Contact Us

Pengertian Tawassul

lagi belajar tasawuf ya mbk..?jangan belajar setengah2 ya mbk jangan hanya belajar teori/baca bukunya aja tapi harus total mencari guru thoriqoh/mursid yang benar2 tahu belajar sendiri dengan belajar berguru jauh berbeda sebanding setetes air dengan samudra.:)

Komentar

  • Pemahaman tawassul sebagaimana yang dipahami oleh umat islam selama ini adalah bahwa Tawassul adalah berdoa kepada Allah melalui suatu perantara, baik perantara tersebut berupa amal baik kita ataupun melalui orang sholeh yang kita anggap mempunyai posisi lebih dekat kepada Allah. Jadi tawassul merupakan pintu dan perantara doa untuk menuju Allah SWT.

    • Orang yang bertawassul dalam berdoa kepada Allah menjadikan perantaraan berupa sesuatu yang dicintainya dan dengan berkeyakinan bahwa Allah SWT juga mencintai perantaraan tersebut.

    • Orang yang bertawassul tidak boleh berkeyakinan bahwa perantaranya kepada Allah bisa memberi manfaat dan madlorot kepadanya da. Jika ia berkeyakinan bahwa sesuatu yang dijadikan perantaraan menuju Allah SWT itu bisa memberi manfaat dan madlorot, maka dia telah melakukan perbuatan syirik, karena yang bisa memberi manfaat dan madlorot sesungguhnya hanyalah Allah semata.

    • Tawassul merupakan salah satu cara dalam berdoa. Banyak sekali cara untuk berdo'a agar dikabulkan Allah, seperti berdoa di sepertiga malam terakhir, berdoa di Maqam Multazam, berdoa dengan mendahuluinya dengan bacaan alhamdulillah dan sholawat dan meminta doa kepada orang sholeh. Demikian juga tawassul adalah salah satu usaha agar do'a yang kita panjatkan diterima dan dikabulkan Allah s.w.t. Dengan demikian, tawasul adalah alternatif dalam berdoa dan bukan merupakan keharusan.

    Tawassul dengan amal sholeh kita
    Para ulama sepakat memperbolehkan tawassul terhadap Allah SWT dengan perantaraan perbuatan amal sholeh, sebagaimana orang yang sholat, puasa, membaca al-Qur’an, kemudian mereka bertawassul terhadap amalannya tadi. Seperti hadis yang sangat populer diriwayatkan dalam kitab-kitab sahih yang menceritakan tentang tiga orang yang terperangkap di dalam goa, yang pertama bertawassul kepada Allah SWT atas amal baiknya terhadap kedua orang tuanya, yang kedua bertawassul kepada Allah SWT atas perbuatannya yang selalu menjahui perbuatan tercela walaupun ada kesempatan untuk melakukannya dan yang ketiga bertawassul kepada Allah SWT atas perbuatannya yang mampu menjaga amanat terhadap harta orang lain dan mengembalikannya dengan utuh, maka Allah SWT memberikan jalan keluar bagi mereka bertiga.. (Ibnu Taimiyah mengupas masalah ini secara mendetail dalam kitabnya Qoidah Jalilah Fii Attawasul Wal wasilah hal 160)

    Tawassul dengan orang sholeh
    Adapun yang menjadi perbedaan dikalangan ulama’ adalah bagaimana hukumnya tawassul tidak dengan amalnya sendiri melainkan dengan seseorang yang dianggap sholeh dan mempunyai amrtabat dan derajat tinggi dei depan Allah. sebagaimana ketika seseorang mengatakan : ya Allah aku bertawassul kepada-Mu melalui nabi-Mu Muhammmad atau Abu bakar atau Umar dll.

    Para ulama berbeda pendapat mengenai masalah ini. Pendapat mayoritas ulama mengatakan boleh, namun beberapa ulama mengatakan tidak boleh. Akan tetapi kalau dikaji secara lebih detail dan mendalam, perbedaan tersebut hanyalah sebatas perbedaan lahiriyah bukan perbedaan yang mendasar karena pada dasarnya tawassul kepada dzat (entitas seseorang), pada intinya adalah tawassul pada amal perbuatannnya, sehingga masuk dalam kategori tawassul yang diperbolehkan oleh ulama’.
  • Dalil-Dalil Tentang Tawassul
    Dalam setiap permasalahan apapun suatu pendapat tanpa didukung dengan adanya dalil yang dapat memperkuat pendapatnya, maka pendapat tersebut tidak dapat dijadikan sebagai pegangan. Dan secara otomatis pendapat tersebut tidak mempunyai nilai yang berarti, demikian juga dengan permasalahan ini, maka para ulama yang mengatakan bahwa tawassul diperbolehkan menjelaskan dalil-dalil tentang diperbolehkannya tawassul baik dari nash al-Qur’an maupun hadis, sebagai berikut:

    A. Dalil dari alqur’an.

    1) Allah SWT berfirman dalam surat Almaidah, 35 :
    "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan."

    Suat Al-Isra', 57:
    (57). Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka [857] siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.

    [857] Maksudnya: Nabi Isa a.s., para malaikat dan 'Uzair yang mereka sembah itu menyeru dan mencari jalan mendekatkan diri kepada Allah.

    Lafadl Alwasilah dalam ayat ini adalah umum, yang berarti mencakup tawassul terhadap dzat para nabi dan orang-orang sholeh baik yang masih hidup maupun yang sudah mati, ataupun tawassul terhadap amal perbuatan yang baik.

    2). Wasilah dalam berdoa sebetulnya sudah diperintahkan sejak jaman sebelum Nabi Muhammad SAW. QS 12:97 mengkisahkan saudara-saudara Nabi Yusuf AS yang memohon ampunan kepada Allah SWT melalui perantara ayahandanya yang juga Nabi dan Rasul, yakni N. Ya'qub AS. Dan beliau sebagai Nabi sekaligus ayah ternyata tidak menolak permintaan ini, bahkan menyanggupi untuk memintakan ampunan untuk putera-puteranya (QS 12:98).

    (97). Mereka berkata: "Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)".

    (98). N. Ya'qub berkata: "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

    Di sini nampak jelas bahwa sudah sangat lumrah memohon sesuatu kepada Allah SWT dengan menggunakan perantara orang yang mulia kedudukannya di sisi Allah SWT. Bahkan QS 17:57 dengan jelas mengistilahkan "ayyuhum aqrabu", yakni memilih orang yang lebih dekat (kepada Allah SWT) ketika berwasilah.

    3). Ummat Nabi Musa AS berdoa menginginkan selamat dari adzab Allah SWT dengan meminta bantuan Nabi Musa AS agar berdoa kepada Allah SWT untuk mereka. Bahkan secara eksplisit menyebutkan kedudukan N. Musa AS (sebagai Nabi dan Utusan Allah SWT) sebagai wasilah terkabulnya doa mereka. Hal ini ditegaskan QS 7:134 dengan istilah بِمَا عَهِدَ عِندَكَ Dengan (perantaraan) sesuatu yang diketahui Allah ada pada sisimu (kenabian).

    Demikian pula hal yang dialami oleh Nabi Adam AS, sebagaimana QS 2:37
    "Kemudian Nabi Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."

    Kalimat yang dimaksud di atas, sebagaimana diterangkan oleh ahli tafsir berdasarkan sejumlah hadits adalah tawassul kepada Nabi Muhammad SAW, yang sekalipun belum lahir namun sudah dikenalkan namanya oleh Allah SWT, sebagai nabi akhir zaman.

    4). Bertawassul ini juga diajarkan oleh Allah SWT di QS 4:64 bahkan dengan janji taubat mereka pasti akan diterima. Syaratnya, yakni mereka harus datang ke hadapan Rasulullah dan memohon ampun kepada Allah SWT di hadapan Rasulullah SAW yang juga mendoakannya.

    "Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."
  • B. Dalil dari Hadis.
    a. Tawassul kepada nabi Muhammad SAW sebelum lahir

    Sebagaimana nabi Adam AS pernah melakukan tawassul kepada nabi Muhammad SAW. Imam Hakim Annisabur meriwayatkan dari Umar berkata, bahwa Nabi bersabda :

    "Rasulullah s.a.w. bersabda:"Ketika Adam melakukan kesalahan, lalu ia berkata Ya Tuhanku, sesungguhnya aku memintaMu melalui Muhammad agar Kau ampuni diriku". Lalu Allah berfirman:"Wahai Adam, darimana engkau tahu Muhammad padahal belum aku jadikan?" Adam menjawab:"Ya Tuhanku ketika Engkau ciptakan diriku dengan tanganMu dan Engkau hembuskan ke dalamku sebagian dari ruhMu, maka aku angkat kepalaku dan aku melihat di atas tiang-tiang Arash tertulis "Laailaaha illallaah muhamadun rasulullah" maka aku mengerti bahwa Engkau tidak akan mencantumkan sesuatu kepada namaMu kecuali nama mahluk yang paling Engkau cintai". Allah menjawab:"Benar Adam, sesungguhnya ia adalah mahluk yang paling Aku cintai, bredoalah dengan melaluinya maka Aku telah mengampunimu, dan andaikan tidak ada Muhammad maka tidaklah Aku menciptakanmu"

    Imam Hakim berkata bahwa hadis ini adalah shohih dari segi sanadnya. Demikian juga Imam Baihaqi dalam kitabnya Dalail Annubuwwah, Imam Qostholany dalam kitabnya Almawahib 2/392 , Imam Zarqoni dalam kitabnya Syarkhu Almawahib Laduniyyah 1/62, Imam Subuki dalam kitabnya Shifa’ Assaqom dan Imam Suyuti dalam kitabnya Khosois Annubuwah, mereka semua mengatakan bahwa hadis ini adalah shohih.

    Dan dalam riwayat lain, Imam Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas dengan redaksi :

    Beliau mengatakan bahwa hadis ini adalah shohih segi sanad, demikian juga Syekh Islam Albulqini dalam fatawanya mengatakan bahwa ini adalah shohih, dan Syekh Ibnu Jauzi memaparkan dalam permulaan kitabnya Alwafa’ , dan dinukil oleh Ibnu Kastir dalam kitabnya Bidayah Wannihayah 1/180.

    Walaupun dalam menghukumi hadis ini tidak ada kesamaan dalam pandangan ulama’, hal ini disebabkan perbedaan mereka dalam jarkh wattta’dil (penilaian kuat dan tidak) terhadap seorang rowi, akan tetapi dapat diambil kesimpulan bahwa tawassul terhadap Nabi Muhammad SAW adalah boleh.

    b. Tawassul kepada nabi Muhammad SAW dalam masa hidupnya.

    Diriwatyatkan oleh Imam Hakim :
    Dari Utsman bin Hunaif: "Suatu hari seorang yang lemah dan buta datang kepada Rasulullah s.a.w. berkata: "Wahai Rasulullah, aku tidak mempunyai orang yang menuntunku dan aku merasa berat" Rasulullah berkata"Ambillah air wudlu, lalu beliau berwudlu dan sholat dua rakaat, dan berkata:"bacalah doa (artinya)" Ya Allah sesungguhnya aku memintaMu dan menghadap kepadaMu melalui nabiMu yang penuh kasih sayang, wahai Muhammad sesungguhnya aku menghadap kepadamu dan minta tuhanmu melaluimu agar dibukakan mataku, Ya Allah berilah ia syafaat untukku dan berilah aku syafaat". Utsman berkata:"Demi Allah kami belum lagi bubar dan belum juga lama pembicaraan kami, orang itu telah datang kembali dengan segar bugar". (Hadist riwayat Hakim di Mustadrak)

    Beliau mengatakan bahwa hadis ini adalah shohih dari segi sanad walaupun Imam Bukhori dan Imam Muslim tidak meriwayatkan dalam kitabnya. Imam Dzahabi mengatakatan bahwa hadis ini adalah shohih, demikian juga Imam Turmudzi dalam kitab Sunannya bab Daa’wat mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan shohih ghorib. Dan Imam Mundziri dalam kitabnya Targhib Wat-Tarhib 1/438, mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Imam Nasai, Ibnu Majah dan Imam Khuzaimah dalam kitab shohihnya.

    c. Tawassul kepada nabi Muhammad SAW setelah meninggal.

    Diriwayatkan oleh Imam Addarimi :
    Dari Aus bin Abdullah: "Sautu hari kota Madina mengalami kemarau panjang, lalu datanglah penduduk Madina ke Aisyah (janda Rasulullah s.a.w.) mengadu tentang kesulitan tersebut, lalu Aisyah berkata: "Lihatlah kubur Nabi Muhammad s.a.w. lalu bukalah sehingga tidak ada lagi atap yang menutupinya dan langit terlihat langsung", maka merekapun melakukan itu kemudian turunlah hujan lebat sehingga rumput-rumput tumbuh dan onta pun gemuk, maka disebutlah itu tahun gemuk" (Riwayat Imam Darimi)

    Diriwayatkan oleh Imam Bukhori :
    Riwayat Bukhari: dari Anas bin malik bahwa Umar bin Khattab ketika menghadapi kemarau panjang, mereka meminta hujan melalui Abbas bin Abdul Muttalib, lalu Abbas berkata:"Ya Tuhanku sesungguhkan kami bertawassul (berperantara) kepadamu melalui nabi kami maka turunkanlah hujan dan kami bertawassul dengan paman nabi kami maka turunkanlau hujan kepada, lalu turunlah hujan.

    d. Nabi Muhammad SAW melakukan tawassul .
    Dari Abi Said al-Khudri: Rasulullah s.a.w. bersabda:"Barangsiapa keluar dari rumahnya untuk melaksanakan sholat, lalu ia berdoa: (artinya) Ya Allah sesungguhnya aku memintamu melalui orang-orang yang memintamu dan melalui langkahku ini, bahwa aku tidak keluar untuk kejelekan, untuk kekerasan, untuk riya dan sombong, aku keluar karena takut murkaMu dan karena mencari ridlaMu, maka aku memintaMu agar Kau selamatkan dari neraka, agar Kau ampuni dosaku sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali diriMu", maka Allah akan menerimanya dan seribu malaikat memintakan ampunan untuknya". (Riwayat Ibnu Majad dll.).

    Imam Mundziri mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dengan sanad yang ma'qool, akan tetap Alhafidz Abu Hasan mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan.( Targhib Wattarhib 2/ 119).

    Alhafidz Ibnu Hajar mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan dan diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Khuzaimah, Abu Na’im dan Ibnu Sunni.(Nataaij Alafkar 1/272).

    Imam Al I’roqi dalam mentakhrij hadis ini dikitab Ikhya’ Ulumiddin mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan, (1/323).

    Imam Bushoiri mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah dan hadis ini shohih, (Mishbah Alzujajah 1/98).

    Pandangan Para Ulama’ Tentang Tawassul
    Untuk mengetahui sejauh mana pembahasan tawassul telah dikaji para ulama, ada baiknya kita tengok pendapat para ulama terdahulu. Kadang sebagian orang masih kurang puas, jika hanya menghadirkan dalil-dalil tanpa disertai oleh pendapat ulama’, walaupun sebetulnya dengan dalil saja tanpa harus menyartakan pendapat ulama’ sudah bisa dijadikan landasan bagi orang meyakininya. Namun untuk lebih memperkuat pendapat tersebut, maka tidak ada salahnya jika disini dipaparkan pandangan ulama’ mengenai hal tersebut.

    Pandangan Ulama Madzhab
    Pada suatu hari ketika kholifah Abbasiah Al-Mansur datang ke Madinah dan bertemu dengan Imam Malik, maka beliau bertanya:"Kalau aku berziarah ke kubur nabi, apakah menghadap kubur atau qiblat? Imam Malik menjawab:"Bagaimana engkau palingkan wajahmu dari (Rasulullah) padahal ia perantaramu dan perantara bapakmu Adam kepada Allah, sebaiknya menghadaplah kepadanya dan mintalah syafaat maka Allah akan memberimu syafaat". (Al-Syifa' karangan Qadli 'Iyad al-Maliki jus: 2 hal: 32).

    Demikian juga ketika Imam Ahmad Bin Hambal bertawassul kepada Imam Syafi’i dalam doanya, maka anaknya yang bernama Abdullah heran seraya bertanya kepada bapaknya, maka Imam Ahmad menjawab :"Syafii ibarat matahagi bagi manusia dan ibarat sehat bagi badan kita"

    Demikian juga perkataan imam syafi’i dalam salah satu syairnya:

    "Keluarga nabi adalah familiku, Mereka perantaraku kepadanya (Muhammad), aku berharap melalui mereka, agar aku menerima buku perhitunganku di hari kiamat nanti dengan tangan kananku"

    Pandangan Imam Taqyuddin Assubuky :

    Beliau memperbolehkan dan mengatakan bahwa tawassul dan isti’anah adalah sesuatu yang baik dan dipraktekkan oleh para nabi dan rosul, salafussholeh, para ulama,’ serta kalangan umum umat islam dan tidak ada yang mengingkari perbuatan tersebut sampai datang seorang ulama’ yang mengatakan bahwa tawassul adalah sesuatu yang bid’ah. (Syifa’ Assaqom hal 160)


    Pandangan Ibnu Taimiyah

    Syekh Ibnu Taimiyah dalam sebagian kitabnya memperbolehkan tawassul kepada nabi Muhammad SAW tanpa membedakan apakah Beliau masih hidup atau sudah meninggal. Beliau berkata : “Dengan demikian, diperbolehkan tawassul kepada nabi Muhammad SAW dalam doa, sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi :

    Rasulullah s.a.w. mengajari seseorang berdoa: (artinya)"Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepadaMu dan bertwassul kepadamu melalui nabiMu Muhammad yang penuh kasih, wahai Muhammad sesungguhnya aku bertawassul denganmu kepada Allah agar dimudahkan kebutuhanku maka berilah aku sya'faat". Tawassul seperti ini adalah bagus (fatawa Ibnu Taimiyah jilid 3 halaman 276)

    Pandangan Imam Syaukani

    Beliau mengatakan bahwa tawassul kepada nabi Muhammad SAW ataupun kepada yang lain ( orang sholeh), baik pada masa hidupnya maupun setelah meninggal adalah merupakan ijma’ para shohabat.

    Pandangan Muhammad Bin Abdul Wahab.

    Beliau melihat bahwa tawassul adalah sesuatu yang makruh menurut jumhur ulama’ dan tidak sampai menuju pada tingkatan haram ataupun bidah bahkan musyrik. Dalam surat yang dikirimkan oleh Syekh Abdul Wahab kepada warga qushim bahwa beliau menghukumi kafir terhadap orang yang bertawassul kepada orang-orang sholeh., dan menghukumi kafir terhadap AlBushoiri atas perkataannya YA AKROMAL KHOLQI dan membakar dalailul khoirot. Maka beliau membantah : “ Maha suci Engkau, ini adalah kebohongan besar. Dan ini diperkuat dengan surat beliau yang dikirimkan kepada warga majma’ah ( surat pertama dan kelima belas dari kumpulan surat-surat syekh Abdul Wahab hal 12 dan 64, atau kumpulan fatwa syekh Abdul Wahab yang diterbitkan oleh Universitas Muhammad Bin Suud Riyad bagian ketiga hal 68)
  • Dalil-dalil yang melarang tawassul

    Dalil yang dijadikan landasan oleh pendapat yang melarang tawassul adalah sebagai berikut:

    1. Surat Zumar, 2:
    Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.

    Orang yang bertwassul kepada orang sholih maupun kepada para kekasih Allah, dianggap sama dengan sikap orang kafir ketika menyembah berhala yang dianggapnya sebuah perantara kepada Allah.

    Namun kalau dicermati, terdapat perbedaan antara tawassul dan ritual orang kafir seperti disebutkan dalam ayat tersebut: tawassul semata dalam berdoa dan tidak ada unsur menyembah kepada yang dijadikan tawassul , sedangkan orang kafir telah menyembah perantara; tawassul juga dengan sesuatu yang dicintai Allah sedangkan orang kafir bertwassul dengan berhala yang sangat dibenci Allah.

    2. Surah al-Baqarah, 186:
    Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

    Allah Maha dekat dan mengabulkan doa orang yang berdoa kepadaNya. Jika Allah maha dekat, mengapa perlu tawassul dan mengapa memerlukan sekat antara kita dan Allah.
    Namun dalil-dalil di atas menujukkan bahwa meskipun Allah maha dekat, berdoa melalui tawassul dan perantara adalah salah satu cara untuk berdoa. Banyak jalan untuk menuju Allah dan banyak cara untuk berdoa, salah satunya adalah melalui tawassul.

    3. Surat Jin, ayat 18:
    Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.
    Kita dilarang ketika menyembah dan berdoa kepada Allah sambil menyekutukan dan mendampingkan siapapun selain Allah.
    Seperti ayat pertama, ayat ini dalam konteks menyembah Allah dan meminta sesuatu kepada selain Allah. Sedangkan tawassul adalah meminta kepada Allah, hanya saja melalui perantara.

    Kesimpulan
    Tawassul dengan perbuatan dan amal sholeh kita yang baik diperbolehkan menurut kesepakatan ulama’.

    Demikian juga tawassul kepada Rasulullah s.a.w. juga diperboleh sesuai dalil-dalil di atas. Tidak diragukan lagi bahwa nabi Muhammad SAW mempunyai kedudukan yang mulia disisi Allah SWT, maka tidak ada salahnya jika kita bertawassul terhadap kekasih Allah SWT yang paling dicintai, dan begitu juga dengan orang-orang yang sholeh.

    Selama ini para ulama yang memperbolehkan tawassul dan melakukannya tidak ada yang berkeyakinan sedikitpun bahwa mereka (yang dijadikan sebagai perantara) adalah yang yang mengabulkan permintaan ataupun yang memberi madlorot.

    Mereka berkeyakinan bahwa hanya Allah lah yang berhak memberi dan menolak doa hambaNya. Lagi pula berdasarkan hadis-hadis yang telah dipaparkan diatas menunjukakn bahwa perbuatan tersebut bukan merupakan suatu yang baru dikalangan umat islam dan sudah dilakukan para ulama terdahulu. Jadi jikalau ada umat islam yang melakukan tawassul sebaiknya kita hormati mereka karena mereka tentu mempunyai dalil dan landasan yang cukup kuat dari Quran dan hadist.

    Tawassul adalah masalah khilafiyah di antara para ulama Islam, ada yang memperbolehkan dan ada yang melarangnya, ada yang menganggapnya sunnah dan ada juga yang menganggapnya makruh.

    Kita umat Islam harus saling menghormati dalam masalah khilafiyah dan jangan sampai saling bermusuhan. Dalam menyikapi masalah tawassul kita juga jangan mudah terjebak oleh isu bid'ah yang telah mencabik-cabik persatuan dan ukhuwah kita.

    Kita jangan dengan mudah menuduh umat Islam yang bertawassul telah melakukan bid'ah dan sesat, apalagi sampai menganggap mereka menyekutukan Allah, karena mereka mempunyai landasan dan dalil yang kuat. Tidak hanya dalam masalah tawassul, sebelum kita mengangkat isu bid'ah pada permasalahan yang sifatnya khilafiyah, sebaiknya kita membaca dan meneliti secara baik dan komprehensif masalah tersebut sehingga kita tidak mudah terjebak oleh hembusan teologi permusuhan yang sekarang sedang gencar mengancam umat Islam secara umum.

    Memang masih banyak kesalahan yang dilakukan oleh orang muslim awam dalam melakukan tawassul, seperti menganggap yang dijadikan tawassul mempunyai kekuatan, atau bahkan meminta-minta kepada orang yang dijadikan perantara tawassul, bertawassul dengan orang yang bukan sholeh tapi tokoh-tokoh masyarakat yang telah meninggal dunia dan belum tentu beragama Islam, atau bertawassul dengan kuburan orang-orang terdahulu, meminta-minta ke makam wali-wali Allah, bukan bertawassul kepada para para ulama dan kekasih Allah. Itu semua tantangan dakwah kita semua untuk kita luruskan sesuai dengan konsep tawassul yang dijelaskan dalil-dalil di atas.
    Wallahu a'lam bissowab

    Penyusun:
    Ustadz Agus Zainal Arifin, Hiroshima
    Ustadz Muhammad Niam, Islamabad
    Ustadz Ulin Niam Masruri, Islamabad
  • setau gue tawasul cuma kiriim al fatihah ke smua .. wali wali allah
    untuk dirinya dan keluarga nya.............













    saya cuma malaikat biasa...............numpang liwat ajahhhh
  • Alquran hanya diperuntukkan untuk orang orang yg masih sehat akalnya....masih ada nyawanya...tidak berguna untuk orang yg sudah almarhum. :top:

    tapi terlepas dari itu saya menghormati apabila diundang hajatan.
  • brainwashed menulis:
    Alquran hanya diperuntukkan untuk orang orang yg masih sehat akalnya....masih ada nyawanya...tidak berguna untuk orang yg sudah almarhum. :top:

    tapi terlepas dari itu saya menghormati apabila diundang hajatan.
    tidak begitu akhi...
    org yg sudah wafat masih bisa mendapatkan pahala qur'an juga bila kita hadiahkan buat mereka...

    mengenai tawassul tidak ada larangan dalam syari'ah karena hal ini pernah juga dilakukan rasul saw.
    bagi yang mau bertawassul silahkan, bagi yang tidak ya monggo sepanjang tidak slg membid'ahkan sesama muslim krn merasa paling benar sendiri. inilah akhlaknya para pengikut rasulullah saw (ahlusunnah wal jama'ah)
  • udah lupa kalo thread khusus tawassul tuh ada... :D
  • maaf kang ito...Tawasul adalah perbuatan g pede dan sangat dekat dengan kesesatan....:)
  • Sucks Dicks menulis:
    maaf kang ito...Tawasul adalah perbuatan g pede dan sangat dekat dengan kesesatan....:)

    kalo gitu Allah gak PD dong karena Allah memerintahkan kita untuk berdoa dengan perantara? liat al-maidah:35 .... :cool:
    lalu, rasulullah saw. gak pede juga dong krn minta didoa'in terus lewat shalawat pd beliau?
    bagaimana dgn sayyidina umar bin khatab ra. yang bertawassul dgn kemuliaannya abbas bin abdul muthalib ra. yg meminta hujan turun? (shahih bukhari no. 904 dan no. 3507)


    apakah hal ini masih gak ada tuntunannya dalam islam? :cool:


    itu dulu deh sementara tanggapannya...
  • maaf kang....
    [5.35] Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.

    coba pahami apakah ayat di-atas memerintahkan kita berdoa dengan perantara ? seperti-nya tidak kang...ayat diatas memerintahkan kita sendiri untuk dekat kepada Allah, bukan mendekatkan diri kita keorang lain,

    coba liat mukadimah Al-Qur'an dibawah.
    [1.5] Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

    Secara hakekat jelas kita hanya diperbolehkan memohon pertolongan hanya kepada Allah.

    [6.41] (Tidak), tetapi hanya Dialah yang kamu seru, maka Dia menghilangkan bahaya yang karenanya kamu berdoa kepada-Nya, jika Dia menghendaki, dan kamu tinggalkan sembahan-sembahan yang kamu sekutukan (dengan Allah).

    [10.12] Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.

    [13.16] Katakanlah: "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya: "Allah." Katakanlah: "Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudaratan bagi diri mereka sendiri?". Katakanlah: "Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?" Katakanlah: "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa".

    [19.48] Dan aku akan menjauhkan diri dari padamu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku".
    [39.8] Dan apabila manusia itu ditimpa kemudaratan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudaratan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: "Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka".

    maaf kang...g ada satupun di dalam Al-quran yang jelas-jelas Allah memerintahkan kita untuk bertawasul "kecuali dengan orangtua yang melahirkan kita dan rasul-rasul Allah itupun ketika mereka hidup"...jelas di situ kang...

    jadi seandainya ada hadis yang bercerita tentang tawasul selain yang saya ucapkan diatas, hadis tersebut adalah hadis yang tidak sahih (siapapun pembawanya) karena tidak didukung oleh Al qur'an malah bertentangan dengan Al-Quran

    [19.48] Dan aku akan menjauhkan diri dari padamu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku".
    [6.41] (Tidak), tetapi hanya Dialah yang kamu seru, maka Dia menghilangkan bahaya yang karenanya kamu berdoa kepada-Nya, jika Dia menghendaki, dan kamu tinggalkan sembahan-sembahan yang kamu sekutukan (dengan Allah).

    dari awal saya tidak menyebutkan Tawasul itu salah atau benar hanya saja Tawasul "sangat dekat" dengan kesesatan.
    sekali lagi maaf dari ikhwan muslimin kalau ada tulisan saya yang tidak berkenan :)
  • mas dick,

    pahami apa makna wasilah krn tawassul akar katanya dari wasilah tsb...


    saya kasi contoh tawassul pada benda spt do'a rasulullah saw. dlm shahihain berikut:

    Dengan Nama Allah atas tanah bumi kami, demi air liur sebagian dari kami, sembuhlah yg sakit pada kami, dgn izin tuhan kami” (shahih Bukhari hadits no.5413, dan Shahih Muslim hadits no.2194)

    “Wahai Allah Tuhan Pemilik Dakwah yg sempurna ini, dan shalat yg dijalankan ini, berilah Muhammad (saw) hak menjadi perantara dan limpahkan anugerah, dan bangkitkan untuknya Kedudukan yg terpuji sebagaimana yg telah kau janjikan padanya”. Maka halal baginya syafaatku” (Shahih Bukhari hadits no.589 dan hadits no.4442)
    do'a selepas adzan ini salah satu contoh kita bertawassul pada rasulullah saw. yang notabene sdh wafat.
    malahan rasul memerintahkan kita utk bertawassul bukan malah melarangnya

    atau

    kita juga bisa berwasilah pada amal saleh kita sebagaimana riwayat shahih bukhari 3 org pemuda yg terjebak dlm gua dan kemudian bertawassul pada amal saleh mereka masing2...


    saudaraku dick, dalam hal tawassul jangan alergi atau menganggap bid'ah. sekali lagi kita bukan meminta pada orang yang sudah mati krn kita juga tahu hal itu adalah musyrik bukan dekat lagi pada kesesatan, tapi kita bertawassul lebih pada memudahkan kita untuk sampai pada Allah. seperti kmrn saya bilang menafikan kekuasaan Allah itulah yang kufur. seharusnya bisa dipahami dari bahasa tsb.

    tidak ada salahnya kita bertawassul pada para imam madzhab, muhaddits, atau para shalihin yang akan keberkahan mereka atas ilmu yang diajarkan akan membuat Allah membuka pintu rezeki dan angkat segala kesusahan yg kita hadapi. wallahu a'lam. kita bukan meminta pada mereka tapi Allah lewat perantaraan mereka. disinilah kuncinya sdrku dick, bukan maksud menggurui (saya pun masih ngutip penjelasan hb.munzir dlm hal ini) tapi kita sama2 berbenah dan introspeksi aja biar tdk sembarangan mencap org sesat sebelum tahu apa yang diperbuat org tsb.



    sekali lagi menafikan kekuasaan Allah itulah yang jelas musyrik... :peace:
  • Sucks Dicks menulis:
    jadi seandainya ada hadis yang bercerita tentang tawasul selain yang saya ucapkan diatas, hadis tersebut adalah hadis yang tidak sahih (siapapun pembawanya) karena tidak didukung oleh Al qur'an malah bertentangan dengan Al-Quran
    mas dick, jangan terlalu pede gini gak baik loh...

    tidak ada satupun hadits yang bertentangan dengan alqur'an krn setiap ucapan rasul saw. itu adalah wahyu... :cool:
    kalo mas dick bisa melecehkan sebuah hadits hanya karena merasa lebih hebat dari para ahli hadits sekaliber imam bukhari atau imam muslim artinya ilmu mas dick lebih tinggi dari mereka yah? itu yang bisa saya pahami dari ucapan diatas...

    kalo demikian saya ingin dengar hadits riwayat suck dicks mengenai tawassul... :cool:


    atau juga bisa jadi mas dick kurang paham dengan ayat yang dikutip diatas dan seolah2 berbenturan dengan shahihain...
    kalo demikian bisa saya pahami, krn kita gak luput dari khilaf dan manusia tempatnya salah.
    mudah2an kita bisa sama2 belajar disini...

    wallahu a'lam
  • Sucky n ito bener.... Hanya saja tawassul bisa mendekati kekufuran. Contoh: dengan perantara keris .ato batu atas ijin Allah, saya sembuh.

    Jadi bertawassul kpd Nabi Muhammad saw hanya saat beliau masih hidup, stlh wafat sahabat tdk mendatangi kuburnya tapi Umar.ra mendatangi Abbas.ra. Artinya bertawasul hanya kpd orang hidup yg takwa dgn sebenarnya takwa.

    Jaman sekarang untuk bertawassu cukup datangi ortu minta dido'akan.

    :cool:
  • assalaamualaikum... duh hari gini ngedebatin tawasul lg... tuh liat rongrongan bt ummat lbh brbahaya dari pada mempersoalin tawasul...
    2 pihak ad dalilnya masing2 ini koq... g usah khawatir... cuma jgn saling ngejek..
    rosulullah SAW dalam haditsnya yang trknal : "ikhtilafu ummatii rohmatun" perbedaan pendapat (intern) ummatku adalah rohmat...
    terus nambahin, yg paling sdih bt saya kalau mau ngemukakan ayat2 alquran lihat dl donk Asbabun nuzulul ayat nya (sebab2 diturunkan ayat tsb), trus ruju'nya (tujuannya) k mana..,
    trus kalau ttg hadits lihat asbabul wirid nya... (sbb2 di sabdakan nya..)

    sory bro... cuma lewat...
    assalamu'alaikum...
  • Bukan meributkan, hanya mencoba meluruskan aqidah, demi tegaknya syariat.

    :cool:
  • ya.. jd dtg lagi k sini lg.. assalamu'alaikum..
    Terserah apa makosid nya... yang trpnting kita brsatu,
    kalau urusan 'ubudiyyah' Mari kita sama-sama bekerja...
    yang tawassul n anti tawassul sama2 ummat muslim....
    asal tdk lepas dari koridor keimanan dan keislaman...
    jelasnya : Laailaha illallah.. Muhammadurrosuulullah..
    dan tandanya BERGETAR HATINYA..

    wassalam...
  • d2kxcc menulis:
    ya.. jd dtg lagi k sini lg.. assalamu'alaikum..
    Terserah apa makosid nya... yang trpnting kita brsatu,
    kalau urusan 'ubudiyyah' Mari kita sama-sama bekerja...
    yang tawassul n anti tawassul sama2 ummat muslim....
    asal tdk lepas dari koridor keimanan dan keislaman...
    jelasnya : Laailaha illallah.. Muhammadurrosuulullah..
    dan tandanya BERGETAR HATINYA..

    wassalam...

    hehe... jangan sungkan2 berbagi ilmunya disini mas walaupun terkadang akan berbenturan dengan pemahaman kita. :cool:
  • bukannya sungkan kang.. cuma saya lihat ummat lg goncang.. kmarin jg ad seorg muallaf jd kbingungan melihat tingkah kita.. jd saya berprinsip lbh trhdp persatuannya dari pada mngemukakan dalil dan pendapatnya.. ikhtilaf biarlah ikhtilaf, muhkamat tetep hrs jadi muhkamat.. pun bgt pula mutasyabihat hrs tetap mutasyabihat..
    kalau tdk salah tentang ikhtilaf sebagian ulama mengatakan dg pribahasa 'zawir ka shul shol' ; seperti telur dg ayam (telur dulu atau ayam dulu?) . jd gak bkln beres2.
    terus menjaga persatuan wajib hkm nya khan kang..?!
    trima ksh ya.. atas sambutannya..
  • cinta_cantik menulis:
    Sucky n ito bener.... Hanya saja tawassul bisa mendekati kekufuran. Contoh: dengan perantara keris .ato batu atas ijin Allah, saya sembuh.

    Jadi bertawassul kpd Nabi Muhammad saw hanya saat beliau masih hidup, stlh wafat sahabat tdk mendatangi kuburnya tapi Umar.ra mendatangi Abbas.ra. Artinya bertawasul hanya kpd orang hidup yg takwa dgn sebenarnya takwa.

    Jaman sekarang untuk bertawassu cukup datangi ortu minta dido'akan.

    :cool:


    [size=small]
    SAYA LEBIH CENDERUNG PADA JAWABAN DI ATAS................
    KARENA TAWASUL RENTAN TERHADAP KEKUFURAN BAGI YANG KURANG BERILMU
    HAL INI DAPAT KITA LIAT PADA BANYAKNYA ORANG YANG DATANG KE KUBUR KERAMAT
    MINTA INI ITU, DENGAN SESAJEN DAN LELAKU... :CRY:

    SAYA ASA ANALOGI KASUS INI SAMA DENGAN BERSENTUHAN WANITA DENGAN LAKI-LAKI DALAM BERWUDHU
    SEBENARNYA TIDAK MEMBATALKAN, TAPI BERDOSA < NON MUHRIM >
    TAPI DEMI KEHATI-HATIAN TIMBULNYA SYAHWAT, MAKA SEBAGIAN ULAMA MEMFATWAKAN TENTANG BATALNYA WUDHU JIKA TERSENTUH BEDA JENIS KELAMIN :D

    SEKALI LAGI LEBIH BAIK MENGHINDARI YANG MERAGUKAN

    WASKUM SAUDARA
    [/size]
  • cinta_cantik menulis:
    Sucky n ito bener.... Hanya saja tawassul bisa mendekati kekufuran. Contoh: dengan perantara keris .ato batu atas ijin Allah, saya sembuh.

    Jadi bertawassul kpd Nabi Muhammad saw hanya saat beliau masih hidup, stlh wafat sahabat tdk mendatangi kuburnya tapi Umar.ra mendatangi Abbas.ra. Artinya bertawasul hanya kpd orang hidup yg takwa dgn sebenarnya takwa.

    Jaman sekarang untuk bertawassu cukup datangi ortu minta dido'akan.

    :cool:


    [size=small]
    SAYA LEBIH CENDERUNG PADA JAWABAN DI ATAS................
    KARENA TAWASUL RENTAN TERHADAP KEKUFURAN BAGI YANG KURANG BERILMU
    HAL INI DAPAT KITA LIAT PADA BANYAKNYA ORANG YANG DATANG KE KUBUR KERAMAT
    MINTA INI ITU, DENGAN SESAJEN DAN LELAKU... :CRY:

    SAYA ASA ANALOGI KASUS INI SAMA DENGAN BERSENTUHAN WANITA DENGAN LAKI-LAKI DALAM BERWUDHU
    SEBENARNYA TIDAK MEMBATALKAN, TAPI BERDOSA < NON MUHRIM >
    TAPI DEMI KEHATI-HATIAN TIMBULNYA SYAHWAT, MAKA SEBAGIAN ULAMA MEMFATWAKAN TENTANG BATALNYA WUDHU JIKA TERSENTUH BEDA JENIS KELAMIN :D

    SEKALI LAGI LEBIH BAIK MENGHINDARI YANG MERAGUKAN

    WASKUM SAUDARA
    [/size]
    [size=small]
    tumben pintar, jang..
    :blah:
    [/size]
  • d2kxcc menulis:
    bukannya sungkan kang.. cuma saya lihat ummat lg goncang.. kmarin jg ad seorg muallaf jd kbingungan melihat tingkah kita.. jd saya berprinsip lbh trhdp persatuannya dari pada mngemukakan dalil dan pendapatnya.. ikhtilaf biarlah ikhtilaf, muhkamat tetep hrs jadi muhkamat.. pun bgt pula mutasyabihat hrs tetap mutasyabihat..
    kalau tdk salah tentang ikhtilaf sebagian ulama mengatakan dg pribahasa 'zawir ka shul shol' ; seperti telur dg ayam (telur dulu atau ayam dulu?) . jd gak bkln beres2.
    terus menjaga persatuan wajib hkm nya khan kang..?!
    trima ksh ya.. atas sambutannya..
    betul mas...

    ngapain kita ribut hal yang sudah ada contohnya dari para ulama dan shalihin yang hidup matinya berada di jalan dakwah... :cool:
  • ito_aries menulis:
    d2kxcc menulis:
    bukannya sungkan kang.. cuma saya lihat ummat lg goncang.. kmarin jg ad seorg muallaf jd kbingungan melihat tingkah kita.. jd saya berprinsip lbh trhdp persatuannya dari pada mngemukakan dalil dan pendapatnya.. ikhtilaf biarlah ikhtilaf, muhkamat tetep hrs jadi muhkamat.. pun bgt pula mutasyabihat hrs tetap mutasyabihat..
    kalau tdk salah tentang ikhtilaf sebagian ulama mengatakan dg pribahasa 'zawir ka shul shol' ; seperti telur dg ayam (telur dulu atau ayam dulu?) . jd gak bkln beres2.
    terus menjaga persatuan wajib hkm nya khan kang..?!
    trima ksh ya.. atas sambutannya..
    betul mas...

    ngapain kita ribut hal yang sudah ada contohnya dari para ulama dan shalihin yang hidup matinya berada di jalan dakwah... :cool:


    SETUJU :)
    ASALKAN TIDAK BERUJUNG KEARAH KESESATAN :cool:
  • Tapi Gw lebih Seneng ama umat muslim versi tokoh-tokoh sinetron PPT :D :D
  • klimax menulis:
    Tapi Gw lebih Seneng ama umat muslim versi tokoh-tokoh sinetron PPT :D :D
    emang harus begitu mas, belajar agama mesti ada pembimbingnya.
    kalo cuma baca2 buku atau browsing sudah pasti lebih banyak iblisnya.

    :cool:
  • mohon mf ya mungkin saya menyela..
    yang kepalang BENCI mendingan jngan baca di bwh in..
    penjelasan ttg tawasul tdk akan ad habis2nya.. tapi sedikit saya sampaikan tawassull dasar katanya Washola menyambungkan ; berpesan.. jadi makna sebetulnya bukan penghantar..
    kasarnya cuma berpesan.
    knp kita bs brpesan?
    rosulullah SAW bersabda : "ketika anak adam mati maka putuslah amal perbuatannya kecuali 3 :
    1. anak sholeh yg mendoakan org tuanya.
    2. harta yg di shodaqohkan.. (yg terus menerus di pake utk kepentingan umat/ibadah.
    3. ilmu yang bermanfaat. ( apabila d pake beribadah kepada Allah SWT.
    Point 1 dan 2 kita gak bkl bhas d sini tapi utk poin yg ke 3 kita akan coba bahas.. :
    apakah kita sdh berterima kasih akan para shohabat, ulama, auliya dan pembawa2 islam d negeri in?
    padahal secara hakikat hak2 mereka akn keislaman kita sgtlah besar... kita jg g mau menjadi kacang lupa akan kulitnya.. nah dg adnya tawassul in kita coba mendoakan (mengheningkan cipta) dg doa2 yg dispakati para ulama.
    contohnya : ...mohon mf ya mungkin saya menyela..
    yang kepalang BENCI mendingan jngan baca di bwh in..
    penjelasan ttg tawasul tdk akan ad habis2nya.. tapi sedikit saya sampaikan tawassull dasar katanya Washola menyambungkan ; berpesan.. jadi makna sebetulnya bukan penghantar..
    kasarnya cuma berpesan.
    knp kita bs brpesan?
    rosulullah SAW bersabda : "ketika anak adam mati maka putuslah amal perbuatannya kecuali 3 :
    1. anak sholeh yg mendoakan org tuanya.
    2. harta yg di shodaqohkan.. (yg terus menerus di pake utk kepentingan umat/ibadah.
    3. ilmu yang bermanfaat. ( apabila d pake beribadah kepada Allah SWT.
    Point 1 dan 2 kita gak bkl bhas d sini tapi utk poin yg ke 3 kita akan coba bahas.. :
    apakah kita sdh berterima kasih akan para shohabat, ulama, auliya dan pembawa2 islam d negeri in?
    padahal secara hakikat hak2 mereka akn keislaman kita sgtlah besar... kita jg g mau menjadi kacang lupa akan kulitnya.. nah dg adnya tawassul in kita coba mendoakan (mengheningkan cipta) dg doa2 yg dispakati para ulama.
    contohnya : ...
  • khusushon ilaa jamiil auliyaai wal ulamaai wasyuhadaai washoolihin, wal qurrooi wal mufassirin walmuhadditsin etc.... (kita berdo'a d khususkan kpd seluruh para wali, para ulama, org2 syahid, org2 sholeh,org2 yg suka baca quran, ahli2 tafsir, ahli2 hadits... dll.. setelah it Alfatihah..
    ternyata bnyak ya yg berjasa trhdp kita d atas.. alangkah sombongnya kita apalagi sampai g tau nilai2 yg trkandung d dlm nya. saya baru faham makna Waljama'ah (kebersamaan) (Ahlu Sunnah Waljama'ah) it trnyata ad jg d sini..
    syarat muthlaq ktk berdoa yg trakhir yg wajib d kuasai oleh org yg tawashul adlah doa ittishol, d dalamnya kita berdoa kpd Allah.. skaligus berpesan kpd Rosulullah SAW dg seluruh haqnya kpd umatnya, agar doa kita scepatnya diijabah..
    hukum asalnya :
    1. haram utk yg tdk tahu caranya.
    2. sunnat utk org yg faham.
    walau jaman Rosul amalan2 in tdk ad tapi hakikat2 tawassul trnyata bnyk d temukan dlm haditsnya..

    Bid'ah ad 2,
    1. bid_ah hasanah..
    2. bid'ah fasadah ...

    insya Allah kpn2 saya lnjt lg..
  • @d2kxcc

    cinta bingung... nabi Muhammad saw, manusia biasa kaya cinta, kalo dah meninggal bagaimana caranya nabi Muhammad saw menerima pesan?

    Trus kata siapa washola artinya berpesan?

    Do'a khusushon diajarin atau disuruh nabi Muhammad saw, para sahabat gak?

    Jelasin hujjahna dgn dahlil yg kuat!!

    :cool:
  • cinta_cantik menulis:


    cinta bingung... nabi Muhammad saw, manusia biasa kaya cinta, kalo dah meninggal bagaimana caranya nabi Muhammad saw menerima pesan?

    :cool:


    Maff ya.........,
    Sebetulnya saya juga dulu sama beranggapan seperti itu,
    nah... di situ sebetulnya Aqidah yang bermain........ kalau Rosul meninggalnya sama dengan kita maka dia bukan Rasul....
    Ada istilah Khusus kok buat meninggal Seorang Rosul, Shohabat, Tabi'in, Ulama Mujtahidin, Waliyullah dan lain-lain.. cari dl yuk....????
    saya sengaja gak sebutkan biar gak jadi fithnah.......
    saya buka satu gambaran ada kata-kata "Allah Warosuluhu a'lam......" itu dari dulu sampai sekarang masih terdengar khan.....???
    Dalilnya : "................................................................" berpusing-pusing ria dulu yuk di pontren salafii..
    Eh anda pasti Beriman khan terhadap Isra Mi'raj yang di dalamnya ada kisah bertemunya Rosulullah Muhammad SAW dengan Rasul-rosul terdahulunya yang notabene telah wafat?
    Di sana juga Rosulullah berdiskusi tentang referensi sholat yang tadinya 40 waktu menjadi 5 waktu. apakah anda beriman dengan hal tersebut?


    cinta_cantik menulis:



    Trus kata siapa washola artinya berpesan?


    :cool:

    Nah...... Disini kita harus memahami ada kata yang mengandung tarjim saja, terus ada kata yang mangandung tarjim dan tafsir aj, terus ada kata yang mengandung tarjim, tafsir, dan hakikat............. (kalau ada yang mau nambahin silahkan.....)
    sebagai contoh : Perbedaan kata-kata Washola, Wasilah, Tawasul, silaturrohmi, terus Sholat, sholawat, Shollaa, dll...... Hayooo Siapa Yang tahu......????
    sebagai pondasi dalam kitab Alfiyyah dijelaskan "Al aslu Qowiyyun" : "Sesuatu yang asal (Asli) itu lebih kuat"
    makanya saya lebih mengartikan tawassul adalah berpesan dari pada perantara, To arti perantara juga luas: sholat, puasa, sedekah, ibadah haji, bukannya itu perantara antara kita dengan Allah juga khan?
    tentang tawassul yang saya yakini sampai saat ini, adalah dengan amal perbuatannya, yaitu dengan Al fathihah, dan bacaan - bacaan Alquran lainnya..... Yang kita niatkan itu Ibadah semata-mata mencari keridhoan Allah SWT.
    Yuk Berpusing-pusing Ria lagi........



    cinta_cantik menulis:


    Do'a khusushon diajarin atau disuruh nabi Muhammad saw, para sahabat gak?


    :cool:

    Khan Sudah di jelasin di atas oleh "Big Bro....." (dalil Qurannya ada, Haditsnya Ada, sejarahnya juga ada, Pendapat para ulama madzhabnya juga ada, malahan menurut imam Syafi'i adalah ijma para shohabat.)
    Sedangkan yang membuat Amalannya adalah para Ulama Jumhur dari jajarannya imam syafi'i .... yang insya Allah amalan yang sampai ke Indonesia ini Adalah Adalah dari Madzhabnya Imam Syafi'i.......... kalau Rosulullah memakai kata2 "Khusushon" mau khusushon buat siapa lagi coba??? do'a Rosul sendiri khan udah Mustajab (langsung di ijabah Oleh Allah Swt).
    Terus, Apakah Rosul/shohabat belum pernah membacakan Al fatihah di depan tentaranya yang mati syahid? buka lagi yuk??? (maaasa sich Rosul seperti itu??)
    alasan 'ulama membuat amalan seperti di atas salah satunya untuk menghargai sekaligus mendo'akan (bukan mengkafirkan). khan ada peribahasa seperti ini;"Bangsa yang rusak adalah bangsa yang sudah tidak menghargai para pendahulunya", sekarang kita rubah tuh bahasanya menjadi :"Agama yang rusak adalah agama yang sudah tidak menghargai para pendahulunya/pendirinya....."
    Terus tentang para ulama 'dek cinta' mungkin lebih tahu :".............Al'ulama Warotsatul Anbiya....." : "Ulama Adalah Pewaris Para Nabi"
    terus, "............Al'ulamaa Kallahmi.........": "Ulama seperti garam" apabila masakan tidak memakai garam, maka masakan tersebut tidak enak, tetapi kalau terlalu banyak garam, masakan tersebut akan keasinan..
    sudah cukup jelas khan........????
    Cuma Saya berpesan, untuk lebih memperjelas tentang masalah Tawasul ini kita harus datang dulu ke para ulama yang betul-betul memahami Tawasul......... biar gak salah kaprah.......... Khan ada koridor 'Haram' yang saya sebutkan di atas.

    thank's ya atas pertanyaannya.........
    nice to know You.........
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Iklan & Promosi Anda


Order ads here. Click me to get price quotation! Monthly & Unlimited click!

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori