Sadis! RUU Permusikan Adalah Kiamat Bagi Para Musikus Dangdut Seksi. Berikut Penjelasannya


Berita Akurat – Draf RUU Permusikan menuai banyak kontra khususnya pada kalangan musikus di Indonesia. Pasalnya, substansi RUU tersebut dinilai tidak melindungi para musikus dalam berkreasi dengan adanya pasal karet. Apalagi ancaman pidana serta denda atas pelanggaran pasal-pasalnya, terbilang tak sedikit.

Baca Juga : Wow! Setelah Anang-Ashanty, Kini Giliran Anji Diserang Jerinx. Beginilah Tanggapan Anji

Salah satu yang resah atas munculnya RUU Permusikan adalah para musikus dangdut di Yogyakarta. Seperti apa keresahan mereka?

1. Musikus Dangdut Merasa Menjadi Sasaran Tembak Pertama

Berita Akurat

Draf RUU Permusikan dinilai akan menyasar para musikus dangdut. Mereka merasa akan ditembak “mati” jika RUU Permusikan nantinya benar-benar dibahas di DPR.

“Jadi kalau saya lihat dari beberapa pasal yang kontroversi seperti pasal yang memuat tentang pornografi, kekerasan dan juga sertifikasi maka sasaran pertama adalah musisi dangdut dan juga penyanyi dangdut itu sendiri,” kata Hadi Soesanto, musikus dangdut asal Yogyakarta.

2. Syarat Sertifikasi Bikin Musikus Dangdut Bingung


Pentolan dari grup musik dangdut Hasoe Angels itu mengatakan banyak penyanyi dangdut berasal dari kalangan yang tidak mengenal pendidikan formal dan hanya mengandalkan suara yang merdu dan goyangan yang mampu membius penonton.

“Kalau kita berbicara penyanyi dangdut harus bersertifikasi, terus bagaimana mereka mau dapat sertifikasi karena hanya mengandalkan suara yang merdu serta goyangan seksinya dan itu yang membuat terkenal hingga nasional,” ucapnya.

Begitu pula para pemain musik dangdut, menurutnya, kebanyakan tidak belajar di sekolah kesenian namun karena hobi dari sejak kecil. “Pencipta lagu dangdut jika di ranah banyak dari warga yang tinggal kampung-kampung bahkan rumahnya pun tak layak huni,” kata dia.

“Lha gimana penyanyi dangdut mau dapat sertifikasi? Wong baca not balok aja ndak bisa. Pencipta lagu dangdut juga tak kenal kunci gitar,” ujar pria yang tinggal di Gamping, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta itu.

3. Hasoe Angels Tampil Seksi Bukan Menampilkan Pornografi


Musikus yang sering tampil nyentrik setiap pentas ini mengaku musik dangdut itu identik dengan tindak keributan serta lekat dengan nuansa pornografi karena kostum penyanyinya ketika manggung. Dengan begitu, ujarnya, musikus dangdut pun rentan menjadi sasaran tembak RUU Permusikan.

“Saya akui angels sering tampil dengan baju yang unik dan terkesan seksi habis berbeda dengan budianita lainnya yang tampil sangat seronok dan goyangannya juga sampai memperlihatkan celana dalam. Hasoe Angels akan tampil cantik, baju yang seksi untuk mencari ciri khas dari Hasoe Angels sehingga nantinya punya nilai bargaining setiap kali pentas,” paparnya.

Ketika hak royalti tak jelas, pajak penyanyi tak jelas peruntukannya dan honor budianita masih sangat rendah, Hasoe mengaku berusaha untuk memberikan honor yang terbaik bahkan paling tinggi sendiri dibandingkan biduanita di Yogyakarta saat mereka naik panggung.

“Saya berusaha mempromosikan Hasoe Angels melalui iklan di media sosial yang setiap enam hari harus bayar. Namun usaha tersebut menuai hasil dengan banyaknya pesanan manggung dari luar pulau bahkan ke luar negeri dengan tarif yang jauh lebih tinggi dibandingkan pentas dari cafe ke cafe,”ungkapnya.

4. RUU Permusikan Bikin Penyanyi Dangdut Resah


RUU Permusikan kata Haose juga telah meresahkan para “Hasoe Angels”. Mereka khawatir tidak bisa lagi manggung karena tak punya sertifikasi penyanyi dangdut dan berpikir mau cari uang dari mana lagi karena bisanya hanya nyanyi.

“Saya cuma bilang “tenangno pikirmu, melu aku tak bayar gede.” (tenangkan pikiranmu, iku saya pentas saya bayar gede) tidak usah mikir RUU Permusikan,” ujarnya.‎

Sign In or Register to comment.