Kecewa! Teman Nyabu Jennifer Dun Protes Dituntut 5 Tahun Penjara

w644-1-2.jpg

Berita Akurat - Teman nyabu pesinetron Jennifer Dunn alias Jedun, Raditya Argoebie, telah mendapat tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pria yang akrab disapa Tya ini dituntut 5 tahun penjara dan denda Rp1 miliar dengan subsider 6 bulan kurungan.

Ketika ditangkap karena menggunakan sabu, barang bukti yang berada di tangan Tya hanya 0,016 gram. Lebih sedikit dari Jedun yang terbukti membeli sabu seberat 0,221 gram.

Rianti Halmahera ibunda Tya mengaku kecewa dengan tuntutan tersebut. Melihat perbedaan jumlah tuntutan yang signifikan dengan Jedun, perempuan yang kerap disapa Rani ini menuntut keadilan atas putranya.

“Kalau jedun 8 bulan, minimal ya anak saya juga harus sama dong, mungkin dia harus di bawah Jedun. Barang buktinya kan lebih banyak Jedun,” kata Rani ketika ditemui di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, Jumat (8/6).

Rani mengaku bahwa putranya belum lama mengenal sosok Jedun. Dari perkenalannya dengan Jedun, Tya bahkan mendapatkan proyek dari Faisal Harris, pria yang diduga suami Jedun. Sejak saat itu hubungan keduanya semakin intens.

“Baru-baru aja sih itu Tya (dekat dengan Jedun). Waktu itu Tya diminta (Faisal Harris) bikin seragam baju buat kepolisian, dari yang sampai mau ke Cirebon, Kuningan itu kan ke pabrik,” tuturnya. 
“Jadi polisi itu mau dibikinin baju seragam lewat si suaminya (Jedun). Gitu saja sudah hubungannya,” tambahnya.

Menurut Rani dirinya bahkan sama sekali tak mengenal sosok Jedun. Namun, ia tak menyangka pertemanannya dengan Jedun justru menjadi ke arah penyalahgunaan narkoba. 

Apalagi selama ini Rani mengaku bahwa sosok Tya merupakan tulang punggung keluarga.
“Tya tuh dia sebagai jual berlian, main film juga, kemudian pernah juga main film 'Habibie&Ainun' (sebagai cameo), terus juga main sinetron hidayah,” ucapnya.

Noni T Purwaningsih, kuasa hukum Tya mengaku dirinya akan kembali melakukan pembelaan terhadap kliennya di persidangan. Menurut Noni sebelumnya ia memang sempat menemani Tya pada saat melewati proses di kepolisian.

“Tapi akhirnya setelah tuntutan ini cerita lagi ke saya, ibunya kecewa, marah, sedih. Semua perasaan jadi satu dan curhat ke saya, kemudian saya dipanggil untuk membantu lagi,” tukasnya.

Noni mengaku bahwa hukuman yang dibebankan kepada Tya tampak tak sesuai dengan fakta persidangan. Ia menyayangkan tuntutan JPU kepada Tya. Namun, ia enggan berspekulasi mengenai dugaan lain di balik persidangan.

“Ada apa? Apa logika hukumnya? Kenapa tuntutannya bisa beda? Padahal kedua jaksa itu sama-sama dari kejaksaan tinggi,” pungkasnya.


Sumber : BeritaOnline24.com
Sign In or Register to comment.

Welcome to FORUM!

If you want to take part in the discussions, sign in or apply for membership below!