Contact Us

Ruqyah

R U Q Y A H

mohon maaf kepada oom mood, karena terlalu panjang saya bagi menjadi beberapa bagian postingan..agar membacanya juga lebih enak..semoga dimengerti..:top:


PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Saudaraku FBI’ers seiman, pada zaman ini banyak sekali tukang-tukang ramal yang mengaku dirinya sebagai tabib,dan mengobati orang sakit dengan jalan sihir atau pedukunan. Mereka kini banyak menyebar diberbagai negeri, orang-orang awam yang tidak mengerti sudah banyak yang menjadi korban pemerasan mereka.

Maka atas dasar nasihat kepada Allah dan kepada hamba-Nya, saya yang lemah ini ingin menjelaskan tentang betapa besar bahayanya terhadap umat islam, oleh adanya ketergantungan kepada selain Allah, serta bertolak belakang dengan ajaran Allah dan Rasulnya.

Dengan memohon pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala, berobat dibolehkan menurut kesepakatan para ulama, dan seorang muslim hendaklah berusaha mendatangi dokter yang ahli, untuk diperiksa apa penyakit yang dideritanya, dan kemudian diberi obat sesuai dengan obat-obat yang dibolehkan oleh syari’at sebagaimana yang dikenal dalam ilmu kedokteran.

Dilihat dari segi sebab dan akibat yang biasa berlaku, hal ini tidak bertentangan dengan ajaran tawakkal kepada Allah dalam islam. Karena Allah Subhanahu wata’ala telah menurunkan penyakit dan menurunkan pula obatnya, ada diantaranya yang sudah diketahui oleh manusia dan ada yang belum diketahui. Akan tetapi Allah Subhanahu wata’ala tidak menjadikan penyembuhannya dari sesuatu yang telah diharamkan kepada mereka..

Selain pengobatan melalui medis di dalam Islam pun dikenal pula pengobatan dengan cara “ruqyah”. Yaitu Pengobatan yang biasa digunakan untuk penyakit yang disebabkan oleh gangguan jin , pandangan mata (‘ain) atau sengatan binatang buas dan sebab-sebab penyakit baik fisik maupun psikologis lainnya.

Imam Ibnul Qoyyim berkata :
Pada suatu ketika aku pernah jatuh sakit , tetapi aku tidak menemukan seorang dokter atau obat penyembuh. Lalu aku berusaha mengobati dan menyembuhkan diriku dengan surat Al-Fatihah, Maka aku melihat pengaruh yang sangat menakjubkan. Aku ambil segelas air zam- zam dan membacakan kepadanya surat Al- fatihah berkali- kali, lalu aku meminumnya hingga aku mendapatkan kesembuhan total. Selanjutnya aku bersandar dengan cara tersebut dalam mengobati berbagai penyakit dan aku merasakan manfaat yang sangat besar . Kemudian aku beritahukan kepada banyak orang yang mengeluhkan suatu penyakit dan banyak dari mereka yang sembuh dengan cepat.
(lihat Zaadul Ma’aad 4/178 dan Al-Jawabul Kaafi hal 21)

Jadi tidak diragukan lagi bahwa penyembuhan dengan Al-Quran dan dengan apa yang di tegaskan dari nabi berupa ruqyah sangat bermanfaat sekaligus penawar yang sempurna.

Allah Ta’ala berfirman:
“Dan kami turunkan dari al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”(QS. Al- Israa’ : 82).
«1

Komentar

  • PENGERTIAN RUQYAH

    Ruqyah secara bahasa berarti bacaan-bacaan atau jampi-jampi yang digunakan untuk mengobati suatu penyakit.

    Ruqyah telah dikenal sejak zaman jahiliah dan setelah datang agama Islam, sehingga para ulama membagi ruqyah tersebut kepada dua bagian ; ruqyah syirkiyyah (yang mengandung kesyirikan) dan ruqyah Syar’iyyah (yang sesuai dengan syari’at).

    Dan inilah yang terkandung dalam sabda Nabi : “Tunjukkan kepadaku ruqyah kalian, ruqyah ini dibolehkan selagi tidak terdapat unsur kesyirikan di dalamnya”. (HR. Muslim)


    SYARAT – SYARAT DAN CIRI RUQYAH YANG DISYARI’ATKAN (SESUAI DGN AJARAN NABI).

    1. Ruqyah harus menggunakan ayat dan doa yang diajarkan oleh Nabi SAW. Artinya, ruqyah tidak boleh dicampuri dengan mantra. Jadi, kalau ada orang yang meruqyah menggunakan ayat dan membaca mantra juga, maka itu merupakan ruqyah yang syirik. Atau orang tersebut menambahkan dengan bacaan-bacaan yang tidak jelas artinya, jelas hal ini tidak dibolehkan. Karena sesungguhnya berdoa hanya kepada Allah SWT.

    2. Doa yang dibaca sesuai dengan kaidah yang benar, maksudnya doa Nabi menggunakn bahasa Arab, maka bacalah dengan bahasa Arab. Para ulama juga menganjurkan bagi seseorang untuk membaca doa sesuai dengan bahasa apa saja, asal dimengerti artinya. Karena ada sebagaian doa yang tidak dimengerti artinya dan biasanya itu merupakan indikasi bahwa doa yang dibacakan itu adalah mantra untuk memanggil jin. Al-Qur'an harus dibaca dengan cara yang benar, sesuai dengan urutan dan tajwidnya.

    3. Pasien ruqyah tidak boleh meyakini bahwa yang menyembuhkan adalah si peruqyah, karena yang meruqyah hanya membantu membacakan. Sedangkan yang menyembuhkan adalah Allah SWT. jika si pasien adalah seorang wanita dan si peruqyah adalah seorang pria..Baik yang diruqyah (pasien) maupun yang meruqyah tidak boleh berada dalam satu ruangan hanya berdua saja, dan tidak boleh menyentuh langsung anggota tubuh si pasien.

    (lihat Fathul Bari 10/195, Fataawa Ibnu Baaz 2/384, Al-Ilaj Bi Ar-Ruqa hal 72-83 dan Ahkam Arruqa Wa At-Tama-im karangan DR Fahd As-Suhaimi)


    Maka jika 3 syarat dan ciri di atas tdk terpenuhi, maka jelaslah itu termasuk ke dalam ruqyah yang syirik..

    Sayangnya, bahkan banyak dr Saudara kita seiman sendiri yang memanfaatkan ruqyah ini sbg ajang pamer, dan ajang mencari kekayaan..berjamuran lah disana sini, org pintar, org hebat, org berilmu..yang bukan saja hanya bisa menyembuhkan penyakit, bahkan bisa melakukan hal yang aneh2 seperti membengkokkan besi..melempar org dr jarak jauh dgn tenaga dalam dan sebagainya…
    Tetapi mereka tidak bisa memenuhi 3 syarat yg telah kamu sebutkan di atas..
    Bahkan jangankan memenuhi tiga syarat tersebut..mereka bahkan melenceng jauh dr 3 syarat tersebut….dan ini sama sekali bukanlah ruqyah..inilah praktek perdukunan terselubung..
    (Insya Allah kita akan membahas tentang DUKUN di thread selanjutnya)

    Lalu dimana ironisnya..??
    Jika di beberapa daerah di Indonesia.seorang “dukun: bisa jelas2 menampakkan ke”dukun” an nya dgn memakai baju hitam2 dan lainnya..maka yg ironis adalah para pendakwah yg diakui sbg org hebat, dan org pintar..
    Ironisnya mereka adalah org yang mengaku kiayi…org bersorban..org berjubah..bahkan lebih hebat lagi mereka memelihara jenggotnya hingga panjang sekali..padahal apa yang telah mereka lakukan dgn praktek ke-syirikan tersebut malah membuat kaum muslimin terjebak dalam kesesatan..
    dan kaum musliminpun terkecoh dgn penampilan mereka..


    Saya bernasehat kepada saudaraku FBI’ers seiman..

    INGATLAH…
    “Kebenaran itu tidak dilihat dari org yang menyampaikannya..tetapi pada apa yang disampaikannya..siapapun dia..apapunj jabatannya..bagaimanapun penampilannya terlihat..selama dia tidak mengikuti Al Qur’an dan Sunnah..maka WAJIB bagi kita mengingkari org tersebut..begitu juga sebaliknya…selama dia berpegang teguh dgn Al Qur’an dan Sunnah..dan perkataannya selalu mengacu kepada Al Qur’an dan Sunnah..meski dia hanya seorang pengemis renta yg buta..maka WAJIB bagi kita membenarkannya..
    sekali lagi..
    “KEBENARAN BUKAN DILIHAT DR SIAPA YANG MENYAMPAIKAN TETAPI DR APA YANG DISAMPAIKANNYA..”


    maka sungguh mulia ucapan dari seorang Imam Syafe’I rahimahullah yang berkata..
    "Jika kalian melihat seseorang yang mampu berjalan di atas air dan terbang di angkasa, maka janganlah kalian tertipu olehnya, sehingga kalian serahkan urusannya kepada Al Qur'an dan As Sunah". (lihat Syarah Al Aqidah Ath Thahawiyah hal 573)

    Dan adapun Rasulullah juga telah berepesan kepada kita bahwa..

    “Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah, mendengar dan taat walaupun (yang memimpin kalian) seorang budak Habsyi. (Shahih Turmudzi 2/341-342).
  • KAIFIAT (TATA CARA) MERUQYAH YANG SESUAI DGN SYARIAT

    KAEDAH UMUM

    Pengobatan dengan ruqyah ini dapat dicapai dengan adanya dua aspek, yaitu ; dari pihak orang yang sakit dan dari pihak orang yang mengobati ;

    1. Dari pihak pasien.
    • Sang pasien haruslah meyakini bahwa Al-Quran itu adalah obat sekaligus rahmat bagi orang-orang yang beriman.
    • Ia haruslah menanggalkan segala bentuk jimat, benda-benda yang dianggap bertuah atau yang semisalnya.
    • Ia harus sepenuhnya meninggalkan perbuatan syirik dan perbuatan yang dilarang lainnya serta beribadah hanya kepada Allah Ta’ala. Ini merupakan yang terpenting, jika tidak maka ruqyah akan menjadi sis-sia.

    2. Dari pihak yang mengobati.
    • Yang mengobati harus bersih dari segala perbuatan syirik dan bid’ah.
    • Dilakukan oleh lisan orang-orang yang baik. Ibnu At-Tin berkata : Ruqyah dengan menggunakan beberapa kalimat Ta’awudz dan juga yang lainnya dari nama-nama Allah adalah pengobatan rohani, jika dilakukan oleh lisan orang-orang yang baik maka dengan izin Allah akan terwujud kesembuhan tersebut.



    CARA MERUQYAH
    Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan beberapa cara dalam meruqyah, diantaranya :

    1. Mengeluarkan sihir dan menggagalkannya jika diketahui tempatnya, dengan membakar simbol atau buhul yang digunakan oleh tukang sihir, ini merupakan suatu hal yang paling manjur untuk pengobatan orang yang terkena sihir.

    2.Menumbuk tujuh helai daun bidara yang masih hijau, setelah itu dimasukkan ke dalam air di sebuah bejana, lalu dibacakan ruqyah tiga kali atau lebih. Setelah itu diminum sedikit airnya dan sisanya dipakai untuk mandi. (lihat Fathul Baari 10/33).

    3. Dengan cara meniup setelah atau sebelum membaca ruqyah. (Bukhari no 5747)

    4. Dengan hanya membaca ruqyah tanpa ditiupkan. (Bukhari no 5675)

    5. Membasahkan jari dengan sedikit air ludah kemudian meletakkannya ke tanah dan mengusapkannya pada si sakit. (Bukhari no 5746 dan Muslim no 2194)

    6. Menyentuh bahagian yang sakit dengan tangan atau mengusapnya. (Muslim no 2202)

    7. Membaca ruqyah di air, kemudian meminum sebagiannya dan sebagian lain dimandikan. (Thabrani 2/23 dan Al-Haitsami di kitab Zawa-id 5/114)

    8. Mengeluarkan penyakit dengan melakukan pembekaman pada bagian yang tampak bekas sihir, hal itu jika dimungkinkan, tetapi jika tidak maka cukup dengan penyembuhan dengan cara yang sebelumnya. (lihat Zaadul Ma’ad 4/125)

    9. Obat-obatan alami, jika seseorang menggunakannya dengan penuh kenuh keyakinan, kejujuran dan menyadari bahwa manfaat itu hanya dari Allah maka Allah akan membarikan manfaat padanya, jika Dia menghendaki. Diantara pengobatan dan penyembuhan alami yang sangat bermanfaat dan dengan izin Allah adalah ; madu, habbatussauda’ (jintan hitam), air zam-zam, minyak zaitun, dan air hujan. (lihat Fathul Haqqil Mubiin hal 139)
  • Beberapa bacaan ruqyah yang dicontohkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, diantaranya

    a) Membaca surat Al-Fatihah, lima ayat pertama surat Al-Baqarah, surat Al-Baqarah ayat 102, ayat Kursi, dua ayat terakhir surat Albaqarah, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan surat An-Nas. Dibaca sebanyak tiga kali atau lebih disertai tiupan dan sentuhan pada bagian yang terasa sakit dengan menggunakan tangan kanan. (lihat Fathul Bari 9/62, 10/208 dan Muslim 4/1723)

    b) Membaca ayat kursi, surat Al-A’raf ayat 117-119, Yunus ayat 79-82, Thaha ayat 65-69, Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas. (Fathul Bari 10/33)

    c) Semua ayat Al-Quran pada dasarnya bisa dijadikan untuk bacaan ruqyah, sebagaimana firman Allah

    “Dan kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Al-Isra’ : 82)

    d) Membaca beberapa ta’awudz, ruqyah dan doa yang mencakup:
    1. Membaca doa
    أسْأَلُ اللهَ اْلَعَظِيْمِ, رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أنْ يَشْفِيَكَ (7x)
    (At-Tirmizi no 2083 dan Abu Daud no 1698)

    2. Meletakkan tangan pada bagian yang sakit seraya membaca bismilah 3x dan kemudian membaca ;
    أعُوْذَ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ, مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاِذُر (7x)
    (Muslim no 2202)

    3. Membaca ;
    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاِس, اذْهِبِ الْبَأْسَ, وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِيْ, لَا شِفَاءَ إلاَّ شِفَاءُكَ, شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَماً
    (Fathul Bari 10/206 dan Muslim 4/1721-1722)

    4. Membaca ;
    أعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ, وَمِنْ كُلّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
    (Fathul Bari 6/408)

    5. Membaca ;
    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَامَةِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ
    (Muslim 4/1728)

    6. Membaca ;
    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَامَةِ, مِن غَضَبِهِ, وَعِقَابِهِ, وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ, وَأنْ يَحْضُرُوْن
    (Abu Daud no 3893 dan At-Tirmizi no 3528)

    7. Membaca ;
    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَامَّاتِ الَّتِيْ لَا تُجَاوِزُهُنَّ برٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ, وَبَرَأ وَذَرَأ, وَمِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ, وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيْهَا, وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي اْلأرْضِ, وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا, وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ, وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إلاّ طَارِقاً يَطْرُقُ ِبخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ
    (Ahmad 3/419 dengan sanad shahih dan Ibnu Sunni dalam Amalul Yaum Wa Al-Lailah no 637)

    8. Membaca ;
    اللهُمَّ رَبَّ السَّمّاوَتِ السَبْعِ وّرّبَّ العَرْشِ العَظِيْمِ, رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ, فَالِقَ الحَبِّ وَالنَّوَى, وَ مُنْزِلَ التّ َوْرَاتِ وَالإنْجِيْلِ وَالْقُرْأنِ, أعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أنْتَ أخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ, أنْتَ الأوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ, وَأنْتَ الأخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ, وَأنْتَ الظَاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ, وَأنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ, اقْضِ عَنَّا الدَيْنَ واغْنِنَا مِنَ الفَقْرِ
    (Muslim no 2713)

    9. Membaca ;
    بِسْمِ الله, أَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيئٍ يُؤْذِيْكَ, وَمِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حاَسِدٍ, اللهُ يَشْفِيْكَ, بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ
    (Muslim no 2186)

    10. Membaca ;
    بِسْمِ اللهِ, يُبْرِيْكَ وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيْكَ, وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إذَا حَسَدَ, وَمِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ عَيْنٍ
    (Muslim no 2185)

    11. Membaca :
    بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ, مِنْ حَسَدَ حاَسِدٍ, وَمِنْ كُلِّ ذِيْ عَيْنٍ, اللهُ يَشْفِيْكَ
    (Ibnu Majah no 3527)
  • PENUTUP

    Saudaraku FBI’ers seiman..apa yang telah saya coba sampaikan di atas hanyalah sedikit dr luasnya Islam ini..betapa Allah telah menganugrahkan Agama yang penuh rahmat kepada kita..yang terpenting dari semua hal itu tujuannya adalah agar kita kembali dan kembali hanya bertaqwa kepada Nya..

    “dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku

    Sekali lagi mari kita saling memberi manfaat dan nasehat..dan hanya..hanya dan hanya bertqawa kepada Allah dan tidak mengsekutukanNya dgn sesatu apapun..
    Sekian dari saya yang lemah..
    Kebenaran hanyalah milik Allah, Rabb Semesta Alam
    Kesalahan adalah karena kelemahan saya dan godaan syaithon..
    Wallahu ta’alaa a’laam..
  • nice post...

    klo ngobatin ndiri bs g ya??
  • pbm_48 menulis:
    nice post...

    klo ngobatin ndiri bs g ya??
    sangat bisa malah sangat dianjurkan....Allah menjajikan surga tanpa hisab bagi org yang sabar dan tdk minta diruqyah oleh org lain saat dia menderita penyakit..(karena itulah jika ada saydara kita yang sakit, sebaiknya kita tawarkan lebih dahulu utk meruqyah nya..sebelum ia meminta..karena kalau ia yang minta..tar gak dapat janji Allah dong...:) )

    "Rasulullah sallallahu 'alaihi wassalam bersabda, 'Dari ummatku ada tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa dihisab.' Para sahabat bertanya, 'Siapa saja mereka, wahai Rasulullah?' Beliau menjawab, 'Mereka adalah orang-orang yang tidak minta diruqyah dan tidak ber'tathayur dan tidak melakukan kay, tetapi kepada Allah lah mereka bertawakkal.' " (H.R. Bukhari dan Muslim)
  • bro, saya tambahin dari beberapa sumber.

    Ruqyah dalam Islam diperbolehkan, berdasarkan dalil-dalil syar'i di antaranya:

    Nabi saw. Bersabda: Artinya: " Tidak apa-apa ruqyah itu selama tidak mengandung syirik" (HR Muslim).

    "Barangsiapa menggantungkan sesuatu, maka dirinya akan diserahkan kepadanya" (HR Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud dan Al-Hakim).

    Agar pelaksanaan ruqyah tersebut sesuai dengan syar'i perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

    A. Bacaan rukyah berupa ayat-ayat Alqur‘an dan Hadits dari Rasulullah saw.
    B. Do‘a yang dibacakan jelas dan diketahui maknanya.
    C. Berkeyakinan bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, tetapi dengan takdir Allah SWT.
    D. Tidak isti‘anah dengan jin ( atau yang lainnya selain Allah).
    E. Tidak menggunakan benda-benda yang menimbulkan syubhat dan syirik.
    F. Cara pengobatan harus sesuai dengan nilai-nilai Syari‘ah.
    G. Orang yang melakukan terapi harus memiliki kebersihan aqidah, akhlak yang terpuji dan istiqomah dalam ibadah.



    RUQIYAH, dalam prakteknya adalah upaya untuk mengusir jin dan segala macam gangguannya dengan membacakan ayat-ayat Al-Quran Al-Kariem. Bagi jin yang mengganggu dan jahat, bacaan Al-Quran terutama pada ayat tertentu yang dibaca dengan baik dan benar oleh orang yang shalil dan bersih imannya, akan sangat ditakuti. Mereka akan merasakan panas yang membakar dan pergi.

    Diantaranya yang paling sering digunakan adalah ayat kursi, beberapa penggalan ayat dalam surat Al-Baqarah (tiga ayat terakhir), Surat Ali Imron, Surat Yasin, Surat Al-Jin, surat Al-Falaq dan Surat An-Naas. Selain itu masih banyak ayat dan doa-doa lainnya yang diriwayatkan kepada kita untuk dibacakan kepada orang yang kesurupan.

    Tetapi bila orang itu menggunakan cara-cara yang menyimpang, apalagi dengan melanggar syariat dan aqidah, tidak boleh dilakukan. Karena tujuan jin ketika mengganggu manusia tidak lain adalah untuk menyeret manusia kepada pelanggaran dan syirik kepada Allah.

    Misalnya, bila orang itu bilang bahwa jin itu minta sesajen, minta kembang, atau dikorbankan hewan sembelihan sebagai tumbal, itulah syirik yang sejati. Atau apapun yang secara syariah bertentang dengan hukum-hukum Allah.

    Pada dasarnya bila dibacakan Ruqyah, jin itu sangat takut dan tidak berani tawar-menawar dengan minta ini itu. Karena pembacaan ayat-ayat Al-quran itu membuatnya kesakitan yang sangat, sehingga dalam proses Ruqyah, tidak ada permintaan dari jin kecuali harus pergi dan berhenti dari menganggu manusia.

    Ruqyah sendiri adalah salah satu cara dari banyak jalan untuk mengusir gangguan setan dan sihir. Abdul Khalik Al-Atthar dalam bukunya: "Menolak dan membentengi diri dari sihir", menyebutkan bahwa untuk bisa terbebas dari pengaruh jahat itu, bisa dilakukan beberapa cara, antara lain:

    1. Metode Istinthaq

    Methode istinthaq adalah mengajak bicara setan yang ada di dalam tubuh orang yang terkena sihir. Dan menanyakan kepadanya tentang namanya, nama tukang sihir yang memanfaatkan jasanya, nama orang yang membebani tukang sihir untuk melakukan sihir, menanyakan tempat penyimpanan sihir serta barang-barang yang digunakan untuk menyihir. Meskipun demikian, kita dituntut untuk tetap waspada dan tidak mempercayai sepenuhnya akan apa yang diucapkan oleh setan yang ada di dalam tubuh pasien, sebab bisa jadi setan berbohong dengan tujuan untuk menimbulkan fitnah dan memecah belah hubungan baik diantara sesama manusia.

    2. Metode Istilham

    Melalui Istilham adalah memohon ilham dan petunjuk yang benar dari Allah swt) agar Ia berkenan memberikan isyarat lewat mimpi, sehingga sihir yang menimpa seseorang bisa terdeteksi dan kemudian dilenyapkan.

    3. Metode Tahsin

    Methode Tahsin adalah pembentengan, yaitu dengan membentengi dan melindungi korban sihir dengan menggunakan bacaan Al-Qur'an, zikir dan ibadah-ibadah tertentu.

    Syaikh bin Baaz mengatakan bahwa cara yang paling efektif dalam mengobati pengaruh sihir adalah dengan mengerahkan kemampuan untuk mengetahui tempat sihir, misalnya di tanah, gunung dan lain-lain. Dan bisa diketahui lalu diambil, maka lenyaplah sihir itu.

    Pengobatan sihir yang diharamkan adalah menyingkirkan sihir dengan sihir juga, ini sesuai dengan perkataan Rasul yang melarang keras seorang muslim pergi ke rumah dukun dan tukang sihir untuk meminta bantuan kepadanya.

    Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa mengeluarkan sihir dan memusnahkannya adalah pengobatan yang paling efektif, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Rasulullah saw bahwasanya beliau memohon kepada Allah untuk dapat melakukan hal itu. Allah memberi petunjuk kepada beliau, sehingga beliau pernah mengeluarkan sihir dari sebuah sumur.

    4. Hijamah

    Cara yang lainnya adalah dengan hijamah (berbekam) pada anggota tubuh yang terasa sakit akibat pengaruh sihir, karena sihir bisa berpengaruh pada tubuh, dan melemahkannya.

    5. Obat-obatan

    Pengobatan sihir dapat juga dilakukan dengan menggunakan obat-obatan yang mubah (dibolehkan) seperti dengan memberi kurma 'Ajwah kepada si penderita.

    Diriwayatkan dari Amir bin Sa'ad dari bapaknya bahwasanya Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa setiap pagi hari memakan kurma 'Ajwah maka tidak akan membahayakan dirinya baik racun maupun sihir pada hari itu hingga malam hari. (HR. Bukhari)

    Tentang keistimewaan kurma ini Imam Al-Khattabi berkata: Kurma 'Ajwah memiliki hasiat dan manfaat yaitu bisa menjadi penangkal racun dan sihir karena berkat do'a Rasulullah saw terhadap kurma Madinah, dan bukan karena keistimewaan kurma itu sendiri.

    6. Ruqyah

    Cara yang lainnya yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan sihir adalah dengan membacakan ruqyah syar'iyyah (pengobatan melaui bacaan Al-Qur'an, zikir dan doa).

    Imam Ibnu Qayyim mengatakan: Diantara obat yang paling mujarab untuk melawan sihir akibat pengaruh jahat setan adalah dengan pengobatan syar'i yaitu dengan zikir, doa dan bacaan-bacaan yang bersumber dari Al-Quran. Jiwa seseorang apabila dipenuhi dengan zikir, wirid dan mensucikan nama Allah niscaya akan terhalangi dari pengaruh sihir. Orang yang terkena sihir bisa sembuh dengan membaca ruqyah sendiri atau dari orang lain dengan ditiupkan pada dada atau tubuh yang sakit sambil membaca zikir dan do?a.

    Berikut ini adalah bacaan-bacaan yang diyakini mampu menolak dan menghilangkan bahaya sihir, diantaranya:
    A. Surat Al-Fatihah.
    B. Surat Al-Baqarah, khususnya ayat-ayat 1-5, 254-257 dan 284-286.
    C. Surat Yasin khususnya ayat 1-12.
    D. Surat Al-A'raf khususnya ayat 54-55 dan 117-119
    E. Surat Thaha khususnya ayat 65-69.
    F. Surat Al-Imran khususnya ayat 1-9 dan 18-19
    G. Surat An-Nisa khususnya ayat 115-121
    H. Surat Yunus khususnya ayat 79-82.
    I. Surat Al-Mu'minun khususnya ayat 115-118.
    J. Surat As-Shaffat khususnya ayat 1-10.
    K. Surat Ghafir khususnya ayat 1-3, dan masih banyak lagi ayat-ayat lainnya.

    Sedangkan doa-doa yang dianjurkan diantaranya:

    اففمك رب افلاس اذمب افبأس اش ألت افشا فا شاإفا ألت شاء فا ٍادر سكا

    "Ya Allah, Rabb bagi semua manusia, hilangkanlah rasa sakit, berilah kesembuhan, Engkau zat yang menyembuhkan tiada yang bisa menyembuhkan kecuali Engkau, kesembuhan yang tiada menimbulkan sakit sedikitpun."
    بسك اففم أركل ف شٍء ٍؤذٍ نكل شر فلس أن غٍل حاسد اففم ٍش بسك اففم أر
    "Dengan nama Allah aku meruqyahmu dari kejahatan setiap jiwa atau pandangan orang yang dengki, Allah yang memberi kesembuhan padamu, dengan nama Allah saya meruqyahmu."

    أغٍذ بفكات اففم افتاكة كل شر كا خف

    "Saya mohon untuk kamu perlindungan kepada Allah dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang diciptakan"

    Bin Baz mengatakan: Hendaklah seorang muslim meminta kesembuhan hanya kepada Allah dari segala kejahatan dan bencana, dengan membaca do'a-do'a berikut ini:
    بسك اففم افذٍ فا ٍضر كغ اسكم شٍءافأرض نفا افسكاء نمن افسكٍغ افغفٍك.

    "Dengan menyebut nama Allah yang dengan keagungan nama-Nya itu menjadikan sesuatu tidak berbahaya baik yang ada di langit atau di bumi, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (Dibaca 3x pada pagi dan sore hari)

    Dan dianjurkan pula untuk membaca Ayat Kursy ketika hendak tidur dan sehabis salat fardhu, disamping membaca surat Al-Falaq, Al-Nas dan Al-Ikhlash setiap selesai melakukan salat subuh dan salat maghrib serta menjelang tidur.

    Seluruh cara di atas hanyalah sekedar doa dan usaha, sumber kesembuhan hanyalah dari Allah semata, Dialah yang Maha mampu atas segala sesuatu dan di tangan-Nya segala obat dan penyakit, dan segala sesuatu bisa terjadi berdasarkan ketentuan dan takdir Allah swt.

    Nabi saw. Bersabda:

    Dan berdasarkan penjelasan ulama, maka pengobatan Ruqyah Syar‘iyah diperbolehkan dengan kriteria sbb:

    A. Bacaan rukyah berupa ayat-ayat Alqur‘an dan Hadits dari Rasulullah saw.
    B. Do‘a yang dibacakan jelas dan diketahui maknanya.
    C. Berkeyakinan bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, tetapi dengan takdir Allah SWT.
    D. Tidak isti‘anah dengan jin (atau yang lainnya selain Allah).
    E. Tidak menggunakan benda-benda yang menimbulkan syubhat dan syirik.
    F. Cara pengobatan harus sesuai dengan nilai-nilai Syari‘ah.
    G. Orang yang melakukan terapi harus memiliki kebersihan aqidah, akhlak yang terpuji dan istiqomah dalam ibadah.
  • Keren!! semoga ruqyah semakin membudaya di Indonesia, ga cuma ke dukun aja! He3x...
  • :top: :top:
    kalo saya kayaknya masih sulit untuk merukiyah...
    tapi tetep pengen belajar dikit demi dikit :D
  • david ucup menulis:
    bro, saya tambahin dari beberapa sumber.

    Ruqyah dalam Islam diperbolehkan, berdasarkan dalil-dalil syar'i di antaranya:

    Nabi saw. Bersabda: Artinya: " Tidak apa-apa ruqyah itu selama tidak mengandung syirik" (HR Muslim).

    "Barangsiapa menggantungkan sesuatu, maka dirinya akan diserahkan kepadanya" (HR Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud dan Al-Hakim).

    Agar pelaksanaan ruqyah tersebut sesuai dengan syar'i perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

    A. Bacaan rukyah berupa ayat-ayat Alqur‘an dan Hadits dari Rasulullah saw.
    B. Do‘a yang dibacakan jelas dan diketahui maknanya.
    C. Berkeyakinan bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, tetapi dengan takdir Allah SWT.
    D. Tidak isti‘anah dengan jin ( atau yang lainnya selain Allah).
    E. Tidak menggunakan benda-benda yang menimbulkan syubhat dan syirik.
    F. Cara pengobatan harus sesuai dengan nilai-nilai Syari‘ah.
    G. Orang yang melakukan terapi harus memiliki kebersihan aqidah, akhlak yang terpuji dan istiqomah dalam ibadah.



    RUQIYAH, dalam prakteknya adalah upaya untuk mengusir jin dan segala macam gangguannya dengan membacakan ayat-ayat Al-Quran Al-Kariem. Bagi jin yang mengganggu dan jahat, bacaan Al-Quran terutama pada ayat tertentu yang dibaca dengan baik dan benar oleh orang yang shalil dan bersih imannya, akan sangat ditakuti. Mereka akan merasakan panas yang membakar dan pergi.

    Diantaranya yang paling sering digunakan adalah ayat kursi, beberapa penggalan ayat dalam surat Al-Baqarah (tiga ayat terakhir), Surat Ali Imron, Surat Yasin, Surat Al-Jin, surat Al-Falaq dan Surat An-Naas. Selain itu masih banyak ayat dan doa-doa lainnya yang diriwayatkan kepada kita untuk dibacakan kepada orang yang kesurupan.

    Tetapi bila orang itu menggunakan cara-cara yang menyimpang, apalagi dengan melanggar syariat dan aqidah, tidak boleh dilakukan. Karena tujuan jin ketika mengganggu manusia tidak lain adalah untuk menyeret manusia kepada pelanggaran dan syirik kepada Allah.

    Misalnya, bila orang itu bilang bahwa jin itu minta sesajen, minta kembang, atau dikorbankan hewan sembelihan sebagai tumbal, itulah syirik yang sejati. Atau apapun yang secara syariah bertentang dengan hukum-hukum Allah.

    Pada dasarnya bila dibacakan Ruqyah, jin itu sangat takut dan tidak berani tawar-menawar dengan minta ini itu. Karena pembacaan ayat-ayat Al-quran itu membuatnya kesakitan yang sangat, sehingga dalam proses Ruqyah, tidak ada permintaan dari jin kecuali harus pergi dan berhenti dari menganggu manusia.

    Ruqyah sendiri adalah salah satu cara dari banyak jalan untuk mengusir gangguan setan dan sihir. Abdul Khalik Al-Atthar dalam bukunya: "Menolak dan membentengi diri dari sihir", menyebutkan bahwa untuk bisa terbebas dari pengaruh jahat itu, bisa dilakukan beberapa cara, antara lain:

    1. Metode Istinthaq

    Methode istinthaq adalah mengajak bicara setan yang ada di dalam tubuh orang yang terkena sihir. Dan menanyakan kepadanya tentang namanya, nama tukang sihir yang memanfaatkan jasanya, nama orang yang membebani tukang sihir untuk melakukan sihir, menanyakan tempat penyimpanan sihir serta barang-barang yang digunakan untuk menyihir. Meskipun demikian, kita dituntut untuk tetap waspada dan tidak mempercayai sepenuhnya akan apa yang diucapkan oleh setan yang ada di dalam tubuh pasien, sebab bisa jadi setan berbohong dengan tujuan untuk menimbulkan fitnah dan memecah belah hubungan baik diantara sesama manusia.

    2. Metode Istilham

    Melalui Istilham adalah memohon ilham dan petunjuk yang benar dari Allah swt) agar Ia berkenan memberikan isyarat lewat mimpi, sehingga sihir yang menimpa seseorang bisa terdeteksi dan kemudian dilenyapkan.

    3. Metode Tahsin

    Methode Tahsin adalah pembentengan, yaitu dengan membentengi dan melindungi korban sihir dengan menggunakan bacaan Al-Qur'an, zikir dan ibadah-ibadah tertentu.

    Syaikh bin Baaz mengatakan bahwa cara yang paling efektif dalam mengobati pengaruh sihir adalah dengan mengerahkan kemampuan untuk mengetahui tempat sihir, misalnya di tanah, gunung dan lain-lain. Dan bisa diketahui lalu diambil, maka lenyaplah sihir itu.

    Pengobatan sihir yang diharamkan adalah menyingkirkan sihir dengan sihir juga, ini sesuai dengan perkataan Rasul yang melarang keras seorang muslim pergi ke rumah dukun dan tukang sihir untuk meminta bantuan kepadanya.

    Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa mengeluarkan sihir dan memusnahkannya adalah pengobatan yang paling efektif, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Rasulullah saw bahwasanya beliau memohon kepada Allah untuk dapat melakukan hal itu. Allah memberi petunjuk kepada beliau, sehingga beliau pernah mengeluarkan sihir dari sebuah sumur.

    4. Hijamah

    Cara yang lainnya adalah dengan hijamah (berbekam) pada anggota tubuh yang terasa sakit akibat pengaruh sihir, karena sihir bisa berpengaruh pada tubuh, dan melemahkannya.

    5. Obat-obatan

    Pengobatan sihir dapat juga dilakukan dengan menggunakan obat-obatan yang mubah (dibolehkan) seperti dengan memberi kurma 'Ajwah kepada si penderita.

    Diriwayatkan dari Amir bin Sa'ad dari bapaknya bahwasanya Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa setiap pagi hari memakan kurma 'Ajwah maka tidak akan membahayakan dirinya baik racun maupun sihir pada hari itu hingga malam hari. (HR. Bukhari)

    Tentang keistimewaan kurma ini Imam Al-Khattabi berkata: Kurma 'Ajwah memiliki hasiat dan manfaat yaitu bisa menjadi penangkal racun dan sihir karena berkat do'a Rasulullah saw terhadap kurma Madinah, dan bukan karena keistimewaan kurma itu sendiri.

    6. Ruqyah

    Cara yang lainnya yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan sihir adalah dengan membacakan ruqyah syar'iyyah (pengobatan melaui bacaan Al-Qur'an, zikir dan doa).

    Imam Ibnu Qayyim mengatakan: Diantara obat yang paling mujarab untuk melawan sihir akibat pengaruh jahat setan adalah dengan pengobatan syar'i yaitu dengan zikir, doa dan bacaan-bacaan yang bersumber dari Al-Quran. Jiwa seseorang apabila dipenuhi dengan zikir, wirid dan mensucikan nama Allah niscaya akan terhalangi dari pengaruh sihir. Orang yang terkena sihir bisa sembuh dengan membaca ruqyah sendiri atau dari orang lain dengan ditiupkan pada dada atau tubuh yang sakit sambil membaca zikir dan do?a.

    Berikut ini adalah bacaan-bacaan yang diyakini mampu menolak dan menghilangkan bahaya sihir, diantaranya:
    A. Surat Al-Fatihah.
    B. Surat Al-Baqarah, khususnya ayat-ayat 1-5, 254-257 dan 284-286.
    C. Surat Yasin khususnya ayat 1-12.
    D. Surat Al-A'raf khususnya ayat 54-55 dan 117-119
    E. Surat Thaha khususnya ayat 65-69.
    F. Surat Al-Imran khususnya ayat 1-9 dan 18-19
    G. Surat An-Nisa khususnya ayat 115-121
    H. Surat Yunus khususnya ayat 79-82.
    I. Surat Al-Mu'minun khususnya ayat 115-118.
    J. Surat As-Shaffat khususnya ayat 1-10.
    K. Surat Ghafir khususnya ayat 1-3, dan masih banyak lagi ayat-ayat lainnya.

    Sedangkan doa-doa yang dianjurkan diantaranya:

    اففمك رب افلاس اذمب افبأس اش ألت افشا فا شاإفا ألت شاء فا ٍادر سكا

    "Ya Allah, Rabb bagi semua manusia, hilangkanlah rasa sakit, berilah kesembuhan, Engkau zat yang menyembuhkan tiada yang bisa menyembuhkan kecuali Engkau, kesembuhan yang tiada menimbulkan sakit sedikitpun."
    بسك اففم أركل ف شٍء ٍؤذٍ نكل شر فلس أن غٍل حاسد اففم ٍش بسك اففم أر
    "Dengan nama Allah aku meruqyahmu dari kejahatan setiap jiwa atau pandangan orang yang dengki, Allah yang memberi kesembuhan padamu, dengan nama Allah saya meruqyahmu."

    أغٍذ بفكات اففم افتاكة كل شر كا خف

    "Saya mohon untuk kamu perlindungan kepada Allah dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang diciptakan"

    Bin Baz mengatakan: Hendaklah seorang muslim meminta kesembuhan hanya kepada Allah dari segala kejahatan dan bencana, dengan membaca do'a-do'a berikut ini:
    بسك اففم افذٍ فا ٍضر كغ اسكم شٍءافأرض نفا افسكاء نمن افسكٍغ افغفٍك.

    "Dengan menyebut nama Allah yang dengan keagungan nama-Nya itu menjadikan sesuatu tidak berbahaya baik yang ada di langit atau di bumi, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (Dibaca 3x pada pagi dan sore hari)

    Dan dianjurkan pula untuk membaca Ayat Kursy ketika hendak tidur dan sehabis salat fardhu, disamping membaca surat Al-Falaq, Al-Nas dan Al-Ikhlash setiap selesai melakukan salat subuh dan salat maghrib serta menjelang tidur.

    Seluruh cara di atas hanyalah sekedar doa dan usaha, sumber kesembuhan hanyalah dari Allah semata, Dialah yang Maha mampu atas segala sesuatu dan di tangan-Nya segala obat dan penyakit, dan segala sesuatu bisa terjadi berdasarkan ketentuan dan takdir Allah swt.

    Nabi saw. Bersabda:

    Dan berdasarkan penjelasan ulama, maka pengobatan Ruqyah Syar‘iyah diperbolehkan dengan kriteria sbb:

    A. Bacaan rukyah berupa ayat-ayat Alqur‘an dan Hadits dari Rasulullah saw.
    B. Do‘a yang dibacakan jelas dan diketahui maknanya.
    C. Berkeyakinan bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, tetapi dengan takdir Allah SWT.
    D. Tidak isti‘anah dengan jin (atau yang lainnya selain Allah).
    E. Tidak menggunakan benda-benda yang menimbulkan syubhat dan syirik.
    F. Cara pengobatan harus sesuai dengan nilai-nilai Syari‘ah.
    G. Orang yang melakukan terapi harus memiliki kebersihan aqidah, akhlak yang terpuji dan istiqomah dalam ibadah.
    semoga Allah menambahkan kebaikan dan ilmu kepadamu..jazakallahu khair atas tambahannya..
  • elang biru menulis:
    R U Q Y A H

    Jadi tidak diragukan lagi bahwa penyembuhan dengan Al-Quran dan dengan apa yang di tegaskan dari nabi berupa ruqyah sangat bermanfaat sekaligus penawar yang sempurna.

    Allah Ta’ala berfirman:
    “Dan kami turunkan dari al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”(QS. Al- Israa’ : 82).
    Sekedar berbagi..

    Dalam bukunya “cara islami mengobati sihir dan gangguan jin” Syaikh majdi Muhammad as-syahawi menceritakan ada sebuah yayasan islam di amerika serikat,di Florida ,yang bergerak dibidang kedokteran .Yayasan ini telah melakukan studi tentang pengaruh pengobatan Al Quran terhadap orang yang mengalami gangguan jiwa.dalam sebuah surveinya,dari sekian banyak penderita yang terdiri dari orang2 islam baik arab-non arabyang dibacakan ayat-ayat quran, tercatat Al Quran mampu menenangkan syaraf baik bagi yang memahaminya ataupun yang tidak.
    Percobaan diatas juga pernah dilakukan terhadap 5 orang non muslim rata2 usia 22th.kepada mereka dilakukan 210x percobaan. Kepada mereka 40 x tidak dibcakan apapun,percobaan kedua 85 x dibacakan Al Qur’an, percobaan ketiga 85 x dibacakan kata kata mutiara bahasa Arab bukan dr ayat Quran ternyata hasilnya percobaan pertama tidak ada hasilnya, percobaan kedua 65%,percobaan ketiga 35 % perubahan positifnya.

    Disamping itu ada juga beberapa penelitian yang mencoba melihat pengaruh dzikir terhadap gelombang2 otak manusia melalui EEG (electro enchyphaloraphic),ternyata dengan dzikir otak lebih banyak mengeluarkan gelombang alfa yang berhubungan dengan ketenangan dan kondisi relaks.
    Note ; gelombang otak
    Pancarannya > 13 Hz = kondisi BETA (aktif)
    Pancarannya antara 8 -13 Hz = kondisi ALFA (Sholat)
    Pancarannya antara 4 - 7 Hz = kondisi TETA (tidur lelap)

    Makaciiiih.
  • haniviva menulis:
    Disamping itu ada juga beberapa penelitian yang mencoba melihat pengaruh dzikir terhadap gelombang2 otak manusia melalui EEG (electro enchyphaloraphic),ternyata dengan dzikir otak lebih banyak mengeluarkan gelombang alfa yang berhubungan dengan ketenangan dan kondisi relaks.
    Note ; gelombang otak
    Pancarannya > 13 Hz = kondisi BETA (aktif)
    Pancarannya antara 8 -13 Hz = kondisi ALFA (Sholat)
    Pancarannya antara 4 - 7 Hz = kondisi TETA (tidur lelap)
    Ini ternyata benar banget, saya sudah mencoba mepraktekkannya. waktu tidak bisa tidur berjam2x lamanya, akhirnya tengah malam saya memutuskan untuk bangun dan sholat tahajud, lalu dzikir Laa Ilaa Ha Illawlaah terus menerus, (saya lupa mungkin sampai 100 ), setelah itu tidur saya langsung pulas sekali, Alhamdulillah.. :)
  • haniviva menulis:
    elang biru menulis:
    R U Q Y A H

    Jadi tidak diragukan lagi bahwa penyembuhan dengan Al-Quran dan dengan apa yang di tegaskan dari nabi berupa ruqyah sangat bermanfaat sekaligus penawar yang sempurna.

    Allah Ta’ala berfirman:
    “Dan kami turunkan dari al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”(QS. Al- Israa’ : 82).
    Sekedar berbagi..

    Dalam bukunya “cara islami mengobati sihir dan gangguan jin” Syaikh majdi Muhammad as-syahawi menceritakan ada sebuah yayasan islam di amerika serikat,di Florida ,yang bergerak dibidang kedokteran .Yayasan ini telah melakukan studi tentang pengaruh pengobatan Al Quran terhadap orang yang mengalami gangguan jiwa.dalam sebuah surveinya,dari sekian banyak penderita yang terdiri dari orang2 islam baik arab-non arabyang dibacakan ayat-ayat quran, tercatat Al Quran mampu menenangkan syaraf baik bagi yang memahaminya ataupun yang tidak.
    Percobaan diatas juga pernah dilakukan terhadap 5 orang non muslim rata2 usia 22th.kepada mereka dilakukan 210x percobaan. Kepada mereka 40 x tidak dibcakan apapun,percobaan kedua 85 x dibacakan Al Qur’an, percobaan ketiga 85 x dibacakan kata kata mutiara bahasa Arab bukan dr ayat Quran ternyata hasilnya percobaan pertama tidak ada hasilnya, percobaan kedua 65%,percobaan ketiga 35 % perubahan positifnya.

    Disamping itu ada juga beberapa penelitian yang mencoba melihat pengaruh dzikir terhadap gelombang2 otak manusia melalui EEG (electro enchyphaloraphic),ternyata dengan dzikir otak lebih banyak mengeluarkan gelombang alfa yang berhubungan dengan ketenangan dan kondisi relaks.
    Note ; gelombang otak
    Pancarannya > 13 Hz = kondisi BETA (aktif)
    Pancarannya antara 8 -13 Hz = kondisi ALFA (Sholat)
    Pancarannya antara 4 - 7 Hz = kondisi TETA (tidur lelap)

    Makaciiiih.
    seperti ini misalnya..gelombangnya
    Pengucapan suatu frasa berkali2 (dengan syarat frasa itu adalah frasa yang punya "power") akan menstimulasi gelombang Alpha di otak kita. stimulasi ini juga bisa didapatkan ketika anda mendengarkan gemericik air atau bunyi getaran secara mendalam di atas lima menit.

    400pxeegalphasvgmz5.th.png

    maaf baru belajar upload gambar..
  • Subhanallah

    Robby Inni An Asykura Ni'matakallati An Amta Alayya Wa Ala Walidayya Wa An A'mala Sholihan Tardhohu Wa Adkhilni Birrohmatika Fii Ibadikassolihin
  • malam ini sy hanya ingin berbagi 27634.jpg
  • elang biru menulis:
    Beberapa bacaan ruqyah yang dicontohkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, diantaranya

    a) Membaca surat Al-Fatihah, lima ayat pertama surat Al-Baqarah, surat Al-Baqarah ayat 102, ayat Kursi, dua ayat terakhir surat Albaqarah, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan surat An-Nas. Dibaca sebanyak tiga kali atau lebih disertai tiupan dan sentuhan pada bagian yang terasa sakit dengan menggunakan tangan kanan. (lihat Fathul Bari 9/62, 10/208 dan Muslim 4/1723)

    b) Membaca ayat kursi, surat Al-A’raf ayat 117-119, Yunus ayat 79-82, Thaha ayat 65-69, Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas. (Fathul Bari 10/33)

    c) Semua ayat Al-Quran pada dasarnya bisa dijadikan untuk bacaan ruqyah, sebagaimana firman Allah

    “Dan kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Al-Isra’ : 82)

    d) Membaca beberapa ta’awudz, ruqyah dan doa yang mencakup:
    1. Membaca doa
    أسْأَلُ اللهَ اْلَعَظِيْمِ, رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أنْ يَشْفِيَكَ (7x)
    (At-Tirmizi no 2083 dan Abu Daud no 1698)

    2. Meletakkan tangan pada bagian yang sakit seraya membaca bismilah 3x dan kemudian membaca ;
    أعُوْذَ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ, مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاِذُر (7x)
    (Muslim no 2202)

    3. Membaca ;
    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاِس, اذْهِبِ الْبَأْسَ, وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِيْ, لَا شِفَاءَ إلاَّ شِفَاءُكَ, شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَماً
    (Fathul Bari 10/206 dan Muslim 4/1721-1722)

    4. Membaca ;
    أعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ, وَمِنْ كُلّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
    (Fathul Bari 6/408)

    5. Membaca ;
    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَامَةِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ
    (Muslim 4/1728)

    6. Membaca ;
    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَامَةِ, مِن غَضَبِهِ, وَعِقَابِهِ, وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ, وَأنْ يَحْضُرُوْن
    (Abu Daud no 3893 dan At-Tirmizi no 3528)

    7. Membaca ;
    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَامَّاتِ الَّتِيْ لَا تُجَاوِزُهُنَّ برٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ, وَبَرَأ وَذَرَأ, وَمِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ, وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيْهَا, وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي اْلأرْضِ, وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا, وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ, وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إلاّ طَارِقاً يَطْرُقُ ِبخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ
    (Ahmad 3/419 dengan sanad shahih dan Ibnu Sunni dalam Amalul Yaum Wa Al-Lailah no 637)

    8. Membaca ;
    اللهُمَّ رَبَّ السَّمّاوَتِ السَبْعِ وّرّبَّ العَرْشِ العَظِيْمِ, رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ, فَالِقَ الحَبِّ وَالنَّوَى, وَ مُنْزِلَ التّ َوْرَاتِ وَالإنْجِيْلِ وَالْقُرْأنِ, أعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أنْتَ أخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ, أنْتَ الأوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ, وَأنْتَ الأخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ, وَأنْتَ الظَاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ, وَأنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ, اقْضِ عَنَّا الدَيْنَ واغْنِنَا مِنَ الفَقْرِ
    (Muslim no 2713)

    9. Membaca ;
    بِسْمِ الله, أَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيئٍ يُؤْذِيْكَ, وَمِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حاَسِدٍ, اللهُ يَشْفِيْكَ, بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ
    (Muslim no 2186)

    10. Membaca ;
    بِسْمِ اللهِ, يُبْرِيْكَ وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيْكَ, وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إذَا حَسَدَ, وَمِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ عَيْنٍ
    (Muslim no 2185)

    11. Membaca :
    بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ, مِنْ حَسَدَ حاَسِدٍ, وَمِنْ كُلِّ ذِيْ عَيْنٍ, اللهُ يَشْفِيْكَ
    (Ibnu Majah no 3527)
    do'a di atas sepertinya tidak ada di Qur'an deh lang.....
    apa nabi mengajarkan do'a tersebut???
    apakah harus baca do'a dgn menggunakan bahasa Arab?
    Apa Tuhan cuma ngert bahasa Arab lang???
    Aku rasa Orang Yahudi juga bisa karang buku dengan judul Muslim dan pengarang dgn nama Islam juga.......

    kata big2besar kita mesti hati-hati (wara')

    wallahu a'lam........ Gusti Allah ora sare e mas........
  • Sama Drun..menyimak juga sambil ..27634.jpg
  • nurul_imoet menulis:
    elang biru menulis:
    Beberapa bacaan ruqyah yang dicontohkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, diantaranya

    a) Membaca surat Al-Fatihah, lima ayat pertama surat Al-Baqarah, surat Al-Baqarah ayat 102, ayat Kursi, dua ayat terakhir surat Albaqarah, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan surat An-Nas. Dibaca sebanyak tiga kali atau lebih disertai tiupan dan sentuhan pada bagian yang terasa sakit dengan menggunakan tangan kanan. (lihat Fathul Bari 9/62, 10/208 dan Muslim 4/1723)

    b) Membaca ayat kursi, surat Al-A’raf ayat 117-119, Yunus ayat 79-82, Thaha ayat 65-69, Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas. (Fathul Bari 10/33)

    c) Semua ayat Al-Quran pada dasarnya bisa dijadikan untuk bacaan ruqyah, sebagaimana firman Allah

    “Dan kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Al-Isra’ : 82)

    d) Membaca beberapa ta’awudz, ruqyah dan doa yang mencakup:
    1. Membaca doa
    أسْأَلُ اللهَ اْلَعَظِيْمِ, رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أنْ يَشْفِيَكَ (7x)
    (At-Tirmizi no 2083 dan Abu Daud no 1698)

    2. Meletakkan tangan pada bagian yang sakit seraya membaca bismilah 3x dan kemudian membaca ;
    أعُوْذَ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ, مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاِذُر (7x)
    (Muslim no 2202)

    3. Membaca ;
    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاِس, اذْهِبِ الْبَأْسَ, وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِيْ, لَا شِفَاءَ إلاَّ شِفَاءُكَ, شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَماً
    (Fathul Bari 10/206 dan Muslim 4/1721-1722)

    4. Membaca ;
    أعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ, وَمِنْ كُلّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
    (Fathul Bari 6/408)

    5. Membaca ;
    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَامَةِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ
    (Muslim 4/1728)

    6. Membaca ;
    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَامَةِ, مِن غَضَبِهِ, وَعِقَابِهِ, وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ, وَأنْ يَحْضُرُوْن
    (Abu Daud no 3893 dan At-Tirmizi no 3528)

    7. Membaca ;
    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَامَّاتِ الَّتِيْ لَا تُجَاوِزُهُنَّ برٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ, وَبَرَأ وَذَرَأ, وَمِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ, وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيْهَا, وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي اْلأرْضِ, وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا, وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ, وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إلاّ طَارِقاً يَطْرُقُ ِبخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ
    (Ahmad 3/419 dengan sanad shahih dan Ibnu Sunni dalam Amalul Yaum Wa Al-Lailah no 637)

    8. Membaca ;
    اللهُمَّ رَبَّ السَّمّاوَتِ السَبْعِ وّرّبَّ العَرْشِ العَظِيْمِ, رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ, فَالِقَ الحَبِّ وَالنَّوَى, وَ مُنْزِلَ التّ َوْرَاتِ وَالإنْجِيْلِ وَالْقُرْأنِ, أعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أنْتَ أخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ, أنْتَ الأوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ, وَأنْتَ الأخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ, وَأنْتَ الظَاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ, وَأنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ, اقْضِ عَنَّا الدَيْنَ واغْنِنَا مِنَ الفَقْرِ
    (Muslim no 2713)

    9. Membaca ;
    بِسْمِ الله, أَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيئٍ يُؤْذِيْكَ, وَمِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حاَسِدٍ, اللهُ يَشْفِيْكَ, بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ
    (Muslim no 2186)

    10. Membaca ;
    بِسْمِ اللهِ, يُبْرِيْكَ وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيْكَ, وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إذَا حَسَدَ, وَمِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ عَيْنٍ
    (Muslim no 2185)

    11. Membaca :
    بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ, مِنْ حَسَدَ حاَسِدٍ, وَمِنْ كُلِّ ذِيْ عَيْنٍ, اللهُ يَشْفِيْكَ
    (Ibnu Majah no 3527)
    do'a di atas sepertinya tidak ada di Qur'an deh lang.....
    apa nabi mengajarkan do'a tersebut???
    apakah harus baca do'a dgn menggunakan bahasa Arab?
    Apa Tuhan cuma ngert bahasa Arab lang???
    Aku rasa Orang Yahudi juga bisa karang buku dengan judul Muslim dan pengarang dgn nama Islam juga.......

    kata big2besar kita mesti hati-hati (wara')

    wallahu a'lam........ Gusti Allah ora sare e mas........
    pasti diajarin Rasulullah. Liat kan penjelasan2 dibawahnya. diambil dari buku hadits.
    tidak harus dengan bahasa arab kalo untuk ruqyah tapi lebih afdhol lagi kalo pake bahasa arab.
  • ito_aries menulis:
    pasti diajarin Rasulullah. Liat kan penjelasan2 dibawahnya. diambil dari buku hadits.
    Orang Yahudi bisa aja buat buku kumpulan hadits seperti itu (siapa yg jamin klo itu benar hadits Rasul)
    ito_aries menulis:
    tidak harus dengan bahasa arab kalo untuk ruqyah tapi lebih afdhol lagi kalo pake bahasa arab.
    "Tukang sihir juga biasa pake Mantra2 bahasa aneh tanpa tau artinya" apa bedanya Ruqyah dgn menggunakan Bhs Arab tanpa tau artinya??????

    parah lagi klo ruqyah aku sering dengar baca ayatnya.... tanpa memperhatikan "Tartiil" hanya seperti Radio yg membawakan berita.... bukan permohonan.

    coba anda artikan yang ini aja:
    1. Membaca doa
    أسْأَلُ اللهَ اْلَعَظِيْمِ, رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أنْ يَشْفِيَكَ (7x)
    (At-Tirmizi no 2083 dan Abu Daud no 1698)

    Allah ora sare eh mas......
  • nurul_imoet menulis:
    do'a di atas sepertinya tidak ada di Qur'an deh lang.....
    apa nabi mengajarkan do'a tersebut???
    apakah harus baca do'a dgn menggunakan bahasa Arab?
    Apa Tuhan cuma ngert bahasa Arab lang???
    Aku rasa Orang Yahudi juga bisa karang buku dengan judul Muslim dan pengarang dgn nama Islam juga.......

    kata big2besar kita mesti hati-hati (wara')

    wallahu a'lam........ Gusti Allah ora sare e mas........
    sekali lagi saya sarankan..
    bantahlah sesuatu dgn dalil..
    bukan dgn hawa nafsu..
    apa anda melihat saya menulis "inilah do'a2 dr al qur'an..????"
    JELAS...
    SAYA TULIS.."DOA2 YG DICONTOHKAN NABI......"
    bahkan saya sertakan referensinya..
    itu kitab hadits..
    di pelosok manapun di dunia ini silahkan anda cari kitab hadits...dan cocokkan refrensinya..
    anda berkata..bisa jadi org yahudi yg menulis kitab Shahih Muslim..
    saya bertanya.."Anda Ingkar SUNNAH????"

    saya ambil contoh kecil..
    anda sholat dzuhur brp rakaat???

    kalau anda berkata bisa brp rakaat saja..

    maka saya yakinkan diri saya bahwa anda adalah paham INGKAR SUNNAH..

    kalau anda berkata bahwa 4 rakaat

    saya tanya anda..dimana anda dpt ayat yg menyebutkan jumlah sholat dzuhur adlh 4 rakaat??
    datangkan kpd saya dalilnya (sekali lagi dalil..!!!! bukan hawa nafsu anda..)

    jumlah rakaat sholat ditetapkan dalam hadits..

    itulah salah satu fungsi sunnah..

    sbg penjelas isi dalam qur'an..

    kalau anda berkata..anda tidak sholat dzuhur sama sekali..
    maka saya berlepas diri dr anda..

    lalu anda berkata..

    "APA TUHAN..(maaf sebaiknya anda menyebut ALLAH) mengerti bhs Arab???

    anda sudah benar2 membaca thread saya atau hanya bernafsu membalasnya dgn hawa nafsu anda..??
    baik akan saya tampilkan lagi...

    2. Doa yang dibaca sesuai dengan kaidah yang benar, maksudnya doa Nabi menggunakan bahasa Arab, maka bacalah dengan bahasa Arab. Para ulama juga menganjurkan bagi seseorang untuk membaca doa sesuai dengan bahasa apa saja, asal dimengerti artinya. Karena ada sebagaian doa yang tidak dimengerti artinya dan biasanya itu merupakan indikasi bahwa doa yang dibacakan itu adalah mantra untuk memanggil jin. Al-Qur'an harus dibaca dengan cara yang benar, sesuai dengan urutan dan tajwidnya.
    "Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-Rasul mereka membawa keterangan-keterangan lalu mereka berkata: "Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada kami?" lalu mereka ingkar dan berpaling; dan Allah tidak memerlukan (mereka). Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji."Q.S. At Taghaabun : 6
  • Orang Yahudi bisa aja buat buku kumpulan hadits seperti itu (siapa yg jamin klo itu benar hadits Rasul)
    saya hanya bisa berkata..segeralah anda bertobat....atau kalau anda masih kleras kepala..datangkan pada saya buktinya SHAHIH MUSLIM YANG DIBUAT OLEH YAHUDI!!!!...
    atau anda masih keras kepala..??? DATANGKAN KEPADA SAYA SHAHIH MUSLIM VERSI ANDA YANG MENURUT ANDA BENAR....!!!

    anda bisa..??? atau semua ini hanya hawa nafsu anda..????

    coba anda artikan yang ini aja:
    1. Membaca doa
    أسْأَلُ اللهَ اْلَعَظِيْمِ, رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أنْ يَشْفِيَكَ (7x)
    (At-Tirmizi no 2083 dan Abu Daud no 1698)
    ini artinya...
    "aku meminta kepada Allah Yang 'Azim..Rabb Pemilik Arsy yang 'Azim..sembuhkanlah penyakitku...

    oh ya saya minta maaf kepada fbi'ers semua krn lupa memberi artinya....

    nurul...kalau anda tdk bisa atau tdk mengerti Bahasa Arab..maka jangan GUGAT bahasa Arab..
    dan kalau anda menggugat HADITS...

    silahkan keluar dr thread saya..
    saya tdk berkompromi dgn org INGKAR SUNNAH..

    "semoga Allah mengampuni anda dan saya..."

  • SAya memang tidak banyak menghafal ayat maupun Hadits seperti Anda... sehingga anda bisa menyampaikan dalilnya..... tapi.............
    bukankah Islam itu sesuai dengan dalil aqli dan naqli????
    Islam kan sesuai dengan kemampuan pikir manusia....
    saya hanya menyampaikan pemikiran saya, silahkan anda bantah dengn dalil. karena saya Yakin Islam dan Alqur'an bisa dimengerti dengan pemikiran manusia... karena itulah saya Yakin akan Islam dan Qur'an...

    saya tidak pernah mengatakan tidak mengikuti sunnah Nabi...
    Namun Sumbernya.... Karena banyak hadits nabi yg sesungguhnya benar-benar hadits dari nabi yg sangat bermanfaat dalam kehidupan namun sayang jadi batal (palsu) karena disampaikan (diriwayatkan) oleh org yang pernah berdusta...

    salah satu cntoh...
    Dalam buku mujarobat (imam alghazali) banyak juga ditulis do'a2 dari hadits nabi, apakah anda percaya do'a2 yg ada di buku mujarobat tsb????????

    Di dunia sekarang... Apa yg ga dilakukan syaitan untuk mejerumuskan umat Islam?
    sekali lagi kata big2besar... kita mesti hati-hati (wara')

    Allah ora sare e mas
  • elang biru menulis:
    Orang Yahudi bisa aja buat buku kumpulan hadits seperti itu (siapa yg jamin klo itu benar hadits Rasul)
    saya hanya bisa berkata..segeralah anda bertobat....atau kalau anda masih kleras kepala..datangkan pada saya buktinya SHAHIH MUSLIM YANG DIBUAT OLEH YAHUDI!!!!...
    atau anda masih keras kepala..??? DATANGKAN KEPADA SAYA SHAHIH MUSLIM VERSI ANDA YANG MENURUT ANDA BENAR....!!!

    anda bisa..??? atau semua ini hanya hawa nafsu anda..????

    coba anda artikan yang ini aja:
    1. Membaca doa
    أسْأَلُ اللهَ اْلَعَظِيْمِ, رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أنْ يَشْفِيَكَ (7x)
    (At-Tirmizi no 2083 dan Abu Daud no 1698)
    ini artinya...
    "aku meminta kepada Allah Yang 'Azim..Rabb Pemilik Arsy yang 'Azim..sembuhkanlah penyakitku...

    oh ya saya minta maaf kepada fbi'ers semua krn lupa memberi artinya....

    nurul...kalau anda tdk bisa atau tdk mengerti Bahasa Arab..maka jangan GUGAT bahasa Arab..
    dan kalau anda menggugat HADITS...

    silahkan keluar dr thread saya..
    saya tdk berkompromi dgn org INGKAR SUNNAH..

    "semoga Allah mengampuni anda dan saya..."
    klo saya lihat dan simak dari teremahan anda...
    أنْ يَشْفِيَكَ = sembuhkanlah penyakitku

    padahal jelas kata dalam bahasa arab di atas "an yasyfiaka" itu domir huwa/dia (bukan ana/saya), dan bukan fi'il amr (kata perintah/meminta menyembuhkan) ditambah laki huruf kaf di akhir yang berarti "mu"... saya rasa kalimat terakhir dari arti kata tersebt adalah "Mu" bukan "ku"
    menurut saya artinya, "Dia akan menyembuhkanmu"
    entah... saya juga ga pandai bahasa Arab seperti saudara....

    maaf lang bukan saya Ingkar Sunnah...
    kita di sini sama2 belajar... mari bertukar pikiran..... saya ga prnah bermaksud apa2... saya hanya ingin belajar... menyocokkan dua pendapat yg berbeda dari 2 org ustadz yg masing2 menyampaikan dalilnya.....

    klo anda merasa tertanggu atas petanyaan saya, dan mungkin pertanyaan saya yg aneh...
    mohon maaf.... dan saya tidak akan pernah masuk lagi pada tread yang elang biru buat....
    semoga tali persaudaraan kita tidak putus dengan hal sepele ini...........

    trims... ini post reply saya terakhir buat anda saudaraku elang biru
  • Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

    Yang dtulis elang, memang yang diajarkan dan dianjurkan Nabi Muhammad saw, mungkin maksud pertanyaan dari m'bak Nurul adalah hadis tsb sahih atau tidak.

    Masalah sahih atau tidak hadis tsb, tinggal elang yang menjelaskan sanadnya atau perawinya siapa.

    Kita semua disini Belajar dan berdiskusi agama Islam secara online. Jadi tak perlu emosi.

    Kita semua adalah saudara seiman...

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    :)
  • jgn lama2x diskusi soal sahih atau tidak.. ttg sanad2x dan perawinya...

    nanti setannya keburu kabur...gagal deh ruqyahnya....sementara pihak lain sudah menangkap setan dalam botol tanpa diskusi berkepanjangan :cool:
  • big2besar menulis:
    Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

    Yang dtulis elang, memang yang diajarkan dan dianjurkan Nabi Muhammad saw, mungkin maksud pertanyaan dari m'bak Nurul adalah hadis tsb sahih atau tidak.

    Masalah sahih atau tidak hadis tsb, tinggal elang yang menjelaskan sanadnya atau perawinya siapa.

    Kita semua disini Belajar dan berdiskusi agama Islam secara online. Jadi tak perlu emosi.

    Kita semua adalah saudara seiman...

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    :)
    Wa 'alaikumsalam Warrahmatullahi Wabarakatuh :)

    untuk meredam emosi, salah satunya Insya Allah bisa dengan ber-wudhu
  • nurul_imoet menulis:
    elang biru menulis:
    Orang Yahudi bisa aja buat buku kumpulan hadits seperti itu (siapa yg jamin klo itu benar hadits Rasul)
    saya hanya bisa berkata..segeralah anda bertobat....atau kalau anda masih kleras kepala..datangkan pada saya buktinya SHAHIH MUSLIM YANG DIBUAT OLEH YAHUDI!!!!...
    atau anda masih keras kepala..??? DATANGKAN KEPADA SAYA SHAHIH MUSLIM VERSI ANDA YANG MENURUT ANDA BENAR....!!!

    anda bisa..??? atau semua ini hanya hawa nafsu anda..????

    coba anda artikan yang ini aja:
    1. Membaca doa
    أسْأَلُ اللهَ اْلَعَظِيْمِ, رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أنْ يَشْفِيَكَ (7x)
    (At-Tirmizi no 2083 dan Abu Daud no 1698)
    ini artinya...
    "aku meminta kepada Allah Yang 'Azim..Rabb Pemilik Arsy yang 'Azim..sembuhkanlah penyakitku...

    oh ya saya minta maaf kepada fbi'ers semua krn lupa memberi artinya....

    nurul...kalau anda tdk bisa atau tdk mengerti Bahasa Arab..maka jangan GUGAT bahasa Arab..
    dan kalau anda menggugat HADITS...

    silahkan keluar dr thread saya..
    saya tdk berkompromi dgn org INGKAR SUNNAH..

    "semoga Allah mengampuni anda dan saya..."
    klo saya lihat dan simak dari teremahan anda...
    أنْ يَشْفِيَكَ = sembuhkanlah penyakitku

    padahal jelas kata dalam bahasa arab di atas "an yasyfiaka" itu domir huwa/dia (bukan ana/saya), dan bukan fi'il amr (kata perintah/meminta menyembuhkan) ditambah laki huruf kaf di akhir yang berarti "mu"... saya rasa kalimat terakhir dari arti kata tersebt adalah "Mu" bukan "ku"
    menurut saya artinya, "Dia akan menyembuhkanmu"
    entah... saya juga ga pandai bahasa Arab seperti saudara....

    maaf lang bukan saya Ingkar Sunnah...
    kita di sini sama2 belajar... mari bertukar pikiran..... saya ga prnah bermaksud apa2... saya hanya ingin belajar... menyocokkan dua pendapat yg berbeda dari 2 org ustadz yg masing2 menyampaikan dalilnya.....

    klo anda merasa tertanggu atas petanyaan saya, dan mungkin pertanyaan saya yg aneh...
    mohon maaf.... dan saya tidak akan pernah masuk lagi pada tread yang elang biru buat....
    semoga tali persaudaraan kita tidak putus dengan hal sepele ini...........

    trims... ini post reply saya terakhir buat anda saudaraku elang biru
    nurul masih ragu dengan hadits2 yang ada sekarang ini???

    sebaiknya sih, sering2 datang ke majelis taklim atau bertanya pada sumber yang tsiqah.

    monggo jalan2 ke web nya Alhabib Munzir Almusawa. Majelis Rasulullah. Beliau berguru pada Alhabib Alhafidz Almusnidh Umar Alhafiz (seorang yang hafal 100 ribu hadits berikut sanad dan matannya) di Daarul Mustafa Tarim Yaman. Belliau ini sanadnya sampai pada Sayyidul anbiya wal mursalin Muhammad SAW.

    Di webnya nurul bisa komunikasi langsung dengan Alhabib Munzir lewat forum tanya jawab.

    Semoga bermanfaat.

    wallahu a'lam
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori