Contact Us

Waspada ! Pria Ini Nyaris Tewas Karena Gigit Kuku

kqulrlvskev0.jpg

Berita Terkini - Luke Hanoman (28), asal Southport, Inggris, nyaris saja tewas dikarenakan mengalami sepsis (komplikasi berbahaya yang jarang terjadi, red).

Insiden itu terjadi setelah Hanoman menggigit kuku dan tanpa disengaja membuat robekan kecil pada kulitnya.

Saat sedang diwawancarai The Sun, Hanoman mengatakan awalnya ia tidak terlalu memikirkannya karena tidak terlalu sakit.

Namun beberapa hari kemudian ia mengalami gejala mirip flu, meliputi demam, menggigil, dan keringat dingin. Saat gejala ini dialaminya, ia masih tidak memedulikannya dan tetap bekerja. Padahal, jarinya sudah mulai membengkak dan berdenyut sangat kencang.

Ibu Hanoman mencurigai ada yang salah dengan putranya saat Hanoman tidak juga bangun sampai pukul 14.00 di hari Sabtu itu. Ia pun memutuskan untuk segera menghubungi National Health Service (NHS) dan membawanya ke ruang gawat darurat.

Di rumah sakit, ia diinfus, dan diawasi selama 24 jam penuh, dan diberi antibiotik selama empat hari pada bulan Juli 2017.

Hanoman beruntung bisa pulih, dokter mengatakan ia sangat beruntung dapat selamat dari maut.

Baca Juga : Video Viral! Perbedaan Antara Paru-Paru Sehat Dan Perokok

Apa yang bisa kita pelajari dari kasus Hanoman ?

Kasus Hanoman tegolong kasus yang sangat langka, yang mengajarkan kita bagaimana sepsis dan syok septik (keadaan di mana tekanan darah turun sampai tingkat yang membahayakan karena sepsis, red) dapat dipicu oleh infeksi apa pun, termasuk kuku yang robek.

Dalam hal ini, masalahnya ada pada respon sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi.

Dilansir dari IFL Science, Jumat (4/5/2018), umumnya infeksi terlokalisasi dan penyebarannya dapat dicegah oleh sistem kekebalan tubuh.

Namun jika infeksi sangat parah, sangat mungkin infeksi menyebar sebelum sistem kekebalan melakukan pencegahan. Hal ini yang menyebabkan peradangan menyebar ke seluruh tubuh.

Bila hal ini diketahui lebih awal, pasien dapat ditolong dengan menggunakan antibiotik.

Di seluruh dunia, ada sekitar 30 juta kasus sepsis per tahunnya dengan 6 juta kematian.

Di AS, CDC menyebut 1,5 juta pasien terkena dampak sepsis dan ada sekitar 250.000 orang yang meninggal karenanya.

Tidak ada batasan usia dan jenis kelamin untuk kasus ini.

Kematian akibat sepsis dapat dicegah bila kita mengetahui gejalanya. Beberapa di antaranya adalah pengucapan tidak jelas, nyeri otot atau menggigil ekstrem, tidak buang air kencing dalam sehari, sesak napas parah, rasanya Anda seperti mau mati, dan terjadi perubahan warna kulit.

Sumber : Beritaonline24.com
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori