Contact Us
News
Follow TELEGRAM Channel ForumBebas.com di alamat T.ME/FORUMBEBAS atau Facebook Fan Page dan Twitter Forumbebas .

Forum Bebas Indonesia

Gatot Nurmantyo Rotasi 85 Jenderal TNI, Pangkostrad Edy Rahmayadi Dimutasi

n03s7yo7z5nt.jpg

Togel Online ~Sebelum memasuki masa pensiun, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo merotasi perwira tinggi di lingkungan Mabes TNI.

Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/928/XII/2017 yang ditandatangani 4 Desember 2017 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI, terdapat 85 jabatan yang mengalami pergantian.

Jumlah itu terdiri dari 46 jabatan di TNI Angkatan Darat, 28 jabatan di TNI Angkatan Laut dan 11 jabatan di jajaran TNI Angkatan Udara.

Di TNI Angkatan Darat, perwira tinggi yang mengalami rotasi, antara lain Letjen TNI Edy Rahmayadi dari Panglima Komando Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) menjadi Pati Mabes TNI AD dalam rangka pensiun.

Ia digantikan Majen TNI Sudirman yang sebelumnya menjabat Asisten Operasi KSAD (Asops KSAD).Adapun, posisi Asops KSAD kini dijabat Mayjen TNI A.M Putranto yang sebelumnya menjabat Panglima Kodam II/Sriwijaya.

Posisi Panglima Kodam II/Sriwijaya pun diserahkan kepada Mayjen TNI Subiyanto yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Personel KSAD (Aspers KSAD).

Selain itu, Mayjen TNI Wardiyono dari Perwira Staf Ahli III Bidang Sosial, Budaya, Hukum, HAM dan Narkoba Panglima TNI menjadi Koordinator Staf Ahli Panglima TNI. Jabatan Wardiyono sebelumnya pun diserahkan ke Brigjen TNI Tiopan Aritonang yang sebelumnya menjabat Kepala Sataf Kodam I/Bukit Barisan.

Di TNI Angkatan Laut, perwira tinggi yang mengalami rotasi, antara lain Marsekal Muda TNI Imran Baidirus dari Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara I (Pangkoopsau I) menjadi Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas).

Jabatan lama Imran diserahkan pada Marsekal Pertama TNI Nanang Santoso yang sebelumnya menjabat sebagai Kadisopsiatau.

Selain itu, Marsekal Pertama TNI Eko Rislanto dari Perwira Tinggi Kepala Staf TNI Angkatan Udara Bidang Sumber Daya Nasonal diangkat menjadi Staf Khusus Kepala Staf TNI Angkatan Udara.
Jabatan Eko sebelumnya akan diserahkan kepada Kolonel Gunawan Wibisono yang selama ini menjabat sebagai Perwira Menengah Kepala Staf TNI Angkatan Udara.

Sementara di TNI Angkatan Udara, perwira tinggi yang mengalami rotasi, antara lain Mayjen TNI (Marinir) Bambang Suswantono dari jabatan Komandan Korps Marinir (Dankomar) menjadi Komandan Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI (Dankodiklat TNI). Adapun, jabatan Dankomar diserahkan kepada Brigjen TNI (Marinir) Hasanudin yang sebelumnya menjabat Kepala Staf Korps Marinir.

Selain itu, Laksamana Pertama Nur S. Prihartono dari jabatan Komandan Lantamal IX/Amb Koarmatim menjabat Staf Khusus Kepala Staf TNI Angkatan Laut. Jabatan lama Nur diserahkan kepada Laksamana Pertama Antongan Simatupang yang sebelumnya menjabat sebagai Waaspam Kepala Staf TNI Angkatan Laut.

Selain Nur, Laksamana Pertama Robert Wolter Tappangan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Koarmatim juga menjabat Staf Khusus Kepala Staf TNI Angkatan Laut. Jabatan lama Robert diserahkan ke Laksamana Pertama I.N.G Sudihartawan.

Komentar

  • sdy2k5idqpru.jpg

    Togel Online ~Wakil Ketua Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, mengimbau agar Jenderal Gatot Nurmantyo tidak membuat keputusan strategis di masa akhir jabatannya, seperti melakukan mutasi para perwira tingginya.

    Hasanuddin merujuk kepada sudah adanya surat resmi dari presiden tentang rencana pemberhentian Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

    "Maka sebaiknya Jenderal Gatot sudah mulai menyiapkan memo serah terima jabatan, dan tidak membuat keputusan-keputusan strategis di akhir masa jabatannya, termasuk melakukan mutasi para perwira tingginya," ujar TB Hasanuddin, melalui pesan singkat, Selasa (5/12/2017).

    Mutasi para perwira tinggi, kata Hasanuddin, sebaiknya dilakukan oleh panglima baru agar suasana kondusif akan lebih tercipta.

    "Ya, sebaiknya Panglima baru, biar kondusif nantinya," imbuh Hasanuddin.
    Sehubungan dengan surat Presiden Joko Widodo per-tanggal 3 Desember 2017 kepada pimpinan DPR-RI tentang pemberhentian dan pengangkatan panglima TNI, maka berdasarkan

    prosedur yang berlaku, Komisi I DPR-RI akan segera melaksanakan uji kelayakan terhadap calon Panglima TNI baru, yang menurut surat tersebut ditunjuk Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU).
    Konsekuensi logisnya, kata Hasanuddin, maka calon panglima TNI harus segera menyiapkan diri untuk mengikuti uji kelayakan yang akan dilaksanakan di Komisi I DPR-RI.

    Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo telah mengusulkan nama Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo.

    Keputusan itu sudah sesuai dengan amanah UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.
    Pertama, pengajuan satu nama calon panglima TNI oleh Presiden Jokowi sudah sejalan dengan Pasal 12 UU TNI yang menyebutkan Presiden bisa mengajukan satu nama calon Panglima TNI.Nama tersebut dipilih berasal dari yang pernah atau sedang menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.

    Nantinya pengajuan dari Presiden ke DPR ini akan diproses 20 hari kerja.
    Kemudian, pada pasal 3 undang undang TNI nomor 34 Tahun 2004 pergantian Panglima TNI alangkah baiknya dilakukan rotasi dari setiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai kepala staf angkatan.

    Dua Panglima TNI sebelumnya berasal dari TNI AD dan TNI AL.
    Selain itu, Jenderal Gatot Nurmantyo sendiri juga akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018.
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori