17 Awak KM Lintas Timur Tenggelam Sejak 4 Hari Lalu Dinyatakan Hilang



Detik Akurat – Sebanyak 17 awak Kapal Lintas Timur Motor (KM) masih hilang setelah tenggelam selama empat hari antara perairan Banggai Laut, Sulawesi Tengah dan perairan Taliabo, Maluku Utara. KM Lintas Timur tenggelam sejak 1 Juni lalu.

Sampai sekarang, hanya satu anggota kru atas nama Yakub telah ditemukan. Sementara 17 sisanya masih hilang.

Yakub ditemukan kemarin malam setelah empat hari mengambang. Dia diselamatkan oleh kapal yang lewat.

Jacob mengatakan Palang Timur KM dijaga oleh 18 orang dan dipimpin oleh Martinus Matitaputi. Kapal berlayar dari Bitung, Sulawesi Utara, menuju Morowali, Sulawesi Tengah membawa semen.

Dalam perjalanan, mesin kapal tiba-tiba mati sehingga mereka harus berhenti di Lolak, Maluku Utara, untuk memperbaikinya. Setelah berlayar dari Lolak, mesin kapal mati dan semua lampu mati.

“Para kru berusaha memperbaiki kerusakan tetapi gagal,” kata Jacob seperti dikutip Antara, Rabu (5/6).

Saat itu, kata Jacob, kondisi cuaca sangat buruk dan ombaknya cukup tinggi sehingga posisi kapal tidak bisa dikendalikan ketika ombak besar menabrak.

Jacob mengatakan bahwa Palang Timur KM tenggelam pada hari Sabtu, 1 Juni 2019 sekitar pukul 02:00 malam.

“Kapten kapal kemudian memerintahkan kita semua untuk meninggalkan kapal. Posisi kapal saat itu berada di sekitar Taliabo, Maluku Utara,” katanya.

Yakub kemudian melayang di laut selama empat hari, melintasi MVNurbayaksar dan menyelamatkannya pada Selasa (4/6) malam.

Hingga saat ini, Tim SAR masih mengucurkan 17 anggota awak lainnya.

Nama KMK Timur yang tenggelam adalah Martinus Matitaputi (Master), Rifki, Seken, Krisna, Muh. Amri, Zulkifli, Lukas, Karno, Abas, Riko, Yoga, Sigil Olimam, Lukmi, Amis, Yakub (yang selamat), Bahar, Jefri, dan Nur.

SAR Palu Cari Korban Hilang

Badan SAR Nasional Palu, Sulawesi Tengah mengerahkan satu kapal, KM SAR Bhisma, mencari KM Palang Timur yang tenggelam di perairan Selat Taliabo, Provinsi Maluku Utara.

Kepala Kantor SAR SAR Basrano mengakui insiden itu terjadi pada musim mudik Idul Fitri 1440.

“Dalam perjalanan mesin kapal rusak lagi dan semua sistem kapal tidak berfungsi. Gelombang tinggi dan cuaca buruk membuat kapal goyah dan tidak bisa dikendalikan,” kata Basrano.

Basarnas Palu mengerahkan 15 personel melalui Pos SAR Luwuk untuk mencari perairan Kabupaten Banggai dan sekitarnya, hingga kini hanya satu korban yang ditemukan.

Katanya, pencarian berada di koordinat 1 ° 34’4.31 “E – 122 ° 21’45.35” E hingga 1 ° 29’34.25 “S – 122 ° 35’12.19” E diarahkan ke timur perairan Sulawesi Tengah .

“Kondisi cuaca adalah hujan sedang dengan ketinggian gelombang dua hingga 2,5 meter,” kata Basrano.

Sign In or Register to comment.