TOLERANSI UMAT DIUJUNG GUNTING DAN KERTAS

I.TUJUAN

menelaah lebih jauh lagi tentang sumber toleransi serta memberi arti lebih tentang sisi toleransi bagi pembaca , terutama bagi penulis dalam kadar netralitas.


I1.PENDAHULUAN.

Toleransi adalah istilah dalam konteks sosial, budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah toleransi beragama, dimana penganut mayoritas dalam suatu masyarakat mengizinkan keberadaan agama-agama lainnya(1). Mengapa dalam hal ini penulis merasa sangat tertarik dgn toleransi beragama.?

Toleransi menurut penulis dalam hal ini adalah suatu wujud pemikiran yg dapat membawa manusia untuk berevolusi dalam sebuah kedamaian yg melahirkan kerukunan, maka tanpa toleransi maka tak ada kerukunan. Sebuah korelasi hubungan yg tidak terpisah. Fakta yg ada bahwa 5 agama yang ada mengajarkan tentang cinta, kerukunan, toleransi,sbg hal yg ditawarkan dalam tiap-tiap agama, sehingga dalam hal ini penulis berusaha meyakinkan diri, bahwa bukanlah agama yg keliru. Jika agama tidak keliru, berarti pelaku agama yang mengalami pergeseran keyakinan dari tujuan agamanya.

Mengapa penulis dalam hal ini merasa toleransi adalah hal yang sangat urgent,ditengah krisis dunia,dibandingkan krisis keuangan, krn penulis merasa bahwa toleransi adalah jantung dalam sebuah negara, dengan terwujudnya toleransi maka terciptalah kerukunan, dengan kerukunan maka terciptlah cinta diantaranya, jika ada cinta, maka hilangnlah semua sifat yg menjadi musuh tiap agama yaitu ego,pelit, munafik,syirik, iri, dendam. Semua melebur hilang dengan cinta. Bahkan dalam tingkat yang sangat tinggi dengan toleransi, jarak antara miskn dan kaya pun bisa teratasi akibat sifat tolerasni itu.

Disinilah penulis tertarik, kemanakah toleransi itu , apa yg salah, agama atau pelaku. Penulis dalam hal ini cenderung menilai manusia sebagai subjek. Dalam hal ini penulis mencoba mengambil dua macam sample yaitu subjek FPI (front pembela islam) yang ada pada realita kehidupan dan sebuah sample yang terjadi di sebuah situs internet bernama FBI (forumbebas.com) dalam sebuah thread room yang sengaja penulis buat untuk menjadi sebuah sample data bagi penulis.

Alasan penulis mengambil sample berita FPI , karena berita adalah suatu data yg nyata sesuai lapangan, tentunya penulis mengambil berita yg diterima secara umum, netral tanpa memihak, sama halnya dengan situs forumbebas. Karena dalam hal ini penulis mengambil titik tengah bahwa 2 agama besar yaitu kristen dan Islam membaur bersama dalam situs itu..

Ucapan terimakasih penulis haturkan kepada pihak-pihak yang ikut membantu didalam pembuatn sample di forumbebas.com kepada komunitas disana, penulis membuat sample dengan sengaja tanpa pemberitahuan semata-mata agar semua bersifat alamiah dan tidak direkayasa, sehingga walaupun data tersebut sangat sederhana, setidaknya sesuai dengan kaidah sample yaitu apa adanya dan tidak dibuat-buat.

III .PEMBAHASAN.

Nama FPI adalah nama yang tidak janggal dalam dunia poltik indonesia, terkenal berani. Tegas, bahkan hingga diberi label arogansi. Dalam hal ini apa yg sebenarnya membuat mrk berbuat demikian, benarkah arogansi, ambilah contoh kasus pembubaran HIBURAN MALAM saat bulan ramadhan, bulan suci bg sebuah umat, kenapa bisa muncul KONFLIK ? Tentunya konflik muncul akibat dua sisi yg bertentangan dan tdk mau mengalah, sulit memang jika harus berakhir pada kata mengalah, tp justru disnilah arti toleransi dan cinta itu. Haruskah FPI mengalah, disaat menajalankan ibadah tp berdampingan dgn maksiat, yg merupakan penyakit masyarakat yg bisa merusak anak-anak kita dr segi agama manapun, tentunya dalam hal ini penulis menganggap maksiat tentu harus mengalah. Krn pembukaan diskotik dan hiburan malam saat ramadhan mencederai nilai sakral agama islam. Ini adalah pembelaan harga diri dalam agama.

Lagi-lagi FPI. Penulis ambil contoh fresh case, tentang ahmadiyah, ISLAM adalah agama yang mengakui ALLAH SWT adalah tuhan dan Muhammad adalah nabi terakhir dgn AL QURAN sbg kitab suci. Ktk ini dilanggar maka jelaslah bukan islam. Mengapa FPI marah, stdknya fakta mengatakan bahwa nabi AHMADIYAH bukanlah Muhammad SAW, dgn kitab suci bukan Al QURAN, ini sangat mencederai islam. Kareana ahmadiyah memakai nama islam, Ketika jalan dialog sudah tak memberi hasil, maka muncul aksi 'Arogansi', yg menurut penulis aksi itu muncul akibat tindakan yg telah melukai dan menghina agama, penulis menilai dalam hal ini pembelaan harga diri dalam agama .

Comments

  • Berdasarkan dua berita tersebut penulis ambil kesimpulan bahwa toleransi terganggu karena adanya perbuatan yg berasal dari luar umat yg masuk ke dalam privasi agama lain , yg dengan jelas bertujuan mencederai apa yg menjadi privasi umat yg semsetinya tidak diganggu tapi harus dihormati, jika saja hal-hal yg berasal dr luar dapat bertoleran maka musnalah 'arogansi'

    Untuk melihat apakah memang cinta akan menutup sifat harga diri dalam pembelaan agama, penulis membuat sample dengan membuat sebuah bahasan yang tidak menggunakan dasar ilmiah yg dalam istilah jawa disebut ilmu gathuk. Sebuah ilmu ramalan kuno zaman majapahit, dengan mensinkronkan sebuah kejadian yg tidak disengaja menjadi sebuah perhitungan bahkan ramalan masa depan.

    Penulis membuat sebuah permasalahan yang sengaja dibuat untuk melihat tingkat emosi manusia dalam sebuah thread berjudul (NO FIGHT)..PERMAINAN FROM HORIGAMI TO HELL . yang dapat kita lihat pada link berikut http://www.forumbebas.com/showthread.php?tid=47465 , Penulis membuka dengan menampilkan sebuah foto tempat ibadah , dimana disana dibuat potongan-potongan kertas yg digunting sedemikian rupa, sehingga memunculkan kalimat HELL/neraka, adalah tidak logis dan ilmiah jika terpengaruh, jika dihubungkan dengan nlai-nilai ketuhanan, tp tentunya perlu diliat dan dibuktikan apa yang terjadi pada umat yg merasa didalamnya , bagaimana emosi mereka.?

    Penulis melihat disana mulai dari halaman dua muncul semacam kemarahan, walau tidak dalam kadar yang tinggi, tentunya kalimat kekecewaan dan nada-nada ketidakpuasan muncul disana, padahal hanyalah kertas dan gunting . Kemarahan muncul krn terdapat sebuah dorongan dari umat lain (dalam hal ini penulis sendiri) yg masuk ke area privasi mereka, dimana umat merasa dilecehkan dan harga diri diinjak. Dalam hal ini penulis kembali mengatakan adanya pembelaan harga diri terhadap agama.

    Lalu bagaimana jika gunting dan kertas itu ditujukan untuk umat islam atau budha ataupun hindu tentunya akan menghadapi hal yg sama, ada yang marah dan ada yang santai.. dalam hal ini kembali pembelaan harga diri terhadap agama berlaku.

    IV.KESIMPULAN

    Sama halnya dengan FPI dalam satu umat ada yg setuju dan ada yg tdk setuju,, begitupun sample yg saya buat di forum bebas.com ada yang marah tp ada juga yang santai, sehingga membuat semacam minoritas dan mayoritas, dengan sample diatas penulis sadar tidak mempunyai nilai akurasi yang baik, tp disana penulis dapat melihat sebuah gambaran kecil, bahwa TOLERANSI tidak akan terwujud jika ada umat lain yang memasuki daerah privasi umat yg lain nya yang sengaja dibuat dengan tujuan melecehkan dan menghina nilai sakral . Krn sikap pembelaan terhadap agamanya akan muncul seketika itu juga. Tidak bisa disalahkan karena agama seperti budha, hindu, Islam, Kristen adalah harga diri bagi mereka yang beragama.

    V.PENUTUP

    Toleransi adalah jantung bagi negara, dengan toleransi terciptalah cinta dalam kerukunan beragama, dengan rukunnya lima agama, maka terciptlah stabilitas politik dan ekonomi yg dapat membangun mikro ekonomi, dalam titik tertinggi toleransi bahkan bisa menekan jarak antara kaya dan miskin.jika sudah begini, sulitkah membangun makro ekonomi ?

    Toleransi berasal dari kedewasaan manusia untuk tidak memasuki area privasi bergama tanpa dasar, jika ustadz saja bisa berdiskusi dengan pendeta, lalu berdialog tentang agama mereka, dalam kadar keilmuan dan kehangatan tanpa konflik dengan suatu uji kepatutan yang layak, dengan kesadaran tinggi terhadap situasi. bagaimana dengan umat dibawah pemuka-pemuka agama , bisakah kita seperti mereka para pemuka agama? Jika tidak bisa maka TOLERANSI UMAT DIUJUNG GUNTING DAN KERTAS.



    (1) Zagorin, Perez (2003). How the Idea of Religious Toleration Came to the West. Princeton University Press. ISBN 0691092702.



    [align=center] ---SEKIAN--[/align]
Sign In or Register to comment.

Welcome to FORUM!

If you want to take part in the discussions, sign in or apply for membership below!