dan Spanyol. Program ini berjalan dalam kerangka persetujuan pada 1995 antara Menteri Pertahanan kedua negara, yang termasuk di dalamnya peminjaman sebanyak 108 Leopard 2A4 dari Jerman ke Spanyol untuk digunakan selama 5 tahun. Akan tetapi peminjaman ini diperpanjang hingga 2016, dan setelahnya tank-tank tersebut menjadi milik Spanyol. Pada 1998, pemerintah Spanyol menyetujui kontrak pembuatan 219 Leopard 2E, 16 tank recovery (CREC) dan 4 tank trainer. Mereka memilih Santa Bárbara Sistemas sebagai kontraktor utama. Program ini, dengan dana sebesar 1.939,4 juta Euro, termasuk pengembangan support logistik terintegrasi; kursus untuk instruktor awak, montir dan pengemudi; tower; perawatan; dan simulator pembidikan dan penembakan. 30 tank Leopard 2E pertama dibuat oleh KMW dan sisanya dibuat di bawah lisensi oleh General Dynamics, Santa Barbara Sistemas (GDSBS). Pengiriman batch produksi pertamanya dimulai pada 2004 dan akan selesai pada 2008.

    Stridsvagn (Strv) 121: Pada 1994 dan 1995, total 160 Leopard 2A4 dari lima batch pertama, diambil dari stok Jerman untuk dikirim ke AD Swedia. Secara resmi diberi nama Stridsvagn 121, tank pertama sampai di Swedia pada Februari 1994. Tidak ada perubahan atau modifikasi yang dilakukan pada tank-tank ini.[align=center]Stridsvagn122-02.jpg
    The Stridsvagn (Strv) 122.[/align]


    Stridsvagn (Strv) 122: Swedish Defense Materiel Administration (FMV) menandatangani kontrak dengan Krauss-Maffei untuk pembuatan dan pengiriman 120 Leopard 2-S yang diberinama secara resmi menjadi Stridsvagn 122 oleh AD Swedia. Kontrak ini termasuk suplai pelatihan, perawatan, suku cadang, dokumentasi, simulator dan sebuah pilihan untuk membeli 90 Strv 122 tambahan. Sementara Krauss-Maffei merupakan kontraktor utamanya, sasisnya di-subkontraktor-kan ke Hägglunds, Swedia. Wegmann, kontraktor utama untuk turret, men-subkontraktor-kan ke Bofors dan sistem kendali penembakannya dari STN Atlas Elektronik ke Celsius Tech Systems AB di Swedia. Bofors juga membuat 50 persen dari meriam utama 120mm, sementara Rheinmetall membuat sisanya.

    Stridsvagn 122 adalah versi tercanggih dari Leopard 2 yang saat ini beroperasi. Bagian depan hull dan glacisnya dilengkapi dengan plat baja tambahan, dan bagian dalam tank dilindungi dengan “liner” secara penuh, untuk mengurangi efek dari tembakan proyektil dan pecahan ledakan. Untuk pengemudian malam hari, pengemudi menggunakan pembidik pasif yang juga digunakan oleh CV 90 Infantry Fighting Vehicle. Karena penambahan berat tank menjadi 62.000 kg, jika dibandingkan dengan Leopard 2A5 milik Jerman yang hanya 59.500kg, batang torsi yang lebih kuat (yang ditiru dari Panzerhaubitze 2000) dipasang dan cakram rem baru juga digunakan. Semua tangki bahan bakar mempunyai cairan peredam-ledakan spesial. Kompartemen mesinnya dilengkapi dengan pendingin untuk mengurangi deteksi dari penjejak IR, dan sensor panas juga dipasang di kompartemen mesin yang akan secara otomatis mematikan operasi kipas angin dan pemasukan udara, jika Strv 122 diserang dengan menggunakan bom napalm. Roda rantai tank ini dilengkapi dengan penghubung lapis baja.

    Bagian samping dan depan turret dilengkapi dengan lapis baja tambahan yang sama dengan Leopard 2A5, tetapi pada atap turret, palka komandan dan pengisi amunisi dilapisi dengan baja. Dengan penambahan berat pada palka ini, pengoperasian dilakukan secara otomatis dengan listrik dan terbuka dengan cara bergeser, tetapi akhirnya diacuhkan karena masalah untuk membukanya jika tidak ada tenaga listrik. Sekarang palka ini dilengkapi dengan pembuka manual, sehingga tidak ada masalah jika tank dalam kondisi buruk. Periskop milik komandan mempunyai flap pelindung yang dioperasikan secara manual, yang akan menutupinya jika tidak terpakai. Komputer sistem kendali penembakan digital mengolah data hingga untuk 12 tipe amunisi berbeda, temasuk APFSDS-T, HEAT-MP-T, HEAT-GP, smoke, anti-helicopter dan amunisi untuk latihan. Tetapi hingga 2001, hanya lima tipe amunisi yang digunakan, 120mm APFSDS-T, 120mm HE-T, 25mm APFSDS-T, 25mm HE, and 120 mm TPFSDS-T. Proyektil 25mm adalah digunakan untuk sistem sisipan laras meriam dan digunakan untuk training dasar untuk penembakan jarak pendek. Amunisi Smoke, HEAT dan helikopter belum dipakai. Amunisi untuk helikopter masih dalam tahap pengembangan.

    Penjejak jarak laser terintegrasi dalam EMES-15 menggunakan laser Raman-shifted. Strv 122 adalah MBT pertama di Eropa yang dilengkapi dengan sistem komando dan kendali canggih TCCS. Di bagian kiri dan kanan turret sistem proteksi tank GIAT Industries GALIX dengan mortar 80 mm dipasangkan, mampu menembakkan amunisi asap, decoy, flare dan fragmentasi. Terdapat 36 grouser (grip salju) untuk setiap 18 roda rantanya, untuk digunakan pada dataran yang becek dan salju. 18 grouser disimpan di bagian belakang turret dan 18 dibagian kiri. Stridsvagn 122 dicet dalam skema kamuflase dengan warna hijau, hijau terang dan hitam.

    Leopard 2 Austria: Pada 1997, Austria membeli 115 Leopard 2 yang merupakan tank bekas pakai dari AD Belanda.

    Peace All :):)

    Masih ada lanjutannya :):):)
  • Lanjuuut, serial Leopard 2 kedelapan:

    [align=center]Lanjutan Leopard 2 di Negara Non-Jerman[/align]

    Leopard 2 Denmark: Pada Juli 1997 sebuah kontrak ditandatangani antara pemerintah Denmark dengan Krauss-Maffei untuk pengiriman 52 Leopard 2A4 dari stok Jerman. Pada 29 Juni 2000 komado AD Denmark menandatangani kontrak dengan Krauss-Maffei Weggman untuk mengupgrade 51 Leopard 2A4 menjadi Leopard 2A5 DK. Proyek ini seharga 855 juta DKr. Tank akan menjadi bagian dari Brigade Reaksi Denmark. Leopard 2A5 diharapkan beroperasi hingga 2025. Tank A5 pertama dikirim pada 24 September 2002. Konfigurasi A5 DK berdasarkan "Mannheimer-configuration" milik Jerman/Belanda dan pengembangannya mengikuti S 122 milik Swedia. Leopard 2A5 DK hasil upgrade akan setara dengan Leopard 2A Jerman/Belanda dan dapat melakukan sharing training, logistik dan teknis di antara para pengguna Leopard 2A5.

    Leopard 2A5 Denmark akan mempunyai pengembangan yang lebih dari pada tank milik Jerman dan Belanda, dan akan menggunakan pengembangan yang dipakai pada Leopard 1A DK (SFOR).
    Elemen kunci pengembangannya yaitu:
    - Pengembangan perlindungan pasif awak dan tank
    - Pengembangan lingkungan kerja Komandan Tank dan kemungkinannya untuk menggunakan tank dalam keadaan yang berbeda
    - Upgrade teknis sebagaimana dibutuhkan dalam penambahan/penggantian lapis baja.
    - Aransemen tank untuk memastikan upgrade di masa yang akan datang dapat dilakukan
    Pengembangan lain termasuk, Perlindungan pasif:
    - Konfigurasi Leopard 2A4 mempunyai pembidik utama dan sekunder yang dekat dengan modul-lapis-baja baru. Mantlet meriam utama dibuat lebih kecil demi memberi ruangan untuk modul lapis bajayang terletak di depan turret dan dibagian depan samping turret.
    - Pada hull, lapis baja komposit yang ada diganti dengan lapis baja komposit baru yang lebih baik dan tambahan lapis baja dipasang di depan hull.

    Skirts-nya diganti dengan tipe baru. Palka pengemudi diganti dengan palka baru yang justru lebih berat dengan tipe geser. Blok roda rantainya diganti dengan tipe baru yang berlapis baja. Di dalam turret maupun hull dipasang dengan spall-liners yang melindungi awak dari pecahan proyektil dan hull akibat tembakan musuh. Proteksi hull tank ini berbeda dengan konfigurasi-Mannheimer yang mana tidak memiliki pengganti lapis baja di hull. Perlindungan pada hull berbeda dengan konfigurasi Mannheimer di mana tidak ada penggantian lapisan baja pada hull. Konfigurasi ini terutama terdapat pada batch produksi akhir yang proteksinya lebih baik dari Leopard 2A4 Denmark.

    Pengembangan selanjutnya dari Leopar 2A5 DK: karena bertambahnya bobot turret dan pelajaran selama Perang Teluk, Leopard 2A5 DK dilengkapi dengan sistem elektrik 100% untuk memutar turret, menstabilkan meriam utama dan lain-lain. Tank ini dapat mensupport upgrade lanjut dari meriam utama 120mm L55 atau meriam 140mm, dan tambahan lapisbaja pada bagian atas turret. Kepala bersudut pembidik primer penembak dipindah ke bagian atas turret. Komandan Tank akan dapat melihat pembidik penembak pada monitor melalui Charge-Coupled-Device (CCD).Pembidik sekunder dari penembak dipindah juga untuk memungkinkan penambahan lapis baja pada bagian depan turret. Pembidik milik komandan tank dipindah ke bagian belakang cupolanya dan akan dilengkapi dengan pembidik terstabilisasi dengan penjejak siang hari dan termal. Pembidik ini dibuat oleh Elop Electro-Optics Industries, anak perusahaan Elbit System, Israel. Berat tank akan bertambah menjadi 61 ton (MLC 70) dari 55 ton (MLC 60).

    Tank akan dilengkapi dengan sistem navigasi berbasis sistem GPS, yang di-back-up dengan sistem navigasi inersial. Di bagian belakang tank sebuah camera akan dipasang, yang membuat pengemudi untuk mundur tanpa bantuan dari Komandan Tank. Udara pendingin pada mesin diubah jalurnya untuk meyakinkan pendinginan optimal pada mesin dan meminimalkan detaksi dari penjejak termal milik musuh. Selanjutnya, tank dilengkapi dengan generator elektrik untuk memastikan sistem pendingin tetap berjalan. Dan juga memungkinkan di masa yang akan datang, tank ini dilengkapi dengan sistem manajemen peperangan. Tank telah dilengkapi dengan sistem AC dan sistem peredam ledakan. Kompartemen mesin dilindungi secara penuh dengan sistem otomatis untuk melindunginya dari napalm. Tank bahan bakar terlindung dari ledakan seperti pada Leopard 1A5 DK (SFOR).

    Pada November 2002, 18 Leopard 2A5 DK sudah siap untuk latihan dan uji coba. Seluruh tank Leopard 2A5 DK baru untuk AD Denmark akan dikirim seluruhnya hingga 2025.

    [align=center]Leo2A6EX.jpg
    Versi terbaru MBT Leopard adalah Leopard 2A6 EX)[/align]

    Leopard 2A6 (EX): Sebagai varian terbaru Leopard 2, KMW memperkenalkan Leopard 2A6 EX, yang mempunyai meriam L/55 yang lebih panjang, mesin auxiliary, perlindungan ranjau yang lebih baik dan sistem AC. Daya tembak superior dijamin oleh meriam smooth-bore 120mm yang dimiliki Leopard 2A6 EX. Pengembangan meriam L-55, versi lebih bertenaga dan lebih panjang dari persenjataan utama serta tipe pengembangan baru amunisi menghasilkan tenaga penetrasi dan memungkinkan penembakan target dari jarak yang lebih jauh. AD Jerman mengupgrade 225 tank Leopard 2A5 menjadi konfigurasi A6, tank pertama dikirimkan pada Maret 2001. AD Belanda juga sudah memesan 180 Leopard 2A5 untuk diupgrade ke A6 dengan tank pertamanya mulai beroperasi apda Februari 2003.

    [align=center]Leopard2HEL-01.jpg
    Leopard 2HEL, Leopard milik Yunani yang dilengkapi dengan meriam L55 Rheinmetall 120mm[/align]

    Leopard 2HEL (Hellenic): Pada Maret 2002, AD Yunani mengumumkan telah memilih Leopard 2GR (varian Lopard 2A6), dengan kebutuhan sekitar 170 tank untuk dikirim antara 2006 hingga 2009, serta akuisisi 183 Leopard 2A4 dari AD Jerman. Unit pertama dari Leopard 2HEL dikirim pada Maret 2006.

    Negara lain yang memakai MBT Leopard 2: AD Norwegia membeli 52 Leopard 2A4 bekas pakai dari AD Belanda, melalui perjanjian yang disepakati pada 8 Februari 2001. AD Finlandia membeli 124 tank dan AD Polandia membeli 128 tank 2A4 bekas pakai milik Jerman.

    Peace All :):)
  • Serial Leopard 2 kesembilan:

    [size=large]LEOPARD 2 - VARIANTS [/size]


    [align=center]leo2_fahrschupanzer-02.jpg
    Leopard 2 Fahrschulpanzer[/align]

    Fahrschupanzer-Tank Training Pengemudi

    Sebagai tambahan untuk pendidikan teoritis dan simulasi pengemudi, Budeswehr menggunakan 31 tank training pengemudi Leopard 2, yang dikirim dalam dua batch. Batch pertama 22 tank, 8 dibuat Krauss-Maffei dan 14 oleh Mak (nomor sasis 19001 sampai 19022), di kirim antara Februari dan September 1986. Sasisnya diambil dari produksi pada saat itu yang setara dengan Leopard 2 batch kelima. Batch kedua berisi 9 tank, lima dibuat oleh Krauss-Maffei dan empat oleh Mak, dikirim antara Februari dan April 1989. Sasisnya setara dengan batch keenam dengan skirt baru.

    Tank training ini pada dasarnya sama dengan MBT Leopard 2 dengan turret yang diganti dengan kabin observasi, dengan sebuah meriam tiruan dan tambahan berat untuk mensimulasikan turret Leopard 2 sesungguhnya. Instruktor duduk di bagian depan kabin, dengan alat tertentu memandu pengemudi trainee yang duduk dalam hull. Dua tempat duduk tambahan dalam “rumah kaca” menyediakan ruang lebar untuk observasi.

    Belanda mempunyai 20 tank ini, Swiss tiga dan Spanyol empat.[align=center]Bueffel-01.jpg
    The Bueffel Armored Recovery Vehicle. (Photo: Krauss-Maffei Wegmann GmbH). [/align]

    Bergepanzer 3 'Bueffel' ARV (Kendaraan Recovery Lapis Baja)

    Komponen pertama studi sebuah ARV baru, direncanakan untuk mendukung pemeliharaan Leopard 2 yang pada saat itu akan segera beroperasi, dimulai pada 1977. Dengan beroperasinya Leopard 2, maka dengan segera Bergepanzer 2 A2 ARV (yang dibuat berdasar sasis Leopard 1) tidak akan cukup kuat untuk mendukung operasi Leopard dua dalam kondisi peperangan 24 jam, sehingga program pengembangan ARV baru diluncurkan.

    ARV eksperimental pertama layoutnya sama dengan Bergepanzer 2 A2 dan sebuah maket kayu untuk alternatif layout internal telah siap pada 1986. Dua purwarupa dipesan pada 1987 dan kendaraan eksperimentalnya dibuat berdasarkan purwarupa standar. Tiga purwatupa dikirim pada 1988 dan dilakukan uji intensif., pada 1990 pesanan untuk 75 ARV Bergepanzer 3 'Bueffel' (Kerbau) telah dibuat untuk Bundeswehr dan 25 Bergingstank 600 kN Bueffel untuk AD Belanda (RNLA)

    MaK Systemgesellschaft mbH di kiel dipilih sebagai kontraktor utama. Produksi dibagi antara MaK 55 ARV dan Krauss-Maffei 45 ARV.

    ARV Bergepanzer 3 Bueffel dibuat berdasarkan sasis Leopard 2. Pengemudi duduk di bagian depan superstruktur dengan komandan di belakangnya. Dua pintu besar menyediakan akses untuk memasuki ARV. Pemadam kebakaran dan sistem suppresi, sistem proteksi NBC dan peralatan penyeberangan perairan/sungai dalam dengan pompa lambung terpasang pada ARV ini. Untuk pemakaian malam, pengemudi dapat mengganti salah satu periskopnya dengan sebuah penjejak malam pasif. Selama masa damai, Bergepanzer 3 dapat dioperasikan oleh dua awak, walaupun ruang untuk awak ketiga tetap tersedia. Kompartemen mesinnya berada di bagian belakang, Bueffel memakai powerpack yang sama dengan Leopard 2.

    Sebuah derek besar dengan daya angkat 30.000 kg dipasang di bagian kanan depan ARV, penopangnya bisa diputar 270 derajat. Derek ini mempunyai pembatas momentum elektronis, yang decara konstan mengkalkulasi elevasi penopang, kemiringan ARV dan massa beban untuk menghindari kelebihan beban. Sebuah Rotzler Treibmatic TR 650/3 terpasang di bagian depan ARV dengan panjang kabel efektif 180m (dengan diameter 33mm) dan dengan kapasitas tarik 35.000 kg, yang dapat menjadi dua kali lipat dengan penggunaan katrol.

    Powerpack lengkap dapat diangkut dalam sebuah cradle khusus di dek mesin. Sebuah dozer/blade pendukung besar di bagian depan direndahkan untuk menstabilkan ARV selama operasi penderekan. Blade-nya juga dapat digunakan untuk operasi dozer (pembersihan rute). Bueffel dilengkapi dengan sistem lockout suspensi. Peralatan pemotong dan pemateri elektronik juga dipasang. Beperapa peralatan lain termasuk berbagai jenis alat pemasang dan towbar, pemasang dan pelepas cepat untuk penarikan, dan sistem recovery diri. Persenjataannya terdiri dari senapan mesin MG3 7.62 mm yang terutama digunakan untuk pertahanan udara, dan 16 mortar asap 70mm.

    Berat Bueffel 54.000 kg dengan kapasitas tarik 62.000 kg (MLC 70). Kecepatan maksimumnya 68 km/jam dan 30km/jam untuk mundur. Dengan kapasitas bahan bakar 1.629 L, Bueffel dapat bergerak hingga 650 km di jalanan dan 325 km untuk lintas alam. Bueffel dapat mengganti mesin Leopard 2A4 dalam 25 menit, Leopard 2A5 dalam 35 menit. Terdapat 75 Bergepanzer 3 Bueffel yang digunakan oleh Jerman. 25 oleh Belanda, 14 oleh Swedia, 16 Spanyol, dan 25 Swiss. Kontrak lain adalah 12 untuk Yunani, 150 komponen Bergepanzer 3 (–seperti derek, dozer dll- dipasang untuk MBT K1, menghasilkan ARV K1), 46 untuk UAE dan 22 untuk Perancis (untuk UAE dan Perancis, berupa komponen yang dipasang pada sasis MBT Leclerc, menghasilkan ARV Leclerc).

    Sebagai tambahan, terdapat versi upgrade dari Bergepanzer 3 Bueffel, dikembangkan untuk AD Swedia, BgBv 120. Model ini mempunyai pengembangan taktik dan teknis. ARV Swedia ini mempunyai sistem perlindungan balistik, termasuk proteksi interior terinegrasi, pengurangan jejak IR, sistem navigasi serta komando dan kontrol, sistem senjata baru (2048 HYM) dan sistem peluncur GALIX untuk perlindungan diri. Selanjutnya, ARV ini mempunyai sistem recovery dengan camera ke belakang untuk operasi recovery di bawah proteksi lapis bajal, 1.5 t auxiliary winch dan peningkatan performa tarik triplet dari winch utama (35 t tarikan tunggal). Setelah uji intensif dan trial yang berhasil, Rheinmetall mendapat kontrak untuk pembuatan 14 ARV ini untuk Swedia.


    [align=center]Bueffel-02.jpg
    Bueffel mampu mengangkat 30.000 kg dan mengganti powerpack Leopard 2A5 dalam 35 menit[/align]Leguan Modular Bridge System (Panzerschnellbrücke 2) Leopard 2

    Modular Bridge System (PSB2), dikembangkan untuk AD Belanda dan JErman, menahan tiga jembatan/modul jembatan 9,7 meter masing-masing. PSB2 ini dapat membuat beberapa kombinasi jembatan: 3 x 9.7 meter; 1 x 9.7 meter; 1 x 18.7 meter; dan 1 x 27.7 meter. Dengan awak seorang pengemudi dan seorang operator, jembatan dapat dipasang sekitar 3, 5, dan 6 menit secara berurutan. Modul jembatan ini mempunyai lebar 4m, tinggi 0,65m dan berat masing-masing 5.000 kg. Kapasitas jembatan untuk MLC 70 (kendaraan beroda rantai 70 ton, dan MLC 100 untuk kendaraan beroda biasa. Terdapat kontrak 35 PSB2 untuk Jerman dan 14 untuk Belanda.

    [align=center]Panzerschnellbruecke2-01.jpg
    Leguan Modular Bridge System (Panzerschnellbrücke 2), with the 3 x 9.7 meters bridges combination.[/align]

    Main performance specifications for the new PSB 2 armoured vehicle launched bridge / Bruglegger MLC70 for the German/Dutch armed forces:
    1. Military load class MLC 70/100 for the bridge
    2. Modular bridge system, comprising three bridge modules @ 9.7 m
    Bridge combinations of 3 x 9.7 m; 1 x 9.7 m plus 1 x 18.7 m; 1 x 27.7 m
    3. Launching under armoured protection
    4. Horizontal launching
    5. Launching times from 5 min (short-span bridge) to around 10 min (long-span bridge)
    6. Interoperability with allied armed forces
    7. Same protection and mobility as Leopard II A 5 main battle tank
    8. Classification of the overall system in military load class MLC 70
    9. Service life of 30 years, including 10000 crossings and 3000 launchings
    10. Modern reconnaissance and guidance systems

    [align=center]PSB2-with-Leo2A4.jpg
    A Leopard 2A4 main battle tank over the Panzerschnellbrücke 2 (MLC 70).[/align]

    Panzerschnellbrücke 2 Technical data:
    Total weight: 62,5 t
    Height: 3,95 m
    Width: 4,0 m
    Length with bridge: 13,89 m
    Crew: 2 men
    Bridge: Bridge weight 3 x 5.040 kg

    [align=center]Panzerschnellbruecke-2.jpg
    Panzerschnellbrücke 2 - Leguan Modular Bridge System. [/align]


    Varian Leopard 2 masih ada lagi....
    Ditunggu ye :):)
  • bro, boleh saya request MI abrams ngga? :D
  • Tenang aja bro....
    Kalau Leopard 2 dah kelar, nanti ane bahas habis M1 Abrams....

    Ditunggu ya bro :):)
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori