Contact Us
News
Follow TELEGRAM Channel ForumBebas.com di alamat T.ME/FORUMBEBAS atau Facebook Fan Page dan Twitter Forumbebas .

Forum Bebas Indonesia

Helikopter Tempur (Combat Helicopter)

[align=center][size=large]Boeing / Sikorsky RAH-66 Comanche[/size]


rah66.jpg[/align]

Helikopter RAH-66 Comanche adalah helikopter masa depan Angkatan Perang AS untuk menggantikan helikopter UH-1, AH-1 Cobra, OH-6 dan OH-58 Kiowa. RAH-66 didesain sebagai helikopter "stealth" pertama di dunia dan diklasifikasikan sebagai helikopter "light attack". Heli ini beroperasi dengan internal bay berisi misil anti-udara dan anti-lapisan baja serta menggunakan material "stealth" untuk mengaburkannya dari radar musuh. Heli ini akan menjadi heli terbaik di dunia.

Purwarupa heli ini pertama kali terbang pada 1996 dan purwarupa kedua pada akhir 1990an. Garis tajam pada desain heli ini diambil dari pesawat F-117 dan mempunyai sudut tajam dan "cross section" radar yang rendah.

[align=center]800px-RAH-66_cpcomcut.gif[/align]

RAH-66 mempunyai sistem rotor dengan 5-daun (blade) besar dan rotor yang lebih kecil pada bagian ekornya yang terlindung, seperti halnya heli Gazelle milik Perancis. Heli ini mempunyai penyimpanan senjata internal dan sayap ("terpotong") opsional yang memungkinkan stabilitas penambahan persenjataan, dengan resiko (jika sayap opsional dipasang) akan lebih terdeteksi oleh radar. Persenjataan standar heli ini adalah meriam General Electric tiga barel 20mm dalam sebuah sistem turret Giat. Pilot dan co-pilot (gunner) duduk bersebelahan pada kokpit dengan visibilitas yang baik.

Sistem penerbangan dan kontrol pada RAH-66 terdiri dari kontrol "helmet-mounted", kontrol siklik "sidestick", display peta 3D, sistem fly-by-wire dengan sebuah fitur "triple redundancy", pelacak Laser dan FLIR serta radar gelombang milimeter yang ditiru Apache Longbow.

Pada simulasi medan pertempuran, sistem RAH-66 akan sangat mendukung pertempuran dengan menembak kendaraan lapis baja dan pesawat musuh pada jarak jangkaunya. Akan tetapi proyek heli ini dibatalkan oleh AS karena dana pengembangan yang terlalu besar.

Specifications:
Mode: Boeing / Sikorsky RAH-66 Comanche
Length: 43.31 ft ; 13.20 m
Width: 0.00 ft ; 0.00 m
Height: 11.06 ft ; 3.37 m
Engine(s): 2 x LHTEC T800-LHT-801 turboshafts generating 1,563 shp each and driving a five blade main rotor with an eight blade fan-in-fin shrouded tail rotor.
Empty Weight: 20,503 lbs ; 9,300 kg
MTOW: 12,359 lbs ; 5,606 kg
Max Speed: 201 mph ; 324 km/h ; 175 kts
Max Range: 1,382 miles ; 2,224 km
Ceiling: 14,980 ft ; 4,566 m ; 2.8 miles
Climb Rate: 895 ft/min (272.8 m/min)
Hardpoints: 4 (2 x internal bays; 2 x optional wing stubs)
Crew:2
Operators the United States of America

Armament:
1 x 20mm Cannon
6 x Hellfire anti-tank missiles (held in two internal bays)
6 x Stinger air-to-air missiles (held in two internal bays)
4 x Hellfire anti-tank missiles (on optional external wing stubs)
8 x Stinger air-to-air missiles (on optional external wing stubs)

[align=center]boeing_comanche.gif[/align]


Peace All... :):)[align=center][size=large]CAIC WZ-10[/size]

kawasakidq1.jpg[/align]

CAIC WZ-10 (Changhe Aircraft Industries Corporation / Wuzhuang Zhisheng) adalah sebuah tambahan badi keluarga helikopter serang, dengan desain dan model yang dibuat untuk digunakan oleh RRC.

Dari luar, WZ-10 agak mirip dengan desain milik Hughes AH-64 Apache. Dua awaknya duduk secara tandem dengan pilot di belakang (lebih tinggi) dan penembak di depan. Sayapnya mampu mengangkut banyak amunisi dan misil anti-tank. WZ-10 dipercaya mempunyai kemampuan anti-pesawat yang sangat baik jika dipersenjatai dengan misil udara-ke-udara jarak dekat TY-90. Persenjataan standar-nya termasuk meriam 23mm (dipasang didagunya).

Tenaganya dihasilkan oleh dua mesin turboshaft Pratt & Whitney Canada PT6C-67C series. Dua mesin ini masing-masing mampu menghasilkan 1.531 tenaga kuda. Sistem ini memutar rotor utama 5-blade dan rotor ekor 4-blade. Helikopter ini dapat disetarakan dengan Denel Rooivalk dan Eurocopter Tiger.

Specifications
Model: CAIC WZ-10
Length: 46.26 ft ; 14.10 m
Height: 12.63 ft ; 3.85 m
Engine(s): 2 x Pratt & Whitney Canada PT6C-67C turboshaft engine delivering 1,531hp each and driving a five-blade main rotor and a four-blade tail rotor.
Empty Weight: 12,214 lbs ; 5,540 kg
MTOW: 13,228 lbs ; 6,000 kg
Max Speed: 168 mph ; 270 km/h ; 146 kts
Max Range: 497 miles ; 800 km
Ceiling: 19,685 ft ; 6,000 m ; 3.7 miles
Climb Rate: Not Available
Hardpoints: 4
Armament: 1 x 23mm cannon in undernose position; HJ-10 - anti-armor missile (under development); TY-90 - short-range air-to-air missile; Rocket Pods
Crew: 2
Operators: China

Peace all :):)[align=center][size=large]Denel AH-2 Rooivalk (Kestrel)[/size][/align]

Denel (selanjutnya Atlas) AH-2 Rooivalk (yang berarti sejenis burung elang) merupakan proyek domestik dan sangat ambisius dari Afrika Selatan. Pada saat pengembangannya, helikopter ini diharapkan menjadi helikopter terhebat yang pernah dibuat. Sayangnya karena pembengkakan biaya, minimnya produksi dan tidak adanya pesanan dari negara lain menjadikan desainnya ketinggalan jaman dan pada saat ini menjadi pertimbangan pemerintah mengenai nasip helikopter ini.

[align=center]denel_ah2_rooivalk.jpg[/align]

Rooivalk dibuat karena kebutuhan AU Afrika Selatan akan helikopter tempur yang lebih hebat. Atlas (sebelumnya Denel) membuat desain XH-1 Alpha sebagai bahan riset pengembangan helikopter. XH-1 didasarkan pada helikopter Perancis Aerospatiale Alouette III yang masih menggunakan teknologi tahun 1960an. XH-1 terbang pertama pada awal 1986 yang diikuti dua XTP-1 Beta yang dikonversi. Berdasarkan ters tersebut, mereka membuat XH-2 yang terbang pada 1990. Dari XH-2, dua lagi model pengembangan dibuat yaitu XDM dan EDM.

Produksi Rooivalks mulai diterima pada awal 1999 dengan pembatasan hanya 12 contoh. Versi AL juga masih dalam pertimbangan, akan tetapi karena banyaknya masalah sangat mungkin untuk dibatalkan. Status masa depan Rooivalks sampai saat ini masih dalam perdebatan.

Specifications: Denel AH-2 Rooivalk (Kestrel)

Dimensions:
Length: 61.45ft (18.73m)
Width: 51.12ft (15.58m)
Height: 17.03ft (5.19m)

Performance:
Max Speed: 173mph (278kmh; 150kts)
Max Range: 438miles (705km)
Climb Rate: 2,620 ft/min
Ceiling: 20,000ft (6,096m; 3.8miles)

Structure:
Crew: 2
Hardpoints: 6 (including wingtip mounts)
Empty Weight: 12,632lbs (5,730kg)
MTOW: 19,290lbs (8,750kg)

Power:
Engine(s): 2 x Turbomeca Makila 1K2 turboshaft engines generating 1,845shp each and driving a four-blade main rotor and a five-blade tail rotor.

Weapons Suite: 1 x 20mm Armscor F2 cannon (chin mounted turret)
Mission-specific ordnance can include any of the following:
16 x ZT6 Mokopa anti-tank missiles
70mm rocket launching pods
Mistral infrared homing air-to-air missiles (on wingtip mounts)

Operator: South Africa

Variants:
XH-1 - Alpha concept demonstrator based on the French-built Alouette III design.
XTP-1 Beta - French-built Puma helicopters modified as gunships for evaluation and testing.
XH-2 "Rooivalk" - Initial Prototype Designation
XDM (eXperimental Development Model) - A redesignation of the XH-2 prototype; avionics and weapons development platform.
EDM (Engineering Developmental Model) - Production Evaluation Model.
CSH-2 - Initial Production Model Designation
AH-2 - Redesignation of the CSH-2 Production Model occurring in 1998.


Peace All :):):)

Komentar

  • [align=center][size=large]Agusta Westland A 129 Mangusta (Mongoose)[/size]


    Designation: Agusta Westland A 129 Mangusta (Mongoose)
    Classification Type: Medium Multirole Attack / Reconnaissance Helicopter
    Contractor: Agusta - Italy
    Country of Origin: Italy
    Initial Year of Service: 1990
    Number Built: 60[/align]


    [align=center]agusta_mangusta-s.gif[/align]

    Helikopter A 129 Mangusta ("Mongoose") dikembangkan sebagai helikopter varian seri A 109. Helikopter desain baru ini lebih besar dan sangat berbeda dengan pendahulunya. Helikopter yang diberi kode A 129 ini menjadi helikopter yang benar-benar baru. Selanjutnya, diklasifikasikan sebagai helikopter serang medium dengan peran sebagai pengintai bersenjata, A 129 menjadi heli utama angkatan bersenjata Italia. Proyek A 129 dimulai pada awal 1978 untuk memenuhi kebutuhan angkatan bersenjata Italia, akan tetapi produksi pertamanya dimulai pada akhir 1990 dan purwarupanya terbang pada 1983.

    Tempat duduk semua varian A 129 adalah tandem, dengan pilot lebih tinggi di belakang dan penembak di bagian depan kokpit. Kaca kokpit terdiri dari panel datar yang transparan untuk mengurangi efek kilatan yang mengganggu pandangan awak. Bagian samping kaca dapat terbuka dalam kondisi darurat. Varian A 129 sangat terbatas, versi Internasional dan versi Tempur standar menawarkan modifikasi berbeda dengan helikopter standarnya.

    Versi Internasional A 129 dikembangkan sebagai versi ekspor untuk memenuhi pesanan pihak asing. Helikopter ini berbeda dengan A 129 standar dalam hal pemakaian dua mesin turboshaft LHTEC T800. Sebuah senapan bawah-hidung juga dapat ditambahkan sebagai gabungan persenjataan yang termasuk di dalamnya misil anti-tank TOW dan pod roket. Misil udara-ke-udara Stinger juga dapat digunakan.

    [align=center]A-129-6.jpg[/align]


    Specifications: Agusta Westland A 129 Mangusta (Mongoose)

    Dimensions:
    Length: 40.29ft (12.28m)
    Width: 10.50ft (3.20m)
    Height: 10.99ft (3.35m)

    Performance:
    Max Speed: 183mph (294kmh; 159kts)
    Max Range: 62miles (100km)
    Climb Rate: 2,030 ft/min
    Ceiling: 15,502ft (4,725m; 2.9miles)

    Structure:
    Accommodation: 2
    Hardpoints: 4
    Empty Weight: 5,578lbs (2,530kg)
    MTOW: 9,039lbs (4,100kg)

    Power:
    Engine(s): 2 x Rolls-Royce Gem 2 Mk 1004D turboshaft engines generating 825shp and driving four blade main rotor and two-blade tail rotor.

    Weapons Suite:
    Mission-specific ordnance may include any of the following:
    A 129 Mangusta
    2 x 12.7mm machine guns
    8 x TOW 2 / TOW 2A anti-tank missiles
    2 x 7/19 Shot Rocket Pods
    Stinger air-to-air missiles
    A 129 Mangusta "International":
    1 x 20mm cannon
    2 x Rocket Pods
    8 x TOW 2 / TOW 2A anti-tank missiles
    Stinger air-to-air missiles

    Variants:
    A 129 Mangusta - Base Production Model Designation.
    A 129 Mangusta "Combat" - Standardized Mangusta model series.
    A 129 Mangusta "International" - Export Model Designation; fitted with LHTEC T800 turboshaft engines; optional 20mm three-barrel cannon in undernose turret.

    [align=center]agusta_mangusta.gif[/align]

    Peace all :):)
  • [align=center][size=large]Westland Lynx HAS.8[/size]

    Designation: Westland Lynx HAS.8
    Classification Type: Multi-Purpose Naval Helicopter
    Contractor: Westland / AugustaWestland - UK
    Country of Origin: United Kingdom
    Initial Year of Service: 1976
    Number Built: Not Available

    beau02-rob-Lynx-HAS.8.jpg[/align]

    Super Lynx HMA.8 adalah versi elautan dari helikopter maritim/transpor/serang Lynx. Dalam perannya di AL (dipakai oleh banyak negara anggota NATO), Super Lynx HMA.8 dapat dipersenjatai dengan perlengkapan dan persenjataan anti-kapal/anti-kapal selam.

    Dari awal, desain Lynx direncanakan sebagai helikopter anti-kapal sebelum menjadi heikopter anti-tank/transpor yang sukses saat ini. Model dasarnya diturunkan dari desain sipil yang sudah ada dan dimodifikasi untuk standar AL Inggris (UK). Produksi pertama Navy Lynx, yang berkode HAS.2, terbang pada 1976.

    Semua versi AL dari Lynx mempunyai roda pendaratan tricycle standar, (berbeda dengan model darat yang memakai skid statik). Rotor utama dan bagian ekor heli ini dapat ditekuk untuk mengurangi besawarnya tempat penyimpanan yang dibutuhkan dalam kapal induk. Helikopter ini mempunyai sistem kendali penerbangan otomatis dan dilengkapi dengan sonar Seaspray untuk pelacakan kapal selam.

    Versi ekspor helikopter Lynx biasanya adalah HAS.2. Varian HAS.8 mempunyai peralatan ESM yang lebih baik, mesin yang lebih kuat, sistem penggambaran termal BAe Sea Owl yang dipasang pada hidung dan blade rotor utama berbahan komposit.

    Lynx versi AL menawarkan tiga seri, yaitu Seri 100, Seri 200 dan Seri 300. Perbedaannya ada pada sistem radar dan mesin, Seri 100 mempunyai radar 360-derajat tetapi selain itu sama dengan HAS.8 standar. Seri 200 bermesin LHTEC CST8000 dan Seri 300 bermesin CSR8000 bersama dengan kokpit EFIS enam-layar dan pilihan radar yang berbeda.

    [align=center]lyHAS8.jpg[/align]


    Specifications: Westland Lynx HAS.8

    Dimensions:
    Length: 35.60ft (10.85m)
    Width: 41.99ft (12.80m)
    Height: 12.04ft (3.67m)

    Performance:
    Max Speed: 144mph (232kmh; 125kts)
    Max Range: 171miles (275km)
    Climb Rate: 2,170 ft/min (661.4 m/min)
    Ceiling: 8,448ft (2,575m; 1.6miles)

    Structure:
    Accommodation: 3
    Hardpoints: 2
    Empty Weight: 7,253lbs (3,290kg)
    MTOW: 11,299lbs (5,125kg)

    Power:
    Engine(s): 2 x Rolls-Royce Gem 42-1 turboshaft engines generating 1,135shp and driving a four-blade main rotor and tail rotor system.

    Weapons Suite:
    Mission-specific armament may include the following:
    2 x Mk 44 Torpedoes
    2 x Mk 46 Torpedoes
    2 x A244S Torpedoes
    2 x Stingray Torpedoes
    2 x Mk 11 Depth Charges
    4 x Sea Skua Anti-Ship Missiles
    4 x AS-12 Wire-Guided Anti-Ship Missiles

    Variants:
    WG 13 - Initial Prototype Designation
    AH.1 - Initial Production Version
    HMA.8 "Super Lynx" - An upgraded attack model based on the maritime version.
    HMA.8DSP
    HMA.8DAS
    Mk.21A - Brazilian Navy Export Model based on the HMA.8 Super Lynx variant.
    Mk.22 - Egyptian Navy Export Model
    Mk.23 - Argentine Navy Export Model
    Mk.25 - Royal Netherlands Navy Export Model (UH-14A).
    Mk.27 - Royal Netherlands Navy Export Version (SH-14B).
    Mk.80 - Royal Danish Navy Export Model of the HAS.Mk 2 variant.
    Mk.81 - Royal Netherlands Navy Export Model (SH-14C).
    Mk.87 - Argentine Navy Export Model (never delivered).
    Mk.88 - German Navy Export Model
    Mk.88A - Upgraded Mk.88 German Navy Export Model
    Mk.90 - Royal Danish Navy Export Model
    Mk.90B Super Lynx - Upgraded Royal Danish Navy Model of the Mk.80 and Mk.90 versions.
    Mk.95 - Portuguese Navy Export Model based on the HAS.8 variant.
    Mk.99 - South Korean Navy Export Model based on the HAS.8 variant.
    SH-14A - Royal Netherlands Navy Model based on the HAS.2 variant.
    SH-14B - Royal Netherlands Navy Model
    SH-14C - Royal Netherlands Navy Model
    SH-14D - Royal Netherlands Navy upgraded model.
    SAH-11 - Brazilian Navy Export Model Designation.

    Peace all :):)
  • teteeeppp...
    Hind yang paling serem penampakannya
  • :top: Mantep Bro gambarnya :top:

    Lanjuut:

    [align=center][size=large]Kamov Ka-25 (Hormone)[/size]

    Designation: Kamov Ka-25 (Hormone)
    Classification Type: Anti-Submarine Helicopter
    Contractor: Kamov - Soviet Union
    Country of Origin: Soviet Union
    Initial Year of Service: 1966
    Number Built: 460


    ka-25-s.gif[/align]

    Kamov Ka-25 (kode NATO “Hormone”) dikembangkan dari Ka-20, yang merupakan respon dari kebutuhan AL Soviet sebagai pengganti Mil Mi-4 yang menua. Ka-25 menjadi helikopter utama AL Soviet selama Perang Dingin dan memainkan peran besar sebagai alat anti-kapal selam selama beberapa dekade. Helikopter ini kemudian digantikan oleh Ka-32 yang lebih canggih.

    Kamov Ka-25 adalah helikopter yang sangat mudah dikenali untuk banyak alasan. Terutama rotor utama kembarnya, terpasang secara koaksial dan tanpa penggunaan rotor ekor. Tanpa penggunaan rotor ekor yang biasanya dipakai pada helikopter tradisional, berarti bahwa Ka-25 dapat dibuat dengan ukuran yang lebih pendek sehingga sangat cocok untuk dipakai di kapal induk karena sangat menghemat tempat. Selain itu, desain bodi yang gemuk dan bagian ekor tiga-sirip (tri-fin) adalah keunikan desain Kamov. Penampilan dasar seperti ini dipakai juga untuk Ka-27, Ka-28, Ka-29, Ka-31 dan Ka-32.

    Akomodasi awak untuk pilot dan ko-pilot adalah di depan, berdampingan. Jika dibutuhkan, kabinnya dapat diset untuk mengangkut 12 penumpang. Secara tradisional, helikopter ini didesain untuk operasi di lautan sebagai anti-kapal selam dan operasi SAR, yang berarti bahwa ruang kabinnya dilengkapi dengan berbagai peralatan khusus. Persenjataannya dapat bervariasi tergantung misi, tetapi secara umum Ka-25 dilengkapi dengan dua torpedo udara-ke-permukaan dan/atau “nuclear depth charges” (pelacak kedalaman laut nuklir).

    Tidak lebih dari 450 Ka-25 dibuat dan dikirim ke Uni Soviet dan Ukraina, juga India dan Syria. Helikopter ini secara perlahan dipensiunkan dari AL Soviet, walaupun mungkin sekarang beberapa masih beroperasi. Varian Ka-25BSh merupakan varian anti-kapal selam dan Ka-25 PS merupakan varian SAR.

    Specifications: Kamov Ka-25PL (Hormone)

    Length: 31.99ft (9.75m)
    Width: 0.00ft (0.00m)
    Height: 17.62ft (5.37m)

    Performance:
    Max Speed: 130mph (209kmh; 113kts)
    Max Range: 249miles (400km)
    Climb Rate: Not Available
    Ceiling: 10,997ft (3,352m; 2.1miles)

    Accommodation: 2 + 12
    Hardpoints: 0
    Empty Weight: 10,505lbs (4,765kg)
    MTOW: 16,535lbs (7,500kg)

    Power:
    Engine(s): 2 x Glushenkov GTD-3F turboshaft engines delivering 900shp driving 2 x 3-bladed coaxial main rotors.

    Weapons Suite:
    Depends on mission type (SAR or ASW). Mission-Specific ordnance held in an internal weapons bay or external box. May include:
    2 x air-to-surface torpedoes
    Nuclear Depth Charges
    Conventional Depth Charges

    Operators:
    India, Syria, Ukraine and the Soviet Union (Russia).

    Variants:
    Ka-20 - Initial Model Development and basis for Ka-25 design.
    Ka-25 - Production Model Designation
    Ka-25PL "Hormone-A"
    Ka-25T "Hormone-B" - Target Acquisition and Missile Guidance Variant.
    Ka-25PS "Hormone-C" - Dedicated Search and Rescue (SAR) Variant; passenger ready.
    Ka-25BSh - Primary Anti-Submarine Warfare (ASW) Model.
    Ka-25BShZ - Mine Sweeper Tow

    [align=center]ka-25.gif[/align]

    Peace all :):)
  • Kojek menulis:
    teteeeppp...
    Hind yang paling serem penampakannya

    Ni juga serem bro. Seri lanjutan dari Mil-24 Hind.


    [align=center][size=large]Mil Mi-28 (Havoc)[/size]

    Designation: Mil Mi-28 (Havoc)
    Classification Type: Attack Helicopter
    Contractor: Mil - Russia
    Country of Origin: Soviet Union
    Initial Year of Service: 1983
    Number Built: 325


    mi28.jpg[/align]

    Mi-28 (NATO memberi nama "Havoc") merupakan produk Perang Dingin yang didesain sebagai platform anti-tank serang yang mirip dengan helikopter milik seri AH-64 Apache. Seperti Apache, Mi-28 mempunyai kokpit dengan lapis baja untuk dua awaknya, senapan di bawah bodi pesawat dan sayap pendek untuk amunisi anti-tank-nya. Mi-28 mempunyai beberapa desain milik seri Mi-24 "Hind", karena dasar desainnya memang dari Mi-24, tetapi dengan kemampuan yang lebih baik dan diutamakan untuk platform anti-tank.

    Helikopter Mi-28 mulai didesain pada 1980 dan terbang "head-to-head" dalam kompetisi percobaan dengan desain Kamov Ka-50. Walaupun sebenarnya kalah dalam kompetisi ini, Mi-28 tetap diterima sebagai pengembangan tambahan dan masuk ke fase produksi pada 1987 sebagai Mi-28A, dan melakukan debutnya di air show Paris 1989. Walaupun produksi seri awal helikopter ini tidak berlangsung lama, helikopter ini tetap muncuk dengan warian-warian baru termasuk versi tempur siang hari dan platform siang/malam hari. Setelah beberapa tahun, Mi-28 ternyata mampu "mengalahkan" Ka-50 dan menjadi standar helikopter serang bagi Rusia setelah Perang Dingin. Mi-28 membuktikan diri lebih mudah beradaptasi pada medan perang modern dan lebih murah untuk diproduksi.

    Havok mempunyai desain hidung panjang yang unik yang merupakan tempat bagi peralatan elektonik. Dua awaknya duduk secara tandem (pilot di belakang dan penembak di depan) didalam kokpit yang berlapis baja penuh. Tenaga helikopter ini dihasilkan dari dua mesin turboshaft Klimov-brand yang masing-masing menghasilkan 1.950 hp dan memutar sebuah rotor utama lima-blade dan sebuah rotor ekor empat-blade. Menariknya, dengan klasifikasi sebagai helikopter serang, Mi-28 Havoc mempunyai tempat duduk tambahan untuk penumpang dalam kompartemen si belakang kokpit utama yang mampu menampung tiga penumpang. Persenjataan standarnya merupakan senapan 30mm yang terpasang di "dagu", sementara sayap pendeknya berisi misil anti-tank, pod roket dan pod senapan.

    Russia adalah operator tunggal helikopter ini, walaupun versi ekspor sudah ditawarkan ke Korea Utara. Walaupun saat ini hanya sekitar 10 lebih Havoc yang beroperasi untuk Russia, tetapi diharapkan produksi berakhir pada 2015, sekitar 325 helikopter ini akan dimiliki oleh AU Russia.

    Specifications: Mil Mi-28A (Havoc)

    Dimensions:
    Length: 55.81ft (17.01m)
    Width: 0.00ft (0.00m)
    Height: 12.53ft (3.82m)

    Performance:
    Max Speed: 186mph (300kmh; 162kts)
    Max Range: 684miles (1,100km)
    Climb Rate: 2,677 ft/min
    Ceiling: 19,029ft (5,800m; 3.6miles)

    Structure:
    Accommodation: 2
    Hardpoints: 4
    Empty Weight: 17,846lbs (8,095kg)
    MTOW: 25,353lbs (11,500kg)

    Power:
    Engine(s): 2 x Klimov TV3-117VMA turboshaft engines driving a five blade main rotor and four blade tail rotor and generating 1,950hp each.

    Weapons Suite:
    1 x 30mm Shipunov 2A42 cannon in chin mounting
    4 hardpoints for 4,230 lbs of ordinance including 2 x rocket pods, 16 x AT-6 Spiral anti-armour missiles and gunpods as needed.

    Operators:
    Soviet Union (Russia)

    Variants:
    Mi-28A - Original Developmental and Trial Model.
    Mi-28N/MMW - All-Weather Day/Night Attack Helicopter; improved Mi-28A model.
    Mi-28D - Daytime Combat Helicopter
    Mi-28N - Dedicated Nightime Operations Platform.
    Mi-28NAe - North Korean Export Version
    Mi-28L - Proposed Iraqi Export Version
    Mi-40 - Proposed transport/fighter concept.

    [align=center]Mi-28-Havoc-schema.png[/align]

    Peace All :):)
  • [align=center][size=large]Sikorsky SH-3 Sea King[/size]

    Designation: Sikorsky SH-3 Sea King
    Classification Type: Ship-based Anti-Submarine Warfare Helicopter
    Contractor: Sikorsky - USA
    Country of Origin: United States
    Initial Year of Service: 1961
    Number Built: 1,100



    sh-3h-dvic322.jpg[/align]

    Pada puncaknya, seri Sikorsky SH-3 untuk AL sangat luas dipakai dan sukses sebagai platform antikapal selam dan operasi SAR. Pengembangan dimulai dari proposal kontrak AL AS pada 1957 yang akan memproduksi purwarupa yang diterbangkan pada 1959. Pengoperasiannya akan secara resmi dilakukan setelah dua tahun penerbangan purwarupanya.

    Pada pengoperasian, SH-3 berhasil menjalankan peran pentingnya sebagai perlindungan terhadap kapal selam musuh. Helikoter ini menjadi platform utama, dengan menggunakan radar sonar kedalaman AQS81B, MAD, sonobuoys dan fleet-wide linkup, Sea King memberikan data akurat untuk perlindungan dari serangan musuh. Persenjataan standarnya terdiri dari 2 atau 4 torpedo bersama dengan “chaff pods” untuk perlindungan diri terhadap misil musuh. Persenjataan lain dapat terdiri dari misil anti-kapal atau “depth charges” jika dibutuhkan.

    SH-3 dikembangkan untuk menjalankan peran versatil (bermacam-macam), dapat digunakan untuk medis dan transpor secara efisien dan efektif seperti saat digunakan untuk peran pertempuran. Sebagai transpor medis, lebih dari 20 pasien dapat diangkut, atau personel ini dapat diganti dengan 9 tandu medis. Sebagai tambahan, sekitar 28 personel tempur dapat diangkut jika dibutuhkan dalam peran transport militer. Menariknya desain Sea King adalah dia dapat mendarat di air karena desain amfibinya, walaupun dengan waktu mengapung yang terbatas.

    SH-3 muncul dengan peran penting baru dari waktu-ke-waktu, yang sangat menarik adalah sebagai Marine One, transport VIP khusus untuk Presiden AS dan dioperasikan oleh Marinir AS. SH-3 juga berperan dalam recovery awak Apollo 14. Dalam area AS, saat ini, SH-3 mulai digantikan perannya oleh SH-60 Sea Hawk yang lebih baru.

    Specifications: Sikorsky SH-3D Sea King

    Dimensions:
    Length: 54.76ft (16.69m)
    Width: 0.00ft (0.00m)
    Height: 16.83ft (5.13m)

    Performance:
    Max Speed: 166mph (267kmh; 144kts)
    Max Range: 624miles (1,005km)
    Climb Rate: Not Available
    Ceiling: 14,701ft (4,481m; 2.8miles)

    Structure:
    Accommodation: 4 + 3
    Hardpoints: 4
    Empty Weight: 11,865lbs (5,382kg)
    MTOW: 21,499lbs (9,752kg)

    Power:
    Engine(s): 2 x General Electric T58-GE-10 turboshaft engines developing 1,400shp each and driving a five-blade main rotor and five-blade tail rotor.

    Weapons Suite:
    Varies depending on operator:
    2 OR 4 x Mk 46/44 torpedoes
    2 x anti-ship missiles
    4 x depth charges
    Up to 840lbs of ordnance and equipment

    Operators:
    Argentina, Australia, Belgium, Brazil, Canada, Denmark, Egypt, Germany, India, Iran, Iraq, Ireland, Italy, Japan, Malaysia, Norway, Pakistan, Peru, Qatar, Saudi Arabia, Spain, Thailand, Venezuela, United Kingdom and the United States of America.Variants:
    XHSS S-2 – Single Example Prototype of the H-3
    YHS S-2 – Development and Test Aircraft; seven examples produced.
    S-61 - Sikorsky Company Designation
    S-61A – Export Designation for Royal Danish AF usage
    S-61A Nuri – Export Designation for Malaysian AF usage; dedicated troop transport; seating for 31.
    S-61A/AH – Utility Model for Antarctica sear and rescue (SAR) operations
    S-61B – Export Designation for Japanese MSDF usage; based on SH-3 model; anti-submarine warfare version.
    S-61D-3 – Export Model Designation for Brazil
    S-61D-4 – Export Model Designation for Argentina
    S-61NR – Search and rescue (SAR) model for Argentine usage.
    S-61L/N – Civilian Model of the Sea King
    S-61R – Sikorsky company designation for CH-3C/E and HH-3E “Jolly Green Giant” models serving with USAF, USCG and Italian forces.
    S-61V – Single Example Model produced for Indonesia; Sikorsky company designation for VH-3A.
    HSS-2 - Original Production Series Designation
    CH-3A – USAF Dedicated Transport Model; conversions from SH-3A models; 3 examples converted as such.
    CH-3B – USAF Dedicated Transport Model
    CH-124 – Canadian Naval Model; anti-submarine warfare version
    HH-3A – SH-3A model conversions to search and rescue (SAR) aircraft; 12 examples converted as such.
    NH-3A (S-61F) – Experimental Variant conversion from SH-3A model; fitted with turbojet engines and wing structures; single example model.
    RH-3A – Dedicated Minesweeper; 9 examples converted from SH-3A.
    SH-3A - Initial Production Model; dedicated anti-submarine warfare model; fitted with T58-GE8B turboshaft engines of 1,260 horsepower; 245 examples produced.
    SH-3D - Upgraded SH-3 Model
    SH-3D-TS – Anti-Submarine Warfare Model
    SH-3G – Utility/Cargo Model for US Navy
    SH-3H - Multirole/General Purpose Anti-Submarine Model; dipping sonar; MAD gear; search radar; for US Navy
    SH-3H AEW – Airborne Early Warning
    UH-3H – Utility/Cargo Transport Model for US Navy
    VH-3A – US Army and Marines VIP Transport Model
    VH-3D – US Marine Corps VIP Transport Model
    AS-61/ASH-3 - Agusta Production Designation built under license in Italy.
    AS-61A-1 – Italian Export Model Designation for Royal Malaysian AF use.
    AS-61A-4 – Agusta license production model; search and rescue and military transport model.
    AS-61N-1 Silver – Agusta License Production Model of the S-61N but with shorter cabin area.
    AS-61VIP – Agusta license production model; VIP passenger transport model.
    ASH-3A – Agusta license production model; multi-purpose utility transport model.
    ASH-3D – Agusta license production model; anti-submarine warfare version
    ASH-3TS (ASH-3D/TS) – Agusta license production executive VIP transport model.
    ASH-3H – Agusta license production model; anti-submarine warfare version
    Sea King HAS.Mk 1 - Initial Sea King production model produced under license by Westland in the United Kingdom based on a re-engined SH-3D model; fitted with 2 x Rolls-Royce H.1400 Gnome series engines.
    Sea King HAS.Mk 2 – Westland license production
    Sea King HAS.Mk 5 – Westland license production
    Sea King HAS.Mk 6 – Westland license production
    Sea King AEW.Mk 2A – Westland license production; dedicated AEW variant; conversion of HAS.Mk 2 models.
    Sea King AEW.Mk 5 – Westland license production; dedicated AEW variant; conversion of HAS.Mk 5 models.
    Sea King AEW.Mk 7 – Westland license production; dedicated AEW variant; conversion of HAS.Mk 5 models.
    Sea King HAR.Mk 3 – Westland license production; search and rescue (SAR) derivative.
    Sea King HAR.Mk 3A – Westland license production; search and rescue (SAR) derivative.
    S-61A – Mitsubishi license production; based on S-61A model; search and rescue and utility platform._
    HSS-2 – Mitsubishi license production; based on the S-61B model; anti-submarine warfare series.
    HSS-2A – Mitsubishi license production; based on the S-61B(SH-3D) model; anti-submarine warfare series._
    HSS-2B – Mitsubishi license production; based on the S-61B(SH-3H) model; anti-submarine warfare series.

    [align=center]SIKORSKY_SH-3_SEA_KING.png[/align]


    Peace All :Peace::Peace::Peace::Peace:
  • [align=center][size=large]Mil Mi-24 / Mi-25 / Mi-35 (Hind)[/size]

    Designation: Mil Mi-24 / Mi-25 / Mi-35 (Hind)
    Classification Type: Attack Helicopter
    Contractor: Mil Moscow Helicopter Plant - Soviet Union
    Country of Origin: Soviet Union
    Initial Year of Service: 1973
    Number Built: 2,000
    [/align]

    [align=center]mi24.jpg[/align]

    Helikopter seri “Hind” produksi Mil merupakan favorit pada Perang Dingin dan terus dimodernisasi termasuk oleh Angkatan Bersenjata Russia. Helikopter berat ini mampu melaksanakan berbagai peran di dalam medan pertempuran, baik di masa damai maupun perang, dan telah terlihat dalam berbagai peperangan dari Afrika hingga Timur Tengah dan Rusia.

    Mi-24 dibuat berdasarkan helikopter transport Mi-8 “Hip” dan digabungkan dengan sistem dan subsistem dari seri Mi-17. Mi-24 orisinil mempunyai sebuah kokpit “glass house”, sangat berbeda dengan kokpit tandem. Bodi helikopter ini sangat adaptable (dapat diadaptasikan sesuai keperluan), mampu membawa sampai delapan pasukan siap tempur atau penumpang atau empat tandu berisi pasien. Sistem sayap “patah”-nya (stubbed wing) memungkinkan untuk dibawanya persenjataan dalam jumlah besar, dengan standarnya adalah pod roket, pod senapan, sistem misil anti-tank. Sistem sayap ini juga memungkinkan helikopter dilengkapi dengan misil udara-ke-udara untuk pertahanan diri. Sebuah senapan mesin juga terpasang di bagian hidung.

    Mi-24 pernah terlihat dalam perang Soviet di Afganistan di mana sering menjadi target sistem misil permukaan-ke-udara Stinger milik AS. Mi-24 juga memberikan efek populer pada perak Irak-Iran 1980an melawan AH-1 Cobra milik AS. Helikopter ini telah dipakai dalam Perang Sipil Nikaragua, Sri Lanka, Invasi Kuwait, perang Rusia-Ceko, Sierra Leone, Kosovo, Pantai Gading dan Kongo. Seri Hind merupakan alternatif populer di banyak negara dimana peralatan militer semakin mahal.

    Model Hind-D merupakan titik balik untuk helikopter ini karena menggunakan kokpit (berlapis baja penuh) baru dan turret bertenaga 4-barrel. Walaupun helikopter ini bukanlah sistem yang sempurna, tetapi cukup adil bahwa helikopter ini masih terdepan. Menariknya, AS mempunyai beberapa helikopter ini untuk keperluan pelatihan. Hind juga dikenal dengan "The Crocodile" atau "Devil's Chariot".[align=center]mi24sh.jpg[/align]

    Specifications:

    Dimensions:
    Length: 57.41ft (17.50m)
    Width: 21.29ft (6.49m)
    Height: 13.02ft (3.97m)

    Performance:
    Max Speed: 208mph (335kmh; 181kts)
    Max Range: 99miles (160km)
    Climb Rate: 2,460 ft/min (749.8 m/min)
    Ceiling: 14,747ft (4,495m; 2.8miles)

    Structure:
    Accommodation: 3 + 8
    Hardpoints: 6 (including wingstubs)
    Empty Weight: 18,078lbs (8,200kg)
    MTOW: 26,455lbs (12,000kg)

    Power:
    Engine(s): 2 x Klimov TV3-117 Turboshaft engines driving a five-blade main rotor and a three-blade tail rotor.

    Weapons Suite:
    1 x 12.7mm four-barrel machine gun OR 2 x 23mm cannons OR 2 x 30mm cannons in under-nose turret.
    2 x Anti-Tank Missiles
    4 x Rocket Pods
    4 x Gun Pods

    Operators:
    Afghanistan, Algeria, Angola, Armenia, Azerbaijan, Belarus, Bulgaria, Chad, Cyprus, Croatia, Cuba, Czech Republic, East Germany, Equatorial Guinea, Eritrea, Ethiopia, Georgia, Guinea, Hungary, India, Indonesia, Iraq, Iran, Kazakhstan, Kyrgizia, Libya, Macedonia, Mozambique, Nicaragua, Nigeria, North Korea, Pakistan, Peru, Poland, Russia, Rwanda, Serbia, Sierra Leone, Slovakia, South Africa, Sri Lanka, Sudan, Syria, Tajikistan, Ukraine, Uzbekistan, Venezuela, Vietnam, Yemen, Zimbabwe and the United States of America.

    Variants:
    V-24 (Hind) - Protype
    Mi-24 (Hind-A) - First production model
    Mi-24A (Hind-B) - Based on Hind-A sans nose armament
    Mi-24U (Hind-C) - Training variant sans armament
    Mi-24D (Hind-D) - Definitive variant; Features specialized electronics for anti-tank guided missiles; 'Stepped' armored tandem-seating cockpit; Single 12.7mm four-barrel machine gun system in under-nose turret.
    Mi-24DU - Training variant with dual-controls for instructor / student.
    Mi-24V (Hind-E) - Updated anti-tank missiles and firing/acquisition system.
    Mi-24P (Hind-F) - Undernose-mounted 12.7mm machine gun replaced with fixed 30mm cannon.
    Mi-24RKR (Hind-G1) - NBC reconnaissance varient (model covers Mi-24R, Mi-24RR and Mi-24RKh as well).
    Mi-24K (Hind-G2) : Artillery spotter model
    Mi-24VM - Uupdated avionics; Improve night-flight systems, updated communications, modernized througout.
    Mi-24PM - Upgraded Mi-24P model with Mi-24VM systems.
    Mi-24PN - Attack helicopter standard and modernization standard.
    Mi-24W - Polish-built Mi-24V variant
    Mi-24PS - Police variant
    Mi-24E - Environmental Research craft
    Mi-24 SuperHind Mk II - South African-produced model featuring updated avionics.
    Mi-24 SuperHind Mk III/IV - Modernization of Mi-24 base model.
    Mi-25 - Export version of Mi-24D
    Mi-35 - Export version of Mi-24V
    Mi-35P - Export version of Mi-24P
    Mi-35U - Unarmed training version of Mi-35

    Peace :):):)
    Jojo8228
  • [align=center][size=large]Bell 212 / UH-1N/Y Iroquois / AB 212[/size]


    Designation: Bell 212 / UH-1N/Y Iroquois / AB 212
    Classification Type: Multi-Purpose Helicopter
    Contractor: Bell Helicopter Company - USA / Pratt & Whitney - Canada
    Country of Origin: United States
    Initial Year of Service: 1970
    Number Built: Not Available


    uh1n.jpg[/align]

    Melanjutkan kesuksesan produksi helikopter serang/angkut Bell, Bell 212 –atau dikenal sebagai model UH-1N, AB 212 dan UH-1Y – merupakan program pengembangan selanjutnya. Bell 212 merupakan usaha bersama antara perusahan Bell Helicopter (AS) dan Pemerintah Kanada dengan perusahaan mesin Pratt & Whitney.

    Dalam bentuk dasarnya, 212 merupakan kombinasi dari airframe Bell 205 dengan mesin produksi Pratt & Whitney dalam sebuah usaha untuk meningkatkan performa seri helikopter ini. Pratt & Whitney memproduksi Turbo Twin-Pac, yang merupakan gabungan dua mesin turboshaft, menjadikan mesinnya lebih bagus dari pada mesin milik Huey.

    Bell 212 diterima oleh AL AS dan Korps Marinir AS dan dikenal dengan UH-1N, sementara oleh Kanada diberi nama CUH-1N yang kemudian diganti menjadi CH-135 “Twin Huey”. Di pasa helikopter ini dikenal sebagai “Twin Two-Twelve”. Firma Italia Agusta memperoleh kontrak untuk memproduksi secara lokal Bell 212 dan dikenal dengan AB 212 di sekali lagi dilengkapi dengan persenjataan anti-kapal dan peralatan sonar dan radar.

    UH-1Y menjadi model Bell pertama yang memakai rotor utama empat-blade baru, dengan mesin turboshaft General Electric GE T700 dan kokpit kaca desain baru. Helikopter milik korps marinir AS (UH-1N) kemudian diupgrade menjadi UH-1Y.

    Jumlah ekspor Bell 212 sangat bagus, mengingat jumlahnya yang cukup besar di seluruh dunia.

    [align=center]bell_212_1.gif[/align]

    Specifications:

    Dimensions:
    Length: 42.39ft (12.92m)
    Width: 48.00ft (14.63m)
    Height: 14.70ft (4.48m)

    Performance:
    Max Speed: 128mph (206kmh; 111kts)
    Max Range: 284miles (457km)
    Climb Rate: 1,320 ft/min (402.3 m/min)
    Ceiling: 12,198ft (3,718m; 2.3miles)

    Structure:
    Accommodation: 2 + 13
    Hardpoints: 2
    Empty Weight: 6,316lbs (2,865kg)
    MTOW: 11,199lbs (5,080kg)

    Power:
    Engine(s): 1 x Pratt & Whitney Canada PT6T-3 engine generating 1,800shp OR 1 x PT6T-3B Turbo Twin-Pac (dual engine array). Both driving a main two-blade and tail rotor assembly.

    Weapons Suite:
    Mission-specific armament may include:
    2 x 7.62mm machine guns (pintle-mounted in doorway).
    2 x 7.62mm miniguns (pintle-mounted in doorway or external forward-facing).
    2 x Mark Mk 44 Torpedoes
    2 x Mark Mk 46 Torpedoes
    2 x MQ 44 Torpedoes
    2 x AS 12 air-to-surface missiles
    2 x Sea Killer air-to-surface missiles

    Operators:
    Argentina, Austria, Bangladesh, Colombia, Ecuador, El Salvador, Greece, Iran, Israel, Italy, Lebanon, Libya, Mexico, Morocco, Panama, Saudi Arabia, Singapore, South Korea, Spain, Sudan, Sri Lanka, Tunisia, Thailand, United Arab Emirates, Turkey, Uganda, Venezuela, Yemen, Zambia and the United States of America.

    Variants:
    XH-40 - Original UH-1 Prototype
    YH-40 - Original UH-1 Prototype Production Models.
    Bell 205 / UH-1H - Model on which Bell 212 fuselage is based on.
    CUH-1N - Canadian Armed Forces Model Designation
    CH-135 "Twin Huey" - Redesignation of the Canadian CUH-1N.
    UH-1N - United States Navy and Marine Corps Model Designations.
    AB 212 - Italian-produced UH-1N by Agusta.
    AB 212ASW - Anti-Submarine Warfare designation of the Agusta AB 212.
    "Twin Two-Twelve" - Marketing designation for the Bell 212 model.
    UH-1Y - Standardization program for US Marine Corps with twin GE T700 turboshaft engines, new glass cockpit and a new four-blade main rotor.


    Peace All :):)
  • [size=medium]Bagus Sekali !!

    Artikel Anda Keren Banget !!
    [/size]

    :top: :thanks:
  • [align=center][size=large]Lockheed AH-56 Cheyenne[/size]


    Designation: Lockheed AH-56 Cheyenne
    Classification Type: Attack Helicopter Prototype
    Contractor: Lockheed - USA
    Country of Origin: United States
    Initial Year of Service: 1967
    Number Built: 10



    ah56.jpg[/align]


    Helikopter serang AH-56A yang didesain dan diproduksi Lockheed merupakan upaya gagal untuk memenuhi persyaratan AAFSS (Advance Aerial Fire Support System) AD AS. Diberi nama "Cheyenne", helikopter ini menampilkan desain yang paling maju pada saat itu dan akan sangat dimaklumi kalau helikopter ini gagal karena kekurangsiapan penerapan teknologinya.

    AH-56A telah dibuat dalam sepuluh purwarupa. Helikopter ini dibuat dengan satu mesin turbin General Electric yang mampu menghasilkan 3.435 hp yang memutar rotor utama utama dan dua elemen rotor ekor yang berada pada bagian ekor. Perakitan rotor belakang memiliki fitur yang sangat berbeda dengan tiga-blade “pusher”. Desain unik dari keseluruhan sistem memberikan identitas khusus pada helikopter ini.

    Helikopter ini dikontrol oleh dua awak yang duduk secara tandem (berdampingan). Sistem roda pendaratannya dapat dimasukkan sepenuhnya dan helikopter ini memiliki pencari jarak-laser terintegrasi yang terhubung ke komputer kontrol penembakan. Salah satu dari elemen-elemen yang lebih unik adalah desain bergulir di sekitar stasiun penembak (gunner) “swiveling XM112” yang terhubung ke turret perut dan hidung.

    Turret perut bersenjatakan sebuah meriam otomatis XM52 30mm dan sebuah peluncur granat XM51 40mm atau senapan gatling XM53 7.62mm dapat dipasang di turret-dagu. Tambahan persenjataan-terpasang di sayap termasuk sistem roket anti-tank TOW dan peluncur pod roket XM200 2,75inci.

    Purwarupa AH-56 yang pertama terbang pertama kali pada 3 Mei 1967 dan dapat mencapai kecepatan lebih dari 240 mil per jam. Meningkatnya biaya pembuatan, keterlambatan dalam pengembangan dan adanya dua alternatif pesaing yang diproduksi oleh Bell dan Sikorsky memaksa seluruh program dibatalkan secara efektif pada 9 Agustus 1972. Hanya sepuluh purwarupa AH-56 Cheyenne yang dihasilkan yang sebenarnya akan diproduksi secara massal setelah beberapa pengujian penerbangan bermesin dan pengujian senjata.

    Pada akhirnya, AD AS menyadari diperlukannya sebuah sistem helikopter yang tidak terlalu rumit dengan kelincahan seperti helikopter kecil. Sistem Kendali Penembakan dan navigasi haruslah mudah dan murah dalam perawatan, dan menyebabkan inisiatif untuk membuat helikopter baru “Advanced Attack Helicopter”(AAH).

    [align=center]AH-56_CHEYENNE_21806.jpg[/align]


    Specifications: Lockheed AH-56A Cheyenne

    Dimensions:
    Length: 60.04ft (18.30m)
    Width: 25.92ft (7.90m)
    Height: 13.78ft (4.20m)

    Performance:
    Max Speed: 245mph (395kmh; 213kts)
    Max Range: 629miles (1,013km)
    Climb Rate: 3,420 ft/min (1,042 m/min)
    Ceiling: 25,997ft (7,924m; 4.9miles)

    Structure:
    Accommodation: 2
    Hardpoints: 4
    Empty Weight: 11,718lbs (5,315kg)
    MTOW: 16,995lbs (7,709kg)

    Power:
    Engine(s): 1 x General Electric T64-GE-16 turbine engine generating 3,435hp.

    Weapons Suite:
    1 x XM51 40mm grenade launcher OR 1 x XM53 7.62mm gatling minigun mounted in a chin-turret assembly.
    1 x XM52 30mm automatic cannon mounted in a belly turret.

    Fuselage mounted armaments were to include:
    TOW anti-tank missiles
    XM200 2.75 inch rocket launcher pods

    Operators:
    the United States of America

    Variants:
    AH-56A - Base Prototype Series Model Designation of which ten were produced before project was officially and completely cancelled


    Peace All :):)
  • [align=center][size=large]Mil Mi-14 (Haze)[/size]

    Designation: Mil Mi-14 (Haze)
    Classification Type: Anti-Submarine Warfare Helicopter
    Contractor: Mil - Soviet Union
    Country of Origin: Soviet Union
    Initial Year of Service: 1975
    Number Built: 70


    mi-14.jpg
    Mil Mi-14 ketika Mendarat/Beroperasi di Air[/align]


    Mil Mi-14 (NATO codename "Haze") adalah helikopter versi angkatan laut anti-kapal selam yang diproduksi dalam jumlah terbatas selama Perang Dingin yang dimulai pada 1975. Helikopter ini merupakan pengembangan lanjutan dari seri Mil Mi-8 yang telah dipakai secara luas di dunia militer dan sipil selama lebih dari satu dekade sebelumnya.

    Bila dibandingkan dengan Mi-8, Mi-14 memakai beberapa desain yang mirip dari Mi-8 karena mempertimbangkan biaya produksi setiap unit, kemudahan pemeliharaan yang dimiliki oleh Mi-8. Kokpit-nya dipasang di bagian depan badan helikopter secara ekstrim dengan jendela yang besar di kabin. Dua mesin Isotov yang dipasang di atas kabin dan yang menghasilkan daya masing-masins 1.950 hp yang memutar sebuah rotor utama lima-bilah dan rotor ekor tiga-bilah. Ekornya menungging dengan rotor yang dipasang di bagian belakang secara ekstrim. Undercarriage-nya, seperti kebanyakan helikopter jenis amfibi, merupakan roda pendaratan “tricycle” yang dapat dimasukkan. Mi-14 Haze memiliki desain badan berbeda yang dirancang sebagai kerangka/lambung untuk operasi dan pendaratan di air. Mi-14 dioperasikan oleh dua personil standar, pilot dan co-pilot dan dapat mengakomodasi hingga 32 pasukan siap-tempur atau 12 tandu medis jika diperlukan. Untuk peran transportasi suplay, helikopter ini mampu mengangkut beban hingga 8.800 lbs.

    Mi-14 mempunyai peran utama sebagai anti-kapal selam yang menembakkan/membawa torpedo, misil anti-kapal dan “depth charges” sesuai kebutuhan. Sebaliknya dalam peran SAR, peralatan standar-nya disesuaikan dengan operasi terkait. Operator utama helikopter ini adalah Bulgaria, Libya, Korea Utara, Polandia dan Rusia – beroperasi untuk angkatan udara atau angkatan laut negara-negara ini.

    [align=center]hmi14_vl.jpg[/align]


    Specifications: Mil Mi-14BT (Haze)

    Dimensions:
    Length: 60.30ft (18.38m)
    Width: 0.00ft (0.00m)
    Height: 22.74ft (6.93m)

    Performance:
    Max Speed: 143mph (230kmh; 124kts)
    Max Range: 497miles (800km)
    Climb Rate: Not Available
    Ceiling: 13,123ft (4,000m; 2.5miles)

    Structure:
    Accommodation: 2 + 32
    Hardpoints: 2
    Empty Weight: 19,621lbs (8,900kg)
    MTOW: 29,542lbs (13,400kg)

    Power:
    Engine(s): 2 x Isotov TV3-117M turboshaft engines developing 1,950shp each and driving five-blade main rotor and three-blade tail rotor.

    Weapons Suite:
    Depending on version, can include torpedoes, depth charges, air-to-surface missiles and depth bombs.

    Operators:
    Bulgaria, Cuba, Ethiopia, Georgia, Germany (East), Libya, North Korea, Poland, Russia, Ukraine, Soviet Union and Yugoslavia.

    Variants:
    V-14 - Prototype Model Designation
    Mi-14PL "Haze A" - Dedicated Anti-Submarine Warfare (ASW) Model.
    Mi-14PL "Shrike" - Air-to-Surface Attack Variant
    Mi-14PLM - Anti-Submarine Warfare Variant
    Mi-14BT "Haze B" - Dedicated Mine Sweeper
    Mi-14PS "Haze C" - Dedicated Search and Rescue (SAR)Model.
    Mi-14PX - Search and Rescue (SAR) Trainer Platform
    Mi-14PZh - Firefighting Variant based on the Mi-14BT model; amphibious.
    Mi-14PZh "Eliminator" - Firefighting Variant based on the Mi-14BT model.
    Mi-14GP - Civilian Passenger Transport Variant
    Mi-14P - Civilian Passenger Transport Variant; seating for up to 24 passengers.
    Mi-14PW - Polish Designation of Mi-14PL model series.

    Peace All :):)
  • gile..cape juga ngikutin teknologi mereka
  • Indoneia punya heli tempur ngga?
  • Buat bro Damex, ini jenis helikopter yang dimiliki oleh Indonesia, tapi bukan buatan asli dalam negeri sih....

    [align=center]Aerospatiale / Eurocopter SA 332 Super Puma / AS 532 Cougar


    Designation: Aerospatiale / Eurocopter SA 332 Super Puma / AS 532 Cougar
    Classification Type: Multirole Medium Lift Helicopter
    Contractor: Aerospatiale / Eurocopter - France
    Country of Origin: France
    Initial Year of Service: 1982
    Number Built: Not Available



    img_02.jpg[/align]


    Seri Super Puma Aerospatiale ini berasal dari seri Puma Eurocopter/Aerospatiale Puma tetapi mempunyai kabin baru diperpanjang dan mesin baru. Super Puma, datang di bawah label Eurocopter pada tahun 1992, kemudian terlihat berhasil pada berbagai tanda dan varian. Helikopter ini masih beroperasidi seluruh dunia dalam berbagai bentuk.

    Penerbangan pertama Super Puma terjadi pada tahun 1978. Sistem dipasangi dengan mesin serbaguna Turbomeca turboshaft yang memutar rotor utama empat-bilah dan rotor ekor empat-bilah tradisional. Helikopter ini diawaki oleh satu atau dua personil dan dapat membawa 29 personil dalam pengaturan ruang kabin longgar. Varian Super Puma memungkinkan untuk melakukan peran pada saat perang maupun damai. Pod senapan, roket dan misil dapat dipasang secara eksternal, serta peralatan untuk peran anti-kapal. Sebuah senapan juga dapat dipasang di pintu kabin untuk keamanan tambahan.

    Operator dari seluruh dunia telah terlihat puas dengan Super Puma, Indonesia bahkan memproduksi (di bawah lisensi) beberapa helikopter ini. Operator lainnyatersebar dari Samudra Pasifik, Afrika, Timur Tengah, dan Eropa. Dalam bentuk apapun, Super Puma meneruskan keberhasilan dari seri Puma SA 330.


    [align=center]as332_sperpuma_3v.jpg[/align]

    Specifications: Aerospatiale / Eurocopter AS 532U2 Cougar Mk II

    Dimensions:
    Length: 51.02ft (15.55m)
    Width: 60.01ft (18.29m)
    Height: 16.11ft (4.91m)

    Performance:
    Max Speed: 170mph (273kmh; 147kts)
    Max Range: 494miles (795km)
    Rate-of-Climb: 1,260ft/min (384m/min)
    Ceiling: 13,448ft (4,099m; 2.5miles)

    Structure:
    Accommodation: 2 + 29
    Hardpoints: 2
    Empty Weight: 10,902lbs (4,945kg)
    MTOW: 21,493lbs (9,749kg)

    Power:
    Engine(s): 2 x Trubomeca Makila 1A2 turboshaft engines generating 1,845shp while driving a four-blade main rotor and tail rotor.

    Weapons Suite:
    Optional armament can include any of the following:
    7.62mm Gun Pods
    Rocket Pods
    AM 39 Exocet Anti-Ship Missiles
    Air-to-Suface Missiles (Various)
    Cabin Door Machine Guns (Pintle Mounts)

    Operators:
    Argentina, Brazil, Cameroon, Chile, China, Ecuador, France, Germany, Indonesia, Japan, Jordan, Kuwait, Mexico, Nepal, Netherlands, Nigeria, Qatar, Saudi Arabia, Singapore, South Korea, Spain, Sweden, Switzerland, Thailand, Togo, Turkey, UAE and Venezuela.

    Variants:
    SA 330 "Puma" - Initial Puma Series Helicopter on which the Super Puma series is based on.
    SA 332 "Super Puma" - Main Series Designation; Further development of base Puma series with stretched fuselage and new engines; fitted with Makila turboshaft engines.
    AS 332M - Fitted with uprated Makila 1A1 powerplants.
    AS 332L - Civilian Designation based on the militarized AS 332M model.
    AS 532 "Cougar" Mk I - Redesignated militarized Super Pumas with Eurocopter from 1992 onwards.
    AS 532MC "Cougar" Mk I - Search and Rescue Variant; short fuselage model series.
    AS 532SC "Cougar" Mk I - Short fuselage model series; anti-submarine variant.
    AS 532U2 "Cougar" Mk II - Unarmed Cougar Model.
    AS 532A2 "Cougar" Mk II - Search and Rescue Model.
    AS 532L2 "Cougar" Mk II - Civil Model Variant; stretched fuselage; extra seating; extended main rotor blades.
    AS 532 "Cougar 100" - Fixed landing gear; simplifications added throughout.
    EC 725 - Larger cabin; five-blade main rotor system; fitted with Makila 1A4 turboshaft engines; increased take-off weight; improved avionics package.
    EC 225 - Civil Variant based on the militarized EC 725 model.


    Peace All :):)
  • [align=center]Aerospatiale SA 316 / SA 319 Alouette III


    Designation: Aerospatiale SA 316 / SA 319 Alouette III
    Classification Type: Light Utility Helicopter
    Contractor: Aerospatiale - France
    Country of Origin: France
    Initial Year of Service: 1960
    Number Built: 2,100



    aerospatiale-alouette-iii.jpg[/align]

    Aérospatiale Alouette III, adalah helikopter milik Perancis yang memiliki mesin tunggal dan digunakan sebagai helikopter utilitas ringan. Helikopter ini dikembangkan oleh Sud Aviation dan diproduksi oleh Aérospatiale Perancis. Versi pertama dari Alouette III, Purwarupa SE 3160 terbang pada 1959. Produksi dari SA 316A (SE 3160) dimulai pada 1960 dan tetap diproduksi hingga 1968. Helikopter ini digantikan oleh SA 316B. Alouette III merupakan penerus Alouette II, dengan mesin yang lebih besar dan tempat duduk yang lebih banyak.

    Mesin Turboshaft Turbomeca Artouste IIIB adalah untuk varian asli yang diproduksi, Alouette III dikenal untuk misi penyelamatan di gunung tetapi dapat diadaptasikan untuk pemakaian normal dan di kapal. AL Argentina membeli 14 helikopter, 3 desain yang asli SE3160, 7 dengan mesin yang lebih kuat dan upgrade SA316B dan 4 mesin dari SA319B dengan kekuata yang lebih dari dua versi yang lain.

    Alouette III mulai beroperasi untuk Angkatan Bersenjata Perancis di tahun 1960. Banyak yang digunakan oleh pasukan asing dari 1964-1967. Tiga mesin yang dikirim dari Perancis untuk perakitan lokal di Australia, dan digunakan oleh Royal Australian Air Force (RAAF).

    Pakistan membeli 35 heli dan digunakan pada Indo-Pakistani War 1971. Dua heli dari PAF telah tertembak jatuh, dan pada Perang Kolonial Portugis, selama tahun 60an dan 70an menggunakan sejumlah besar heli di Angola, Mozambik dan Guinea, di mana heli ini membuktikan kualitasnya untuk digunakan dalam kondisi lingkungan berdebu dan panas. Satu SA316B yang dibeli oleh Argentina yang dinaiki oleh Jendral Belgrano tertembak dan tenggelam oleh HMS Concueror S48 selama Perang Falklands dengan Inggris Raya pada tahun 1982.

    SA 316B dan SA 319B keduanya tetap dalam rangkaian produksi hingga awal tahun 1980-an, ketika lini produksi utama di Perancis ditutup. Namun, HAL India memproduksi Alouette IIIs di bawah lisensi dengan nama Chetak. Pada tahun 2004, sebagian besar Alouette III telah dipensiunkan dari Angkatan Udara Prancis setelah 32 tahun yang sukses. Heli ini akan digantikan oleh Eurocopter EC 355 Ecureuil 2. Pada tahun yang sama, Angkatan Bersenjata Swiss mengumumkan bahwa Alouette III dipensiunkan dari garis depan pada tahun 2006, dan seluruhnya pada tahun 2010. AU Venezuelan memensiunkan Alouette III pada akhir 90an. Saat ini beberapa unit masih digunakan di Afrika dengan suku cadang yang tersedia dari India.


    [align=center]TAHV02P01_17.jpg[/align]


    Specifications: Aerospatiale SA 316 Alouette III

    Dimensions:
    Length: 42.13ft (12.84m)
    Width: 0.00ft (0.00m)
    Height: 9.84ft (3.00m)

    Performance:
    Max Speed: 130mph (210kmh; 113kts)
    Max Range: 298miles (480km)
    Rate-of-Climb: 885ft/min (270m/min)
    Ceiling: 7,379ft (2,249m; 1.4miles)

    Structure:
    Accommodation: 2 + 5
    Hardpoints: 2
    Empty Weight: 2,474lbs (1,122kg)
    MTOW: 4,850lbs (2,200kg)

    Power:
    Engine(s): 1 x Turbomeca Artouste IIIB turboshaft engine generating 570shp while driving the main three-blade rotor and a three-blade tail system.

    Weapons Suite:
    Mission specific armament can include any of the following:
    1 x 7.62mm machine gun (mounted on tripod in right-side doorway).
    1 x 20mm cannon fixed to left-side of fuselage
    2 or 4 x AS.11 anti-tank missiles
    2 x Mk.44 Torpedoes

    Variants:
    SE 3160 Alouette III - First Designation Model
    SA 316A Alouette III - Initial Production Designation; Features Turbomeca powerplant.
    SA 316B Alouette III - Improved transmission, increased takeoff weight.
    SA 319 Alouette III Atazou - Features Turbomeca Astazou turboshaft engine generating 600shp.
    IAR-317 Skyfox - Romanian-produced Prototype based on Alouette III.
    Chetak - Indian production version of the SA 316B model.

    Peace All :):)
  • [align=center][size=large]Boeing / McDonnell Douglas / Hughes AH-64 Apache / Apache Longbow[/size]


    Designation: Boeing / McDonnell Douglas / Hughes AH-64 Apache / Apache Longbow
    Classification Type: Attack Helicopter
    Contractor: Hughes / Boeing / McDonnell Douglas - USA
    Country of Origin: United States
    Initial Year of Service: 1984
    Number Built: 1,200



    db-redemption.jpg[/align]


    Awalnya desain dasar-Hughes, YAH-64 bersaing dengan sistem YAH-63 milik Bell di Amerika Serikat Army untuk pencarian helikopter serang canggih. Helikopter ini akan menggunakan teknologi terbaru, manuverabilitas dan survivabilitas medan pertempuran yang terdiri dari persenjataan tingkat rendah, dan kecepatan rendah. Hasil akhirnya adalah YAH-64, dan rencana sedang dilakukan untuk mengembangkan sistem sebagai helikopter serang utama dari Angkatan Bersenjata AS. Unit awal yang sekarang diberi nama H-64A "Apache" mulai beroperasi di garis depan pada tahun 1986.

    AH-64 dasar dirancang dengan survivabilitas awak dengan sistem anti-misil, perlindungan kokpit awak khusus dalam bentuk lapis baja Kevlar dan kaca tahan peluru dan sebuah superstructur yang dirancang khusus. Sayap pendek aslinya dapat dipasangi dengan empat hardpoints dengan misil anti-tank Hughes AGM-114 yang kuat dan akurat. Total enam belas misil ini dapat dibawa pada hardpoint di bawah sayap. Untuk mengatasi target yang lebih ringan, pod roket serba guna Hydra 70 dalam berbagai jenis amunisi dan hulu ledak dapat dipakai bersama dengan Hellfire. Kemudian penambahan ujung sayap memungkinkan helikopter untuk memakai misil udara-ke-udara AIM-9 Sidewinder atau AIM-92 Stinger. Sistem ini juga dapat menembakkan misil udara-ke-daratan anti-radar anti-radiasi Sidearm. Persenjataan standar utama Apache terdiri dari senapan rantai terpasang di”dagu” Hughes M230 30mm dengan 1200 putaran amunisi yang dikendalikan dengan helm yang dipakai pilot melalui sistem penjejak IHADSS pada helm. Perputarannya dibatasi 11 derajat ke atas, 60 derajat ke bawah dan 100 derajat kanan-kiri. Apache diawaki oleh dua personil dengan posisi duduk tandem dengan penembak di depan dan pilot duduk di belakang.

    Desain dari Apache adalah konvensional dengan kokpit berada di depan, mesin terpasang tinggi di badan pesawat dan sayap “pendek” berada di bawah mesin. Kokpit dirancang sebagai jendela kaca rata, tempat duduk berlapis baja dan aman dari kecelakaan, dan roda pendaratan yang diperkuat. Mesin (AH-64D) diproduksi oleh General Electric dan dengan mesin turboshafts seri T700-GE-701C menghasilkan 1.890 shp memutar empat bilah rotor utama dan empat bilah rotor ekor. Rotor ekornya bertipe "x" dan berada disebelah kiri sirip ekor vertikal. Roda pendaratannya statis dengan dua roda utama dan satu roda ekor. Wire cutters untuk meningkatkan survivabilitas pada ketinggian rendah ditambahkan di bagian atas belakang dari kanopi, di etiap roda pendaratan dan satu di bagian turret dagu di bawah bodi pesawat. Sebuah dispenser suar telah ditambahkan di bagian belakang kiri ekor.Setelah beberapa waktu dioperasikan di dalam negeri (AS), AH-64A dikirim ke Jerman Barat, pengoperasian heli ini di luar negeri untuk yang pertama kalinya. Pertempuran pertama terjadi tidak lama setelahnya pada 1989 Operation Just Cause di Panama dan dilakukan oleh 82nd Airborne. Pada 1991, model AH-64A menembakkan rangkaian salvo pembuka dalam Operasi Desert Storm dan kemudian mengambil bagian dalam banyak dipublikasikan perang darat "100-jam" di mana sekitar 500 tank musuh telah dilaporkan hancur. Kemudian mengikuti operasi terbatas di Bosnia/Kosovo dan akhirnya dalam Operation Iraqi Freedom.

    Berdasarkan pengalaman yang diperoleh pada Gulf War tahun 1991, AH-64A diikuti dengan model upgrade AH-64B. Model ini memakai Global Positioning System (GPS), meningkatkan sistem komunikasi dan navigasi, dan bilah rotor utama baru. Sebagian besar AH-64A telah diupgrade ke standar ini walaupun dana-nya dicabut pada tahun 1992. AH-64C muncul (kadang-kadang disebut sebagai AH-64B +) dan memiliki banyak fitur, sistem radar sans yang terpasang di tiang dan mesin yang lebih kuat. Model AH-64D juga muncul tetapi sangat mirip dengan seri AH-64C dengan pengecualian memiliki radar yang dapat diganti-ganti.

    Apache AH-64D diberi nama menjadi AH-64D "Apache Longbow”. Model ini dibedakan oleh adanya sustem radome AN/APG-78 Longbow yang terpasang di tiang di atas rotor utama. Radar Longbow adalah radar gelombang milimeter yang diproduksi oleh Northrop Grumman dan dapat memandu senjata Hellfires melalui frekuensi pencari radar untuk lebih meningkatkan rasio pembunuhan. Dari 800 AH-64A pada produksi awal tidak kurang dari 500 diupgrade menjadi standar Longbow.

    Apache memiliki mesin General Electric yang lebih kuat dalam bentuk seri T700-GE-701C. Semua komponen yang paling penting juga diperbarui untuk meningkatkan potensi mesin sementara pada saat yang sama meningkatkan survivabilitas awak jika tertembak, atau karena pendaratan darurat.

    Apache masih tetap aktif di garis depan, serta masih dikembangkan dan diupgrade termasuk rotor baru, integrasi otomasisasi digital dengan elemen medan tempur UAV. Secara keseluruhan, helikopter ini sangat hebat sebagai sistem anti-tank dan walaupun diproduksi para era 1975-an, helikopter ini masih tetap menjadi salah satu helikopter serang yang paling berbahaya yang masih beroperasi.

    Firma Westland Inggris melakukan produksi AH-64D Apache Longbow dengan mempertahankan sebagian besar fitur asli tetapi memiliki mesin yang lebih kuat, Rolls-Royce Turbomeca RTM322, menghasilkan daya 2.210 shp. Israel merupakan pengguna aktif Apache dan telah sering melakukan serangan terhadap posisi Hizbullah dan Lebanon dengan serangan roket langsung. Operator lain termasuk Belanda, Singapura, Yunani, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Rencana operator lain adalah Pakistan, Taiwan dan mungkin Korea Selatan dan India dalam waktu dekat.

    Dalam berbagai kasus, walaupun telah beroperasi lebih dari 21 tahun, helikopter seri Apache masih akan tetap aktif di berbagai negara hingga beberapa waktu ke depan. Kombinasi mobilitas dan daya tembak membuatnya menjadi helikopter dengan rating tertinggi di medan perang masa kini. Dengan perbaikan dan selesainya digitalisasi sistem, Apache akan terus berkembang untuk memainkan peran di medan perang nirkabel masa depan.[align=center]apache1111.jpg[/align]

    Specifications: Boeing AH-64D Apache Longbow

    Dimensions:
    Length: 49.11ft (14.97m)
    Width: 17.16ft (5.23m)
    Height: 16.24ft (4.95m)

    Performance:
    Max Speed: 162mph (261kmh; 141kts)
    Max Range: 1,181miles (1,900km)
    Rate-of-Climb: 2,415ft/min (736m/min)
    Ceiling: 9,478ft (2,889m; 1.8miles)

    Structure:
    Accommodation: 2
    Hardpoints: 6 (including wingtip mounts)
    Empty Weight: 11,799lbs (5,352kg)
    MTOW: 22,282lbs (10,107kg)

    Power:
    Engine(s): 2 x General Electric T700-GE-701C continuous rated turboshafts developing 1,890shp and driving a four blade main and tail rotor.

    Weapons Suite:
    1 x 30mm chain gun
    Four underwing hardpoints and two wing stub endpoints for various mission specific ordnance including:
    16 x AGM-114 Hellfire anti-tank missiles
    4 x Hydra-70 2.75in 7/14-Shot FFAR (Folding-Fin Aerial Rocket) rocket pods
    4 x Hydra-70 2.75in 14-Shot FFAR (Folding-Fin Aerial Rocket) rocket pods
    18 x Stinger AAM (Air-to-Air Missile) missiles
    2 x AIM-9 Sidewinder AAM (Air-to-Air Missile) missiles
    2 x Sidearm ARM (Anti-Radiation Missile) missiles
    4 x Auxiliary Fuel Tanks

    Variants:
    Model 77 - Hughes Developmental Designation
    YAH-64 - Protoype Model Designation
    AH-64A Apache - Initial production designation; Hellfire, Hydra and Stinger support; General Electric T700-GE-701 turboshaft engines of 1,696 shaft horsepower.
    AH-64B Apache - Improved AH-64A Apache with GPS, improved navigation and comm equipment; new rotor blades.
    AH-64C Apache - Radar-less variant; Very similar to the "D" model; sometimes noted as AH-64B+.
    AH-64D Apache - Similar to AH-64C model with introduction of removable radar.
    AH-64D "Apache Longbow" - Updated engines (General Electric T700-GE-701C of 1,890 shaft horsepower); noticeable radome (Fire Control Radar - FCR - target acquisition system) on top of main rotor mast; updated navigation and comunications; improved crew survivability; integrated radio-based moden for multiple target tracking; planned UAV support function; further systems digitization.
    WAH-64 Apache - British production model of AH-64D Apache Longbow models under license from Boeing and manufactured through Westland.
    "Sea Apache" - Proposed US Marine navalized version of land-based Apache featuring specialized suite of weapons and avionics systems; redesigned landing gears; never ordered nor produced.
    Ah-64DI "Saraph" - Israeli Apache Longbow Model

    Peace All :):)
  • wah bro....
    double jempol buat elo....
    minta ijin buat di save ya...
  • Kojek menulis:
    wah bro....
    double jempol buat elo....
    minta ijin buat di save ya...

    Silakeun bro :):)
  • [align=center][size=large]MH-6 Little Bird[/size]


    Role: Light observation helicopter
    Manufacturer: MD Helicopters
    Status: Active service
    Primary user: United States Army
    Developed from: OH-6 Cayuse
    Variants: MD 500 Defender; Boeing AH-6



    military-020.jpg[/align]


    MH-6 Little Bird, dan varian serangnya, AH-6, adalah helikopter ringan satu-mesin yang digunakan untuk operasi khusus oleh AD Amerika Serikat. Awal desainnya berdasarkan modifikasi dari OH-6A, kemudian berdasarkan pada MD 500E, dengan rotor utama tunggal lima bilah. Versi yang terbarunya, MH-6M, didasarkan pada MD 530F dan memiliki rotor utama tungga enam bilah dan rotor ekor empat bilah.

    Helikopter ini banyak diikutsertakan dalam berbagai misi dan operasi termasuk Operation Iraqi Freedom.


    Development

    Pada tahun 1960, AD AS mengeluarkan Technical Specification 153 untuk Light Observation Helicopter (LOH) yang dapat melakukan misi transportasi personil, pengawalan dan penyerangan, evakuasi korban kecelakaan dan observasi. Dua belas perusahaan ikut ambil bagian dalam kompetisi dan Hughes Tool Company's Aircraft Division mendaftarkan Model 369. Dua desain, yang diserahkan oleh Fairchild dan Bell-Hiller, dipilih sebagai finalis oleh pimpinan kompetisi desain AD-AL, tetapi kemudian AD mengikutsertakan juga helikopter dari Hughes.

    Pertama, purwarupa Model 369 terbang pada 27 Februari 1963. Awalnya diberi kode YHO-6A di bawah sistem penamaan AD, helikopter ini diganti kodenya menjadi YOH-6A di bawah sistem bersama Departemen Pertahanan baru pada tahun 1962. Lima purwarupa, bermesin Allison T63-A-5A dengan 252 shp (188 kW), dan dikirim ke AD AS di Fort Rucker, Alabama untuk bersaing dengan 10 purwarupa lain yang diajukan oleh Bell dan Fairchild-Hiller. Pada akhirnya, Hughes memenangkan kompetisi dan kontrak diberikan untuk produksi pada bulan Mei 1965. Pesanan awalnya 714 heli, tetapi kemudian meningkat menjadi 1.300 dengan opsi untuk membeli 114 heli selanjutnya. 70 heli dibuat di bulan pertama.

    Halikopter tangkas dan tak bersenjata ini dilengkapi dengan "benches" yang dirancang untuk mengangkut hingga tiga pasukan pada setiap sisi. Terdapat pula sebuah varian serang, AH-6. Bercat hitam untuk operasi malam hari, helikopter kecil ini dapat melakukan penetrasi cepat dan pengiriman pasukan operasi ke wilayah yang tidak bisa dilakukan oleh “saudaranya” yang lebih besar, MH-60 Black Hawk.


    [align=center]AIR_AH-6_Little_Bird_Display_lg.jpg[/align]


    Variants

    •AH-6C: Special Forces attack version. Modified OH-6A to carry weapons and operate as a light attack aircraft for the 160th SOAR(A).
    •EH-6E: Special Forces electronic warfare, command-post version.
    •MH-6E: Improved attack helicopter used by US Army special forces units, and stealthy light attack and transport helicopter for US Army special forces units.
    •AH-6F: Special Forces attack version.
    •AH-6G: Special Forces attack version.
    •MH-6H: Special Forces version.
    •AH/MH-6J: Improved special forces transport and attack versions. Updated light attack helicopter based on the MD 530MG and equipped with an improved engine, FLIR, and a GPS/inertial navigation system.
    •AH/MH-6M: Also occasionally referred to as the Mission Enhanced Little Bird (MELB), it is a highly modified version of the MD 530 series commercial helicopter.
    •A/MH-6X: An AH/MH-6M MELB helicopter modified for use as a UAV. It builds upon experienced gained through development of the Unmanned Little Bird (ULB) Demonstrator, which is a civil MD 530F modified for autonomous UAV flight.


    [align=center]6bb5eb898ef34c9b7381513c71ceb29b.jpg[/align]


    Specifications

    General characteristics
    •Crew: 2
    •Length: 32.6 ft (9.80 m)
    •Rotor diameter: 27.4 ft (8.30 m)
    •Height: 9.8 ft (3.0 m)
    •Empty weight: 1,591 lb (722 kg)
    •Useful load: 1,509 lb (684 kg)
    •Max takeoff weight: 3,100 lb (1,406 kg)
    •Powerplant: 1× One Allison T63-A-5A or T63-A-700 turboshaft, 650 hp (485 kW)- full rated power
    •Power, derated: for takeoff: 425 shp (317 kW); continuous: 375 shp (280 kW)
    •Fuselage Length: 24.6 ft (7.50 m)
    •Fuselage Width: 4.6 ft (1.4 m)
    •Rotor systems: 6 blades on main rotor, 4 blades on tail rotor
    •Useful Fuel capacity: 62 U.S. gal (242 L) or 403 lb (183 kg)

    Performance
    •Maximum speed: 152 knots (175 mph, 282 km/h)
    •Cruise speed: 135 knots (155 mph, 250 km/h)
    •Range: 232 nmi (430 km, 267 mi) at 5,000 ft
    •Service ceiling: 18,700 ft (5,700 m)
    •Rate of climb: 2,061 ft/min (10.5 m/s)

    Armament
    •Guns: Two 7.62 mm M134 Minigun; Two .50 cal (12.7 mm) GAU-19
    •Rockets: Two 2.75 in (70 mm) Hydra 70 rocket pods
    •Missiles: Four Hellfire missiles

    Peace All :):)
  • [size=x-large]kamov Ka-50 Hokum[/size]
    800px-Russian_Air_Force_Kamov_Ka-50.jpg


    General characteristics

    Crew: One (for Ka-52: two)
    Length: 13.50 m (44 ft 3 in)
    Rotor diameter: 2x 14.50 m (2x 47 ft 7 in)
    Height: 5.4 m (17 ft 9 in)
    Disc area: 330.3 m² (3,555 ft²)
    Empty weight: 7,800 kg (17,200 lb)
    Loaded weight: 9,800 kg (21,600 lb)
    Max takeoff weight: 10,800 kg (23,810 lb)
    Powerplant: 2× Klimov TV3-117VK turboshafts, 1,660 kW (2,226 shp) each
    For Ka-52:
    Loaded weight: 10,400 kg (22,930 lb)

    Performance

    Maximum speed: 390 km/h (204 knots, 242 mph) in dive
    Cruise speed: 270 km/h (146 knots, 168 mph)
    Range: 1,160 km (720 miles)
    Combat radius: 460 km (286 miles)
    Service ceiling: 5,500 m (18,000 ft)
    Rate of climb: 16 m/s (52.5 ft/s)
    Disc loading: 30 kg/m² (6 lb/ft²)
    Power/mass: 0.33 kW/kg (0.20 hp/lb)

    Armament


    1x mobile semi-rigid 30 mm Shipunov 2A42 cannon (240 rounds, dual feeding AP or HE-Frag)
    A variety of payloads on the four under-wing hardpoints, including 23 mm UPK-23-250 gun pods (240 rounds each), APU-6 9K121 Vikhr anti-tank missile racks, Vympel R-73 (NATO: AA-11 Archer) air-to-air missiles, 80 mm S-8 rocket and 122 mm S-13 rocket pods, Kh-25 semi-active laser guided tactical air-to-ground missiles, presumably S-25/S-25L high caliber rockets, 4x 250 kg (550 lb) bombs or 2x 500 kg (1,100 lb) bombs, 500 L (130 US gal) external fuel tanks. Reportedly, twin Igla light air-to-air missile launchers under each wingtip countermeasure pod (total 4 missiles). Maximum total payload 2,000 kg.
    Two pods on the wingtips with flare and chaff countermeasure dispensers, 64 cartridges each (total 128).
  • lengkap benar sampe cape bacanya :good:
  • mantap...kapan indonesia punya ??
  • Maaf tolong diperbaiki gan untuk yang gambar CAIC WZ-10 itu adalah kawasaki OH-1 boleh di cek di wikipedia gan. thanks
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori