Contact Us
News
Follow TELEGRAM Channel ForumBebas.com di alamat T.ME/FORUMBEBAS atau Facebook Fan Page dan Twitter Forumbebas .

Forum Bebas Indonesia

Kronologi Dokter Todong Pistol Hingga Petugas Parkir Bersujud

tyc8ua2xfhx9.jpg

Togel Online ~ Dokter Anwari telah ditetapkan sebagai tersangka pelaku penganiayaan terhadap seorang petugas parkir di Mal Gandaria City, Jakarta Selatan. Aksi todong pistol yang dilakukan Anwari kini berujung menjadi urusan pidana.

Kejadian itu bermula ketika Anwari, yang mengendarai mobil berpelat TNI, merasa tak perlu membayar parkir. Tak terima diminta membayar biaya parkir, Anwari pun kesal dan menganiaya petugas parkir. Peristiwa itu terjadi di Basement 2 Gandaria City (Gancit) pada Jumat (6/10) sekitar pukul 20.30 WIB.

Anwari pernah bertugas sebagai dokter di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Namun saat kejadian, dia menggunakan mobil dinas istrinya yang juga seorang dokter di RSPAD.

Peristiwa itu terjadi saat Anwari yang menumpang mobil dinas berpelat TNI hendak keluar dari parkiran. Mobil itu dikemudikan oleh sopir Anwari.

Juansyah, seorang petugas parkir meminta retribusi parkir. Namun sopir tersebut menolak membayar karena alasan mengendarai mobil dinas TNI. Sempat terjadi perdebatan hingga akhirnya sopir Anwari itu membayar biaya parkir Rp5.000.

Begitu mobil keluar palang pintu parkir, tak lama kemudian Anwari bersama sopir mobil dinas itu menghampiri Juansyah. Percekcokan pun terjadi. Bogem mentah Anwari langsung menghantam wajah Juansyah.

Anwari mengeluarkan pistol yang dibawanya. Dia sempat melepaskan tembakan ke udara. Bahkan dia sempat menodongkan pistol ke arah Juansyah, hingga akhirnya petugas parkir itu bersujud di hadapannya.

Peristiwa itu terekam dalam kamera CCTV kawasan parkir Mal Gandaria City.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Iwan Kurniawan mengatakan, Anwari tersinggung dan emosi kepada petugas parkir tersebut. Anwari merasa pengguna mobil dinas berpelat TNI tidak perlu membayar parkir.

"Awal masalahnya karena yang bersangkutan tidak terima harus bayar parkir kendaraan," kata Iwan di Jakarta, seperti dikutip Antara, Minggu (8/10).

Pengelola dan pimpinan keamanan Mal Gandaria City sempat memediasi antara Juansyah dan pelaku. Namun kemudian pelaku dilaporkan ke Polsek Kebayoran Lama atas kejadian tidak menyenangkan tersebut.

Berdasarkan laporan itu, petugas menyelidiki penganiayan dan tembakan yang dilakukan oknum yang mengaku anggota TNI AD itu. Iwan memastikan, Anwari tidak tercatat sebagai anggota TNI AD.

Anwari ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di sel tahanan Mapolsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Ia terancam dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan Pasal 355 tentang perbuatan tak menyenangkan.

Komentar

  • Arogan-Penganiaya-Petugas-Parkir-Anggap-Mobil-Berpelat-TNI-Tak-Bayar-Parkir.jpg?w=750

    Berita Akurat - Tentunya tidak sembarang orang bisa menggunakan mobil dinas berpelat TNI. Mungkin karena itu yang membuat sebagian orang yang bisa menggunakan mobil dinas berpelat TNI merasa sedikit sombong dan arogan.

    Tersangka pelaku penganiayaan terhadap seorang petugas parkir di Mal Gandaria City di Jakarta Selatan menganggap mobil berpelat TNI tidak perlu membayar parkir. Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Iwan Kurniawan menyatakan, anggapan itulah yang membuat tersangka yang diketahui bernama Anwari itu cekcok dengan petugas parkir hingga berujung penganiayaan.

    "Yang bersangkutan merasa kalau menggunakan mobil dinas berpelat TNI tidak perlu membayar parkir. Karena yang bersangkutan memiliki pengetahuan jika itu ada Perda-nya," kata Iwan di Mapolsek Metro Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (8/10/2017).

    Mobil berpelat TNI yang digunakan Anwari saat kejadian adalah mobil dinas istrinya. Istri Anwari merupakan seorang dokter di RSPAD Gatot Soebroto.

    Seperti istrinya, Anwari juga berprofesi sebagai dokter dan pernah bertugas di RSPAD.

    Peristiwa penganiayaan yang dilakukan Anwari terjadi pada Jumat (6/10/2017) sekitar pukul 20.30. Saat itu, mobil berpelat TNI yang digunakan Anwari hendak keluar dari parkiran. Saat itu, mobil dikemudikan oleh sopirnya.

    Baca Juga : Viral Video Oknum TNI Yang Arogan Dan Pukul Helm Anggota Polantas

    Seorang petugas parkir bernama Juansyah yang saat itu bertugas meminta biaya parkir kepada sang sopir. Namun, sang sopir menolak membayarnya. Setelah terjadi perdebatan, akhirnya sang sopir mau membayar biaya parkir sebesar Rp 5.000.

    Selang berapa lama, sang sopir mobil dinas itu kembali lagi bersama Anwari. Setelah terlibat cekcok, Anwari langsung memukul Juansyah. Anwari juga sempat melepaskan tembakan ke udara dari pistol yang dibawanya.

    "Dia merasa tersinggung saat bertanya kepada petugas parkir, jawabannya 'emang harus bayar'. Dia merasa tersinggung dan emosi. Sampai akhirnya melakukan pemukulan dan mengeluarkan senjata dan menembakannya satu kali ke atas," kata Iwan. Situs BandarQ

    Anwari kini sudah ditetapan sebagai tersangka dan ditahan di sel tahanan Mapolsek Kebayoran Lama. Ia terancam dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan Pasal 355 tentang perbuatan tak menyenangkan.



    Sumber : BeritaOnline24
  • bu5fdscfce71.jpg

    Togel Online ~ Anwari, tersangka penganiaya petugas parkir di Mal Gandaria City, terlihat lesu ketika digelandang ke tahanan Mapolrestro Jakarta Selatan pada Senin (9/10/2017) petang.

    Tak terlihat kegarangan seperti peristiwa penganiayaan pada Jumat (6/10/2017), ketika ia melepaskan tembakan di basement mal dan manyuruh petugas parkir bersujud di kakinya.
    Pria yang berprofesi sebagai dokter ahli saraf itu mengaku menyesal.

    "Mohon maaf saya tidak bisa menjawab pertanyaan wartawan yang baik. Saya tidak bisa menjawab karena sedang kalut. Jelas menyesali perbuatan itu," kata dia saat itu.

    Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Purwanta mengatakan, sejak ditangkap pada Sabtu (7/10/2017) malam, Anwari memang agak stres dan lesu. Apalagi keluarga disebut belum sempat menjenguknya.
    "Ya pastilah depresi, namanya orang ada di posisi itu," ujar Purwanta.

    Purwanta mengatakan, sejauh ini pemeriksaan menunjukkan bahwa Anwari pada Jumat pukul 20.30 menumpang mobil dinas berpelat TNI, yang dikendarai oleh sopirnya. Anwari hendak keluar dari parkiran di Gandaria City.

    Seorang petugas parkir bernama Juansyah yang saat itu bertugas kemudian meminta biaya parkir sebesar Rp 5.000 kepada sang sopir. Namun, pengemudi itu menolak membayar. Setelah terjadi perdebatan akhirnya sang sopir mau membayar biaya parkir sebesar Rp 5.000.


    Selang berapa lama, sang sopir mobil dinas itu kembali lagi bersama Anwari. Setelah terlibat cekcok, Anwari kemudian memukul Juansyah. Anwari juga sempat melepaskan tembakan ke udara dengan pistol yang dibawanya ke atap basement. Juansyah juga dimintanya menyembah kakinya.

    "Dia bilang hari itu bawa pistol untuk membela diri," kata Purwanta.
    Terkait penggunaan mobil dinas berpelat TNI, istrinya disebut tidak mengetahui itu.

    Polisi sementara mengenakan Pasal 351 KUHP tentang ancaman dan Pasal 335 tentang pemaksaan dengan kekerasan. Anwari belum dikenakan Undang-undang Darurat soal kepemilikan senjata api. Sebab, senjata api jenis Glock bermerk Walther yang ditenteng Anwari, memiliki dokumen-dokumen resmi kepemilikan.

    "Pengakuannya kan dapat dari temannya, kami masih telusuri itu, termasuk suratnya legal atau tidak," ujar Purwanta.

Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori