Cerita Dewasa Perawani Memek Mantanku

kkes95az4dzo.jpg

Cerita Dewasa - Namanya Yuni Sulastri, anak cantik bintang SMA di kotanya. Gadis ini tinggi dan bertubuh aduhai sekali. Setiap mata pria yang memandangnya pasti langsung tertuju pada matanya yang indah dengan bulu mata yang lentik lalu turun kearah bibirnya yang memang sensual itu dan terakhir adalah pada buah dadanya yang cukup besar untuk ukuran anak SMA

Ujian akhir sudah dekat, dan gadis yang tergolong otaknya encer ini langsung mengikuti bimbingan belajar yang khusus dibuka saat Ujian Akhir Nasional tiba. Hasilnya pun tidak mengecewakan karena setelah pengumuman hasil ujian diberitakan, dia menempati urutan ke 15 dari SMAnya dan itu sudah tergolong sangat baik mengingat SMA tempat Yuni belajar adalah SMA favorit di kota itu.

“Hai Yun. Gimana hasil ujianmu? Pasti dapat peringkat yang tinggi yah?” Tanya seorang teman pria-nya.

Pemuda ini bertubuh kecil dan merupakan mantan dari Yuni, mereka pernah pacaran waktu masih SMP kelas dua dan putus setelah lulus SMP karena ketidak-cocokan dan terang saja pemuda ini tersingkir karena di SMA yang baru Yuni sudah menjadi kembang sekolah yang baru dan bahkan banyak kakak kelas yang rela berantem untuk memperebutkan cintanya. Gadis ini akhirnya menetapkan pilihannya pada seorang bernama Rendi setelah gonta-ganti pacar hingga dikelas tiga SMA, adapun nama dari mantannya adalah Asep.

Yuni hanya tersenyum kecut setelah tahu pemuda yang menyapanya barusan adalah mantan kekasihnya. Memang dia sangat tidak suka dengan pemuda ini karena sekarang pemuda yang dulunya simpatik ini telah berubah menjadi seorang pemabuk yang tidak jelas masa depannya lagi, walaupun sebenarnya dia berasal dari keluarga yang berada.

Asep tertunduk menahan sakit hati dan malu ketika pertanyaannya tidak dijawab oleh Yuni dan bahkan gadis ini ngeloyor pergi tanpa peduli dengan perasaan temannya itu. Gadis cantik namun sedikit congkak walaupun dia punya alasan untuk itu.

Yuni berjalan mendekati kerumunan anak lelaki dan langsung menuju kesamping Rendi, kekasihnya. Beberapa teman pemuda itu bersiul-siul menggoda, Rendi tahu kalau sebenarnya teman-temannya itu selalu bermimpi bisa berpacaran dengan kekasihnya sekarang ini, mereka pasti memikirkan bagaimana bentuk tubuh gadis cantik itu saat telanjang. Segala pikiran kotor seolah dibenarkan dengan cara para anak lelaki itu menatap pantat, perut dan bahkan buah dada Yuni yang sudah tumbuh itu.

“Gimana rencana buat perpisahan sama teman-teman?” Tanya Yuni kepada Rendi, dan pemuda ini memberikan kode kepada salah satu temannya untuk bicara.

“Jangan khawatir, semua udah kita urus kok cantik. Kita bakalan ajak pacar kita masing-masing untuk bernostalgia sekaligus piknik di hutan wisata diluar kota.” Sahut salah seorang teman Rendi yang bernama Rino. Rino ini berbadan gemuk dan tidak begitu tinggi namun walaupun begitu dia adalah anak seorang pengusaha yang lumayan sukses. Agen QQ

“Kamu bisa ikut kan Lan?” Tanya Rendi kepada gadis cantik itu, dan Yuni menjawabnya dengan anggukan gembira.

Dia teringat dengan perkataan Rendi bahwa dia akan mendapatkan kejutan pada acara perpisahan dengan teman-teman kumpulnya selama ini. Dia selalu menebak-nebak apa yang akan diberikan pemuda ini kepadanya.

Akhirnya hari yang ditentukan untuk acara perpisahan datang juga. Sabtu siang Rendi, Yuni dan 3 pasang anak SMA yang lain berangkat untuk menuju keluar kota, ke sebuah hutan wisata yang letaknya tidak begitu jauh dari batas kota. Dalam waktu kurang dari setengah jam mereka tiba di kawasan hutan lindung itu dan segera saja mereka menyusuri jalan kecil yang membelah hutan itu untuk menemukan lokasi yang sesuai untuk berkumpul. Akhirnya setelah beberapa saat mencari, Rino memberikan komando bahwa dia telah menemukan spot yang asyik untuk mereka berdelapan.

“Kok lewat jalan kecil?” Tanya Yuni ketika Rendi melajukan sepeda motornya menembus rimbunnya hutan dengan sepeda motor miliknya dan melewati jalan setapak yang belum diaspal, jalan ini lebih kecil dibandingkan dengan jalan utama yang membelah hutan yang barusan mereka lewati.

Rendi memperlambat laju kendaraan bermotornya dan akhirnya berhenti ketika Rino dan temannya yang lain juga berhenti. Mereka telah tiba di daerah perbatasan antara hutan dengan perkebunan strawberry dan perkebunan kajuput (bahan pembuat minyak kayu putih). Dari kejauhan tampak sungai membelah kawasan hutan itu dan hanya di hubungkan dengan sebuah jembaan kecil yang hanya mampu dilewati satu sepeda motor secara bergantian saja.

Lokasi ini cukup datar dan semaknya sedikit dimana terdapat dua gazebo tua yang tak terawat yang dulunya diperuntukkan sebagai lokasi peristirahatan wisata namun karena anggaran pemerintah kota tidak mencukupi maka proyek dihentikan sementara gazebo dan perlengkapan lainnya ditinggal begitu saja tanpa diurus sehingga sekarang terlihat tak terawat padahan gazebo itu cukup besar dan nyaman.

Di tiang-tiang gazebo ini terdapat coretan tangan-tangan jahil yang kebanyakan adalah anak sekolah yang dulunya menggunakan tempat itu untuk indehoy bersama dengan pasangannya masing-masing. Tapi sepertinya Yuni belum paham dengan situasi tempat itu dan maih adem ayem saja.

“Disini yah?” tanyanya lagi kepada kekasihnya dan Rendi mengangguk lalu mengajak Yuni untuk menuju kesebuah gazebo dan membersihkan kursi dari semen yang kotor akan daun-daunan itu sehingga mereka dapat duduk disana.

“Kamu cantik sekali hari ini sayang.” Perkataan manis itu meluncur begitu saja dari mulut Rendi yang sedetik kemudian dia merangkul Yuni dan memangkunya dipahanya. Sementara Yuni tidak berusaha untuk melepaskan dekapan Rendi dari belakang walaupun dalam hati dia malu tapi dia juga mau.

Baca selengkapnya disini ===> https://oomgenit.blogspot.co.id/2018/02/cerita-dewasa-perawani-memek-mantanku.html
Sign In or Register to comment.

Welcome to FORUM!

If you want to take part in the discussions, sign in or apply for membership below!