Contact Us

Mei 2018, AS Resmi Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem

1xj5ck326gek.jpg
Majalah mata indonesia - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan akan memindahkan kedutaannya ke Yerusalem pada Mei 2018. Waktu tersebut dipilih karena bertepatan dengan peringatan terbentuknya Negara Israel.

Kemlu AS menegaskan, relokasi kedutaan mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem merupakan langkah bersejarah. Dengan diumumkannya keputusan tersebut maka pemindahan kedutaan AS lebih cepat dari rencana yang sebelumnya dicanangkan.

Pada Januari lalu, Wakil Presiden AS, Mike Pence, mengatakan relokasi tidak mungkin rampung pada 2018. Pemindahan menurutnya baru bisa terwujud 2019 mendatang.

Baca Juga : Pengumuman tersebut dikecam oleh Palestina. Negara yang juga menginginkan Yerusalem menjadi ibu kota mereka di masa mendatang itu menegaskan apa yang dilakukan AS adalah pelanggaran.

"Pengumuman itu merupakan provokasi bagi bangsa Arab dan sebuah bentuk pelanggaran besar terhadap hukum internasional," sebut seorang pejabat Palestina, Sabtu (24/2).

Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina, Saeb Erekat, mengaku geram atas penetapan waktu pemindahan kedutaan yang dikeluarkan AS.

"Ini akan menghancurkan opsi solusi dua negara," papar Erakat.

Solusi dua negara merupakan jalan keluar yang ditawarkan dunia internasional untuk menyelesaikan krisis Israel-Palestina. Opsi tersebut berisi saran agar Yerusalem dibagi menjadi ibu kota dari Israel dan Palestina.
12bkly499k51.jpg
Kemarahan Palestina, direspons Menteri Intelijen Israel, Yisrael Katz. Atas nama negaranya, ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Donald Trump karena sudah memberikan kepastian kapan pemindahan kedutaan dilakukan.

"Tidak ada hadiah yang lebih berarti dari ini, Langkah tersebut adalah tindakan yang benar, terima kasih banyak teman," ucap Katz.

Bukan tanpa alasan, Palestina geram AS memindahkan kedutaan bertepatan dengan proklamasi pembentukan negara Israel yang jatuh pada 14 Mei 1948.

Setiap 15 Mei, masyarakat Palestina mengingatnya sebagai hari Nakba atau hari malapetaka. Sebab, di hari itu sebanyak 750 ribu dari 1,9 juta warga Palestina, meninggalkan tanah yang seharusnya ditempatinya karena kedatangan warga Yahudi.
Mandiri%2BTogel%2B728%2Bx%2B90.gif
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori