Cara Efektif Mencegah Gangguan Penglihatan Rabun Jauh pada Anak

Ilustrasi mata minus pada anak (Foto: Singapore Motherhood)


Mata minus merupakan kondisi mata yang sangat umum ditemukan. Tidak hanya orang dewasa, gangguan penglihatan ini tidak mengenal usia dan siapa orang tersebut. Orang tua, remaja dan bahkan sampai usia anak-anak pun memiliki kemungkinan untuk mengalami kondisi mata minus.

Seseorang yang memiliki kondisi mata minus atau yang juga biasa dikenal dengan rabun jauh dan miopia ini akan mengalami gangguan penglihatan saat mencoba melihat objek yang jauh. Gejala lain yang dapat dialami oleh penderita pada umumnya adalah sakit kepala, mata terasa lelah, serta sering kali menyipitkan mata.

Bagi orang dewasa, biasanya mereka tidak akan mampu melihata rambu lalu lintas dengan jelan saat sedang mengemudi. Sedangkan pada anak-anak, biasanya dimulai dari keluhan mereka ketika tidak bisa melihat dengan jelas tulisan di papan tulis kelas.

Gangguan rabun jauh memang kerap dialami anak-anak. Namun sebenarnya kondisi tersebut dapat dicegah dengan beberapa hal. Dikutip dari CNNIndonesia.com, berikut sejumlah cara efektif yang dapat dilakukan untuk mencegah kondisi mata minus pada anak-anak.

1.       Batasi waktu melihat jarak dekat

Menurut sebuah penelitian, anak-anak dianjurkan untuk hanya memandangi layar televisi atau gadget selama 45-60 menit dalam sehari. Dalam masa pertumbuhan anak tidak seharusnya memandangi sesuatu dalam jarak dekat dengan waktu yang lama.

Orang tua juga sebaiknya selalu mengawasi kegiatan anak mereka pada saat menonton dan membaca, seperti yang dijelaskan dokter spesialis mata Yunia Irawati dari Jakarta Eye Center.

2.       Menyelingi kegiatan anak saat melihat layar

Yunia menjelaskan bahwa ketika sang anak sedang melihat komputer, bisa kerjakan selama 45 menit lalu selang 15 menit melihat objek jauh di luar rumah.

Objek jarak jauh menurutnya merupakan suatu objek yang terletak dengan jarak minimal 6 meter dari kita.

3.       Melakukan kegiatan di luar rumah

Ketika anak hanya bermain atau beraktivitas di dalam rumah, mereka hanya akan melihat objek dalam jarak dekat. Cobalah untuk bawa dan temani mereka untuk berkegiatan di luar rumah, seperti di lapangan atau taman. Hal ini akan membantu mereka terlatih melihat objek dalam jarak jauh.

4.       Selalu perhatikan kebiasaan anak

Anak yang masih saja melihat layar atau buku dalam jarak dekat walau sudah disuruh untuk sedikit menjauh harus segera diwaspadai.

Perhatikan terus kebiasaan anak tersebut. Hal ini bisa saja terjadi karena sang anak memang memiliki gangguan penglihatan, namun tidak dapat mengatakannya karena masih kecil.

5.       Cek kesehatan mata sang anak

Masa pertumbuhan di usia anak-anak adalah waktu yang sangat penting untuk menjaga kesehatan mata. Orang tua disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi kesehatan mata anak.

Melakukan deteksi dini adalah hal yang penting dilakukan untuk mencegah munculnya kondisi mata minus pada anak.

Sedangkan untuk menjaga kesehatan mata serta mencegah berkembangnya kondisi rabun jauh secara umum dapat dilakukan dengan beberapa cara. Dengan mengutip Mayo Clinic, terdapat berbagai cara untuk dilakukan.

Selalu memeriksa kesehatan mata, melindungi mata dari sinar matahari, cegah cedera pada mata, makan makanan sehat yang mengandung asam lemak omega-3, gunakan pencahayaan yang baik, kurangi ketegangan mata, tidak merokok, mengontrol kondisi kesehatan kronis merupakan sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menghindari kemunculan gangguan penglihatan rabun jauh.

 

Sumber: CNNIndonesia.com, Mayo Clinic, Healthline.

Sign In or Register to comment.