Contact Us

Mengubur Ari - Ari

Sebenarnya yang dianjurkan dalam masalah ari-ari adalah menguburnya. Dimana dikuburkan dan bagaimana? Tidak ada ketentuan khusus yang diberikan agama tentang ini.

Dalam tradisi masyarakat kita terkadang kita temukan beberapa kepercayaan tentang masalah penguburan ari-ari, namun hal ini tidak ada sangkut pautnya dengan ajaran agama kita.

Penjelasan Sedikit :
Qurthubi dalam tafsirnya (2/102) menukil pernyataan Tirmidzi dalam kitab "Nawadirul Usul" bahwa Rasulullah s.a.w. mengatakan "Bersihkan kuku kalian, pendamlah potongan kuku kalian, bersihkan sela-sela tangan, bersihkan gusi dan gosoklah gigi, jangan kalian datang kepadaku dengan gigi yang kuning dan bau".

Mengapa kita disuruh memendam/mengubur potongan kuku?

Ini menunjukkan bahwa jasad bani adam mempunyai kemuliaan, meskipun ia telah terpotong atau terlepas, kemuliaan tersebut masih tetap ada, maka selayaknya ia dikubur seperti pada saat bani adam meninggal dunia.

Dalam riwayat Aisyah lain, Rasulullah s.a.w. memerintahkan agar mengubur bekas darah "ihtijam" (pengobatan tradisional dengan mengambil darah kotor dari tubuh) supaya tidak dimangsa anjing.(Bekam?)

Riwayat Aisyah lain mengatakan Rasulullah s.a.w. memerintahkan mengubur tujuh jenis anggota tubuh manusia, yaitu rambut, kuku, darah, bekas darah haid, gigi yang terlepas, potongan khitan dan ari-ari.
Qurthubi tidak memberikan keterangan tentang kekuatan riwayat ini.

Dalam kitab "Ghadaa'ul Albab" karangan Safarini (1/382) disebutkan bahwa binti Bashrah mengatakan "Aku melihat ayahku memotong kuku lalu memendam potongannya, lalu ia berkata 'Aku melihat Rasulullah melakukannya'".

Ahmad bin Hanbal pernah ditanyai tentang rambut dan kuku, apakah menguburnya atau membuangnya?
Ia menjawab "agar menguburnya. Ibnu Umar melakukan demikian".

Mengubur anggota yang terpotong atau terlepas dari tubuh manusia merupakan salah satu cara memuliakan bani Adam.

Ibnu Hajar mengatakan bahwa ini hanya sunnah dan tidak wajib, barangsiapa melakukannya tentu merupakan tindakan terpuji.

Memanfaatkan Ari-ari

Dengan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini, ari-ari bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan medis tertentu.

Bila di sana terdapat manfaat dan maslahah, memanfaatkan ari-ari untuk tujuan tersebut tidak ada salahnya dari tinjauan agama, karena dalam tinjuan syariah mewujudkan manfaat lebih utama dari menyia-nyiakannya.

Fatawa Azhariyah, Mei 1997, Syeh Athiyah Muhammad Shaqr.

Komentar

  • masih bingung nih........

    mohon pencerahan lebih lanjut.............

    soalnya ada yang mengubur ari-ari dan benda-benda tertentu......
    seperti mengubur ari-ari dengan emas... agar anaknya kaya.... dsb

    begitu pula ada yang menunggu sampa 40 hari baru dikubur.......... dsb
  • sutisna menulis:
    masih bingung nih........

    mohon pencerahan lebih lanjut.............

    soalnya ada yang mengubur ari-ari dan benda-benda tertentu......
    seperti mengubur ari-ari dengan emas... agar anaknya kaya.... dsb

    begitu pula ada yang menunggu sampa 40 hari baru dikubur.......... dsb
    big2besar menulis:
    Sebenarnya yang dianjurkan dalam masalah ari-ari adalah menguburnya.

    Dimana dikuburkan dan bagaimana?
    Tidak ada ketentuan khusus yang diberikan agama tentang ini.

    Dalam tradisi masyarakat kita terkadang kita temukan beberapa kepercayaan tentang masalah penguburan ari-ari, namun hal ini tidak ada sangkut pautnya dengan ajaran agama kita.
  • Malah Ari ari anakku tak buang ke laut, biar mantep kan ????
  • uday menulis:
    Malah Ari ari anakku tak buang ke laut, biar mantep kan ????
    :grin: :grin: :grin:

    ari ari itu ibarat kata orang tua dulu adalah teman semasa dalam kandungan nya si anak...
    ketika si anak lahir ke bumi....yah selayaknya teman nya dikuburkan saja.

    kalau kata orang jawa ari ari itu sodara kembarnya si anak lah.
  • brainwashed menulis:
    uday menulis:
    Malah Ari ari anakku tak buang ke laut, biar mantep kan ????
    :grin: :grin: :grin:

    ari ari itu ibarat kata orang tua dulu adalah teman semasa dalam kandungan nya si anak...
    ketika si anak lahir ke bumi....yah selayaknya teman nya dikuburkan saja.

    kalau kata orang jawa ari ari itu sodara kembarnya si anak lah.
    Berarti salah orang tua saya, wong kita ga di ajarin, maklum terlalu pd
  • Ada juga yg bilang kalo ari2 itu dibuang jauh, misalnya dihanyutkan di kali atau dibuang di laut kaya' boss uday itu maka anaknya nanti akan jadi orang yg suka merantau.
    Tapi saya yakin itu hanya mitos krn ari2 saya dikubur di dekat rumah tapi saya udah nyampe mana2 alias perantau juga bosss....
  • caksogel menulis:
    Ada juga yg bilang kalo ari2 itu dibuang jauh, misalnya dihanyutkan di kali atau dibuang di laut kaya' boss uday itu maka anaknya nanti akan jadi orang yg suka merantau.
    Tapi saya yakin itu hanya mitos krn ari2 saya dikubur di dekat rumah tapi saya udah nyampe mana2 alias perantau juga bosss....
    nah loh kang...gimana nih?benar tidaknya kita lihat nanti......... :peace:
  • brainwashed menulis:
    caksogel menulis:
    Ada juga yg bilang kalo ari2 itu dibuang jauh, misalnya dihanyutkan di kali atau dibuang di laut kaya' boss uday itu maka anaknya nanti akan jadi orang yg suka merantau.
    Tapi saya yakin itu hanya mitos krn ari2 saya dikubur di dekat rumah tapi saya udah nyampe mana2 alias perantau juga bosss....
    nah loh kang...gimana nih?benar tidaknya kita lihat nanti......... :peace:
    itu semua hanya tradisi dari lingkungan tempst tinggal bukan dari agama
  • ipunk07 menulis:
    brainwashed menulis:
    caksogel menulis:
    Ada juga yg bilang kalo ari2 itu dibuang jauh, misalnya dihanyutkan di kali atau dibuang di laut kaya' boss uday itu maka anaknya nanti akan jadi orang yg suka merantau.
    Tapi saya yakin itu hanya mitos krn ari2 saya dikubur di dekat rumah tapi saya udah nyampe mana2 alias perantau juga bosss....
    nah loh kang...gimana nih?benar tidaknya kita lihat nanti......... :peace:
    itu semua hanya tradisi dari lingkungan tempst tinggal bukan dari agama
    Betul boss, makanya diatas saya bilang saya yakin itu hanya mitos....
  • Buat boss big2besar dan teman2 yg lain....

    Boss bagaimana hukumnya memotong rambut atau kuku pada saat kita sedang junub ?
    Mumpung lg disinggung tentang memotong kuku dan rambut nich....
    Terima kasih....
  • tp saya berpikiran anak nantinya akan jadi apa...tergantung kita sebagai oarng tua mendidiknya dan memfasilitasi nya......mengubur ari ari...memang hanya tradisi orang sebelum kita.....
  • caksogel menulis:
    Buat boss big2besar dan teman2 yg lain....

    Boss bagaimana hukumnya memotong rambut atau kuku pada saat kita sedang junub ?
    Mumpung lg disinggung tentang memotong kuku dan rambut nich....
    Terima kasih....
    Imam 'Atha' sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari, mengatakan: seorang yang junub diperbolehkan mencukur rambut dan memotong kuku. Hanya saja, menurut Imam al-Ghazali [dalam Ihya' Ulumuddin], seorang yang junub sebaiknya tidak memotong rambut dan kuku, bahkan dimohon untuk tidak mengeluarkan darah.

    Alasannya, karena setiap anggota tubuh akan dikembalikan seperti semula pada hari kiamat nanti. Dikatakan, setiap rambut akan menuntut atas janabatnya. Pendapat Imam Ghazali ini banyak dilansir oleh kitab-kitab Madzhab, dan banyak diajarkan di kalangan penganut Madzhab Syafiiyah di Indonesia.

    http://forumbebas.com/viewtopic.php?id=34251
  • big2besar menulis:
    caksogel menulis:
    Buat boss big2besar dan teman2 yg lain....

    Boss bagaimana hukumnya memotong rambut atau kuku pada saat kita sedang junub ?
    Mumpung lg disinggung tentang memotong kuku dan rambut nich....
    Terima kasih....
    Imam 'Atha' sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari, mengatakan: seorang yang junub diperbolehkan mencukur rambut dan memotong kuku. Hanya saja, menurut Imam al-Ghazali [dalam Ihya' Ulumuddin], seorang yang junub sebaiknya tidak memotong rambut dan kuku, bahkan dimohon untuk tidak mengeluarkan darah.

    Alasannya, karena setiap anggota tubuh akan dikembalikan seperti semula pada hari kiamat nanti. Dikatakan, setiap rambut akan menuntut atas janabatnya. Pendapat Imam Ghazali ini banyak dilansir oleh kitab-kitab Madzhab, dan banyak diajarkan di kalangan penganut Madzhab Syafiiyah di Indonesia.

    http://forumbebas.com/viewtopic.php?id=34251
    yupe sebaiknya. :D
  • big2besar menulis:
    Imam 'Atha' sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari, mengatakan: seorang yang junub diperbolehkan mencukur rambut dan memotong kuku. Hanya saja, menurut Imam al-Ghazali [dalam Ihya' Ulumuddin], seorang yang junub sebaiknya tidak memotong rambut dan kuku, bahkan dimohon untuk tidak mengeluarkan darah.

    Alasannya, karena setiap anggota tubuh akan dikembalikan seperti semula pada hari kiamat nanti. Dikatakan, setiap rambut akan menuntut atas janabatnya. Pendapat Imam Ghazali ini banyak dilansir oleh kitab-kitab Madzhab, dan banyak diajarkan di kalangan penganut Madzhab Syafiiyah di Indonesia.

    http://forumbebas.com/viewtopic.php?id=34251
    Makasih boss atas pencerahannya dan maaf kalo udah pernah di-posting :thanks:
    Semoga Allah SWT membalas amal kebaikan boss.... Amin.....
  • caksogel menulis:
    Ada juga yg bilang kalo ari2 itu dibuang jauh, misalnya dihanyutkan di kali atau dibuang di laut kaya' boss uday itu maka anaknya nanti akan jadi orang yg suka merantau.
    Tapi saya yakin itu hanya mitos krn ari2 saya dikubur di dekat rumah tapi saya udah nyampe mana2 alias perantau juga bosss....
    Mitos memang, contoh saya, ari ari di tanam di rumah kelahiran, malah saya jarang di rumah, setahun kadang 3 tahun sekali baru pulang ke rumah, makanya di sebut AREMA BLAKRAK { Keluyuran }
  • Bank Darah Tali Pusat
    Menyimpan Sel Induk, Hilangkan Penyakit Masa Depan


    Oleh
    Sulung Prasetyo

    JAKARTA – Teknologi sel induk (stem cell) terus dianggap menjadi masa depan teknologi kesehatan. Menyadari hal itu, didirikan Bank Darah Tali Pusat. Guna menyimpan sel induk di masa paling muda untuk kesembuhan penyakit di usia mendatang.
    Kalau tidak bisa dibilang unik, mungkin kata yang tepat untuk teknologi ini adalah mengagumkan. Bagaimana tidak, dengan ilmu tersebut, kini manusia bisa mengembangbiakan sel di dalam tubuh. Bukan hanya itu, teknologi ini mampu membuatnya menjadi sel-sel baru.
    Dengan potensi seperti itu, jelas kalau banyak orang kemudian menganggap bahwa pengetahuan ini merupakan salah satu tonggak teknologi kesehatan masa depan. Secara hipotesa, banyak penyakit yang terjadi karena degenerasi sel akan bisa terbasmi bila kita bisa mengembangkan dan memanfaatkan teknologi ini.
    Lalu sel seperti apa yang paling pantas dipakai, untuk memperbaharui sel lama yang telah rusak? Pertanyaan seperti itu ternyata sudah lama juga muncul di benak para peneliti dalam hal ini.
    Menurut data, ternyata sudah dari tahun 1963 manusia melihat darah dalam tali pusat bayi (ari-ari) memiliki potensi untuk menjawab pertanyaan tersebut. “Darah dalam ari-ari dan tali pusat ternyata mengandung jutaan sel induk pembentuk darah, yang sejenis dengan sel induk di dalam sumsum tulang,” ungkap Sunny Tan Chiok Ling PhD, peneliti dari Cygenics, induk perusahaan Cordlife International Singapore, menjelaskan hal ini.
    Dengan fungsi yang kemudian dianggap sama, banyak peneliti sekarang beralih memakai darah dalam ari-ari bayi untuk penyembuhan berbagai penyakit berat seperti anemia, leukemia, thallasemia, dan lainnya, melalui teknologi stem cell. “Bahkan di masa mendatang, kemampuan teknologi ini dipercaya bisa memperbaiki organ tubuh lain yang rusak karena penuaan,” paparnya.
    Berdasarkan teori-teori tersebut juga, kemudian timbul inisiatif untuk mendirikan Bank Darah Tali Pusat di Indonesia. Akhir minggu lalu, pemerintah secara aklamasi mengumumkan pemberian izin kepada PT Cordlife Indonesia, sebuah perusahaan patungan antara Cordlife International Singapura dan PT Kalbe Farma, untuk melayani keluarga yang ingin menyimpan darah tali pusat bayinya pada saat melahirkan.
    Menurut Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang hadir dalam acara peresmian, didirikannya bank ini merupakan tonggak penting kemajuan teknologi kesehatan di negeri ini. Diharapkan juga akan timbul alih teknologi di dalamnya. Selain juga mampu menaikkan angka harapan hidup di negeri ini.
    Di sisi lain, Ketua Kelompok Kerja Komisi Bioetika Nasional mengenai stem cell, Prof dr MK Tadjuddin saat dikonfirmasi secara terpisah menyatakan bahwa isu penelitian stem cell memang harus ditinjau dari berbagai segi, termasuk di dalamnya secara ilmiah, etika, dan hukum.
    Kemudian bila stem cell digunakan sebagai sistem terapi degerasi, seperti yang dilakukan Cordlife, hal itu bisa diperbolehkan. “Yang tidak diperbolehkan adalah membuat kloning, atau suatu individu hidup yang utuh,” paparnya. n :)

    ada gunanya lho sekarang tinggal pilih dikubur atau disimpan He He He
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori