Solusi Tingginya Angka Kematian Ayam Broiler

Berikut beberapa hal yang dapat menyebabkan angka Kematian Ayam Broiler tinggi, serta solusinya.

1. Sekam Menggumpal/ basah.

Sekam pada kandang di 2 minggu pertama untuk anak ayam, jangan sampai basah/ menggumpal. Sekam yang basah dapat mengakibatkan ayam mudah terserang penyakit hingga bisa menyebabkan kematian.

Penyebabnya, sekam yang basah bisa membuat kumpulan amoniak dalam sekam yang banyak, sehingga akan mengganggu pernafasan DOC ayam broiler.

Solusinya adalah, selalu perhatikan sekam yang digunakan di kandang pada masa-masa ini, lakukan pengerukan dan pergantian secara berkala sekam. Selain itu pula bisa lakukan penyemprotan, dan jaga aliran udara yang masuk ke kandang. Intinya adalah perhatikan kebersihan kandang dan selalu aktif merawatnya.

2. Densitas tidak sesuai.

Kepadatan ayam yang terlalu padat/ sempit, maka yang terjadi adalah jumlah ayam akan melebihi jumlah kapasitas kandang yang akan membuat kotoran ayam lebih banyak dari jumlah sekam di kandang. Hal ini akan menyebabkan sekam tidak dapat dengan baik menyerap kotoran ayam tersebut yang terjadi kemudian adalah kotoran ayam menumpuk lalu membuat kadar amoniak kandang menjadi tinggi. Hal ini yang membuat ayam mudah terserang penyakit bahkan kematian.

Solusinya adalah, sesuaikan kepadatan ayam di kandang tersebut, dan lakukan pelebaran kepadatan ayam 2-3 hari sekali begitu pula dengan peralatan makan dan minum. Berikut tabel kepadatan ayam.


3. Turun sekam dini.

Proses turun sekam yang terlalu dini mengakibatkan ayam mudah stress. Hal ini yang menyebakan ayam broiler mudah terserang penyakit. Dengan turun sekam terlalu dini, ayam akan mudah diserang hewan seperti nyamuk dan lainnya karena antibodi yang menurun. Juga dapat mempengaruhi perkembangan ADG (Average Dialy Gain).

Solusinya adalah, Proses penurunan sekam dilakukan bertahap 2-3 hari sekali. Pada saat proses turun sekam, akan mengubah pola makan dan minum ayam, jadi itu alasan kenapa proses turun sekam kandang tidak dapat dilakukan sehari langsung.

4. Pengaturan tirai.

Penggunaan buka tutup tirai kandang bertujuan agar sirukulasi udara didalam kandang menjadi baik, dan meningkatkan kadar oksigen serta mengurangi bau amonia serta gas berbahaya lain di dalam kandang ayam broiler. Pengaturan buka tutup tirai ini sangat penting terutama pada saat masa brooding untuk mengoptimalkan suhu pemanas pada brooder.

Jika pengaturan tirai tidak difungsikan dengan baik maka akan berakibat kepada ayam, dengan umur 1-2 minggu ini. Karena sirkulasi udara yang kurang baik di kandang menyebabkan menumpuknya amoniak di dalam kandang, dan berkurangnya aliran oksigen dalam kandang. Hal ini juga menyebabkan mudahnya terjangkit penyakit ayam broiler dan bahkan mati pada masa-masa ini.

Solusinya adalah, Perhatikan dalam pemasangan tirai dalam dan tirai luar. Tirai dalam difungsikan untuk mengoptimalkan panas dari brooder pada pagi dan malam sehingga DOC broiler mendapatkan suhu yang optimal. Tirai Luar digunakan untuk menjaga temperatur, kelembaban kandang serta aliran udara.

Kemudian sesuaikan penggunaan tirai dengan kondisi lingkungan wilayah peternakan. Karena tidak semua lingkungan peternakan memiliki faktor suhu, kelembaban, angin yang sama. Jadi tidak ada patokan bagaimana secara pasti penggunaan buka tutup tirai ini. Dibutuhkan kemampuan peternak dalam memahami tingkah laku ayam dan kondisi lingkungan.

5. Tempat Pakan Yang tidak sesuai.

Pada umur ayam 3 minggu, seharusnya tempat pakan yang digunakan adalah tempat pakan tabung, karena penggunaan baby chick pada umur ayam broiler ini, akan menyulitkan kepala ayam masuk ke tempat makan baby chick. Ini sebenarnya kesalahan dasar para peternak ayam broiler. Ini akan menurunkan komsumsi pakan pada ayam. Serta menurunkan ADG ayam broiler.

Sesuaikanlah tempat pakan ayam dengan umurnya, dan jagalah pakan ayam selalu tersedia karena pada masa ini adalah setelah masa turun sekam. Artinya setelah masa turun sekam keinginan makan ayam menurun dikarenakan ayam masih mengalami stres. Namun hal ini tidak boleh dijadikan alasan untuk mengosongkan tempat pakan ayam. Karena meskipun demikian ayam broiler tetap harus dijaga konsumsi pakan perhari untuk selalu menjaga konsumsi pakan dan ADG yang sesuai.

6. Pemberian vitamin.

Pada saat ayam turun sekam tingkat strees ayam lebih tinggi. Jadi vitamin dan obat anti stress harus dijaga. Dengan keadaan ayam yang mengalami stress pada masa ini, peternak ayam harus menyadari jika nafsu makan ayam akan berkurang. Jadi peternak harus memberikan vitamin dan suplemen agar menjaga konsumsi ayam pengganti pakan.

Contoh vitamin yang digunakan adalah probiotik untuk ayam broiler. Probiotik disini difungsikan utnuk menyeimbangkan bakteri jahat dan bakteri baik dalam tubuh ayam. Efek positif dari penggunaan probiotik ini adalah bisa mengurangi bau dalam kandang, mengurangi kuantitas lalat serta membuat kotoran ayam kering.

Penggunaan probiotik campurkan ke minuman, atau semprot ke makanan. Setiap hari digunakan untuk lebih efektif, efek dari probiotik ini kontinyu, tidak konstan.


Tingkat kematian ayam broiler sangat bisa ditekan dengan memperhatikan faktor diatas, serta kepedulian peternak terhadap ternaknya, baik dari faktor kebersihan kandang, ketersediaan pakan, dan faktor teknis pendukung lainnya.

Semoga bermanfaat.

Sign In or Register to comment.