Contact Us

Pertanyaan di Ujian Nasional Jepang Ini Bikin Nangis Netizen

Majalah mata indonesia - Fenomena ujian nasional jepang serentak untuk masuk perguruan tinggi yang kemarin diadakan oleh pemerintah jepang meninggalkan cerita tersendiri. Ada yang bahagia, ada yang sangat yakin dirinya lolos, ada juga yang sedikit was was atau bahkan tidak peduli. Tapi salah satu cerita yang akan penulis bagikan kali ini berbeda.

Cerita ini dipublikasikan oleh seorang caretaker (perawat lansia) yang juga mengikuti ujian nasional jepang dalam akun twitternya bernama @laughelper. Tidak dijelaskan sih apakah dia disini bertindak sebagai pengawas atau peserta ujian.
6z2evhdz9066.jpg
Tapi seperti orang-orang lain, ia juga menemukan kesulitan-kesulitan dalam list pertanyaan ujian nasional jepang tersebut. Namun ada satu temuan yang membuatnya bukan kesulitan dalam menjawab, malah membuatnya kesulitan bernafas…..karena terharu.

Dalam ujian ada satu pertanyaan sangat sulit, seperti yang dapat akiba-chan dan akiba-kei lihat dibawah ini:
l3hm6kff702g.jpg
A-San (wanita berusia 97 tahun) telah menjalani rawat-jalan cukup lama di rumah sakit lansia. Semakin hari ia semakin lemah sampai-sampai tidak bisa makan dan sendiri. Perawat sering mendengar dia bergumam “Ah, mungkin sudah waktunya aku pulang (kesisi Tuhan)”.

Suatu malam, seorang perawat datang untuk memeriksa kondisinya. A-San membuka mata dan dengan tenang berkata “Apakah sudah waktunya aku dipanggil menghadap (Yang Maha Kuasa)?”

Sebagai perawat tersebut, pilihlah jawaban apa yang akan anda berikan kepada A-San dibawah ini:
  1. Bimbing dia untuk kembali tidur.
  2. Pegang tangang A-San dengan lembut.
  3. Bilang padanya bahwa dia seharusnya tidak mengatakan hal seperti itu.
  4. Yakinkan A-San untuk tenang dan anda akan segera menelpon seluruh keluarganya.
  5. Cuek dan meninggalkan ruangan begitu saja.
Bagi peserta yang masih muda mungkin akan menganggap pertanyaan ini hanya pertanyaan pilihan ganda biasa. Namun bagi @laughelper, ini merupakan salah satu pertanyaan sulit. Yang mengkombinasikan perasaan dan logika.

Pertanyaan diatas secara tidak langsung menggambarkan bahwa di jepang banyak sekali orang tua yang membutuhkan perhatian kecil dari keluarganya. Yang harusnya ada saat mereka sudah siap di batas usia tua.
bmlnvfs9a7op.jpg
Banyak netizen di twitter yang menitikkan air mata saat membaca tweet ini. Bahkan tidak sedikit yang teringat dengan nenek maupun orang tua mereka yang sudah tiada. Netizen juga cukup dibuat bingung dengan pilihan jawaban diatas. Beberapa jawaban yang mereka lontarkan adalah:

“Tidak ada jawaban yang salah. Semuanya benar tergantung situasinya.”

“Aku sudah menjadi perawat (care worker) selama lebih dari 17 tahun, tapi… aku bahkan tidak tau jawaban yang tepat yang mana.”

Baca Juga :
nj9qtqa7hb50.jpg
Namun ada beberapa perawat professional memberikan jawaban berbeda:

“Kalau di dunia nyata. Kalau aku yang mengalaminya, aku akan terseyum pada A-San dan berkata bahwa di luar sana masih banyak juga lansia yang masih diberika kesempatan melihat dunia. Bila ini waktu anda, mereka pasti akan memanggil anda dengan lembut.”

“Aku pikir tidak ada jawaban diatas yang tepat. Tapi mungkin kalian bisa menjawab (sou desu ne) dengan senyuman.”

Duh, akiba-chan dan akiba-kei, penulis juga ikutan nangis pas nulis ini. :’( Mungkin penulis malah bakal melankolis banget ini jawabnya. So, sudahkah kalian menghubungi ayah/ibu/nenek/kakek kalian dirumah hari ini? Sempatkanlah meskipun cuman sms basa-basi tanya mereka masak apa atau ngapain hari ini :’(
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori