Contact Us

Laporan Khusus

Jangan Hanya Cepat
Tempat pencucian mobil cepat dan otomatis, atau yang lebih kita kenal dengan Automatic Wash 2 tahun belakang ini kian menjamur. Di beberapa sudut Ibukota, bahkan di jalan protokol, tempat pencucian itu satu per satu muncul.

124200525311PM382.jpg

Otomatic Wash

Fasilitas ini mulai banyak peminatnya, terutama mereka yang tidak punya cukup waktu untuk sekadar mencuci mobil sendiri atau ke tempat pencucian mobil biasa yang cukup makan waktu (sekitar satu jam). Yang terpenting keluar dari quick wash penampilan mobil bisa terlihat bersih dengan cepat.

Berbicara masalah kebersihan kendaraan setelah dicuci mungkin memiliki tingkat standarisasi yang nyaris sama di setiap tempat. Namun selain hal tersebut, dibutuhkan fasilitas-fasilitas penunjang guna memuaskan konsumen. Fasilitas-fasilitas lain seperti mini market, kafe bahkan pijat refleksi dapat menunjang kenyamanan konsumen selain pelayanan yang diberikan oleh karyawan. Lokasi yang strategis jadi salah satu alasan mengapa automatic wash jadi alternative bagi konsumen yang super sibuk.

Pada lapsus kali ini mobilmotor akan melakukan pengujian tempat-tempat Automatic Wash dengan melakukan penilaian seputar kriteria-kriteria di atas. Hasilnya mungkin bisa dijadikan pedoman bagi pembaca yang ingin mencuci mobil dengan cepat dan bersih plus fasilitas-fasilitas penunjang lain. Beberapa bagian bodi seperti kap mesin, atap, pintu belakang, pintu samping kanan-kiri hingga sudut-sudut lekukan bodi sengaja mobilmotor lumuri oli agar dapat diketahui sampai sejauh mana daya bersih tempat-tempat Automatic Wash.
(AriE)


Pengertian Cuci Steam


Banyak kerancuan timbul seiring dengan maraknya bisnis pencucian mobil yang memiliki variasi harga berbeda-beda. Mereka umumnya menyebutkan, bahwa tempatnya memiliki fasilitas cuci steam. Padahal alat yang mereka miliki bukan merupakan steam cleaner melainkan water pressure. Pengertian yang salah rupanya sudah menjadi hal yang biasa di tengah-tengah masyarakat kita.

Cuci steam yang sesungguhnya adalah cuci dengan menggunakan uap panas. Uap panas tersebut dihasilkan dari mesin penghasil uap dengan pressure tinggi atau steam cleaner. Harga alat itu tentunya lebih mahal dibandingkan water pressure yang digunakan di kebanyakan tempat pencucian mobil. Keuntungan dari pencucian dengan alat ini, adalah kemampuannya merontokkan kotoran pada seluruh bagian mobil hingga mesin. Satu hal yang perlu diwaspadai bila mencuci mesin dengan alat tersebut, adalah hindari penyemprotan pada bagian dryer AC. Pasalnya, panasnya akan mengakibatkan freon menguap dan mengakibatkan kebocoran. (AriE)



Matikan Rain Sensor

Problem kerap timbul saat melakukan cuci otomatis bila kendaraan yang memiliki kelengkapan rain sensor seperti pada merek BMW yang banyak beredar di Tanah Air. Untuk dapat mengatasinya sesungguhnya bukanlah sulit. Hanya saja banyak dari Anda yang belum tahu cara mengoperasikannya. Bila Anda ingin menon-aktifkan rain sensor, cukup tekan tombol yang terintegrasi pada tuas pengoperasian wiper yang berada di sebelah kanan roda kemudi. Sebagai catatan, bila Anda membeli kendaraan yang memiliki fitur canggih, tanyakan atau minta manual books guna mengoperasikan fitur-fitur tersebut. Kuncinya, jangan merasa malu atau gengsi untuk bertanya kepada penjual atau Anda bisa langsung mencarinya lewat situs-situs di internet. (AriE)

Hal-hal yang Perlu diperhatikan:
1. Jangan mengaktifkan wiper
2. Posisikan gear netral
3. Jangan mengaktifkan hand brake
4. Matikan radio terutama yang menggunakan antena otomatis
5. Jangan membuka jendela


Daftar Kisaran Harga Lainnya
1. Vacuum (sedot debu) Rp. 10.000,-
2. Cuci Mesin Rp.40.000,- s/d Rp.60.000,-
3. Poles Kaca Rp. 50.000,- s/d Rp.60.000,-
4. Wax (mengkilapkan cat) Rp. 65.000,- s/d Rp.85.000,-
5. Interior Rp. 100.000,- s/d Rp.150.000
6. Polis dan Wax (Mengangkat jamur) Rp. 200.000,- s/d Rp.250.000,-
7. Paket 1 Bodi Rp.300.000,- s/d Rp.450.000,-
8. Paket Protection Rp. 600.000,-
9. Cuci Pelek Rp.20.000,-
(Harga rata-rata di seluruh Automatic Wash di Jakarta)

Komentar

  • Ada satu yang deket rumah...
    Di jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan

    Persis dekat perempatan kuningan...
  • HATI-HATI DENGAN BAHAN BERACUN
    Cairan pendingin atau coolant merupakan bagian dari sistem pendinginan mesin, tugasnya mengangkut panas dari mesin, dan membuangnya melalui radiator.

    83200595518AM622.jpg

    Cairan pendingin atau coolant merupakan bagian dari sistem pendinginan mesin, tugasnya mengangkut panas dari mesin, dan membuangnya melalui radiator.

    Fungsi radiator adalah untuk menurunkan suhu coolant yang berasal dari mesin. Suhu coolant dikurangi oleh udara sekitar yang melalui radiator, udara menyerap panas dari radiator. Untuk mempercepat transfer panas ke lingkungan, radiator dilengkapi kipas.

    Cairan pendingin umumnya berupa air atau oli. Namun air lebih popular sebagai cairan pendingin mesin. Alhasil cairan pendingin selalu merujuk kepada air. Antifreeze yang dicampurkan dalam coolant bertujuan untuk menurunkan titik beku. Sehingga coolant terkadang diartikan sebagai antifreeze pula dalam keseharian.

    Air merupakan cairan pendingin yang paling baik (lihat tabel). Dan, air telah digunakan sejak mobil memerlukan sistem pendingin yang kompleks. Namun, dengan titik didih 100oC, maka air dianggap mudah menguap. Sebaliknya, dengan titik beku 0oC, air mudah membeku pada musim dingin seperti yang terjadi di negara 4 musim. Selain itu air membuat logam berkarat, dan meninggalkan bekas mineral yang mengurangi kemampuan pendinginannya. Untuk itulah beberapa bahan kimia ditambahkan pada coolant.

    Bahan kimia yang ditambahkan ini umumnya disebut sebagai ethylene glycol (EG). Pada beberapa tahun terakhir EG digantikan dengan propylene glycol (PG) yang tidak begitu beracun. Bahan kimia yang dicampurkan dengan air, umumnya 50 % volume, mampu menaikkan titik didih coolant hingga mencapai 108oC, dan menurunkan titik bekunya menjadi -33oC. Dan untuk meningkatkan kemampuan coolant seperti mampu melumasi pompa air, mencegah karat, dan menetralkan (asam) agar tidak timbul deposit mineral, pada coolant ditambahkan bahan aditif lainnya seperti fosfat, borat, nitrat dan nitrit serta zat kimia lainnya.

    Tentu saja, coolant mempunyai masa pakai, beberapa produsen menyarankan untuk mengganti coolant setiap dua tahun atau 20.000 km. Sebab, pada saat itu, coolant dianggap telah mengandung deposit mineral. Deposit ini adalah hal yang akan menyebabkan pompa air tidak maksimal berkerja, overheat dan kerusakan komponen lainnya. Meski adapula produsen yang menjamin produknya lebih ‘long life’.


    Boks

    AIR YANG TERBAIK



    Tabel di bawah ini mencantumkan berbagai material yang digunakan radiator dan coolant. Perhatikan daya konduksi panas dan 50/50 (anti-freeze/air), terlihat bahwa air adalah konduktor panas yang lebih baik. Pada data lain terlihat bagaimana air dapat ‘membawa’ dan ‘membuang’ panas lebih banyak daripada coolant lainnya.



    Tabel 1

    Properti Panas Material Sistem Pendingin



    Material Kepekatan Daya Konveksi Kapasitas Panas utk

    Konduksi Panas Panas Penguapan

    (g/cm3) (Watt/m•°C) (Watt/m2•°C) (kal/g•°C) (kal/g)







    COOLANT

    Air 1,000 0,60 1.829 1,000 539

    E. Glycol 1,114 0,25
    0,573 226

    50/50 1,059 0,41 897 0,836 374



    RADIATOR

    Aluminum 2,70 155 0,225

    Besi tuang 7,25 58 0,119

    Tembaga 8,93 84 0,093

    Kuningan 8,40 113 0,091

    Keramik 1-10

    Udara 0,0013 0,026 0,240





    Boks

    Jangan Dibuang Sembarangan



    Coolant yang mengandung ethylene glycol (EG) telah dianggap konvensional, sebab dapat mengganggu kesehatan lingkungan. Di Amerika, ditengarai setiap tahun sekitar 90.000 hewan liar dan peliharaan mati akibat tidak sengaja menelan EG. Hewan-hewan tertarik EG sebab aroma dan rasanya yang manis.



    Bahaya demikian, bukan tidak mungkin dialami oleh anak-anak akibat kebocoran sistem pendingin, atau penyimpanan coolant yang tidak benar. Pemerintah Amerika telah menetapkan hukuman berat bagi pelaku kontaminasi air dan lingkungan dengan EG.

    Meski telah ditemukan formula baru pengganti EG yang kurang beracun, yakni propylene glycol (PG) namun tetap saja bahaya masih mengintai.



    Dalam penelitian mobilmotor, ekosistem (air) yang diberi coolant berbahan EG dengan konsentrasi 100.000 ppm, dalam empat jam telah membunuh 50% populasi (LC50). Dalam konsentrasi demikian menurut Skala Hodge and Steiner, coolant ber-EG dikategorikan sebagai Practically Toxic.



    EG merupakan kimia yang sama sebagai bahan dasar minyak rem, konsentrasi EG dalam minyak rem tentunya lebih pekat lagi, dan lebih beracun. Jadi, jangan membuang coolant berbahan EG dan minyak rem langsung ke lingkungan.



    Di Indonesia telah ada Peraturan Pemerintah (PP) No. 18 tahun 1999 tentang Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). EG masuk dalam daftar PP dengan nomor limbah D3083. Ancaman terhadap pelaku pencemaran adalah pelanggaran atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan sanksi setinggi-tingginya 15 tahun penjara atau denda Rp 750 juta rupiah.



    Di lain pihak, sebenarnya pemerintah telah pula membentuk badan-badan tertentu untuk mengelola B3 tersebut, seperti Bapedal Tingkat II/I. Bahkan Bapedal di daerah telah membentuk badan khusus seperti Pusat Pengolahan Limbah Industri Bahan Berbahaya dan Beracun (PPLI‑B3) salah satunya telah dibangun di Cerme, Gresik, Jatim.



    Di Negara Bagian Kalifornia, EG telah ditetapkan sebagai bahan karsinogen pula. Jika terserap ke dalam tubuh dalam waktu dalam waktu lama dapat menyebabkan kanker. Di Swiss dan Austria penjualan EG untuk penggunaan pada mobil telah dilarang.
  • Kojek menulis:
    Ada satu yang deket rumah...
    Di jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan

    Persis dekat perempatan kuningan...
    siip dan :top: :top:
  • PILIH GLIKOL ATAU SILIKON
    Minyak rem kendaraan mempunyai tanggung jawab yang berat. Pada sistem pengereman kendaraan digunakan tenaga hidrolik yang diaktifkan oleh silinder master untuk menghentikan putaran keempat roda, baik dengan menekan tromol atau menjepit cakram. Tenaga hidrolik ini disalurkan ke semua sistem rem melalui minyak rem.

    526200531424PM355.jpg

    Minyak rem kendaraan mempunyai tanggung jawab yang berat. Pada sistem pengereman kendaraan digunakan tenaga hidrolik yang diaktifkan oleh silinder master untuk menghentikan putaran keempat roda, baik dengan menekan tromol atau menjepit cakram. Tenaga hidrolik ini disalurkan ke semua sistem rem melalui minyak rem. Penggunaan minyak rem sebagai penyalur tenaga hidrolik tak lain karena mempunyai sifat seperti fluida (cairan) dalam sistem tertutup lainnya, cara kerjanya seperti dalam bejana berhubungan. Kerja sistem rem dari master silinder ke piston mentransfer energi mekanis dapat menghasilkan panas dari gesekan minyak rem dengan permukaan salurannya. Dengan demikian minyak rem harus memiliki spesifikasi khusus terhadap perubahan suhu, seperti titik didih dan sifatnya yang tidak berubah drastis pada suhu tinggi. Perlindungan terhadap karat dan melumasi komponen sistem rem merupakan bagian dari tugas minyak rem lainnya.



    Meski menggunakan kata ‘minyak’ namun perlu diingat, minyak rem sangat berbeda proses pembuatannya dengan minyak bumi ataupun pelumas.

    Terdapat dua macam minyak rem yang umum digunakan oleh dunia otomotif yakni mengandung Polyalkylene Glycol Ether dan Silikon atau Polymer berbasis Silicium. Tetapi minyak rem yang berbahan dasar Polyalklene Glycol Ether lebih popular termasuk dalam dunia racing. Bahan kimia sebagai bahan dasar minyak rem ini serupa dengan bahan anti beku pada radiator coolant (ethylene glicol). Bahan dasar ini termasuk bahan beracun dan perlu seratus tahun bagi alam untuk menguraikannya.



    Selain itu minyak rem diklasifikasikan dalam empat kategori: yakni DOT3, DOT4, DOT5.1 dan DOT5. Untuk informasi, DOT merupakan singkatan dari Departement Of Transportation (USA) yang menentukan tingkat spesifikasi minyak rem, semakin tinggi angka yang mengikuti kata DOT berarti pula semakin tinggi titik didihnya.

    (AFd, ArisFH)





    Boks

    DOT5

    Minyak rem berspesifikasi DOT5 berbahan dasar silikon. Minyak rem ini umumnya digunakan pada kendaraan militer, seperti pada kendaraan tempur angkatan bersenjata Amerika Serikat. Alasannya silikon tak merusak cat permukaan luar kendaraan, hal yang penting dalam penyamaran. DOT5 pun biasanya digunakan oleh show car, ataupun kendaraan yang akan lebih banyak disimpan di garasi, seperti kendaraan klasik.

    DOT5 mampu dapat bekerja pada tekanan relatif tinggi namun tidak mempunyai daya lumas yang baik (gesekannya terlalu besar). Karena gesekan antara minyak rem dan salurannya maka membuat pengendara mesti menekan pedal rem lebih kuat agar sistem rem bekerja. Kondisi seperti ini biasa diistilahkan sebagai ‘rem keras’ atau ‘bagel’.



    Silikon adalah cairan yang tidak menyerap air (non-hydroscopic), sehingga sifat dan kemampuan silikon stabil pada suhu tinggi. Air pada sistem rem akan membuat titik didih menurun, otomatis berpengaruh pada penurunan kemampuan sistem rem. Seperti diketahui, air akan mendidih pada 100 derajat Celcius, uap air yang timbul karena pemanasan sistem akan membuat vapor lock (resistansi) pada saluran rem. Akibatnya, rem menjadi ‘blong’.



    Boks

    DOT3, DOT4, dan DOT5.1



    Minyak rem berspesifikasi DOT3,4 dan 5.1 mengandung Polyglycol ethers yang hydroscopic, artinya mempunyai sifat menyerap air. Bila dicampur/tercampur air, minyak rem tersebut tetap berwujud sama sekalipun sifatnya sudah berubah. Polyglycol hanya berkemampuan setengah silikon dalam menerima tekanan. Hal ini membuat pedal rem terasa tak ‘sekeras’ sistem rem yang menggunakan DOT5.



    Untuk mobil racing, dry boiling point menjadi penting. Karena sifat ketiganya yang hydroscopic yang bisa menyebabkan vapor lock, maka untuk itulah para pembalap biasa mengganti minyak rem sebelum iven, tak lain agar performa minyak rem primaa. Sebab saat balap, sistem rem bekerja keras, tak jarang cakram rem sering terlihat merah membara. Meski air akan membuat titik didih minyak rem menurun, namun hal tersebut tidak menjadi isu penting dalam kendaraan harian. Karena setelah pemakaian beberapa bulan, performa minyak rem kemungkinan hanya mendekati titik didih ‘wet’ saja. Tetapi perlu diperhatikan adalah kelembaban udara sebab termasuk faktor yang mempercepat penurunan performa.



    Boks

    Titik Didih



    Umumnya pada kemasan minyak rem akan dicantumkan Wet dan Dry Boiling Point. Istilah boiling point atau titik didih menunjukkan suhu di mana cairan mendidih. Pada kondisi ini minyak rem akan mulai menguap sesuai dengan titik didihnya. Wet boiling point adalah titik didih minyak rem yang mengandung air sebanyak 3 % volume. Sedangkan dry boiling point adalah titik didih minyak rem tanpa baru atau belum terkontaminasi air.



    Boks

    Penggantian Minyak Rem



    Minyak rem perlu diganti karena dua alasan, demi perawatan dan performa. Perawatan, mengganti minyak rem lama otomatis akan membuang air dan kotoran dari sistem rem. Minyak rem lama harus dibilas sebab air yang diserapnya bisa menyebabkan karat pada kaliper dan piston rem. Maka gantilah minyak rem secara menyeluruh, setidaknya setiap 50.000 km.

    Performa, memakai minyak rem baru tentu membuat sistem rem kembali bekerja optimal sehingga aman untuk pengereman berat. Air atau uap air dapat ditemukan hampir pada semua sistem rem. Uap air memasuki sistem melalui banyak jalan. Umumnya uap air masuk ke minyak rem yang kemasannya terbuka. Perlu diingat minyak rem mampu menyerap uap air dari lingkungan karena kelembaban di wilayah tropis mencapai lebih dari 60 %. Untuk itu kemasan minyak rem sebaik ditutup dengan kuat, atau disil, jika akan disimpan untuk waktu yang lama.



    Gunakan minyak rem dalam kemasan yang lebih kecil untuk penambahan.

    Ketika mengganti atau bleeding minyak rem, segera tutup kembali tabung silinder master rem. Air dapat pula terbentuk dalam saluran dan kaliper akibat kondensasi. Air hasil kondensasi ini menyebabkan sistem rem jadi lebih keras ataupun memungkinkan untuk terjadinya karat.



    Difusi adalah jalan lain uap air memasuki sistem, akibat selang karet yang menggetas menimbulkan pori-pori mikroskopik. Penggunaan selang yang terbuat dari bahan EPDM (Ethlene-Propylene-Diene-Materials) dapat mengurangi difusi. Atau penggunaan selang teflon yang dibungkus anyaman kawat termasuk salah satu cara mengurangi difusi.



    Pada kondisi darurat, pencampuran minyak rem bermerek beda namun berspesifikasi sama, dapat dilakukan. Namun, sebaiknya harus segera diganti karena pada dasarnya kita tidak mengetahui secara spesifik bahan dari masing-masing merek tersebut. Jangan pernah mencampur minyak rem berbahan dasar glikol (DOT3, 4, 5.1) dengan minyak rem berbahan dasar silikon (DOT5) karena tidak akan pernah bisa bercampur. Baca buku pedoman penggunaan kendaraan Anda secara seksama tentang pemakaian/penggantian minyak rem.



    Boks

    Titik didih minimum minyak rem yang disyaratkan



    DOT 3 DOT 4 DOT 5 DOT 5.1



    Dry boiling point 205oC 230oC 260oC 270oC
    Wet boiling point 140oC 155oC 180oC 191oC



    Minyak rem berspesifikasi DOT3, DOT4 dan DOT5.1 berbahan dasar glikol, sedangkan DOT 5 silikon.



    Boks

    BAHAYA DOT5



    Minyak rem berspesifikasi DOT5 berbahan silikon mempunyai titik didih lebih tinggi daripada DOT3-4. Selain itu minyak rem ini tidak hidroskopis. Selain itu silikon tidak mempunyai daya lumas seperti glikol sehingga tidak cocok untuk mobil yang dilengkapi dengan ABS. Distributor/rotor ABS memerlukan pelumasan yang tidak diakomodasi oleh silikon pada DOT5.



    Boks

    Mengandung Air Dan Gram



    Dari hasil penelitian mobilmotor terhadap suatu minyak rem pada sebuah mobil yang sudah digunakan sekitar 100 ribu km, menunjukkan wet boiling point minyak rem tersebut 142OC. Sayangnya, pemilik kendaraan tersebut tak tahu merek minyak rem yang digunakan dan spesifikasinya. Tetapi yang jelas bahan dasarnya adalah glikol. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa dalam setiap 100 ml minyak rem bekas tersebut mengandung 4,4 ml air atau berkisar 4,4 %. Padahal, standar wet boiling point hanya memperkenankan air sebesar 3 % per volume. Hal lain yang mengejutkan adalah terdapat endapan seberat 0,2 gram yang terkandung pada setiap 20 ml. Bisa dibayangkan berapa banyak endapan yang terdapat di saluran pengereman mobil itu.



    Endapan didapat dari hasil pemanasan minyak rem bekas hingga mendidih, agar minyak dan molekul lain mudah dipisahkan. Minyak ‘masak’ kemudian disaring dengan kertas saring ashless. Maka jangan heran jika saat Anda membongkar kaliper rem dan piston, tak jarang endapan dalam bentuk lumpur akan terdapat di sana. Karena perangkat tersebut merupakan bagian yang dekat menerima panas saat rem bekerja. Endapan dan air pada minyak rem yang telah digunakan lama dapat merusak sistem pengereman mobil Anda tentunya. Dampak utamanya terhadap master rem mobil, selain karat yang disebabkan kandungan air, silinder juga akan luka akibat gesekan yang ditimbulkan gram. Jadi untuk mencegah hal itu terjadi sebaiknya ganti minyak rem anda setiap 50.000 km. Pastinya lebih murah ketimbang mengganti master rem, dan aman.



    boks

    VARIASI SUHU KERJA



    mobilmotor juga melakukan penelitian terhadap suhu cakram rem saat beroperasi. Kendaraan yang menjadi obyek terdiri dari berbagai jenis, merek dan kondisi. Mobil-mobil tersebut baru saja berhenti di traffic light di perempatan Gadog, Ciawi dari arah Puncak. Hasilnya, rem cakram mobil-mobil tersebut menunjukkan suhu antara 70o -120o Celcius.







    Boks

    STP Lebih Unggul



    Berdasarkan uji coba yang dilakukan mobimotor, hasil yang diperoleh STP memiliki nilai paling tinggi. Penilaian tersebut diambil dari perhitungan dry dan wet boiling point, harga, dan kemudahan untuk mendapatkan barang tersebut. Meskipun pada hasil test ditunjukkan STP dengan Prestone memiliki jumlah bintang yang sama. Namun, nilai pembobotan lebih tinggi didapat oleh STP, karena harganya lebih murah per ml.



    Boks

    Hasil Uji



    Boks

    Merek : STP

    Spesifikasi : DOT3

    Kemasan : 300 ml

    Harga : Rp 11.000,-

    Dry boiling point : 256 OC

    Wet boiling point : 170 OC

    ****



    Boks

    Merek : Prestone

    Spesifikasi : DOT3

    Kemasan : 300 ml

    Harga : Rp 12.000,-

    Dry boiling point : 252 OC

    Wet boiling point : 174 OC

    ****



    boks

    Merek : Jumbo

    Spesifikasi : DOT3

    Kemasan : 300 ml

    Harga : Rp 9.000,-

    Dry boiling point : 234 OC

    Wet boiling point : 176 OC

    ***1/2



    boks

    Merek : Shell

    Spesifikasi : DOT3

    Kemasan : 300 ml

    Harga : Rp 15.000,-

    Dry boiling point : 252 OC

    Wet boiling point : 154 OC

    **1/2



    boks

    Merek : Toyota

    Spesifikasi : DOT3

    Kemasan : 350 ml

    Harga : Rp 22.000,-

    Dry boiling point : 256 OC

    Wet boiling point : 168 OC

    ***



    boks

    Merek : Caltex

    Spesifikasi : DOT3

    Kemasan : 500 ml

    Harga : Rp 26.000,-

    Dry boiling point : 240 OC

    Wet boiling point : 172 OC

    ***



    boks

    Merek : Seiken

    Spesifikasi : DOT3

    Kemasan : 300 ml

    Harga : Rp 13.500,-

    Dry boiling point : 236 OC

    Wet boiling point : 156 OC

    **



    boks

    Merek : Castrol

    Spesifikasi : DOT3

    Kemasan : 500 ml

    Harga : Rp 29.500,-

    Dry boiling point : 238 OC

    Wet boiling point : 168 OC

    **



    boks

    Merek : Seiken

    Spesifikasi : DOT4

    Kemasan : 300 ml

    Harga : Rp 25.000,-

    Dry boiling point : 268 OC

    Wet boiling point : 176 OC

    ***1/2



    boks

    Merek : Prestone

    Spesifikasi : DOT4

    Kemasan : 300 ml

    Harga : Rp 19.800,-

    Dry boiling point : 262 OC

    Wet boiling point : 162 OC

    ***



    boks

    Merek : Mercedes

    Spesifikasi : DOT4

    Kemasan : 500 ml

    Harga : Rp 65.000,-

    Dry boiling point : 259 OC

    Wet boiling point : 178 OC

    **



    boks

    Merek : Motul

    Spesifikasi : DOT5.1

    Kemasan : 500 ml

    Harga : Rp 65.900,-

    Dry boiling point : 274 OC

    Wet boiling point : 186 OC
  • silahkan ada yang mau tambahin boss.... :top: :top:
  • mas erichad.. kalo poles saya biasa pake enamol polish.. kira2 bagus gak itu?? kalo di daeah saya poles body ma kaca 250.000.. cuma rata-rata memnggunakan enamol polish...

    kira2 cara perawtan body bagusnya dengan merk apa??
  • sampela menulis:
    mas erichad.. kalo poles saya biasa pake enamol polish.. kira2 bagus gak itu?? kalo di daeah saya poles body ma kaca 250.000.. cuma rata-rata memnggunakan enamol polish...

    kira2 cara perawtan body bagusnya dengan merk apa??
    enamol dah bagus boss sampela...

    tapi kalu bisa untuk poles body jangan terlalu sering....
    minimum 6 bulan sekali....untuk memperpanjang umur cat...... :top: :top:
  • erichard menulis:
    sampela menulis:
    mas erichad.. kalo poles saya biasa pake enamol polish.. kira2 bagus gak itu?? kalo di daeah saya poles body ma kaca 250.000.. cuma rata-rata memnggunakan enamol polish...

    kira2 cara perawtan body bagusnya dengan merk apa??
    enamol dah bagus boss sampela...

    tapi kalu bisa untuk poles body jangan terlalu sering....
    minimum 6 bulan sekali....untuk memperpanjang umur cat...... :top: :top:
    thanks bos erichard :top:
  • sampela menulis:
    erichard menulis:
    sampela menulis:
    mas erichad.. kalo poles saya biasa pake enamol polish.. kira2 bagus gak itu?? kalo di daeah saya poles body ma kaca 250.000.. cuma rata-rata memnggunakan enamol polish...

    kira2 cara perawtan body bagusnya dengan merk apa??
    enamol dah bagus boss sampela...

    tapi kalu bisa untuk poles body jangan terlalu sering....
    minimum 6 bulan sekali....untuk memperpanjang umur cat...... :top: :top:
    thanks bos erichard :top:
    semoga bermanfaat bosss sampela :top: :top:
  • Kurangi Rasa Lelah Saat Berkendara

    car_tips95_2.jpg

    Selain keamanan, kenyaman saat berkendara adalah faktor lain yang harus dipikirkan oleh setiap penumpang mobil. Apalagi kalau jarak yang ditempuh cukup jauh dengan kondisi lalu lintas yang padat. Rasa lelah yang muncul terutama pada bagian punggung, leher dan kaki adalah keluhan yang kerap terdengar dari mulut mereka yang habis berkendara dengan mobil. Padahal untuk mengurangi rasa lelah tersebut, ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan, baik itu oleh pengemudi mobil atau penumpang yang lain. Simak berikut ini :
    Gunakan bantal kecil di headrest atau di belakang tulang leher agar rasa lelah pada bagian ini bisa berkurang. Anda bisa mendapatkan bantal ini dengan mudah di pasaran. Jika tidak ada, Anda dapat menyiasatinya menggunakan gulungan handuk yang dilingkarkan pada leher. Hal ini juga berlaku bagi penumpang, apalagi yang hendak tidur. Posisi kepala yang miring atau tertunduk saat tidur tentu akan memberi rasa nyeri yang luar biasa saat terbangun. Karena itu gunakan bantal, handuk atau benda empuk lain yang bisa menyanggah kepala.
    Bagi pengemudi, atur jarak jok dengan kemudi sedekat mungkin dengan tidak melupakan unsur kenyamanan. Posisi ini dapat membuat lutut pengemudi berada sedikit lebih tinggi dari pinggul dan kaki pun tidak menggantung di ujung jok. Kaki yang menggantung dikhawatirkan menghambat aliran darah ke kaki, selain itu posisi ini membuat pengemudi tak perlu menginjakkan kaki terlalu "dalam" saat menginjak rem atau kopling.


    Hendaknya jangan meletakkan dompet di kantung celana bagian belakang saat duduk di dalam mobil karena akan mempercepat atau menambah rasa lelah. Untuk itu letakkan dompet di dalam tas atau di dalam dashboard agar tidak mengundang maksud jahat orang di sekitar.
    Jika memungkinkan, gerakkan bagian badan seperti jemari kaki dan tangan, pinggul dan leher agar peredaran darah bisa kembali lancar. Anda bisa melakukan ini di lampu merah atau ketika terjebak di kemacetan.
    Jika rasa lelah atau nyeri pada leher atau punggung sudah tak tertahankan, menepilah sejenak untuk turun sambil melakukan peregangan paling tidak selama 5 menit. Hal lain yang bisa dilakukan adalah berjalan di sekitar mobil agar darah bisa mengalir lagi dengan lancar ke seluruh bagian tubuh.
    Terakhir, rajin-rajinlah berolahraga agar tubuh tidak cepat mengalami kelelahan saat berkendara. Tak perlu olahraga yang berat, jogging, berjalan kaki atau lompat tali secara teratur dirasa cukup untuk mengatasi hal ini.

    car_tips95_1.jpg

    (source : kompas.com)
  • GMAWI Gelar Workshop Mesin Diesel Bagi Wartawan

    GM DMW yang diikuti Wartawan dari berbagai Media Nasional

    OTOCOID, Bogor - Dalam kurun waktu 15 tahun belakangan ini populasi kendaraan bermesin diesel di dunia menunjukkan pertumbuhan yang besar. Selain karena isu peningkatan harga bahan bakar bensin dan desakan dunia pada kelestarian lingkungan, suksesnya penjualan kendaraan penumpang bermesin diesel dipengaruhi kemajuan pesat pada teknologi mesin diesel.

    Guna memberikan pemahaman tentang berbagai aspek teknis dan non-teknis pada mesin diesel generasi terbaru, sekaligus menyambut kehadiran Family Adventure SUV Chevrolet Captiva Diesel terbaru di Indonesia, PT General Motors AutoWorld Indonesia (GMAWI), Agen Tunggal Pemegang Merek Chevrolet, Rabu (9/4), melangsungkan GM Diesel Media Workshop (GM DMW) di Bogor, Jawa Barat.

    Di workshop ini, unsur manajemen dan teknisi GMAWI yang hadir sebagai pembicara, memaparkan serangkaian fakta penting dari berbagai argumen tentang mesin diesel, berikut perkembangan dan sejarahnya.

    Tak kurang dari itu, untuk mengetahui pemicu peningkatan grafik populasi kendaraan diesel di dunia, dijelaskan pula berbagai alasan yang mendasari ketertarikan konsumen di dunia pada kendaraan bermesin diesel belakangan ini. Bahkan informasi tentang langkah-langkah strategis yang telah dilakukan General Motors (GM) untuk mempercepat pengembangan teknologi kendaraaan diesel terungkap pada kesempatan workshop ini.

    “Kami melihat kuantitas dan kualitas informasi tentang perkembangan teknologi mesin diesel di Indonesia masih sangat minim daripada mesin bensin. Hal ini secara langsung telah mempengaruhi batas pandang konsumen kendaraan penumpang di Tanah Air tentang manfaat dan keunggulan yang diberikan mesin diesel,” ujar Managing Director PT GMAWI Mukiat Sutikno. “GM Diesel Media Workshop merupakan bentuk tanggung-jawab kami pada pemberian informasi kepada publik, khususnya perkembangan teknologi pada mesin diesel Chevrolet,” lanjut Mukiat Soetikno.

    Ditambahkan Mukiat Sutikno, GM DMW yang diikuti Wartawan dari berbagai Media Nasional, bertujuan memberi pemahaman mendalam tentang beragam sisi keunggulan, mekanisme kerja, dan kemudahan operasional dari mesin diesel modern Chevrolet yang telah diproduksi saat ini.

    Melalui kegiatan sehari ini GMAWI berharap para jurnalis dapat meluruskan persepsi konsumen tentang kendaraan bermesin diesel, serta menjelaskan manfaat besar dari kecanggihan mesin diesel Chevrolet Captiva yang kini sudah dapat sesuai dengan infrastruktur setiap negara di dunia, termasuk Indonesia.

    Untuk memudahkan para Wartawan memahami hal teknis berkait kecanggihan mesin diesel Chevrolet Captiva, GM DMW tak hanya mengisi kegiatan workshop dengan pemaparan teori, tapi juga tanya-jawab, serta mempertontonkan praktek-praktek sederhana tentang prinsip kerja mesin diesel modern Chevrolet.

    “Lewat metoda penyampaian bergaya popular, yang tak mengesankan kerumitan sebuah teknologi, para Wartawan menjadi lebih mudah menemukan jawaban, mengapa mesin diesel modern Chevrolet mampu menghasilkan performa yang besar, hemat energi, dan ramah lingkungan,” ungkap Aftersales Director GMAWI, Suwadji Wirjono.

    “Mulai saat ini konsumen di Indonesia bisa membuang segala anggapan miring tentang mesin diesel. Faktanya, mesin diesel Chevrolet yang dipakai Captiva, tidak menghasilkan suara kasar dan getaran tinggi, bisa mengkonsumsi standar kualitas solar dalam negeri yang bebas dari kontaminasi, menghasilkan performa tinggi, rendah emisi CO2, memiliki biaya perawatan yang rendah, serta berdaya tahan lebih tinggi dari rata-rata mesin bensin,” sambung Suwadji.

    Tak luput, Suwadji juga mengemukakan bahwa GMAWI menganjurkan pelanggan Captiva diesel untuk menggunakan bahan bakar PERTADEX dan menganjurkan perawatan berkala sesuai yang dipersyaratkan GMAWI bagi pelanggan yang menggunakan solar biasa yang bebas dari kontaminasi air, lumpur dan minyak tanah.
    HTMIMG2008410_82127.jpg
  • makasih boss chantika :top: :top:
  • Test Pembuktian Roller Skutik
    Apakah Roller Berat Napas Lebih Panjang?
    Roler-Roler_SLM.jpg
    Roller diganti lebih berat dengan spek mesin tetap standar

    Ada perdebatan di kalangan skutiker soal roller. Ukuran lebih berat (dari standarnya), akan menambah panjang nafas mesin di putaran atas. Sebaliknya yang lebih ringan, akselerasi di putaran bawah lebih cepat. Menurut Aldhi dari bengkel D2M di Kalimalang, hal itu sampai saat ini masih jadi polemik.

    Nah biar enggak cuma omdo alis omong doang (cape deeh..), seperti kita bilang minggu lalu, lewat rubrik Go-Fak (gosip & fakta) ini akan kita buktikan. Pastinya, dilakukan pengetesan terhadap roller yang lebih berat dari standarnya.

    Perangkat tes, memakai skutik Honda Vario edisi 2008. Dua ukuran berat roller (13 gram standar pabrik dan 15 gram) yang berbeda dipakai untuk pembuktian. Metode pengujian pakai 3 variabel alat (takometer, vericom dan dyno test). Bobot Mr. Testo yang mengetes 60 kg.

    Takometer
    Roler-Takometer_Octa.jpg
    Pakai roller lebih berat, motor mulai bergerak butuh rpm lebih tinggi

    Dengan merek i-Max Intelligent Digital Tachometer buatan BRT, metode pengetesannya untuk melihat di putaran mesin berapa Vario mulai berjalan. Dengan menggunakan roller standar, pada 3.000 rpm motor mulai bergerak dan saat menggunakan roller 15 gram, Vario baru bergerak saat rpm sudah mencapai 3.500.

    Vericom

    Pakai VC2000 untuk menguji jarak tempuh dari 0-100 meter dan 0-201 meter. Selain itu, juga dilakukan tes pencapaian kecepatan 0-60 km/jam. Nah, pada tes jarak tempuh pertama (0-100 m), dengan pemakaian roller 13 gram waktu tercatat 8,23 detik (13,21 detik pada jarak tempuh 0-201 m).

    Saat memasukkan roller 2 gram lebih berat (dari standarnya), angka tercetak 0,41 detik lebih lambat dibanding pakai roller standar (dengan jarak tempuh yang kedua, beda 0,35 detik).

    Untuk tes pencapaian kecepatan 0-60 km/jam, pakai roller bawaan pabrik waktu bisa tercatat 6,45 detik. Itu selisih 0,43 detik bila yang dipakai roller 15 gram.
    13 gram (std) 15 gram
    0-100 m 8,23 detik 8,64 detik
    0-201 m 13,21 detik 13,56 detik
    0-60 km/jam 6,45 detik 6,83 detik


    Dyno Test
    Alat milik PT BRT, Cibinong. Dengan variabel ini, pengetesan difokuskan pada berapa lama pencapaian torsi dan daya kuda (dk) tertinggi. Tentu dengan memakai roller 15 gram dibanding standarnya yang 13 gram.

    Dari hasil tes, secara grafik tampak bahwa untuk mencapai torsi pada titik tertinggi di 6,37 ft-lbs (pakai roller 15 gram), gas mesti dipelintir sampai mencapai 5.500 rpm. Nah kalau pakainya roller standar, angka torsi tertinggi 5,91 didapat saat putaran mesin mencapai 5.400 rpm.

    Sementara untuk pencapaian dk paling puncak, analisa grafik menunjukkan bahwa saat putaran mesin mencapai 7.450 rpm, dk tercatat 7.40 Ft-lbs. Itu kalau pakai roller yang 15 gram. Bila yang dijejalkan roller 13 gram, analisa grafik tercatat untuk pencapaian dk tertinggi saat putaran mesin ada di angka 7.320 rpm.

    Fakta
    Dari ke-3 variabel alat pengetesan, pemakaian roller berat membuahkan akselerasi lebih lambat, ketimbang adopsi roller standar. Sehingga ini berefek pada ‘nafas mesin’ jadi lebih panjang. Dalam artian, polemik soal roller ini bukan gosip. Tapi fakta adanya. Tapi perlu diperhatikan, hal ini juga menimbulkan vibrasi cukup besar. “Terutama saat putaran mesin bergerak dari bawah ke tengah,” ujar Mr. Testo.

    Penulis : Tim Testo
  • Pembuktian Roller Selang-Seling
    Kombinasi Roller Bikin Vibrasi
    Roller-01_Andhika.jpg

    kontraversi penerapan roller selang-seling antara yang berbobot berat dengan ringan. Malah ada juga yang sebagian roller digerus (dibubut) diamater luarnya biar jadi lebih kecil guna mendapatkan percepatan akselerasi yang mantap di putaran bawah hingga tengah.

    Efek hal itu, menurut sebagian mekanik akan menimbulkan vibrasi saat berakselerasi. Sedang lainnya sangsi hal itu. Nah, ketimbang bingung, yuk kita jajal. Sekalian membuktikan apakah benar penggantian roller kombinasi dari segi akselerasi hasilnya bakal lebih baik dari yang berbobot rata? Tim OTOMOTIFNET.COM

    ROLLER STANDAR

    Praktiknya di Honda Vario 2007 berjarak tempuh sudah 14.000 km. Kondisi motor sudah spec up di beberapa bagian. Misal knalpot diganti merek Password tipe racing harian, lalu CDI pakai BRT I-Max Remote serta pilot jet dinaikkin 1 step, dari 35 jadi 38. Lainnya masih standar termasuk komponen CVT.

    Dengan spek itu, akselerasi yang terukur Mr. Testo (berat 80 kg) pakai Vericom VC2000 untuk jarak 0–201 meter, 14,75 detik. Top speednya 105 km/jam. “Pada akselerasi 0 menuju 10 km/jam, terjadi vibrasi. Di atas itu vibrasi hilang,” ujar Mr. Testo.

    Lalu roller lama diganti baru, tapi tetap standar (Honda Genuine Part). Karena kami berasumsi, bisa jadi vibrasi di putaran bawah disebabkan roller yang jam terbangnya sudah lumayan tinggi. Termasuk belt CVT-nya. Namun saat dites ulang pada kecepatan 0–10 km/jam tetap terjadi vibrasi serupa. Begitu pula dengan kemampuan lari menempuh jarak 0-201. Kecepatan maksimum juga tetap 105 km/jam.

    KOMBINASI 9/11 GRAM

    Roller ditukar kombinasi 9/11 gram pakai produk LHK, Thailand. Oh ya, jumlah jalur roller di Vario totalnya ada 6 buah, yang dikelompokkan jadi 3 bagian. Tiap bagian terdiri dari 2 jalur. Posisi pemasangan 3 buah roller berbobot lebih berat selalu diutamakan di jalur paling depan pada tiap bagian bila dilihat searah putaran puli.

    Sedang 3 lainnya (lebih ringan) ditaruh di jalur sebelahnya. “Karena yang terlontar paling duluan pasti roller yang ada di jalur depan,” bilang Adi Sutisna, bos RC Speed di Rempoa, Jaksel.

    Hasilnya, vibrasi lebih parah dari pemakaian roller standar. Malah getaran mulai start hingga kecepatan 15 km/jam. Namun dari segi akselerasi memang ada peningkatan. “Tarikan di putaran bawah ke tengah lebih enteng,” papar Mr. Testo. Untuk menempuh jarak 0–201 meter lebih cepat 0,1 detik dibanding pakai roller standar, yakni jadi 14,65 detik. Top speed podo ae mentok 105 km/jam.

    RATA 11 GRAM

    Bobot roller pakai yang rata 11 gr. Ternyata dari segi akselerasi, sama dengan penerapan roller kombinasi 11/9 gr. Baik soal respons percepatan di putaran bawah ke tengah, maupun top speed yang mampu dicapai. Malah catatan waktu untuk jarak tempuh 0–201 meter lebih cepat 0,03 detik.

    Efek vibrasi lebih smooth ketimbang pakai roller kombinasi. “Mirip saat pakai roller standar,” komentar Mr. Testo. Begitu pula saat dicoba pakai merek lain, KTC dengan bobot sama. Sebab kualitas produk yang berlainan juga sangat mempengaruhi hasil lo.

    Oh ya, ini sekaligus membuktikan bahwa penggantian roller dengan bobot yang lebih ringan dari standar memang mampu membuat akselerasi di putaran bawah meningkat. Tapi akan lebih baik lagi bila diikuti penyesuaian pada puli skunder.

    KESIMPULAN

    Pemakaian roller kombinasi tak terbukti bikin akselerasi lebih baik dari yang berbobot rata. Sesuai gaya sentrifugal, yang efektif bekerja pada roller kombinasi hanya yang paling berat, karena terlontar lebih dulu dari yang ringan. Artinya, roller berbobot lebih ringan kerjanya cuma ngikut saja.

    Efeknya, karena yang menekan puli primer bagian dalam (kanan) saat awal akselerasi hingga kecepatan menengah hanya 3 buah roller (yang berat), akibatnya bukaan puli primer kanan jadi kurang rata. Makanya vibrasi jadi kian parah. Selain itu lama-lama roller yang berat jadi cepat aus/peyang karena kerjanya lebih berat dari yang ringan.

    Seperti sudah dibuktikan M. Fadli, road racer nasional yang buka bengkel matik di kawasan Cibinong, Jabar pada beberapa skutik kliennya. “Pada permakaian di atas 10.000 km, roller jadi pada peyang. Vibrasi makin parah,” bilang Fadli.

    Hal sama diderita beberapa pengguna Mio. “Delapan bulan lalu saya pakai roller kombinasi standar (10 gr) dengan 7 gr merek KTC. Belum lama ini timbul vibrasi parah sampai bikin bagian di puli skunder rusak berat,” tutur Harry Wiyoto, anggota klub Aviation & Airport Riders Society (Avatars) dari Cengkareng, Jakbar. Anehnya, roller yang peyang justru yang orisinal Mio.

    Tapi ingat, timbulnya getaran atau slip pada CVT bukan cuma karena roller. “Kampas sentrifugal, belt, per serta komponen CVT lain yang kinerjanya sudah melebihi batas servis juga memicu vibrasi,” tukas Yanto, mekanik Brother’s Motor Racing di Condet, Jaktim. Pemakaian roller kombinasi, masih kata Yanto, cuma memperparah getaran yang timbul.
  • aku tau tentang propylene dari yang jual pipa PPR GF murah kalu bahan itu buat bikin pipa, ternyata bisa buat coolant juga.
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Iklan & Promosi Anda


Order ads here. Click me to get price quotation! Monthly & Unlimited click!

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori