Contact Us

Cerita Dewasa Ketemuan Dengan Tante Sri Di Salon

0pbwjx3g51fx.png

Cerita Dewasa – Aku maen kerumah saudaraku mumpung hari libur, aku kesana pakai mobil, dank arena rumahnya msauk di slah satu gang jadinya mobilku parkir di depan salon, aku di rumah ary disambut senang oleh istrinya dia sudah bekepala 3 tapi bodynya masih seksi dan oke, si Weny bilang katanya mas Ary sedang keluar sebentar entar juga balik.

Aku disuruh duduk diruang tamu, lalu dia kembali dengan satu cangkir the manis, karena kursi diruang tamu agak pendek, maka dengan tidak sengaja aku dapat melihat persis sembulan kedua belah dada si Weny yang tidak mengenakan BH. Wach pagi-pagi sudah dibuat pusing nich pikirku. Tapi aku hilangkan pikiranku jauh-jauh, karena aku pikir dia sudah termasuk keluargaku juga.

Akhirnya setelah Ary tiba, kami bertiga ngobrol hingga sore hari. Lalu aku izin untuk menghirup udara sore sendirian, karena aku akan nginap dirumah si Ary hingga besok pagi. Aku berjalan kedepan gang sambil melihat mobilku, apakah aman parkir disana.

Setelah melihat mobil aku mampir ke salon sebentar untuk gunting rambut yang kebetulan sudah mulai panjang. Disana aku dilayani oleh seorang ibu, umur kurang lebih 40-45 tahun, kulit kuning langsat, body seperti layaknya seorang ibu yang umurnya seperti diatas, gemuk tidak, kurus tidak, sedangkan raut mukanya manis dan belum ada tanda-tanda keriput dimakan usia, malah masih mulus, saya rasa ibu tsb sangat rajin merawat tubuhnya terutama mukanya.

“Mas mau potong rambut atau creambath nich,” sapa ibu tersebut.

“Mau potong rambut bu” jawabku. QQ Online

Singkat cerita setelah selesai potong rambut ibu tersebut yang bernama Sri menawarkan pijat dengan posisi tetap dibangku salon. Setelah setuju sambil memijat kepala dan pundak saya, kami berkomunikasi lewat cermin di depan muka saya.

“Wach pijatan ibu enak sekali” sapaku.

“Yach biasa Mas, bila badan terasa cape benar, memang pijatan orang lain pasti terasa enak” jawabnya.

Baca Juga: Setelah ML Dengan Pacar, Ayahku Minta Jatah Ngentot Juga.

“Ibu juga sering dipijat kalau terlalu banyak terima tamu disalon ini, soalnya cape juga Mas bila seharian potong/creambath rambut tamu sambil berdiri” jawabnya lagi.

“Sekarang ibu terasa cape enggak” tanyaku memancing.

“Memang Mas mau mijitin ibu” jawabnya.

“Wach dengan senang hati bu, gratis lho.. kalau enggak salah khan biasanya bila terlalu lama berdiri, betis ibu yang pegal-pegal, benar enggak bu?” pancingku lagi.

“Memang benar sich, tapi khan susah disini Mas” jawab Bu Sri sambil tersenyum.

Naluriku langsung berjalan cepat, berarti Bu Sri ini secara tidak langsung menerima ajakanku. Tanpa buang-buang waktu aku berkata “Bu, ibu khan punya asisten disini, gimana kalau aku pijit ibu diluar salon ini?” pancingku lagi.

“Mas mau bawa ibu kemana?” tanya Bu Sri.

“Sudahlah bu.. bila Bu Sri setuju, saya tunggu ibu dimobil di depan salon ini, terserah ibu dech mau bilang/alasan kemana ke asisten ibu” Ibu Sri mengangguk sambil tersenyum kembali.

Singkat cerita kami sudah berada didalam hotel dekat kebun raya Bogor. Ibu Sri mengenakan celana panjang, dengan baju terusan seperti gamis. Aku mempersilahkan Bu Sri telungkup diatas tempat tidur untuk mengurut betisnya, dia mengangguk setuju.

“Enggak nyusahin nich Mas”

“Tenang saja bu, enggak bayar koq bu, ini gratis lho.” jawabku.

Lalu aku mulai mengurut tumit ke arah betis dengan body lotion. Celana panjang Bu Sri aku singkap hingga ke betisnya, tapi karena paha Bu Sri terlalu besar ujung celana bagian bawah tidak bisa terangkat hingga atas. Ini dia kesempatan yang memang aku tunggu.

Baca Selengkapnya disini>>>> http://www.sukasange.com/cerita-dewasa-ketemuan-dengan-tante-sri-di-salon/

Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori