WOW !! Hanya Lulusan SD, Ahli IT Ini Nipu Sampai Ratusan Juta Rupaih !!


Berita Akurat - Ronal (26) yang hanya modal lulusan SD bisa membuat website. Tapi, kepintarannya itu dia dengan dua temannya pakai untuk menipu yaitu jualan bebek fiktif. Ratusan juta ia kantongi.

"Jadi pelaku ini membuat website menawarkan bebek ternak dengan harga murah. Dia gunakan nama CV Bebek Putra Perkasa Tangerang. Korbannya itu warga Pangkep. Dia pesan bebek ke pelaku karena harganya yang murah," kata Kasta Reskrim Polres Pangkep, AKP Nico Ericson Renhold, Sabtu (9/2/2019).

Meski hanya lulusan SD, tapi cukup merepotkan aparat kepolisian. Polres Pangkep harus melibatkan jajaran Polda Sulawesi Tengah dan Polda Metro Jaya. Pasalnya, pelaku utama diketahui berada di Palu, sementara yang lainnya berada di Bekasi, Jawa Barat.

Baca juga : Wow! 10 Foto Ini Membuktikan Kecantikan Chef Renatta, Juri Baru Master Chef Indonesia. Penasaran?

Polisi kesulitan melacak pelaku yang hanya didentifikasi melalui nomor HP dan Reekning yang semuanya bukan atas nama mereka. Apa lagi, para pelaku ini dikenal sangat lihat dalam bidang IT hingga sangat sulit teridentifikasi.

"Banyak pihak yang kami libatkan untuk mengungkap kasus ini. Jadi semua nomor HP dan juga rekening itu bukan atas nama mereka. Mereka hanya mengupah orang lain untuk buka rekening, lalu mereka ambil," lanjutnya.

Selain aksi penipuan jualan bebek, polisi juga menemukana beberapa bukti penipuan lain dengan modus hadiah. Polisi memastikan, korban pelaku selama beraksi, sudah sangat banyak, karena modus penipuannya yang dilakukannya tidak hanya satu. Ia pun mengimbau warga yang pernah merasa tertipu secara online untuk melapor.

"Kami yakin korbannya ini banyak, karena mereka ini sudah beraksi selama lebih dari setahun. Modusnya pun tidak hanya jualan bebek murah, tapi banyak modus. Kalau kita kenal dengan istilah sobis. Kalau ada (korban) silahkan melapor," ujarnya.

Polisi masih terus melakukan pendalaman atas kasus ini. Diduga, para pelaku ini merupakan jaringan penipuan online yang kerap beraksi di wilayah Sulawesi Selatan. Selain itu, satu pelaku yang sudah terindetifikasi juga dalam pengajaran Polisi.

Selain Ronal, Undru (36) dan Jusriani (28), Polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang jutaan rupaih dan puluhan kartu ATM oleh pelaku. Mereka dijerat dengan pasal 28 UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE dan pasal 378 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Sumber : beritaonline24.biz

Sign In or Register to comment.