Contact Us
News
Follow TELEGRAM Channel ForumBebas.com di alamat T.ME/FORUMBEBAS atau Facebook Fan Page dan Twitter Forumbebas .

Forum Bebas Indonesia

Viral Warga Telanjangi Pasangan Diduga Mesum, 3 Orang Ditangkap

baiq0883yfoy.jpg

Togel Online ~ Polisi menangkap 3 orang yang ikut menelanjangi dan menganiaya pasangan diduga mesum di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Jumlah itu ada kemungkinan akan bertambah.

"Yang diduga pelaku sudah kita amankan 3 orang, dan akan berkembang juga," kata Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Wiwin Setiyawan saat dimintai konfirmasi, Senin (13/11/2017).

Wiwin belum membeberkan identitas ketiga terduga pelaku yang ditangkap itu. Mereka diketahui tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.

"Warga sekitar situlah. Mereka ikut menggerebek dari awal," ujarnya.

Video penggerebekan pasangan yang diduga berbuat mesum itu menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak seorang pria dan wanita ditelanjangi dan digiring warga.

Penggerebekan itu terjadi pada Sabtu (11/11) lalu sekitar pukul 23.30 WIB. Mereka digerebek warga di kontrakan yang beralamat di Kampung Kadu RT 07 RW 03.

Komentar

  • nz85v1lbb9t3.jpg

    Togel Online ~Polresta Tangerang menetapkan tiga orang tersangka yang berinisial G (41 tahun), T (44 tahun) dan A (37 tahun) dalam kasus penganiayaan yang diduga dipicu tindakan asusila, di Cikupa, Tangerang, Banten, Senin (13/11/2017).

    "Petugas sudah mengamankan 3 terduga pelaku yang menjadi dalang dalam aksi penganiayaan tersebut," kata Kapolresta Tangerang AKBP M Sabilul Alif, Senin (13/11/2017) melalui keterangan tertulis.Ketiganya diduga memprovokasi tindakan main hakim sendiri terhadap korban berinisial R dan M.

    Keduanya dituduh berbuat asusila di rumah kontrakan yang beralamat di Kampung Kadu RT 07/03 Kelurahan Sukamulya Cikupa,Tangerang, Banten, Sabtu (11/12/2017).

    Masyarakat menganggap keduanya berbuat mesum. Padahal, kata Sabilul, kedua korban tidak terlihat melakukan hal tersebut.

    Ia mengatakan keduanya tengah bertemu dan saat itu pintu kontrakan juga tidak tertutup rapat.
    Ia menambahkan pada awalnya kedua korban masih berpakaian namun akhirnya diarak dan pakaian keduanya dibuka secara paksa.

    Pasca peristiwa tersebut, kondisi kejiwaan korban terguncang karena tindakan main hakim sendiri oleh warga itu direkam oleh seseorang dengan telepon seluler, kemudian beredar luas di media sosial.
    Kapolres menegaskan, tak boleh ada pihak yang melakukan tindak kekerasan kepada masyarakat lainnya.

    Dia pun meminta agar segala permasalahan diselesaikan melalui prosedur hukum.
    "Tidak boleh main hakim sendiri. Harusnya kejadian seperti itu dilaporkan kepada kepala desa atau kepolisian untuk ditindaklanjuti," ujar Sabilul.

    Saat ini, Kasatreskrim Polresta Tangerang sedang menginterogasi korban terkait kronologi kejadiannya.

    Sabilul pun langsung memberikan konseling kepada korban yang berinisial R dan M.
    Ia menyatakan Polresta Tangerang menyiapkan tim psikiater untuk mendampingi dua korban penganiayaan.Jika tidak langsung ditangani, korban akan mengalami trauma yang mendalam," lanjut Sabilul
  • xb0iuo3q3k7s.jpg

    Togel Online ~Kepolisian Sektor Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, meringkus sejumlah warga, termasuk Ketua RT dan Ketua RW, yang menganiaya dan mengarak bug*l pasangan kekasih yang dituduh berbuat mes*m di dalam rumah kontrakan.

    Sejauh ini sudah enam warga ditangkap. Tak tertutup kemungkinan jumlah warga terduga pelaku penganiayaan dan penelanjangan ini akan bertambah.

    “Kita amankan inisialnya IM, G, T, A, E dan G. Untuk E merupakan Ketua RT dan E adalah Ketua RW. Mereka ini berdua kita amankan karena terlibat dalam pengeroyokan tersebut,” ujar Kepala Satreskrim Polres Kota Tangerang, Kompol Wiwin Setiawan, Senin, (13/11/ 2017).

    Dari pemeriksaan sementara, keenam warga itu diketahui menarik keluar, melucuti pakaian, menampar dan mengajak warga untuk mengarak serta merekam pasangan tersebut dengan video. Bahkan, mereka diduga juga memprovokasi warga agar mengunggah video pasangan kekasih itu dalam kondisi telanjang ke media sosial.’

    Ironisnya, pasangan kekasih berinisial RN dan MA yang dipermalukan itu ternyata tidak terbukti sedang berbuat mes*m, karena saat warga datang, keduanya berpakaian lengkap dan sedang berbincang di ruang tamu.

    RN datang ke rumah kontrakan MA untuk memberikan nasi bungkus yang dipesan MA. Dan mereka sedang berbincang-bincang saja.

    “Jadi, RN ini sedang memberikan nasi pada MA. Namun, tiba-tiba datang sekelompok warga yang menggerebek kontrakan tersebut. Mereka pun langsung membawa pasangan kekasih tersebut dan menuduh mereka melakukan mesum,” kata Wiwin.

    Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Wiwin Setyawan menyebut kejadian itu berlangsung selama kurang lebih 1 jam. Dari kontrakan, korban digiring ke rumah RW setempat.

    "Itu dari Pukul 23.30 WIB. Waktunya sekitar 30 menit sampai 1 jam lah. Digiring dari kontrakan ke rumah RW," kata Wiwin saat dikonfirmasi, Senin (13/11/2017).

    Berdasarkan penyelidikan sementara, main aksi hakim sendiri yang dilakukan warga tersebut terjadi pada Sabtu (11/11/2017). Kasus ini terungkap setelah video saat mereka dipukuli, ditelanja*gi dan diarak warga beredar dan menjadi viral di media sosial.

    Dalam video tersebut terlihat, RN diarak dalam kondisi hanya mengenakan celana dalam. Sementara MA mengenakan celana dalam dan masih memakai kaos berwarna biru. Namun di tengah jalan, seorang pelaku yang mungkin terlanjur bira*i melihat kemolekan tubuh MA, melucuti kaos gadis tersebut.

    Hakimi Pasangan yang Diduga Mesum, Enam Orang Ditangkap

    Pihak kepolisian menangkap enam orang yang diduga terlibat aksi main hakim sendiri terhadap pasangan kekasih yang dituduh berbuat mesum di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Penangkapan dilakukan pada waktu yang berbeda.

    "Jadi enam orang. Tadi pagi kami tangkap tiga, sekarang bertambah, jadi enam orang," kata Kapolres Kabupaten Tangerang, AKBP Sabilul Arif saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin 13 November 2017.

    Meski sudah menangkap terduga pelaku, Sabilul belum mau merinci identitas para pelaku. Sabilul menjelaskan, saat ini video penggerebekan yang sempat viral masih diteliti oleh penyidik.

    Dalam video yang berdurasi sekitar 53 detik itu, menurut Sabilul, para pelaku diduga melakukan penganiayaan terhadap korban.

    Menurutnya, aksi main hakim itu terjadi ketika sekelompok warga menggerebek kontrakan yang disewa MA di Kampung Kadu RT7, RW 3, Sukamulya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Sabtu 13 November 2017 sekitar puku 23.30 WIB.

    Aksi penggerebekan itu dipimpin Ketua RT dan Ketua RW setempat. Lantaran dituduh telah berbuat mesum, R dan MA juga dipaksa untuk melepaskan pakaian dan kemudian diarak warga keluar kontrakan.

    "Iya keenam orang yang diamankan termasuk Ketua RT dan Ketua RW. Kami juga masih telurusi pihak yang merekam dan menyebarkan video tersebut," jelas Sabilul.

    Atas perbuatan tersebut, para pelaku terancam Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tak menyenangkan
  • tc6lfc67i2jg.jpg

    Berita Akurat - Polisi sudah menangkap orang yang melakukan hal tak bermoral di Tanggerang. Berinisial G, T, A, I, S dan N sebagai tersangka kasus penganiayaan pasangan kekasih R (28) dan M (20) di Cikupa, Kabupaten Tangerang. Salah seorang pelaku berinisial T merupakan pihak yang pertama kali melakukan penggerebekan di kontrakan M.

    "T yang pertama mendobrak pintu ini, dan langsung pertama dia melakukan penggerebekan dan yang sempat memobilisasi massa. 'Ayo lihat sini kalau yang mau mengabadikan," kata Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif Sabilul dalam jumpa pers yang disiarkan live melalui akun Facebook, Selasa (14/11/2017).

    T adalah ketua RT setempat. Peristiwa penggerebekan juga diketahui oleh G, ketua RW setempat. Bukannya menenangkan warga keduanya malah ikut terlibat dalam penganiayaan tersebut.

    "Ketua RT yang memvideokan, dia yang melakukan penganiayaan. RW juga saat dibawa ke sana juga sempat memukuli," jelas Sabilul.

    Sabilul juga menyayangkan ulah tokoh masyarakat tersebut. Bukannya mengayomi warga, keduanya malah ikut terlibat kasus penganiayaan.

    "Justru dia memprovokasi untuk memanggil warga. Justru memprovokasi agar yang mau foto silakan, yang mau selfie silakan," sesalnya.

    Keenam pelaku itu sudah mengakui perbuatannya. Kini polisi masih memburu pelaku lain, termasuk penyebar video tersebut.

    "Ini masih kita dalami lagi, yang jelas dari 6 tersangka yang sudah kita amankan ini dia sudah membenarkan melakukan hal tersebut," tuturnya.

    Sumber : Majalahindo24.com

    ENJOYQQ%2BBANNER.gif
  • too75e518xs0.jpeg

    Togel Online ~Polisi menyayangkan terjadinya kasus penganiayaan terhadap dua pasangan sejoli di Cikupa, Kabupaten Tangerang, karena dituduh berbuat mesum. Apalagi peristiwa penggerebekan hingga penganiayaan itu sudah termasuk persekusi.

    "Kita fokus ke yang besar bahwa telah terjadi penganiayaan dan persekusi dan juga hal yang mungkin tidak bisa kita terima, jangan sampai itu terjadi pada keluarga kita, seandainya itu terjadi pada keluarga kita, pasti kita juga tidak akan terima seperti itu," kata Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif saat menggelar jumpa pers di TKP, Selasa (14/11/2017).

    Sabilul mengatakan tindakan warga itu tidak dibenarkan dan terancam hukuman pidana. Sementara soal apakah pasangan itu berbuat mesum atau pacaran merupakan hak yang bersangkutan dan terikat dengan norma etika.

    "Jadi yang dilakukan menggerebek lalu diarak seperti itu tentunya tidak lazim dilakukan. Soal masalah dia melakukan mesum atau pacaran itu adalah hak yang bersangkutan yang tentunya itu norma-norma etika yang bisa disampaikan, tapi tidak ada aturan hukumnya," terangnya.

    Sabilul mengatakan tindakan warga itu tidak dibenarkan dan terancam hukuman pidana. Sementara soal apakah pasangan itu berbuat mesum atau pacaran merupakan hak yang bersangkutan dan terikat dengan norma etika.

    "Jadi yang dilakukan menggerebek lalu diarak seperti itu tentunya tidak lazim dilakukan. Soal masalah dia melakukan mesum atau pacaran itu adalah hak yang bersangkutan yang tentunya itu norma-norma etika yang bisa disampaikan, tapi tidak ada aturan hukumnya," terangnya.

    nam orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus viral pasangan ditelanjangi di Cikupa, Kabupaten Tangerang. Mereka berinisial G, T, A, I, S, dan N.

    Enam tersangka itu memiliki peran masing-masing. Di antaranya orang yang melakukan penggerebekan dan memobilisasi massa.
  • pelaku-pengeroyokan_20171113_180212.jpg?w=700&ssl=1

    Main hakim sendiri terjadi lagi di Cikupa, Tangerang pada Minggu (12/11). Sepasang kekasih berinisial R dan M, diarak dan dianiaya warga setelah keduanya digerebek di sebuah rumah kontrakan karena diduga berbuat mesum. Tidak hanya itu, R dan M dipaksa untuk melepaskan bajunya.

    Setelah dilakukan penyelidikan oleh kepolisian, pasangan R dan M ternyata tidak berbuat mesum. “Ketua RT berinisial G menggedor pintu ini, kebetulan pintu ini tidak tertutup rapat dan langsung dipaksa mengaku berbuat mesum,” kata Kapolres Kota Tangerang AKBP Sabilul Alif. Sejauh ini, polisi sudah menetapkan 6 tersangka terkait kasus ini, termasuk dua perangkat desa.

    Aksi main hakim sendiri ini bukan kali pertama. Pada 2016 lalu, seorang remaja putri berusia 15 tahun berinisial RS diarak dalam kondisi bugil karena dituduh telah mencuri sandal dan pakaian bekas di rumah tetangganya.
    703267-mesum-tangerang-cikupa-.jpg?w=670&ssl=1

    “Adik saya, dan keluarga tak bisa berbuat apa-apa melihat kejadian tersebut, kami takut. Tidak lama kemudian adik saya yang telanjang dan berkalungkan sandal serta pakaian curian kemudian dipaksa berjalan keliling kampung,” jelas kakak kandung RS Paryono dikutip dari Merdeka.com.

    Menanggapi aksi main hakim sendiri yang marak terjadi ini, dosen Sosiologi UNS Solo, Dr Drajat Tri Kartono menjelaskan, sikap masyarakat ini disebut sebagai kontrol sosial. “Masyarakat melakukan kontrol sosial untuk menjaga ketertiban,” ujarnya.
    703269-mesum-tangerang-cikupa-.jpg?w=670&ssl=1

    Kontrol sosial ini didasarkan oleh adat dan aturan dari suatu masyarakat. Masyarakat memiliki solidaritas mekanik yang berasal dari ikatan emosional.

    Solidaritas mekanik ini bisa berakhir pada aksi kekerasan atau fisik seperti umpatan, kemarahan, dan dipermalukan di depan umum. “Hal ini sebenarnya ditujukan untuk memberi efek jera untuk pelaku. Tapi hal ini tidak bagus untuk masyarakat,” ujar pria kelahiran tahun 1966 ini.

    Pria lulusan S3 Sosiologi UI ini juga menyayangkan terjadinya insiden main hakim sendiri oleh masyarakat di Tangerang. “Semestinya kejadian seperti itu (kasus di Tangerang) diselesaikan dengan pertemuan adat,” ujarnya.

    Menurutnya kasus kriminal atau asusila sebaiknya diserahkan ke pihak berwajib seperti polisi atau kelurahan setempat. Dialog harus lebih dikedepankan dalam insiden seperti ini.

    Drajat berpesan kepada generasi milenial untuk tidak melupakan norma sosial masyarakat. Ketika memasuki dunia dewasa, anak muda harus bisa beradaptasi dan mengerti peraturan masyarakat. “Anak-anak muda harus paham dengan norma sosial masyarakat, tidak boleh seenaknya,” ujarnya.

    Sebaliknya, dia juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri. “Masyarakat harus punya kontrol sosial yang lebih baik,” tutupnya.

    Sumber : BeritaOnline24.com
  • Idih Parah masa di telanjangin begitu si ..
    Tokoh masyarakat tersebut bukannya mengayomi warga, ehh malah ikut terlibat kasus penganiayaan.
    toko bunga bekasi , toko bunga karawang
  • Idih Parah masa di telanjangin begitu si ..
    Tokoh masyarakat tersebut bukannya mengayomi warga, ehh malah ikut terlibat kasus penganiayaan.

    betul banget itu bang

  • hggmcub1ck1a.png

    Togel Online ~ Nahrowi, ayah dari korban persekusi R mengaku sempat diajak berdamai oleh T yang merupakan ketua RT sekaligus orang yang memprovokasi dan memobilisasi massa untuk melakukan persekusi terhadap R dan M.

    Nahrowi menuturkan sehari setelah kejadian, Ia bersama ketiga rekannya mendatangi oknum T untuk meminta penjelasan dan kronologis persekusi terhadap anaknya. Namun yang terjadi T justru menyodorkan selembar kertas berikut alat tulis dan materai kepada Nahrowi.

    "Dia (T) bilang karena bapak sudah terlanjur datang ke sini biar jelas Dia berusaha untuk damai. Dia bahkan sudah bawa buku, pulpen, materai untuk kita buat pernyataan tidak memperpanjang masalah ini," ungkap Nahrowi, dalam Metro Pagi Primetime, Kamis 16 November 2017.

    Meski berusaha diajak berdamai, Nahrowi mengaku tidak menanggapi keinginan T. Dia kukuh datang hanya ingin meminta penjelasan mengapa anaknya diperlakukan sedemikian rupa.

    "Dia minta damai secara kekeluargaan tapi Saya tetap enggak terima, Saya kesana bukan untuk minta damai tapi hanya minta penjelasan," katanya.

    Keputusan Nahrowi menolak tawaran T pun diamini oleh Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif. Sabilul mengatakan meskipun keluarga korban tidak melapor, kasus persekusi yang menimpa R dan M merupakan tindak pidana yang harus ditindaklanjuti.

    "Memang ada upaya Ketua RT memberikan sesuatu agar masalah ini tidak diperpanjang. Tapi korban adalah orang yang dilindungi hukum, patut diberikan pelayanan hukum. Korban harus dilindungi dan dikembalikan kepercayaan dirinya," jelas Sabilul.
  • Kebiasaan main hakim sendiri dan menuduh tanpa bukti masih menjadi 'kebiasaan' di negara Indonesia ini. Ayolah menjadi warga yang bijak dan arif, menyelesaikan masalah dengan kepala dingin tanpa merugikan orang lain. Salam

    https://kementerianpendidikan.com/aplikasi-jadwal-pelajaran-sekolah/
  • hmm..... apa ya namanya lupa perkusi apa persekusi
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori