Bahaya MCA, Hati – Hati Provokasi Agama Menjelang Pilkada 2018

Baru-baru ini polisi menangkap kelompok Muslim Cyber Army (MCA) yang merupakan sindikat penyebar ujaran kebencian serta berita hoaks. Para pelaku yang tergabung dengan kelompok MCA ini ditangkap di tempat berbeda. Tindakan pelaku dinilai meresahkan warga karena menyebar berita hoax dan memprovokasi, berita dari MCA yang sempat viral seperti, penganiayaan ulama, bangkitnya PKI, konten menghina tokoh agama, negara, maupun masyarakat.Adanya konten yang semakin hari meresahkan tersebut membuat polisi bertindak cepat dan mengamankan beberapa orang yang mendalangi MCA. Kasus MCA ini bukan yang pertama kali terjadi, sebelumnya ada juga kelompok Saracen yang juga menyebarkan ujaran kebencian di internet.Sementara itu, menurur wakil ketua umum MUI, Zainut Tauhid mengatakan, dengan mencatut nama muslim pada organisasinya, MCA telah menodai kesucian ajaran islam. Yang perlu diketahui, Islam tidak membenarkan umatnya untuk membenci, menyebarkan ujaran kebencaran, apalagi menyebarkan berita hoax. Hal tersebut bisa meresahkan masyarakat dan memicu perpecahan umat.Ada pula yang mengatakan bahwa sindikat MCA lebih berbahaya dari saracen. Meski tidak terstruktur seperti saracen, tapi MCA memilikianggota yang lebih banyak dan berasal dari berbagai kalangan masyarakat. Ada ratusan ribu member yang dikelola admin. MCA menjaring anggota melalui grup-grup yang tersebar di sosial media. Dalam grup MCA United, misalnya. Grup ini bersifat terbuka sehingga orang-orang yang merasa satu visi dapat bergabung ke dalamnya. Dalam grup tersebut, konten-konten tersebut ditampung dan disebarkan melalui sosial media.
Berita hoax yang terjadi jelang pilkada tidak menutup kemungkinan ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan politik. Seperti halnya yang terjadi pada pemilihan presiden di Amerika Serikat. Itulah sebabnya pihak berwajib perlu mengamankan sindikat-sindikat penyebar hoax yang dapat memperkeruh demokrasi. Sebagai negara yang menjunjung tinggi demokrasi, tentunya berita hoax yang bertujuan untuk menfitnah dan melemahkan kelompok tertentu perlu diperangi.Selain upaya pemerintah dalam menangkal penyebaran berita hoax. Tentunya sebagai masyarakat Indonesia, kita juga perlu membantu menekan penyebaran berita hoax dengan mengkroscek kembali berita yang diperoleh. Pastikan sumber berita tersebut terpercaya. Jangan mudah melakukan share atas berita yang belum tentu kebenarannya.Terlebih lagi, bagi para pekerja di media. Sebisa mungkin untuk membuat konten-konten yang mengedukasi masyarakat dan menambah wawasan. Konten hoax yang telah terlanjur beredar perlu diluruskan sehingga masyarakat bisa tahu kebenarannya.
Mari, jadi masyarakat yang lebih kritis terhadap berita-berita yang ada di sosial media kita maupun yang tersebar di internet. Jangan lagi ada kasus sindikat penyebaran ujaran kebencian maupun berita hoax yang bisa tumbuh subur di Indonesia. Mari berusaha untuk memeranginya bersama demi persatuan bangsa. Ciptakan negara yang demokratis. Setiap rakyat berhak memilih pemimpin sesuai dengan hati nuraninya tanpa adanya provokasi dari pihak lain. Yuk, jaga kelangsungan demokrasi jelang pilkada tahun ini.

Sign In or Register to comment.

Welcome to FORUM!

If you want to take part in the discussions, sign in or apply for membership below!