Cerita Seks Renggut Perawan Pacarku Yang Berjilbab

gjwoyfgtq3b2.jpg

Cerita Seks - Cerita ini mengisahkan bagaimana menikmati memek perawan berjilbab, Seorang gadis yang msih polos yang mau diajak Ferdy masuk kerumahnya, Antara Ayu dan Ferdy mereka berdua bersekolah di Madrasah , Ayu juga menaruh hati kepada Ferdy dan tak bisa menolak ajakan yang dia sukai, mereka kenal sudah dua tahun semenjak dia sama sama duduk dibangku kelas satu.

Lalu tiga bulan yang lalu saat menjelang Ujian Akhir Sekolah. Kelas pria dan wanita yang biasanya terpisah mulai digabung di beberapa kesempatan karena alasan peningkatan intensitas pelajaran. Siswa putra duduk di barisan depan, sedang yang putri di bagian belakang.

Tapi Ferdy duduk di barisan putra paling belakang sedang Ayu di barisan putri paling depan. Maka tak ayal Ferdy berada tepat di depan Ayu. Dan itulah awal kontak terdekat yang terjadi pada mereka.

Biasalah… Awalnya pura-pura pinjam alat tulis, tanya buku, ini… itu… Tapi senyuman makin sering tertukar dan kontak batin terjalin dengan pasti. Kadang ada alasan bagi keduanya untuk tidak keluar buru-buru saat istirahat, hingga ada masa singkat ketika mereka hanya berdua di dalam kelas; tanya-tanya pelajaran—alasan basi yang paling disukai setiap orang.

Dua bulan lebih dari cukup untuk memupuk rasa cinta. Meski pacaran adalah terlarang, dan keduanya belum pernah saling mengutarakan cinta, tapi semua teman mereka tahu keduanya adalah sepasang kekasih. Hubungan cinta yang unik di jaman yang serba bebas ini.

Dan Ayu begitu menikmati perasaannya. Setiap waktu teramat berharga. Sekilas tatapan serta seulas senyuman selalu menjadi bagian yang menyenangkan.

Lalu cinta mulai berkembang saat kenakalan muncul perlahan-lahan. Ayu sempat ragu saat Ferdy memintanya untuk datang ke Mall M sepulang sekolah sore itu. Sejuta perasaan bahagia membuncah di hati Ayu, bercampur dengan rasa takut dan kegugupan yang luar biasa.

Ia nyaris pulang lagi saat sore itu ia berdiri di pintu Mall untuk bertemu dengan Ferdy. Tapi cowok itu keburu melihatnya hingga ia tak dapat menghindar lagi. Ia tahu bahwa dirinya salah tingkah selama kencan pertama mereka.

Malamnya Ayu tak bisa tidur. Membayangkan tentang betapa menyenangkannya kencan mereka, saat untuk pertama kalinya Ferdy menggenggam tangannya selama berkeliling melihat-lihat banyak hal. Seluruh tubuhnya terasa panas dingin. Agen Domino

Ferdy bahkan membelikan sebuah hadiah berupa kalung mutiara yang sangat mahal untuk ukuran dirinya. Untaian mutiara itu sangat indah, putih memancarkan kilau yang terang. Cowok itu berkata,

“Walaupun aku tak akan dapat melihatmu mengenakan kalung itu, kuharap kamu mau tetap mengenakannya.” Dan tentu saja ia senantiasa mengenakan kalung mutiara itu.

Satu bulan itu dihiasi dengan kencan sembunyi-sembunyi yang sangat mendebarkan. Seperti bermain kucing-kucingan dengan semua orang yang Ayu kenal. Kalau ada satu saja orang yang tahu Ayu berduaan dengan seorang pria di Mall, maka Ayu tak dapat membayangkan petaka apa yang akan menimpanya.

Tapi berhenti dari melakukan itu ia yakini lebih mengerikan daripada terus menjalaninya. Karena, di sore itu, di satu sudut yang sepi di dalam Mall, tiba-tiba saja Ferdy mencium pipinya dengan cepat tanpa mengatakan apapun juga. Hanya sekilas, dan Ferdy membuat seolah-olah itu tak pernah terjadi. Tapi pengaruhnya sangat besar pada diri Ayu. Karena seluruh perasaannya bergemuruh dan membuncah.

Bercampur aduk hingga ia hanya bisa diam saja seperti orang bodoh. Sisa sore itu berlalu tanpa ada dialog apapun, karena Ayu tahu wajah putihnya telah berubah semerah udang rebus. Meninggalkan kesan terindah yang terbawa ke dalam mimpi bermalam-malam sesudahnya.

Tiga hari sejak peristiwa itu Ayu selalu berusaha menghindar dari Ferdy. Ia merasa malu, bingung dan takut. Bagaimanapun juga satu sisi perasaannya masih memiliki keyakinan bahwa cinta mereka mulai melewati batas. Tapi ia belum tahu cara kerja nafsu. Karena ketika akhirnya mereka bertemu kembali, Ayu tak bisa menolak saat di banyak kesempatan Ferdy mencium pipinya berkali-kali; kanan dan kiri.

Bahkan, saat Ferdy semakin nakal dengan meremas tangannya, memeluk tubuhnya dan mencium bibirnya (meski semua itu dilakukan Ferdy tak lebih dari lima detik saja), Ayu hanya terpana dan sangat menikmati semuanya. Sebelum berpisah, Ferdy berbisik pelan kepadanya, “Kamu mau, kan, main ke rumah esok sore?”

Anehnya, seperti seorang yang terhipnotis, Ayu mengangguk…

Maka, sore itu, dengan mengenakan gamis bercorak ceria khas remaja dengan hiasan renda bunga melati, dipadukan dengan jilbab pink yang disemati bros berbentuk kupu-kupu, juga sebuah tas jinjing dari kain kanvas, Ayu duduk di sofa ruang tamu di rumah Ferdy.

Baca selengkapnya disini ====> https://oomgenit.blogspot.co.id/2018/02/cerita-seks-renggut-perawan-pacarku.html
Sign In or Register to comment.

Welcome to FORUM!

If you want to take part in the discussions, sign in or apply for membership below!