Saat Anak Terlihat Kurus, Tidak Perlu Terlalu Khawatir Ya Bunda

Beberapa orang tua merasa sangat khawatir lantaran semakin hari justru anak terlihat semakin kurus. Lalu mereka langsung merasa bersalah. Padahal, mereka seharusnya mengecek dulu berat badan ideal anak sebelum melakukan justifikasi bahwa anak semakin kurus.

Berat badan tidak bisa ditentukan dengan apa yang dilihat. Kurus tidak selalu berat badannya turun lho.

Memang berat badan sangat menetukan kesehatan anak. Lihat saja apa yang dilakukan oleh dokter anak ketika Bunda mengajak si kecil periksa ke dokter. Pasti yang dilakukan pertama kali adalah menimbang berat badan anak. Ini menjadi salah satu indikator penting apakah kondisi anak baik atau tidak.

Memang bukan satu-satunya faktor penentu. Namun, jika berat badan ideal anak tercapai, kemungkinan besar anak dalam kondisi yang baik.

Kurus Tidak Selalu Berarti Kurang Sehat

Muncul stigma di masyarakat bahwa anak yang kurus itu sehat. Sementara itu, anak yang semakin gemuk itu semakin sehat. Karena stigma inilah banyak orang tua yang berusaha menggemukkan badan anak. Kenapa? Agar mereka dianggap sebagai orang tua yang sangat peduli dengan kondisi kesehatan anak.

Padahal, bukan itu yang tepat. Anak yang sehat tidak ditentukan oleh apakah ia kurus atau gemuk. Terlalu kurus juga tidak baik. Terlalu gemuk pula tidak disarankan. Yang tepat adalah anak memiliki berat badan yang ideal.

Yang pasti, anak yang kurus tidak selalu berarti kurang sehat. Begitu juga sebaliknya. Bahkan, saat ini yang dikhawatirkan adalah kondisi anak yang terlalu gemuk lho. Anak seperti itu rawan mengalami obesitas dan terkena diabetes ketika dewasa nanti.

Apakah anak Bunda kurus? Jangan terburu-buru membuat kesimpulan ya. Jangan-jangan berat badan anak sudah ideal namun tubuhnya tumbuh lebih tinggi. Hal ini mengacaukan penglihatan lho. Mulanya, anak tidak terlalu tinggi sehingga terlihat gembil. Ketika kakinya memanjang dan tubuhnya semakin tinggi, ia terlihat seolah-oleh semakin kurus. Padahal tidak.

Bisa juga anak terlihat kurus karena ototnya terbentuk. Ini terjadi pada balita yang usianya sudah menginjak 4 atau 5 tahun. Balita usia 1-3 tahun biasanya terlihat gemuk. Ketika usia 3 tahun ke atas, ototnya mulai terbentuk. Bukan lagi lemak yang menumpuk melainkan otot yang mulai terbetuk. Akibatnya, anak terlihat lebih langsing, bukan lebih kurus.

Jadi, jangan buru-buru memvonis anak kurang gizi karena terlihat kurus yang Bunda. Cek dulu berat badan ideal anak. Baru kemudian Bunda bisa membuat kesimpulan.


Hal Yang Perlu Bunda Lakukan

Yang pertama dan yang terpenting untuk Bunda lakukan adalah menghilangkan anggapan bahwa kurus itu pasti kurang gizi dan gemuk itu sehat. Anak yang kurus belum tentu tidak sehat. Dan gemuk belum tentu anak sehat.

Seharusnya, hal berikut ini yang perlu Bunda lakukan:

  • Mengukur Berat Ideal Anak Secara Berkala

Bunda bisa siapkan alat timbang badan di rumah. Lalu, Bunda print out berat badan ideal anak di dinding dekat dengan alat tersebut.

Dalam hal ini, Bunda harus tahu berat badan ideal berbeda-beda tergantung usia dan juga jenis kelamin. Sudah ada ketentuan dari dinas kesehatan. Jadi, Bunda tinggal cari saja di internet dan print out. Itu bisa Bunda jadikan patokan untuk mengetahui apakah berat badan si kecil sudah ideal atau belum.

  • Semakin Aktif, Semakin Banyak yang Dibutuhkan

Anak sekarang ini cenderung pasif. Apalagi jika anak sudah kenal dengan permainan gadget. Ia lebih suka berdiam diri bermain gadget daripada main congklak, menendang bola, main petak umpet, dan permainan yang membutuhkan aktivitas fisik lainnya.

Seharusnya Bunda tidak mengenalkan gadget kepada anak. Kenalkan dulu permainan yang menuntut dia untuk aktif. Karena ini tidak hanya untuk kesehatannya tapi juga untuk memastikan berat badan anak ideal.

Akan tetapi, pada saat yang sama, Bunda harus berikan nutrisi yang lebih banyak ya. Yang masuk ke dalam tubuh harus sama dengan yang keluar. Semakin aktif energi serta nutrisi yang digunakan, maka semakin tinggi pula suplainya.


  • Makanan Berprotein Tinggi

Bunda ingin anak memiliki berat badan yang ideal? Berikan makanan yang mengandung protein. Kurangi memberikan makanan yang mengandung gula.

Ada dua hal yang berbeda antara protein dan gula. Keduanya memang menaikkan berat badan. Hanya saja, jika anak mendapatkan protein tinggi, berat badannya sehat. Protein membentuk otot dan menaikkan berat badan. Sementara itu, gula menaikkan berat badan tapi karena tubuh memiliki terlalu banyak lemak. Jelas ini bukan hal yang menyehatkan, bukan?

Dan sebenarnya salah satu alasan mengapa anak sebaiknya minum susu setiap hari dikarenakan protein. Di dalam susu, terkandung protein yang tinggi. Diharapkan perkembangan anak menjadi lebih optimal. Dan yang pasti, berat badan anak ideal.

Dari penjelasan singkat tersebut di atas, semoga Bunda semakin pahami pentingnya menjaga berat badan anak ideal. Ideal dalam hal ini bukan berarti terlalu kurus. Bukan juga terlalu gemuk.

Jangan terlalu cepat mengatakan bahwa anak kurus. Timbang dulu. Lalu cocokkan dengan table berat badan ideal anak sesuai dengan usia dan gendernya. Baru kemudian Bunda akan tahu persis apakah anak harus menaikkan berat badan atau menurunkan berat badan. Semoga saja berat badan ideal anak sudah terpenuhi ketika Bunda menimbang.

Jadi, sekarang juga bawa anak untuk menimbang berat badan dan ketahui apakah berat badan anak sudah ideal atau belum.

Comments

Sign In or Register to comment.