Cerita Dewasa Ngentot Dengan Tetangga

6kitpf2wx8xr.jpg

Cerita Dewasa - Linda, 29 tahun, adalah seorang ibu rumah tangga dengan 2 orang anak 3 dan 5 tahun. Suaminya, Boby, 36 tahun, adalah karyawan dari salah satu perusahaan swasta besar di Bandung. Perawakan Linda sebetulnya biasa saja seperti kebanyakan. Yang membuatnya menarik adalah bentuk tubuhnya yang sangat terawat. Buah dadanya tidak terlalu besar, tapi enak untuk dipandang, sesuai dengan pinggangnya yang ramping dan pinggulnya yang bulat.

Kehidupan rumah tangga mereka sangat harmonis. Dengan 2 anak yang sedang lucu-lucunya, ditambah dengan posisi Boby yang cukup tinggi di perusahaannya, membuat mereka menjadi keluarga yang cukup di hormati di lingkungan kompleks mereka tinggal. Linda pada dasarnya adalah istri yang sangat setia kepada suaminya. Tidak pernah ada niat berkhianat terhadap Herman dalam hati Linda karena dia sangat mencintai suaminya. Tapi ada satu peristiwa yang menjadi awal berubahnya cara berpikir Linda tentang cinta..

Suatu siang, Linda sedang mengasuh anaknya di depan rumah. Dikarenakan kedua anaknya waktu itu berlari jauh dari rumah, maka Linda langsung mengejar mereka. Tapi tanpa disengaja, kakinya menginjak sesuatu sampai akhirnya Linda terjatuh. Lututnya memar, agak mengeluarkan darah. Linda langsung berjongkok dan meringis menahan sakit. Pada waktu itu, Surya, anak tetangga depan rumah Linda kebetulan lewat mau pulang ke rumahnya. Ketika melihat Linda sedang jongkok sambil meringis memegang lututnya, Surya langsung lari ke arah Linda.

“Kenapa tante?” tanya Surya.
“Aduh, lutut saya luka karena jatuh, Sur…” ujar Linda sambil meringis.
“Bantu saya berdiri, Sur…” kata Linda.
“Iya tante,” kata Surya sambil memegang tangan Linda dan dibimbingnya bediri.
“Sur, tolong bawa anak-anak saya kemari.. Anterin ke rumah saya, ya…” kata Linda.
“Iya tante,” kata Surya sambil segera menghampiri anak-anak Linda.

Sementara Linda segera pulang ke rumahnya sambil tertatih-tatih. Waktu Surya mengantarkan anak-anak Linda ke rumahnya, Linda sedang duduk di kursi depan sambil memegangi lututnya.

“Ada obat merah tidak, tante?” tanya Surya.
“Ada di dalam, Sur,” kata Linda.
“Kita ke dalam saja…” kata Linda lagi sambil bangkit dan tertatih-tatih masuk ke dalam rumah.

Surya dan anak-anaknya mengikuti dari belakang.

“Ma, Dono ngantuk,” kata anaknya kepada Linda.
“Tunggu sebentar ya, Sur. Saya mau antar mereka dulu ke kamar. Sudah waktunya anak-anak tidur siang,” kata Linda sambil bangkit dan tertatih-tatih mengantar anak-anaknya ke kamar tidur.

Setelah mengantar mereka tidur, Linda kembali ke tengah rumah.

“Mana obat merahnya, tante?” tanya Surya.
“Di atas sana, Sur…” kata Linda sambil menunjuk kotak obat.

Surya segera bangkit dan menuju kotak obat untuk mengambil obat merah dan kapas. Tak lama Surya segera kembali dan mulai mengobati lutut Linda.

“Maaf ya, tante.. Saya lancang,” kata Surya.
“Tidak apa-apa kok, Sur. Tante senang ada yang menolong,” kata Linda sambil tersenyum.

Surya mulai memegang lutut Linda dan mulai memberikan obat merah pada lukanya.

“Aduh, perih…” kata Linda sambil agak menggerakkan lututnya.

Secara bersamaan rok Linda agak tersingkap sehingga sebagian paha mulusnya nampak di depan mata Surya. Surya terkesiap melihatnya. Tapi Surya pura-pura tak melihatnya. Tapi tetap saja paha mulus Linda menggoda mata Surya untuk melirik walau kadang-kadang. Hati Surya agak berdebar.. Biasanya dia hanya bisa melihat dari kejauhan saja lekuk-lekuk tubuh Linda. Atau kadang-kadang hanya kebetulan saja melihat Linda memakai celana pendek.

Surya biasanya hanya bisa membayangkan saja tubuh Linda sambil onani. Tapi kini, di depan mata sendiri, paha mulus Linda sangat jelas terlihat. Linda sepertinya sadar kalau mata Surya sesekali melirik ke arah pahanya. Segera Linda merapikan duduknya dan juga menutup pahanya. Surya sepertinya terkesima dengan sikap Linda tersebut. Surya menjadi malu sendiri..

“Sudah saya berikan obat merah, tante…” kata Surya.
“Iya, terima kasih,” kata Linda sambil tersenyum.
“Sekarang sudah mulai tidak terasa sakit lagi,” ujar Linda lagi sambil tetap tersenyum.

Surya, 16 tahun, adalah anak tetangga depan rumah Linda. Masih duduk di bangku SMK kelas 1. Seperti kebanyakan anak laki-laki tanggung lainnya, Surya adalah sosok anak laki-laki yang sudah mulai mengalami masa puber.

“Kenapa kamu nunduk terus, Sur?” tanya Linda.
“Tidak apa-apa, tante…” ujar Surya sambil sekilas menatap mata Linda lalu menunduk lagi sambil tersenyum malu.
“Ayo, ada apa?” tanya Linda lagi sambil tersenyum.
“Anu, tante.. Maaf, mungkin tadi sempat marah karena tadi saya sempat melihat secara tidak sengaja…” kata Surya sambil tetap menunduk.
“Lihat apa?” tanya Linda pura-pura tidak mengerti.
“Lihat.. Mm.. Lihat ini tante,” kata Surya sambil tangannya mengusap-ngusap pahanya sendiri. Linda tersenyum mendengarnya.
“Tidak apa-apa kok, Wan,” kata Linda.
“Kan hanya melihat.. Bukan memegang,” kata Linda lagi sambil tetap tersenyum.
“Lagian, saya tidak keberatan kok kamu melihat paha tante tadi,” kata Linda lagi sambil tetap tersenyum.
“Kamu kan tadi sedang menolong saya memberikan obat,” kata Linda.
“Benar tante tidak marah?” tanya Surya sambil menatap Linda.

Cerita Selengkapnya ==> https://ceeritaseks.blogspot.co.id/2018/04/cerita-dewasa-ngentot-dengan-tetangga.html
Sign In or Register to comment.

Welcome to FORUM!

If you want to take part in the discussions, sign in or apply for membership below!