Contact Us
News
Follow TELEGRAM Channel ForumBebas.com di alamat T.ME/FORUMBEBAS atau Facebook Fan Page dan Twitter Forumbebas .

Forum Bebas Indonesia

Kisah Sedih Seorang Dokter Berbicara Dengan Pasien Yang Ketemu Surga!

Sekarat.jpg?w=634&ssl=1

Sakaratul maut atau sekarat merupakan fase yang pasti dialami setiap orang sebelum menjelang kematian. Pada fase ini orang akan mengalami hal paling menyakitkan yang memisahkan raga dan nyawanya. Sangking sakitnya, orang yang sekarat jarang bisa berbicara dan bahkan kesadarannya sudah hilang.

Tapi seorang dokter asal Arab Saudi bernama Dr Khalid Al-Jubair ini pernah mengalami kejadian mengerikan di mana dia berbicara dengan orang yang sedang sekarat.

Dr Khalid yang merupakan seorang ahli bedah jantung mendapat panggilan dari seorang perawat bahwa ada salah satu pasien yang infusnya tidak berjalan dengan baik. Dia pun segera mendatangi pasiennya tersebut yang sudah dirawat di rumah sakit selama 6 bulan.

Lima bulan pertama sejak dirawat, sang pasien masih bisa berbicara dan sering berbincang dengan Dr Khalid. Namun saat memasuki bukan keenam, pasien itu tidak sadarkan diri secara total dan hanya mengandalkan infusan untuk menopang hidupnya.

Ketika Dr Khalid hendak memindahkan infus dari tangan kanan ke tangan kiri pasien itu, dia dikagetkan ketika pasiennya tiba-tiba sadar dan berbicara kepadanya dengan suara yang jelas.

“Dokter apa yang kamu lakukan? Apakah kamu Dokter Khalid?” tanya pasien itu.

“Ya betul, saya Khalid,” jawab dokter.

“Apa yang kamu lakukan?” tanya pasien itu lagi.

“Saya sedang mencari urat tangan kiri Anda untuk dimasukan infus,” jawab sang dokter.

“Kamu tidak akan bisa menemukan urat tersebut karena saya sudah menjadi mayat,” jawab pasien tersebut yang membuat Dr Khalid kaget.

Dr Khalid pun kemudian menegaskan berulang kali kepada pasiennya bahwa dia belum meninggal. Tapi pasien itu tetap mengatakan kalau dirinya sudah menjadi mayat.

“Wahai dokter saya sudah menjadi mayat, saya melihat apa yang tidak kamu lihat. Sungguh saya melihat malaikat maut di depan saya,” kata pasien tersebut.

Tidak lama kemudian pasien itu meninggal di dekat Dr Khalid dengan wajah tersenyum. Dr Khalid pun merasa takut dicampur perasaan sedih melihat pasiennya yang meninggal dalam keadaan husnul khotimah.

Kejadian seperti ini bukan pertama kalinya dialami Dr Khalid. Selama 30 tahun pengabdiannya di rumah sakit, dia pernah melihat tiga orang sekarat berbicara soal surga sebelum mereka meninggal.

“Wahai dokter janganlah engkau buat cape dirimu, sungguh aku telah melihat kedudukanku di surga dan para bidadari telah disiapkan untukku,” ujar pasien sekarat yang pertama.

“Sungguh aku telah mencium aroma surga sekarang,” kata pasien sekarat kedua.

“Sungguh saya melihat surga sekarang,” kata pasien sekarat ketiga.

Pengalaman yang dialami Dr Khalid mengingatkan kita pada salah satu hadis shohih ari Al-Barro’ bin adzib radhiyallahu’anhu, di mana Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian menghadap akhirat dan meninggalkan dunia (sakaratull maut) dan dia tergolong orang sholeh maka dia akan melihat (sejauh mata memandang), para malaikat yang putih wajahnya. Mereka adalah para malaikat ramah dan dia akan melihat kedudukanya di surga.”

Padahal dalam ilmu medis sangat jarang ada orang yang bisa berbicara dengan jelas tanpa terbata-bata saat nyawa sudah ditenggorokannya.

Bagi orang beriman atau tidak, sekarat tetap sangat menyakitkan. Bedanya orang beriman akan diperlihatkan tempat mereka di surga yang sangat indah sehingga mereka melupakan rasa sakit yang sedang dialami. Tapi berbeda dengan orang yang tidak beriman, rasa sakit mereka akan semakin bertambah ketika diperlihatkan neraka yang mengerikan.

Sumber : BeritaOnline24.com
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori