Contact Us

Pengaruh Gadget Pada Anak Usia Dini Tidak Selalu Negatif

kids_ipad600x.jpg&zc=3&w=660

Jika Anda cari tahu mengenai pengaruh gadget pada anak usia dini, sudah bisa dipastikan lebih banyak yang membahas dari sisi negatifnya daripada positifnya. Jarang yang berani mengatakan gadget itu bagus untuk anak-anak.

Tentu saja hal tersebut sangat wajar. Banyak para pakar kesehatan anak dan juga psikolog yang mengatakan gadget itu lebih banyak memberikan efek buruk daripada efek baik. Dan pesan ini terus didengung-dengungkan walaupun pada kenyataannya masih banyak orang tua yang membiarkan anak mereka main gadget. Bahkan, mereka memang membiarkan anak main gadget.

Tentu saja tidak salah. Setiap hal memiliki dampak buruk dan juga baik. Sama seperti makanan. Makanan sehat pun bisa berakibat buruk jika tidak dikonsumsi sesuai aturan. Sayangnya, terlalu cepat untuk membuat kesimpulan jika gadget itu selalu memberikan dampak negatif. Padahal, jika dikulik lagi, ada lho pengaruh gadget terhadap anak usia dini yang sama sekali tidak merugikan, bahkan bagus untuk perkembangannya.

Beberapa Alasan Yang Tidak Masuk Akal
Sebelum membahas tentang pengaruh positif gadget pada anak usia dini, terlebih dahulu kita bahas mengenai alasan kurang baik bermain gadget yang terdengar tidak masuk akal. Ibu mungkin selama ini hanya menerima informasi begitu saja. Tapi, coba untuk saat ini ibu cermati sebentar.

- Obesitas
Sudah ada penelitian tentang dampak buruk gadget terhadap naiknya berat badan anak. Bahkan, ada yang gara-gara main gadget, anak mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.

Tentu hal tersebut bisa saja terjadi. Anak yang lebih suka main gadget cenderung pasif. Ia tidak suka untuk bergerak aktif seperti bermain sepakbola, bermain sepeda, lari, berenang, dan lain sebagainya. Maka dari itu, lemak di dalam tubuh tidak terbakar sehingga menyebabkan anak mengalami obesitas.

Akan tetapi, apakah fair jika hal tersebut hanya dikarenakan gadget? Toh tidak jarang anak yang mengalami obesitas bukan karena gadget tapi memang ia kurang aktif. Belum lagi dengan faktor lainnya seperti konsumsi makanan yang kurang tepat atau sistem pencernaan yang kurang baik.

Jadi, aneh saja jika obesitas itu langsung disebabkan oleh kebiasaan anak bermain gadget sehingga banyak orang menganggap salah satu pengaruh gadget pada anak usia ini adalah obesitas.

- Radiasi
Ada juga yang mengatakan pengaruh gadget itu adalah radiasi. Lebih jauh lagi, para peneliti mencoba untuk melihat hubungan antara radiasi dan juga dampak buruk lainnya. Mereka menemukan ternyata radiasi dari gadget ini memperlambat proses peningkatan imun tubuh dan juga perkembangan otak anak.

Jika alasannya radiasi, tentu saja bukan gadget saja yang bermasalah. TV juga bisa menjadi penyebab lainnya.

- Addicted
Alasan lainnya adalah addicted atau kecanduan. Dan ini seperti alasan yang sangat tidak masuk akal. Apapun mainannya, seorang anak kecil pasti addicted jika mainan tersebut sangat ia sukai. Ini sama halnya dengan anak-anak di zaman dahulu yang rela hujan-hujanan dan bermain bola lantaran addicted terhadap permainan sepakbola.

Dan sebenarnya lebih banyak lagi pengaruh gadget terhadap anak usia dini lainnya.

Hal tersebut tidak lantas membuat ibu boleh saja membiarkan begitu saja anak bermain gadget. Tentu saja harus ada warning. Dampak buruk itu kemungkinan bisa terjadi. Akan tetapi, gadget bukan satu-satunya penyebab dampak buruk tersebut.

Sudah Seharusnya Anak Dikenalkan Dengan Gadget
Ada satu hal yang harus digarisbawahi. Mengenalkan gadget bukan berarti membiarkan anak bermain gadget. Mengenalkan itu artinya ada proses edukasi kepada anak. Ibu tidak hanya memberikan gadget saja tapi menjelaskan apa fungsi gadget.

Pemahaman ini sangat penting untuk dipahami oleh setiap orang tua agar tidak lagi ada kasus di mana anak addicted terhadap gadget dan akhirnya orang-orang menyimpulkan bahwa dampak gadget pada anak usia dini itu sangat buruk.

Dengan memperkenalkan gadget, ibu memberitahukan apa fungsi gadget dan juga bagaimana anak memperlakukan gadget. Dari sini, ibu juga bisa mengontrol penggunaan gadget. Katakan pada si kecil apa yang boleh dilakukan dengan gadget dan kapan gadget boleh digunakan.

Bukankah itu hal yang penting untuk dilakukan?
Jika hal tersebut ibu lakukan, anak tidak akan mendapatkan dampak buruk dari penggunaan gadget. Bahkan, anak akan lebih banyak mendapatkan dampak positifnya. Bagaimanapun juga, anak harus tahu gadget karena masa depannya kemungkinan besar berhubungan dengan gadget. Ibu pasti setuju setiap orang tua harus mempersiapkan anaknya untuk masa depan, bukan masa sekarang. Jika itu yang ada di pikiran ibu, bukankah hal yang wajar jika ibu mengenalkan gadget kepada anak?

Dari penjelasan ini, jelas bahwa memang ada sisi positif dari gadget. Ini berkaitan dengan masa depan anak. Apalagi jika ibu tahu ternyata banyak program yang bagus untuk perkembangan otak dan kemampuan anak dengan hanya memanfaatkan gadget.

Meskipun demikian, sebagai orang tua, ibu tidak bisa menutup mata tentang kemungkinan dampak buruk yang bisa terjadi. Oleh sebab itu, setidaknya ada dua hal yang perlu dilakukan.

1. Batasi
Ibu harus membatasi kapan boleh menggunakan gadget. Agar ini bisa dilakukan, jangan belikan gadget khusus untuk anak.

2. Awasi
Pada awalnya, bisa saja anak hanya membuka aplikasi atau game yang ibu tunjukkan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, tentu saja anak semakin cerdas dan akhirnya bisa mencari aplikasi game yang baru sendiri. Ini bukan hal yang bagus lagi.

Boleh saja anak memilih game sendiri namun harus ada pada pengawasan ibu. Pastikan bukan game yang kurang baik untuk perkembangan yang dipilih oleh anak. Dan untuk memastikan hal tersebut, ibu harus mengawasi.

Caranya, biasakan anak bermain gadget di ruang keluarga sehingga ibu bisa mengawasi dengan mudah. Jadi, masih kekeuh mengatakan pengaruh gadget pada anak usia dini ini selalu buruk?
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori