Contact Us
News
Follow TELEGRAM Channel ForumBebas.com di alamat T.ME/FORUMBEBAS atau Facebook Fan Page dan Twitter Forumbebas .

Forum Bebas Indonesia

Ibu Bunuh Anak Hingga Kondisinya Begini, Korban Sempat Teriak 'Ampun Mama!'

d1cs4uupp7nc.jpg

Togel Online ~Tragedi seorang ibu menganiaya anak kandung semata wayangnya sampai tewas di sebuah kontrakan yakni Jalan Asem Raya nomor 1, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Novi Wanti (25) serta GW (5) ini mengundang komentar warga setempat.
Novi, diketahui dikenal warga setempat tertutup.

"Novi ini saya enggak tahu kok bisa tega pukul dan menampar anaknya berkali-kali. Sebab, si Novi yang tinggal di kamar 203 ini orangnya ya rada tertutup. Enggan berkomunikasi dengan penghuni kontrakan kost-kostan lain. Novi itu kerjaannya nganter anak yang sering ia aniaya itu

ke sekolah setiap pagi. Itu yang saya tahu," terang Bryan Adam (22), yang sebagai pemilik kontrakan, Minggu (12/11/2017).Dia mengaku kaget saat mengetahui dari penghuni lain bahwa penganiayaan terakhir sudah terjadi pada Sabtu (11/11) sekitar pukul 17.00 kemarin.

"Saat itu juga ya, saya langsung menghubungi Ketua RT setempat, Abdul Rojak (49). Karena, anaknya saya dengar tewas di rumah sakit di RS Graha Kedoya. Keji sekali. Tapi saya emang tidak tahu kenapa dia tega seperti itu," katanya kembali.

Sementara itu, petugas keamanan di kontrakan, Rahman (36) mengaku bersama penghuni lain dan pemilik kontrakan sempat mengusir Novi.Sebab, dia kedapatan menganiaya anaknya yang masih berusia lima tahun itu.

"Sempat diusir dan diminta pindah ke tempat tinggal yang lain. Tapi enggak mau. Saya juga bingung, kok anaknya terus-terusan dianiaya gitu. Anaknya kadang teriak.. 'Ampun mamaa.. Ampuun.. Sakiit' saya yang dengar juga gerah. Dia (Novi) tinggal disini berdua doang. Engga kerja sama sekali. Enggak tahu suaminya tuh orang dimana. Kerja juga enggak. Yang ngasih duit setiap bulan yang saya tahu dapat kiriman dari ibunya," jelasnya.

Sementara Ketua RT 006/08, Abdul Rojak, akui kaget mengetahui adanya balita jenis kelamin laki-laki tewas setelah dianiaya ibunya.
Namun sebagai Ketua RT, ia mengaku lega, karena ibu dari anak tersebut telah ditangkap polisi.

"Sudah ditangkap si ibu dari anak itu. Dengar kejadian ini setidaknya saya kaget juga. Tidak menyangka saja. Saya kira baik-baik saja sang ibu dan anaknya di kontrakan itu," katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Suranta Sitepu ketika dikonfirmasi awak media, mengakui pihaknya saat melakukan pemeriksaan di kontrakannya pelaku mendapatkan sebuah tali rafia.

Diduga Novi menganiaya anaknya dengan menjerat ke leher anaknya dan menamparnya berkali-kali.
"Diduga tali yang ada di kontrakannya itu telah dipakai Novi untuk menjerat leher anaknya itu (GW). Saat ini kami pun tengah memeriksakan sejumlah saksi-saksi ya. Lalu, memang benar kondisi anak itu sendiri kini tewas dan banyak ditemukan luka memar membiru di tubuhnya,

Komentar

  • mp5zdi6i3wq3.jpg

    Togel Online ~ Novi Wanti (30), tersangka pembunuh anaknya, GW (5) sering melakukan pemukulan terhadap anaknya. Namun, baru pertama kali dia menyemprot anaknya dengan obat nyamuk.

    "Berdasarkan pengakuan, baru pertama kali dia menyemprot kan obat nyamuk. Namun, kalau memukul sering," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Sitepu,

    Edi menjelaskan, penyiksaan yang dilakukan pada Sabtu (11/11), merupakan puncak kekesalan. Saat itu, korban yang mengompol dipukul, diikat dengan tali rapia, dan disemprot dengan obat nyamuk.

    Pelaku melihat korban mengompol saat tidur. Pelaku marah dan memukul kemaluan korban dan kedua tangannya, serta menggigit telinga korban.

    "Korban dalam posisi tidur terlentang. Kemudian tersangka menggigit telinga bagian kanan korban. Pelaku yang terbangun kembali tidur," kata Edi.

    Saat siang hari, sekitar pukul 12.00 WIB, korban bangun dan berkata ingin kencing. Namun, ternyata korban sudah ngompol.Ibunya marah, kemudian korban dipukul dan diikat oleh rapia. Lalu disemprot dengan obat nyamuk. Sang anak terus menangis kemudian ditutup lagi kepalanya dengan kresek,

    Setelah itu, Novi pergi keluar rumah. Sore sekitar pukul 17.30 WIB dia kembali pulang, dan melihat anaknya sudah lemas.Pelaku sempat menangis dan meminta maaf kepada anaknya. Setelah itu, dia memesan gojek dan dibawa ke Rumah Sakit Grha Kedoya

    Namun, setelah tiba di rumah sakit, korban sudah tidak bernyawa. "Keterangan dokter, sampai di RS sudah meninggal," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Roycke Harry Langie, kepada wartawan di kantornya.

    Roycke mengatakan, Novi berulang kali melakukan penyiksaan terhadap korban. Hal itu dilakukan karena Novi mengaku anaknya dari pendiam jadi aktif dan sering menangis.Keterangan pelaku, korban berubah sikap dua bulan terakhir tapi ini baru sementara. Karena masih dalam pemeriksaan,
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori