Selain Insomnia, Kenali Hipersomnia sebagai Gangguan Tidur Lainnya

edited September 10 in Info Kesehatan

Pernah dengar istilah hipersomnia? Hipersomnia sama seperti insomnia, yaitu gangguan tidur. Perbedaannya terletak pada penderita insomnia tidak bisa tidur di malam hari, sedangkan penderita hipersomnia merasa lelah berlebihan di siang hari.

Hipersomnia tidak terjadi karena kelelahan setelah beraktivitas seharian. Seseorang dianggap mengidap hipersomnia apabila sering merasa lelah di siang hari dan durasi tidur siang berlebihan dalam waktu minimal 3 bulan berturut-turut.

Gejala umum hipersomnia, antara lain:

-         Merasa sangat lelah sepanjang waktu

-         Selalu merasa butuh tidur siang

-         Tetap mengantuk meski telah tidur cukup atau dalam jangka waktu yang lama

-         Susah konsterasi sehingga sulit untuk membuat keputusan

-         Kurang antusias

-         Mengalami gangguan memori

 

Bagaimana cara mengobati hipersomnia?

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah berkonsultasi ke dokter. Pada umumnya, dokter akan melakukan tes untuk menegakkan diagnosa, misalnya dengan pemeriksaan fisik hingga beberapa jenis pemeriksaan seperti epwroth sleepines scale, sleep diary, polysomnogram, maupun multiple sleep latency test.

Jika dokter menyatakan kamu positif hipersomnia, ia akan meresepkan obat jenis amphetamine, methylphenidate, dan modafinil. Obat-obatan ini tergolong jenis stimulan yang dapat membantu kamu merasa lebih segar dan tidak mengantuk.

Kamu juga perlu melakukan perubahan gaya hidup sebagai bagian dari perawatan hipersomnia. Dokter mungkin akan menyarankan kamu untuk mengikuti jadwal tidur yang teratur dan menghindari kegiatan yang dapat memperparah gejala yang dirasakan, terutama menjelang waktu tidur.

Jangan lupa juga untuk menjaga pola makan agar tetap bernutrisi dan memberi energi yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan tugasnya sehari-hari. Jika kamu suka mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang, berhentilah.

Hipersomnia memang bukan penyakit kronis, tapi efek yang ditimbulkannya bisa merugikan kamu. Misalnya, kamu tidak bisa menyetir kendaraan bermotor dalam kondisi mengantuk akibat hipersomnia karena bisa meningkatkan risiko kecelakaan.

Makanya, ketika kamu mulai merasakan gejala-gejala hipersomnia, tidak ada salahnya berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter. Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat hipersomnia bisa teratasi.

Sign In or Register to comment.