Contact Us

Tante Ayu Wanta Seksi Yang Melayaniku Untuk Memuaskan Nafsuku

Haruna-Kojimas-Upcoming-Photobook-Sizzles-620x400.jpg?resize=620%2C400


Sebut saja namanya tante ayu. Wanita 35 tahun yang bekerja sebagai staf disebuah kantor provinsi. Karena kebiasaanku datang ke kantor itu untuk meminjam buku untuk tugasku aku mengenal tante ayu. Sejak pertama aku melihatnya aku langsung terpana dengan kecantikan dan kemolekan tubuh tante ayu ini.

Hingga akhirnya aku bisa mengenalnya dan semakin hari semakin dekat tantu ayu. Kita lebih akrab dan kadang jika tante ayu sedang istirahat kantor, dia mengajakku untuk makan siang di resto belakang kantornya.

Aku yang sudah naksir dengannya pun tak menolak dengan ajakan tante ayu itu. Disela makan siang tante ayu juga sempat memberitahukan kepadaku tentang anak perempuannya yang juga sudah dewasa. Dan tante ayu juga melihatkan fotonya kepadaku, sungguh anaknya juga gak kalah cantik dengan ibunya.

Namun dari segi keseksian ibunya lebih seksi dari anaknya. Dan aku sendiri merasakan hal yang berbeda karena aku lebih suka pada tante ayu ketimbang anaknya yang masih muda, padahal umurku juga masih sangat muda. Waktu itu umurku baru 23 tahun.

Hingga akhirnya suatu sore saat aku sedang mau meminjam buku, aku dipanggil tante ayu. “Kamu malam ini ada acara gak dik??” tanya tante ayu. “Eeemmm..gak ada sih tante, emang kebapa tante?” jawabku. “Kamu mau gak temenin tante nonton konser” ajak tante ayu.

“boleh-boleh aja siih tante, Konser dimana tante” jawabku. “di café …..” tante ayu menyebutkan sebuah nama café. “Oke deeeh tante” jawabku. “Tunggu sebentar ya, tante mau ganti baju dulu” ucap tante ayu. “Iyha tante” jawabku singkat.

Tak berapa lama kutunggu, Ibu Ayu sudah menemuiku dengan berganti pakaian dinasnya menjadi blus ketat dengan jins, wah.., oke juga nih ibu-ibu, nggak mau kalah dengan yang muda dalam soal dugem.

“Ayo!” Ajaknya
Aku pun mengikutinya menuju Mobilnya dan berlalu dari kantor instansi tersebut.
“Kemana kita?, bukannya konsernya ntar malam?” Tanyaku
“Bagaimana kalo kita cari makan dulu sambil ngobrol-ngobrol nunggu jam delapan buat nonton konser ? ” Usulnya
“Boleh juga!, dimana?”
“Ntar, liat aja, biar Ibu yang charge, OK!”
“Aku pun mengangguk mengiyakan nya”

Di sebuah resto china dijalan protokol kota ini, setelah menyantap hidangan laut, kami pun mengobrol mengahbiskan waktu dengan membahas berbagai persoalan baik itu maslah sosial maupun pribadi. Seperti halnya Ibu Ayu menceritakan padaku tentang bagaimana menjemukannya kehidupan rumah tangganya.

“Wah, kalau soal itu saya tidak bisa memberikan pendapat, Bu!, masalahnya saya belum pernah berumah tangga.” kataku merespon nya
“Ini cuma sekedar curhat koq, Dik!, biar besok menjadi semacam panduan bila nantinya dik Adi sudah menjalan kehidupan bersama” Jawab Ibu Ayu diplomatis
“Dan, jangan panggil Ibu, dong!, panggil saja Mbak, khan usia kita ngga terlalu jauh banget bedanya, paling cuma 13 tahun !” Tambahnya
“Dan aku pun tertawa mendengar kelakar tersebut”.

Baca Kelanjutannya di -->> Lendirku.com
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori