Ini Lho Bunda Pola Asuh Anak Yang Baik Agar Si Kecil Tidak Suka Banyak Jajan




anak-makan-jajanan_20160604_145950.jpg

Kebanyakan orang tua tidak begitu memperdulikan apakah mereka sudah menerapkan pola asuh anak yang baik atau belum. Asalkan kebutuhan si kecil sudah terpenuhi, mereka merasa sudah memberikan yang terbaik.
Tentu hal tersebut sangat bisa dimaklumi. Apalagi jika kedua orang tua, suami dan istri, sama-sama sibuk dengan pekerjaan atau bisnis masing-masing. Kebanyakan mereka menyewa baby sitter untuk mengurus keperluan sang buah hati.

Itu keputusan yang baik. Namun, pertanyaannya masih sama. Apakah mereka sudah menerapkan pola asuh yang baik? Meskipun sibuk kerja atau sibuk dengan bisnis masing-masing, orang tua tetap mempegang peranan yang sangat penting. Dan pola asuh anak yang baik sangat menentukan tumbuh kembang sang buah hati.

Anak Sebaiknya Diberi Jajanan
Bunda harus tahu ada lho anak yang lebih suka jajan. Biasanya ini karena kebiasaan. Orang tua tidak terlalu peduli. Asalkan anak diam dan orang tua bisa bekerja atau melakukan kegiatan, itu sudah lebih dari cukup. Sayangnya, mereka memberikan semacam sogokan berupa jajan.
Bolehkah anak balita makan jajan? Sebenarnya tidak hanya boleh tapi dianjurkan. Bunda tahu mengapa?

Balita membutuhkan nutrisi yang lebih banyak. Ia sudah tidak lagi bayi. Kebutuhan energi lebih banyak. Makanya, para ahli kesehatan anak sangat menyarankan agar anak diberi jajan di sela antara sarapan dan makan siang. Fungsinya apa? Agar anak tetap berenergi meskipun belum waktunya makan siang.

Oleh sebab itu, salah jika ada orang tua yang menganggap memberikan jajan itu bukan bagian dari pola asuh anak dalam keluarga yang baik. Itu salah besar.

Akan tetapi, tentu saja ada batasannya ya bunda. Ingat, tujuan awal pemberian jajan itu agar anak tetap memiliki tenaga di siang hari ketika belum waktunya makan siang.
Ketika Anak Lebih Suka Jajan

Yang cukup disayangkan, banyak orang tua yang justru membiarkan anak makan jajanan begitu banyak. Mereka seolah-olah tidak membatasi jajanan yang dikonsumsi oleh anak.

Akibatnya tentu saja sangat buruk. Anak justru semakin tidak tertarik makan makanan pokok seperti nasi. Si kecil lebih suka makan jalan karena rasanya yang jauh lebih enak. Dan yang lebih dikhawatirkan lagi adalah anak mogok makan.

Bunda harus tahu jajanan itu juga bisa membuat anak kenyang lho. Itulah mengapa anak menjadi tidak mau makan makanan pokok.
Untuk mencegah hal tersebut, ada beberapa hal yang perlu bunda lakukan.
Pilihkan Jajanan Yang Sehat
Sekarang ini, sudah ada jajanan yang baik untuk balita. Biasanya, jajanan tersebut tidak mengandung bumbu dan juga penyedap rasa yang kurang baik untuk kesehatan sang buah hati.

Jika bunda tidak bisa menemukan jajanan seperti itu, bunda bisa buat jajanan sendiri. Jadi, bunda bisa pastikan bahan yang digunakan benar-benar sehat dan higienis.

Jadwal Pemberian Jajan
Kapan bunda sebaiknya memberikan jajan? Menurut ahli gizi anak, jajan sebaiknya diberikan di waktu siang hari. Namun, pastikan ada jeda antara pemberian jajan dengan makan siang. Jika terlalu dekat, anak mungkin sudah merasa kenyang sehingga ia tidak mau mengkonsusi menu makan siang.

Jadi, jajan itu bagus. Namun, dengan beberapa syarat. Jajan yang bunda berikan harus sehat. Selain itu, jajan harus dibatasi. Membatasi pemberian jajan hanya bisa dilakukan jika bunda menerapkan pola asuh anak yang baik.

Comments

Sign In or Register to comment.