Contact Us

Penyakit Kulup Panjang

Kulup panjang merupakan kulit yang menutupi secara penuh pada penis saat tidak dalam keadaan ereksi atau pada kebanyakan anak laki-laki yang baru lahir maupun pada pria dewasa yang belum melakukan sunat atau khitan.

Pria yang mengidap kulup terlalu panjang rentan terhadap masturbasi dan akan mengganggu pertumbuhan penis. Kulup panjang bukanlah suatu penyakit, akan tetapi dapat menjadi suatu faktor tempat mengumpulnya bakteri atau kuman apabila tidak atau jarang dibersihkan sehingga dapat menyebabkan penyakit kelamin.

Pria dengan kulup panjang dapat menderita phimosi. Phimosis adalah dimana kulup (kulit) penis pada laki-laki tidak bisa ditarik kemabli melewati kelenjar atau ditarik kembali ke belakang.

Sehingga mengakibatkan pembengkakan seperti adanya balon di bawah penis. Phimosis terjadi akibat lubang pada kulup menyempit, sehingga membuat air kencing tidak dapat keluar dengan lancar dan akan menyebabkan infeksi, bahkan jika tidak diatasi dengan segera bisa mengakibatkan kencing nanah dan penyakit ginjal lainnya.

Kondisi seperti ini juga dapat diderita oleh laki-laki dewasa. Penyakit kelainan pada kelamin ini sebenarnya sudah dialami oleh anak laki-laki yang disebut dengan fimosis fisiologis.

Kulup panjang sering terjadi pada pria yang belum melakukan penyunatan (sirkumsisi) pada preputium (kulup penis).

Bahaya Dari Kulup Panjang, yaitu:
  1. Pria yang mengidap kulup terlalu panjang cenderung untuk memainkan kulup penis, hal ini meningkatkan resiko terjadinya infeksi pada penis.
[list=2]
[*] Kulup terlalu panjang akan mempengaruhi libido, serta berpengaruh pada hubungan seksual.
[/list]
[list=3]
[*] Kulup yang terlalu panjang membungkus penis akan mengurangi sensitivitas kepala penis yang dapat menimbulkan tidak ejakulasi bahkan sampai impotensi.
[/list]
[list=4]
[*] Kulup yang panjang juga dapat berdampak pada kehidupan seksual dan efek negatif yang lainnya.
[/list]
[list=5]
[*] Bagi pria kulup yang terlalu panjang kemungkinan dapat menyebabkan rasa nyeri atau mati rasa pada saat berhubungan intim, bahkan kondisi libido akan melemah.
[/list]

Adapun juga dampak resiko yang mungkin terjadi apabila tidak segera ditangani yaitu:
- Resiko infeksi uretritis
Kulup adalah sistem yang kaya kelenjar sebaceous sekret dengan besar, jika tidak cairan diekskresikan luarakan menambah kondisi yang menguntungkan bagi pertumbuhan bakteri. Bakteri dapat dengan mudah menyerang tubuh bagian uretra, peradangan pada kulup, infeksi sunat, infeksi saluran kemih, juga meningkatkan resiko infeksi dan juga dapat terinfeksi berbagai penyakit seperti kutil kelamin, gonore, sifilis, dan jenis penyakit lainnya.
- Kanker penis
Penelitian medis telah mengkonfirmasi bahwa smegma (kotoran kulup) merupakan karsinogen (penyebab kanker penis) adalah faktor utama dalam kanker penis laki-laki.
- Kerusakan fungsi ginjal
Peradangan menyebabkan uretra sempit dan mempengaruhi kemampuan untuk mengekskresikan urin, bakteri yang berhubungan dengan stimulasi berkepanjangan akan menyebabkan infeksi ginjal dan mempengaruhi fungsi ginjal.
- Gangguan ejakulasi
Orang dengan kulup terlalu panjang ditutupi oleh kulup pada penis menyebabkan lapisan stimulus pada subjek danakan sangat sensitif. Jadi, ketika kontak seksual mudah terjadi ejakulasi dini.
- Disfungsi fisiologis penis
Laki-laki dengan usia muda, kepala penis masih tertutup agak ketat sehingga sedikit menghambat pertumbuhan penis. Pada orang dewasa jika kulup terlalu panjang atau sempit kulup akan sangat mempengaruhi kehidupan seks mereka. Jika bentuk kulup tidak dikembalikan seperti semula akan menyebabkan kerusakan pada kulup, kerusakan tersebut dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat dan jika tidak diobati pada waktunya akan menyebabkan nekrosis.
- Penyakit menular ginekologi
Dalam smegma atau zat bertekstur seperti krim atau keju berwarna putih yang kerap ditemukan di daerah genitalia yaitu pada kulup panjang pria banyak jenis bakteri, jadi ketika melakukan hubungan seksual ini dapat menginfeksi vagina wanita sehingga dapat menimbulkan penyakit ginekologi seperti terjadi infeksi berulang secara permanen, merangsang rahim untuk menginduksi peradangan ginekologi.
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori