Contact Us

PUISI - PUISI RELIGI

Imflaying.jpg

[size=large]
Seorang pejalan adalah
[/size]

[size=medium]yang mentaati perintah Allah dan Rasulnya
dan belajar mencontoh pribadi sang amanah

yang selalu membersihkan rumahnya
dari berhala zaman sekarang

yang belajar mempersiapkan kematiannya
dan keluar dari kampung halamannya

yang meletakan kitab didada bukan di kepalanya
sehingga Tuhan Al Haq berkenan disembah

yang mengerjakan apa yang turun kedalam Qolbnya
tanpa banyak pertanyaan apalagi berkeluh kesah

dan ia akan tersenyum saat itu
karena Tuhan …
telah berkenan …
menurunkan Amr ..
[/size]
.
_______________________________________________________

langkah.jpg

[size=large]Langkah terakhir[/size]

[size=medium]Dengarlah langkah itu..
serombongan binatang ternak menagis
dan sebagian kecil manusia meninggalkan

wahai diri, tunggulah saat itu..
serombongan mahluk-mahluk yang menghampiri
teman-teman yang menentramkan
dan cahaya yang menerangkan
atau para utusan yang menakutkan

wahai diri, tunggulah saat itu..
Dengarlah langkah mu…
kapan terakhir kali engkau ikut rombongan itu .. ?
lihatlah sebelum pergi…
jiwa yang pucat ketakutan atau
jiwa yang berjalan dengan cahaya
adakah bekas di hati..
atau sekedar melepas tanggung jawab
sekedar berjalan di tempat tanpa sadar maut semakin dekat

wahai diri, tunggulah saat itu..
Dengarkan langkah mereka..
itulah saat "dirimu" bertanggung jawab padamu
saat langkah mereka sudah tak terdegar lagi.
[/size]


by kopipahit[size=x-small][/size]
«13

Komentar

  • Rapeseed-field.jpg

    [size=large]menutup kitab [/size]


    [size=medium]dan kematian itu sesungguhnya setia berada disisimu
    sehingga kalian merasa nyaman saja

    sampai-sampai setiap diri merasa aman saja
    ketika kalian berucap "aku telah menjalani kebenaran dengan agama leluhurku"

    lalu saat lembaran kitab telah habis dan tertutup
    dan tampaklah dengan jelas
    dalam bentuk apa engkau telah dihidupkan lagi….!
    [/size]
  • [size=large]Cermin Jiwa [/size]
    chp_shadow.jpg

    [size=medium]Aku melihat dengan mudah
    setiap kejadian yang ada didepanku
    mudah untuk menyalahkan
    apa yang tak sesuai dengan nalarku
    Semua yang hadir tampaknya adalah masalah-nya
    dan tidak padaku

    Meluruskan, mendebat dan mengajari jadi keahlianku
    Ahli karena berulang2 dan
    berulang-ulang karena yang diajari tak juga mengerti

    Ini kesalahan mendasarku sebagai seorang pejalan
    yang katanya sedang ingin diajari
    tapi lupa karena malah lebih sibuk berapologi

    Trilogi ‘Tuhan’, ‘Aku’ dan apapun ‘Selain aku’
    seharusnya hanya membincangkan tentang aku
    Dan selain aku hanyalah materi pengajarannya

    Dia, mereka dan semua kejadian itu
    benar2 perantara yang tak layak dipersalahkan
    Mereka hanyalah pembuka ihwal keadaan jiwa

    Cermin jiwa adalah peran mereka
    Terlebih pasangan sejati
    tak ada distorsi tentang siapa kita

    Apabila ada dominasi dari pasangan
    itu berarti sang jiwa masih dikuasai tabiat raga
    Apabila ada pengkhianatan dalam pernikahan
    pastilah karena kemunafikan pada Tuhan

    Kalau mereka menjadi cermin jiwa
    tak seharusnya cermin yang dipecahkan
    Sebaliknya kita bersyukur, melaluinya
    Dia mengirim kabar tentang jiwa
    [/size]
  • Kojek menulis:
    lagi kumat anehnya ya???

    memang unik cara pasangan ini melanggengkan pernikahannya..... patut di tiru.... tips2nya dong Mba 555 dan Mang Kojek.... :) :) :)
  • Kojek menulis:
    lagi kumat anehnya ya???

    Om kojek gimana wong puisinya dalemm banget dibilang kumat???:think:

    Lanjut tante Ani..:top:
    :wait:
  • wizard menulis:
    Kojek menulis:
    lagi kumat anehnya ya???

    memang unik cara pasangan ini melanggengkan pernikahannya..... patut di tiru.... tips2nya dong Mba 555 dan Mang Kojek.... :) :) :)

    apa yah... :rolleyes:
    ajakin istrimu rajin main main di FBI aja deh... :grin:
    haniviva menulis:
    Lanjut tante Ani.. :top:
    :wait:

    namaku bukan ani lho.... :shy:
  • ya ...................ya ............:top:
  • 5551272 menulis:
    ___________________________

    langkah.jpg

    [size=large]Langkah terakhir[/size]

    [size=medium]Dengarlah langkah itu..
    serombongan binatang ternak menagis
    dan sebagian kecil manusia meninggalkan

    wahai diri, tunggulah saat itu..
    serombongan mahluk-mahluk yang menghampiri
    teman-teman yang menentramkan
    dan cahaya yang menerangkan
    atau para utusan yang menakutkan

    wahai diri, tunggulah saat itu..
    Dengarlah langkah mu…
    kapan terakhir kali engkau ikut rombongan itu .. ?
    lihatlah sebelum pergi…
    jiwa yang pucat ketakutan atau
    jiwa yang berjalan dengan cahaya
    adakah bekas di hati..
    atau sekedar melepas tanggung jawab
    sekedar berjalan di tempat tanpa sadar maut semakin dekat

    wahai diri, tunggulah saat itu..
    Dengarkan langkah mereka..
    itulah saat "dirimu" bertanggung jawab padamu
    saat langkah mereka sudah tak terdegar lagi.
    [/size]


    by kopipahit[size=x-small][/size]





    mantap mba..sungguh menyejukan hati..jadi ingin pesantren :(
  • total_solar_eclipse_07.jpg

    [size=large]Gerhana
    [/size]

    [size=medium]kesombongan yang hadir di hati itu
    layaknya seperti udara
    tak terlihat dan tak disadari adanya


    jika itu terus berlanjut tanpa engkau taubatkan
    sesungguhnya orang yang di tafakurkan
    akan melihat bagaimana "proses menutupi itu"
    lalu tertutuplah purnama[/size]


    by kopipahit.

    ______________________________________________________


    [size=large]seperti apa.. [/size]


    [size=medium]apa yang dirimu punya ?

    pengetahuanmu berasal dari ketidaktahuanmu
    kekayaanmu terasa karena keterhijaban pandanganmu

    apa yang dirimu punya sesungguhnnya ..?

    Jasad pun tak selamanya remaja
    jiwa pun tak kau kenal
    sedangkan ruh akan kembali pada-Nya

    coba tanya sekali lagi !
    pelankan suaramu..
    renungkan..

    sebatas itulah hargamu jika kau mampu menjawab
    dan Tuhan mampu mengambil itu
    jika kau mampu menjawab…..
    atas apa yang kau rasa
    [/size]
    [size=x-small]
    by kopipahit[/size]
  • wew banyak idenya....

    numpank baca bu....
  • lho....jeng 555 tuh istrinya mang kojek to....!!!!!
    barusan tau aq :blah:
  • [align=center][size=large]aroma-aroma [/size]
    [size=xx-small]February 20, 2008
    kopipahit @ 12:15 pm | Puisi | [/size]

    Smoke+art+(7).jpg
    [size=medium]

    Jika tuhanmu masih kau simpan
    maka Ia takkan menunjukan jalan
    sesungguhnya fatamorgana adalah setia

    jika kesucian adalah jubahmu
    maka Ia takkan menatap
    sesungguhnya kesombongan adalah kerak neraka

    namun jika dosamu seluas semesta
    sesungguhnya Ia Maha Pengampun
    bagi diri yang mencari
    KU sediakan jalan sebanyak nafas disini[/size]
    [/align]
  • [align=center][size=large]“Cantik” [/size]
    [size=xx-small]August 29, 2008
    kopipahit @ 2:17 pm | Puisi |
    [/size]
    setengah_by_bangrud.jpg


    [size=medium]Sholeha itu bak batu permata yang tidak dibentuk
    karena ia bukanlah sesuatu yang dibuat indah
    karena ia hadiah dariNya bagi mu karena ;
    Berusaha menyenangkan pandangan
    Ketaatan tanpa keluhan dan amanah
    Serta menjaga diri dan pandangan

    dan camkanlah dengan hati-hati..
    Sebuah batu tak berharga jika tidak memancarkan "cahaya"[/size][/align]
  • [size=small]
    Numpang Copas Sambil Nangis Mbak...
    :cry: :cry: :cry: :cry: :cry: :cry: :cry:



    SURAT SEORANG AYAH KEPADA ANAKNYA



    Aku tuliskan surat ini atas nama rindu yang besarnya hanya Allah yang tahu. Sebelum kulanjutkan, bacalah surat ini sebagai surat seorang ayah kepada anaknya yang sesungguhnya bukan miliknya, melainkan milik Tuhannya.

    Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia. Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta. Sebuah cinta yang telah terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun kutemui.

    Nak, menjadi ayah itu mulia. Bacalah sejarah Nabi-Nabi dan Rasul dan temukanlah betapa nasehat yang terbaik itu dicatat dari dialog seorang ayah dengan anak-anaknya.

    Meskipun demikian, ketahuilah Nak, menjadi ayah itu berat dan sulit. Tapi kuakui, betapa sepanjang masa kehadiranmu di sisiku, aku seperti menemui keberadaanku, makna keberadaanmu, dan makna tugas kebapakanku terhadapmu. Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa terindah dan paling aku banggakan di depan siapapun. Bahkan dihadapan Tuhan, ketika aku duduk berduaan berhadapan dengan Nya, hingga saat usia senja ini.

    Nak, saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan ibumu. Sebagai bukti, bahwa aku dan ibumu tak lagi terpisahkan oleh apapun jua. Tapi seiring waktu, ketika engkau suatu kali telah mampu berkata: “TIDAK”, timbul kesadaranku siapa engkau sesungguhnya. Engkau bukan milikku, atau milik ibumu Nak. Engkau lahir bukan karena cintaku dan cinta ibumu. Engkau adalah milik Tuhan. Tak ada hakku menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdianmu semata-mata seharusnya hanya untuk Tuhan.

    Nak, sedih, pedih dan terhempaskan rasanya menyadari siapa sebenarnya aku dan siapa engkau. Dan dalam waktu panjang di malam-malam sepi,kusesali kesalahanku itu sepenuh -penuh air mata dihadapan Tuhan. Syukurlah, penyesalan itu mencerahkanku.

    Sejak saat itu Nak, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Membuatmu senantiasa erusaha memenuhi keinginan pemilikmu. Melakukan segala sesuatu karena Nya, bukan karena kau dan ibumu. Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang lain, tapi agar engkau dikagumi dan dicintai Tuhan.

    Inilah usaha terberatku Nak, karena artinya aku harus lebih dulu memberi contoh kepadamu dekat dengan Tuhan. Keinginanku harus lebih dulu sesuai dengan keinginan Tuhan. Agar perjalananmu mendekati Nya tak lagi terlalu sulit. Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua, tak pernah engkau kuhindarkan dari kerikil tajam dan lumpur hitam. Aku cuma menggenggam jemarimu dan merapatkan jiwa kita satu sama lain. Agar dapat kau rasakan perjalanan rohaniah yang sebenarnya. Saat engkau mengeluh letih berjalan, kukuatkan engkau karena kita memang tak boleh berhenti. Perjalanan mengenal Tuhan tak kenal letih dan berhenti.

    Nak. Berhenti berarti mati, inilah kata-kataku tiap kali memeluk dan menghapus air matamu, ketika engkau hampir putus asa.

    Akhirnya Nak, kalau nanti, ketika semua manusia dikumpulkan di hadapan Tuhan, dan kudapati jarakku amat jauh dari Nya, aku akan ikhlas. Karena seperti itulah aku di dunia. Tapi, kalau boleh aku berharap, aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Tuhan. Aku akan bangga Nak, karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya.



    [align=right]Dari ayah yang senantiasa merindukanmu.[/align]
    [/size]
  • ikutan yah.... :)

    [size=medium]Senyap malam menghantar gelisah sehingga jiwaku terlempar ke dalam lorong sunyi. Kegelapan yang menyakitkan ini kian melengkapi kesendirianku. Susah payah kucari terjemah dari rangkaian peristiwa demi peristiwa yang terpampang di hadapanku, dengan cara menyibukkan diri dalam percakapan bersama Tuhan.

    Di antara hiruk pikuk dialog dengan-Nya, satu persatu fakta dan realita berdesakan hadir, membuka mata dan memunculkan kesadaran batinku. Sehingga tubuh dan jiwaku yang semula menggigil menahan nyeri, menjadi sedikit tenteram. Ya Allah seberat inikah jalan yang mesti kulalui untuk dapat berjumpa dengan-Mu? Dan semahal inikah harga yang mesti kubayar?

    [align=center]sendiri
    di tengah rimba keterasingan ini
    ku tatap langit dan kuhitung gemintang
    cahaya rembulan tak terjemahkan.

    sajadahku telah basah
    oleh airmata yang mengalir
    dari pedih rinduku.

    kutenteramkan hati dan
    kubentang cakrawala kesabaranku
    inilah jalan terbaik
    meraih hakikat.


    [/align]

    Senyap malam menghantar gelisah sehingga jiwaku terlempar ke dalam lorong sunyi. Kegelapan yang menyakitkan ini kian melengkapi kesendirianku. Susah payah kucari terjemah dari rangkaian peristiwa demi peristiwa yang terpampang di hadapanku, dengan cara menyibukkan diri dalam percakapan bersama Tuhan.

    Di antara hiruk pikuk dialog dengan-Nya, satu persatu fakta dan realita berdesakan hadir, membuka mata dan memunculkan kesadaran batinku. Sehingga tubuh dan jiwaku yang semula menggigil menahan nyeri, menjadi sedikit tenteram.

    Ya Allah seberat inikah jalan yang mesti kulalui untuk dapat berjumpa dengan-Mu? Dan semahal inikah harga yang mesti kubayar?

    Meski kusadari beratnya konsekuensi yang harus kupikul atas resiko yang Kau paksakan padaku tempo hari, namun tak urung keraguan kerap meliputi jiwaku manakala badai dahsyat datang menghempas.
    Kesangsianku akan keberadaan dan kepedulian-Mu adalah ujian berat yang dapat merobek robek keimananku.

    Padahal begitu banyak persimpangan rumit yang meruntuhkan benteng ketegaranku dan menghalangi pandanganku pada-Mu. Namun, sungguh aku tak ingin kehilangan akal dalam menggapai-Mu ya Allah…

    Malam kian larut dan tubuhku telah letih oleh pergulatan hebat yang terjadi sejak sore. Maka kuambil wudhu' dan kubentang sajadahku. Dengan sisa tenaga, aku menelusup kedalam selimut kasih sayang-Mu, seraya bibir bergetar menguntai harap di atas permadani kepasrahanku: “Ya Allah berilah aku penglihatan yang baik, agar dapat kusaksikan kemuliaan-Mu. Berilah aku hati yang tidak akan menyembah selain-Mu. Dan berilah aku keberanian dan kekuatan untuk dapat melanjutkan hidup ini.”

    Robbanaa atmillana nurona waghfirlana innakaa ‘alakulli syai’in qodiir.
    “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (At-Tahrim: 8).[/size]

    Amiin

    :)
  • [size=large]makasih mbak Big.. :shy:[/size]
  • [size=medium][align=center]KUPENUHI PANGGILAN ILAHI
    [/size]Oleh CMH Ibrahim[/align]



    [align=center][size=medium]Panggilan takbir azan mendorong semangatku

    perintah shalat menggairahkan niatku

    janji syurga tampak pada pengorbananku

    sangsi sebagai gairah sembahku

    iman menyinari hati dan akalku

    islam menggapai jiwa ragaku

    Engkau mengajakku

    Demi Engkau

    Ya Allah

    aku reda

    Engkau sebagai Tuhanku

    Islam Agamaku

    Muhammad Nabi idolaku

    Al-Qur’an tatanan hidupku

    Baitullah pusat arah kebaktianku

    Mu’minin mu’minat kerabat saudaraku

    aku bersedia menjalankan setiap perintah Mu


    Ya Ilahi

    Berilah aku kekuatan

    imanku pada setiap Kitab Mu

    tak akan luntur dengan niaga

    malaikat Mu menjadi saksi hidupku

    nan bersimbah darah

    pengorbanan di segala arah

    sebagai bukti tanda kebaktianku pada Mu

    walau kumenyadari syurga bukan imbalanku

    tetapi sungguh aku tak kuasa

    bila menerima azab neraka Mu

    serta merta kumohon ampun pada Mu

    yakinku pada Mu

    sebagai Zat pembuka pintu ampunan

    disepanjang masa

    kehidupan yang jelas akan sirna.[/size][/align]


    :)
  • Bila Aku Jatuh Cinta

    Red-Heart-Glitter-Arrow.gif

    [size=small]Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
    Cintakanlah aku pada seseorang yang
    melabuhkan cintanya pada-Mu,
    agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

    Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
    jagalah cintaku padanya agar tidak
    melebihi cintaku pada-Mu

    Ya Allah, jika aku jatuh hati,
    izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
    yang hatinya tertaut pada-Mu,
    agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

    Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
    jagalah hatiku padanya agar tidak
    berpaling dari hati-Mu.

    Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
    rindukanlah aku pada seseorang yang
    merindui syahid di jalan-Mu.

    Ya Allah, jika aku rindu,
    jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku
    merindukan syurga-Mu.

    Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
    janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat
    di sepertiga malam terakhirmu.

    Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
    jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang
    menyeru manusia kepada-Mu.

    Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
    jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki
    dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

    Ya Allah Engaku mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta
    pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah
    pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kukuhkanlah Ya Allah
    ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah
    hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada
    kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

    (As-Syahid Syed Qutb)
    [/size]
  • Kojek menulis:
    lagi kumat anehnya ya???

    :ngakak::ngakak::ngakak:
  • Ceplas_Ceplos menulis:
    Kojek menulis:
    lagi kumat anehnya ya???

    :ngakak::ngakak::ngakak:

    dasar pria tidak sensitif... :mad:
  • [size=medium]Cecep mo nyumbang nih....boleh ya :blah::blah:[/size]

    [size=medium][align=center]Tuhan Sembilan Senti
    Oleh Taufiq Ismail

    Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
    tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

    Di sawah petani merokok,
    di pabrik pekerja merokok,
    di kantor pegawai merokok,
    di kabinet menteri merokok,
    di reses parlemen anggota DPR merokok,
    di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok, hansip-bintara- perwira
    nongkrong merokok,
    di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
    di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
    di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
    di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

    Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na'im sangat ramah bagi
    perokok,
    tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

    Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
    di ruang kepala sekolah...ada guru merokok,
    di kampus mahasiswa merokok,
    di ruang kuliah dosen merokok,
    di rapat POMG orang tua murid merokok,
    di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan
    cara merokok,

    Di angkot Kijang penumpang merokok,
    di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
    di loket penjualan karcis orang merokok,
    di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
    di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
    di andong Yogya kusirnya merokok, sampai kabarnya kuda andong minta
    diajari pula merokok,

    Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
    tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,

    Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

    Di pasar orang merokok,
    di warung Tegal pengunjung merokok,
    di restoran, di toko buku orang merokok,
    di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

    Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan abab rokok,
    bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur
    ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,

    Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling
    menularkan HIV-AIDS sesamanya,
    tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
    Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok
    di kantor atau di stopan bus,
    kita ketularan penyakitnya.
    Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,
    Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di
    dunia,
    dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa
    ketularan kena,

    Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
    di apotik yang antri obat merokok,
    di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
    di ruang tunggu dokter pasien merokok,
    dan ada juga dokter-dokter merokok,

    Istirahat main tenis orang merokok,
    di pinggir lapangan voli orang merokok,
    menyandang raket badminton orang merokok,
    pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
    panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola
    mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

    Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil 'ek-'ek orang goblok merokok,
    di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,
    di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang
    goblok merokok,

    Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na'im sangat ramah bagi orang perokok,
    tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

    Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

    Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat
    merujuk kitab kuning
    dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
    Mereka ulama ahli hisap.
    Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
    Bukan ahli hisab ilmu falak,
    tapi ahli hisap rokok.

    Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil,
    sembilan senti panjangnya,
    putih warnanya,
    kemana-mana dibawa dengan setia,
    satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

    Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
    tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan,
    cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
    Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang
    sedikit golongan ashabus syimaal?

    Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
    Mamnu'ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
    Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
    Haadzihi al ghurfati malii'atun bi mukayyafi al hawwa'i.
    Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.
    Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.
    25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
    15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.
    4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

    Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu 'alayhimul
    khabaaith.
    Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu,
    sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.

    Jadi ini PR untuk para ulama.
    Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
    lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,

    Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
    Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi
    itu, yaitu ujung rokok mereka.
    Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.
    Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai
    terbatuk-batuk,

    Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
    sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
    Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu
    lintas,

    lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor,
    cuma setingkat di bawah korban narkoba,

    Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat
    berkuasa di negara kita,
    jutaan jumlahnya,
    bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
    dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
    diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

    Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
    tidak perlu ruku' dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
    karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan
    api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

    Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.[/align][/size]
  • [size=medium]amien... mudah mudahan avatar bayinya habis ini juga berhenti merokok... :blah:[/size]
  • 5551272 menulis:
    [size=medium]amien... mudah mudahan avatar bayinya habis ini juga berhenti merokok... :blah:[/size]

    :blah::blah:
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Order ads here. Click me to get price quotation! Monthly & Unlimited click!

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori