Contact Us
News
Follow TELEGRAM Channel ForumBebas.com di alamat T.ME/FORUMBEBAS atau Facebook Fan Page dan Twitter Forumbebas .

Forum Bebas Indonesia

Bejat Banget! Warung Bakso Ini Rugi Besar Dikarenakan Berita Hoax…

bakso-kena-hoax.jpg?w=663
Perkembangan teknologi memang makin mantap. Terlebih sosial media yang makin gampang diakses. Banyak pengusaha muda kaya raya dengan memanfaatkan sosial media untuk membuka lapak dagangan. Namun, bukan berarti dunia maya nggak memiliki kekurangan. Bisa dibilang, Facebook dan kawan-kawan adalah lahan paling subur untuk menyebar hoax.

Memang, korban berita palsu tersebut sering kali pejabat-pejabat besar seperti presiden atau tokoh lain. Tapi, bukan berarti hoax tidak menerjang orang biasa. Saat ini, penyebaran hoax sendiri udah nggak pandang bulu. Sebut saja pemilik warung bakso Kumis Permai VI, hasil dagangannya merosot tajam akibat isu-isu miring yang tersebar di sosial media.

Berawal dari rasa heran karena warung mendadak sepi
Bakso-Kumis-Permai.jpg?resize=800%2C461

Awalnya, sang pemilik warung Taufik Widodo sama sekali tidak menyangka kalau usahanya diserang hoax. Namun, dia merasa aneh karena baksonya sangat sepi. Semula taufik berpikir kalau sepinya pengunjung karena sudah 25 hari warungnya tutup saat ada pegawai yang menikah. Namun, hingga beberapa hari berselang, warungnya tetap saja sepi. Bahkan, suatu hari Taufik sampai dipanggil oleh ketua RW setempat dan diberondong pertanyaan yang tidak wajar, mengapa warung yang meresahkan masyarakat masih saja dibuka? Dari pertanyaan itulah Taufik kaget bukan main.

Penyebar hoax masih diburu, semoga cepat ketemu
Ilustrasi-hoax.jpg?resize=800%2C461

Dari pak RW juga Taufik menemukan fakta bahwa warungnya yang berlokasi di jalan utama Perumahan Graha Prima Blok M, Mangunjaya Tambun Selatan, Bekasi itu sudah menjadi korban hoax. Selama tutup 25 hari lalu, ada oknum jahat yang menyebarkan berita fitnah yang mengatakan bahwa baksonya menggunakan daging babi sebagai komposisi. Sementara waktu libur selama 25 hari itu juga disangkut pautkan oleh si penyebar hoax, dengan mengatakan kalau pemilik bakso telah digerebek polisi dan ditangkap.

Diduga pelaku penyebar hoax merupakan pesaing bisnis
Bakso-kumis-permai-1.jpg?resize=800%2C461

Memang besar kemungkinan bahwa penyebaran fitnah di Facebook dan juga WhatsApp ini berakar dari pesaing bisnis bakso Taufik. Tidak ingin tinggal diam setelah nama usahanya dicemarkan, Taufik juga menghubungi polisi untuk membantu mengusut siapa pelakunya. Orang-orang yang menyebarkan berita palsu tersebut nantinya akan diminta melakukan klarifikasi dan menghapus semua hoax yang disebarkan. Taufik berharap pelakunya segera ditemukan dan warungnya kembali seperti sedia kala.

Padahal, bakso Kumis Permai sudah berlabel halal dari MUI
Padahal-sudah-bersertifikat-halal-dari-MUI.jpg?resize=800%2C449
Taufik mengaku jika usahanya sudah berjalan puluhan tahun. Dan selama itu pula dia sama sekali tidak pernah menggunakan daging babi atau celeng sebagai campurannya. Padahal, selama ini dia sama sekali tidak pernah asal-asalan untuk membangun bakso. Saat ini, dia juga memiliki beberapa cabang warung bakso di Bekasi. Bahkan, Taufik juga memberikan jaminan berupa label halal dari MUI untuk meyakinkan pelanggan jika baksonya aman dari daging yang dilarang bagi umat muslim tersebut.

Kerugian yang diderita akibat hoax tersebut luar biasa banyaknya
Bakso-kumis-permai.jpg?resize=800%2C461

Akibat fitnah jahat yang menghampiri usahanya, Taufik mengaku mengalami kerugian yang tidak sedikit. Potensi omset sebesar puluhan hingga satusan juta melayang begitu saja. Mirisnya, bukan hanya satu warung saja yang menjadi sepi, namun cabang-cabangnya yang lain juga ikut terkena imbas hoax tersebut. Kerugian besar bukan hanya dari segi materi, namun juga reputasinya sebagai pedagang bakso di mata pelanggan.

Analoginya, sosial media saat ini seperti pisau yang tajam. Jika digunakan oleh koki untuk memasak, tentu sangat bermanfaat. Tapi, kalau jatuh di tangan psikopat, bahaya banget tuh. Semoga kita bisa lebih bijak menggunakan sosial media. Jangan sampai mudah terpengaruh oleh hoax, dan jangan sampai menyebarkan berita palsu.

Sumber : BeritaOnline24.com
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori